Anda di halaman 1dari 4

DENOGRAM (SILSILAH KELUARGA)

KELUARGA AYAH
Keluarga dari Ayah; Kakek saya bernama Madaslim beliau adalah pensiunan
tentara yang merangkap sebagai tuan tanah, sementara nenek saya bernama Jami
beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang selalu menyayangi keluarganya. Kakek
dan Nenek saya mempunyai 2 anak yaitu Waluyo dan Parsinah. Keluarga bapak
berasal dari suku jawa. Waktu itu di keluarga kakek saya masih ada kebudayaan
kejawen yang masih mempercayai benda-benda pusaka dan masih percaya dengan
primbon2 jawa. Karena itu keluarga ayah saya cukup di segani oleh masyarakat di desa
bondolhardjo dan sekitarnya. Dan mendapat julukan sebagai keluarga ksatria.
Ayah saya menjalani masa kecilnya dengan suka cita dan duka serta dengan
kemauan besar untuk meraih cita-citanya menjadi seorang guru. Ayah saya bersekolah
di SDN 1 Bondolhardjo, lalu melanjutkan jenjang ke SLTP 1 Wanandadi, setelah lulus
ayah saya melanjutkan ke SLTA 1 Banjarnegara, perjuangan ayah saya tak sampai di
situ saja ayah saya bersekolah dengan penuh perjuangan 10 km adalah hal yang wajar
pada waktu itu, pagi-pagi sekali berangkat dan sore hari baru pulang. Setelah menjalani
masa sekolah 3 tahun. Ayah saya pun masuk ke sekolah keguruan.
Sementara saudara ayah saya tak seberuntung ayah saya pada saat itu
perempuan di nomer duakan dan tugasnya hanya di rumah bantu- bantu nenek saya.
Dan pada umur 17 tahun beliau di jodohkan oleh kakek saya dengan pemuda yang
sudah di siapkan kakek saya. Sekarang Tante saya (Parsinah) dan Om (Hadi)
mempunyai 7 orang anak dan 7 orang cucu. Dan mereka kini menetap di desa
Bondolhardjo. Kalau di hitung dari keluarga buyut dari pihak ayah sudah menyebar ke
beberapa daerah dan walaupun kebanyakan masih tinggal di kab. Banjarnegara.

KELUARGA IBU

Keluarga dari Ibu; Kakek saya bernama Ishaq beliau bekerja sebagai Polisi dan
juga seorang petani, sementara nenek saya bernama Rochmah beliau adalah seorang
Ibu rumah tangga. Kakek dan nenek saya mempunyai 7 anak yaitu Rulyatiningsih, Titi
Harliyanti, Tri Windanti, Putranto, Yuli Irodat. Keluarga ibu saya berasal dari suku
jawa. Waktu itu sudah tak ada kebudayaan kejawen. Sudah mulai ada sama rata
semua anak bersekolah.
Masa kecil ibu saya di jalani dengan suka dan duka, dan penuh kemauan besar
untuk menuntut ilmu, ibu saya bersekolah di SDN 1 Blambangan, setelah 6 tahun di Sd
ibu saya melanjutkan ke SLTP 1 Bawang, lalu melanjutkan ke SLTA 1 Banjarnegara,
juga penuh perjuangan, berangkat subuh pulang sore. Dan setelah 3 tahun ibu saya
melanjutkan ke jenjang keguruan.
Bude R dan tante Tri juga satu sekolah dengan ibu saya. Bude R sekarang
masih menjadi guru di SDN 1 Binorong sekarang menetap di Desa Blambangan, Bude
R menikah dengan Pak Dhe T, dan di karuniai 2 orang anak dan 3 orang cucu. Tante Tri
sekarang mengikuti suami Om Pri, di jakarta sebagai ibu rumah tangga. Beliau di
karuniai 3 orang anak. Sementara Om P, menjadi karyawan di sebuah instansi swasta.
Om P menikah dengan Tante B di karuniai 3 orang anak dan menetap di Jakarta. Dan
yang terakhir Om Y, bekerja sebagai seorang TNI dan menikