Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat dan kondisi
yang tidak diinginkan. Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat
menurunkan

hasil tanaman yang dibudidayakan bila tidak dikendaliakan secara

efektif. Selain itu gulma merupakan salah satu faktor biotik yang menyebabkan
kehilangan hasil panen. Gulma menyaingi tanaman dalam pengambilan unsur hara,
air ruang dan cahaya. Prilaku gulma yang mengganggu tanaman dalam pertumbuhan
dan perkembangan tanaman budidaya menyebabkan tanaman dalam pertumbuhan
dan perkembangan tanaman budidaya menyebabkan tanaman gulma dijadikan
sebagai musuh petani, karena dengan adanya gulma secara otomatis menurunkan
hasil dari produksi pertanian (Assidqi, 2012).
Patikan kebo disebut Euphorbia hirta L. atau E. capitata wal (Inggris), Aru
bembe (Bugis), Kabola-bola (Muna). Termasuk kedalam famili tumbuhan
euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama darah jawa Patikan kebo.
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia, yang sudah dikatahui antara
lain : Myricyl alkohol, teraxerol, fredlin, betha amyrin, beta sitosterol,beta aufol,
euforbol, triterpenoid eufol, tirukalol, aufosterol, hentriacantane, tannin alagic acid
(bunga).

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa


tanaman ini memiliki sifat : rasa agak pahit dan asam, sejuk, sedikit toxic (beracun).
Anti inflamasi,peluruh air seni dan menghilangkan gatal (antipruritic).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan gulma Euphorbia hirta L dan bagaimana ciri-ciri
morfologinya ?
2. Bagaimana kerugian yang ditimbulkan oleh Euphorbia hirta L dan apakah ada
manfaat dari gulma tersebut ?
3. Bagaimana cara pengendalian gulma Euphorbia hirta L ?
1.3 Tujuan
Agar mahasiswa labih memahami tentang gulma Euphorbia hirta baik dari
segi klasifikasi dan morfologi, serta kerugian dan manfaat gulma tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Klasifikasi
Klasifikasi (Mamun dkk., 2013).
Kingdom
: Plantae
Filum
: Magnoliophyta
Kelas
: Angiospermae
Ordo
: Malpighiales
Family
: Euphorbiaceae
Genus
: Euphorbia
Spesies
: Euphorbia hirta L.
Patikan kebo termasuk tanaman liar yang biasa tumbuh di permukaan tanah
yang tidak terlalu lembab dan ditemukan secara terpencar satu sama lain (Assidqi

dkk., 2012) sering tumbuh di daerah dibudidayakan didataran rendah, sawah, kebun
dan tempat-tempat sampah dan lebih suka kondisi kering, dari permukaan laut sampai
2000 m dpl (Huang dkk., 2012). Sering terlihat menempati ruang limbah terbuka,
pinggir jalan, jalur dan sebagai gulma budidaya, terjadi secara luas secara luas di
Afrika Barat tropis dan tersebar pan-tropis dan sub-tropis di seluruh dunia (Adedapo
et al, 2005).
2.2 Morfologi
Patikan kebo (E. hirta) biasanya tegak, ramping bertangkai, menyebar hingga
80 cm, meskipun kadang-kadang dapat terlihat berbaring (Adedapo et al, 2005).
Batangnnya lunak, berbentuk

panjang bulat seperti selider, berwarna hijau

kecoklatan seringkali kemerahan warnanya ditutupi oleh rambbut berbulu kekuningan


terutama di bagian yang lebih muda (Mihardja et al., 2001).
Percabangan selalu keluar dari dekat pangkal batang dan tumbuh lurus keatas
memiliki akar tunggang. Daun berbentuk jorang meruncing sampai tumpul, tepinya
bergerigi dan berbulu dipermukaan atas dan bawah. Panjang helaian dan mencapai 50
mm dan lebarnya 25 mm, pertulangan menyirip, letak daun yang satu dengan yang
lain berhadap-hadapan (Nafisah, et al., 2014).
Batang dan daun menghasilkan jus putih atau susu (getah) ketika di potong
(Chitra, et al 2011). Kelompok bulat padat yang sangat kecil dari bunga muncul di
ketiak daun. Bungan-bunga kecil berwarna hijau merupakan karakteristik perbungaan
dari euphorbias (Nafisah, et al., 2014).

Perbuangan E. hirta memiliki terminal atau ketiak cluster bunga, yang disebut
cyathium, dengan beberapa cyathia padat dikelompokkan ke dalam Kymea. Bunga
jantan tidak memiliki perianth, dan memiliki satu benang sari, sedangkan bunga
betina memiliki pedicel pendek, perianth adalah berbingkai, ovarium unggul, ditutup
dengan rambut pendek, bersel tiga (Huang et al, 2012). Benih berwarna coklat
kemerahan, panjang 0,08 cm dan bulat telur bersegi tiga. Berbunga dan berbuah
hampir sepanjang tahun (Dubey dan Mehta, 2014).
1. Aspek farmakologi
Sifat farmakalogi tanaman patikan kebo (E. hirta) meliputi obat penenang,
anti-anafilaksis, antidiare, efek diuretic, dan penekanan terjadinya kegiatan fase alergi
akut anti jamur dan anti bakteri (Gayathri dan Vijaya, 2013) terhadap Escherichia
coil, proteus vulgaris, pseudomonas aeruginosa, Staphylococus aureus.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas
antioksidan, antikanker, penghambatan

aflatoksin antifertilitas, anthelmintik,

antiplasmodial, antimoebic, antimalaria, larvasida. Hal ini juga menunjukkan


anxiolytic, analgesic, antipiretik dan kegiatan anti inflamasi (Adedapo et al, 2005).
E. hirta banyak digunakan sebagai ramuan atau infus untuk mengobati
berbagai penyakit termasuk gangguan pencernaan, gangguan bronchial dan
pernafasan. Hal ini meliputi batuk, pilek, infeksi bronchial, keluhan usus, infeksi
cacing, batu ginjal (Adedapo et al, 2005), parasit usus, diare, tukak lambung, mulas,
muntah, disentri amuba, asma, bronchitis, demam, kejang laring, emfisema, masalah
haid, kemandulan dan penyakit kelamin.
Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan sifilis. Selain itu,dapat
digunakan untuk mengobati penyakit kulit dan selaput lender, termasuk kutil, kudis,

tinea, sariawan, apthae, campak, guinea cacing dan sebagai antiseptic untuk
mengobati luka dan konjungtivitas (Adedapo et al, 2005).
2. Aspek Kimia
Kemampuan tanaman patikan kebo dalam mengobati berbagai macam
penyakit melibatkan senyawa kimia di dalamnya seperti kandungan tannin, flavonoid
(terutama quercitin dan myrictirin), dan triterpenoid (Assidqi, et al., 2012).
Secara umum senyawa-senyawa yang terdapat dalam E. hirta yaitu flavonoid :
euphorbianin, leucocyanidol, champol, quercitrin dan quercitol : polifenol: asam
galia, mycritin, asam 3,4 di gollycuinic, 2,4,6 tri o golly. Senyawa lain yang
ditemukan dalam E. hirta adalah alkaloid, sponin, asam amino dan mineral. Struktur
komponen utama yang terdapat dalam patikan kebo (E. hirta) (Huang, et al, 2012).
4. Ekologi
Euphorbia hirta dapat tumbuh pada suhu sekitar 23-28 C. Euphorbia hirta
merupakan tumbuhan daerah tropis dengan curah hujan sekitar 1600 mm/tahun.
Euphorbia hirta merupakan tumbuhan merambat yang tumbuh diantara rumput.
Dapat ditemukan pada ketinggian pada 200 mm dpl. Toleran terhadap pH 3,2-4,6.
Kelembapan di sekelilingnya tidak terlalu berpengaruh.
Salah satu jenis konstituen penting dari E. hirta adalah flavonoid termasuk
quercetin, quercetin quercitol dan turunannya yang mengandung rhamnose,
quercetin-rhamoside, asam chlorophenolic, rutin, leucocyanidin, leucocyanidol,
myricitrin, cyaniding 3,5-diglucoside, pelargonium 3,5-diglucoside dan camphol.
Batang mengandung hentriacontane hidrokarbon dan myricil alkohol. Lateks
mengandung inositol, taraxerol, friedilen, -sitosterol, asam ellagic, kaempferol,
quercitol dan quercitrin (Huang, et al., 2012).

Tipe lain dari konstituen dari bagian aerial E. hirta adalah terpenoid, termasuk
triterpen: -Amirin, -Amirin, friedilin, taraxerol dan estertnya: taraxerone, 11, 12oxidotaraxerol, cycloartenol, 24-methylene cycloartenol dan euphorbol hexacosoate.
Bagoan udara dan akar E. hirta juga mengandung esterditerpen tipe phorbol dan
jenis

ingenol.

12-deoxyphorbol-13-dodecanoate-20-asetat,

12-deoxyphorbol-13-

phenylacetate-20-asetat, ingenol triasetat, serta tinyatoksin sangat beracun, turunan


resiniferinol. Terpenoid lainnya terisolasi adalah sterol, termasuk -sitosterol,
campesterol, kolesterol dan stigmaterol (Huang, et al., 2012).
Tanin diisolasi dari E. hirta termasik dimerdehydroellagitannins terhidrolisa
ephorbins A, B, C, E dan terchebin, monomer yang terhidrolisis tannin geraniin,
2,4,6-tri-O-galloyl--D-glukosadan 1,2,3,4,6-penta-O-galloyl--D-glukosa dan ester
5-O-asam caffeoylquinic (asam neochlorogenic) dan asmn galloylquinic 3,4-di-O-,
dan benzi gallate. Asam diisolasi dari E. hirta termasuk ellagic, samak, maleat dan
tartaric asam. Konstituen kecil dari E. hirta termasuk 2-butoxyethanol, tetradecane,
asam ftalat, butyl tertradesil ester, asam oleat, 13-heptadecyn-1-ol, 2-metil-1hxadecanol dan 1,2-benzena diisooctylester asamdikarboksilat (Huang, et al., 2012).

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) merupakan tanaman herba termasuk
dalam family euphorbiaceae, sering ditemukan dipinggir jalan , terutama
di daerah beriklim tropis. Tanaman ini memiliki akar tunggang, batang
dan daun yang ditutupi bulu dan jika dipotong akanmengeluarkan getah
putih, memiliki bunga dan biji berwarna coklat kemerahan.
2. Efek farmakologi patikan kebo meliputi laktogogum,anti jamur, anti
bakteri, obat penenang anxiolytic, analgesic, antipiretik, anti anflaksis,
anti diare, efek diuretic, antialergi, antiinflamasi, antioksidan, antitumor,
antidabetes, antiphertensi, antimalaria, obat cacing dan larvasida.
B. Saran
Sebaiknya perlu diketahui pula toksisitasnya agar dalam penggunannya tidak
menimbulkan toksisstas.

DAFTAR PUSTAKA
Adepopo, A.A., Olufemi O.S., dan Oyeduntan A.A., 2005, Anthelmintic Efficacy of
the aqueos Crude Extract of Euphorbia hirta Linn. In Nigerian Dogs,
Veterinarski Arhiv, Vol. 75 (1).
Assidqi, K., Wahyu T., dan Setyawati S., 2012, Potensi Ekstrak Daun Patikan Kebo
(Euphorbia hirta) Sebagai Antibakteri Terhadap Aeronomonas hydrophyla
Secara in Vitro, Journal of Marine and Coastal Scince, Vol. 1 (2).
Chitra, M., Muga V., Sasikumar D., dan Awdah Masoudal-Hazimi, 2011, Sreening of
Phytochmical and Invitro Activity of Euphorbia hirta L., J Chem. Pharm.
Res,Vol. 3 (6)

Dubey, S., dan S.C. Mehta, 2014, Hepatoprotective Activity of Euphorbia hirta Linn.
Plant Against Carbon Thetracloride-Induced Hepatic Injury in Rats,
International Confrence on Food, Biological and Medical Sience.
Gayathri, A,. dan K. Vijaya Ramesh, 2013, Antifungal Activity of Euphorbia hirta L.
Inflorensence Journal of Current Microbologyl and Applied Science, Vol. 2(4)
Huang, L., Shilin C., Meihua Y., 2012, Euphorbia hirta (Feiyangcao) : A Reveiew on
Its Ethnomoformology, Phytochemistry and Pharmacology of Journal of
Medical Plant Research Vol. 6 (39), ISSN 1996-0875.
Mamun-or-Rashid, A.N.M., Sholel Mahmud, Nayeem Md. Towfique, dan Monokesh
Kumer sen, 2013, A Compendium Ethnopharmacuetical Review on Euphorbia
hirta L., Ayupharm Int J Ayur Alli in Sreptozointocin Induced Diabetic Rats,
Der Pharmacia Lettre, Vol 4 (2).
Mihardja, L., Cornelis A., Lucie W., Raflizar, Pujiastuti, Winarno, dan bambang w.,
2001, manfaat Ekstrak Etanol Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) Sebagai
Laktgogum Pada Tikus Putih yang Menyusui, Buletin Penel;itian Kesehatan,
Vol. 29 (3)
Nafisah, M., Tukiran , Suyatno, dan Nurul Hidayati, 2014, Uji Skiring Fitokimia
Pada Ekstrak Heksan, Kloroform dan Methanol dan Tanaman Patikan Kebo
(Euphorbia hirta), Prosiding Seminar Nasiona Kimia, ISBN : 978-602-095100-3.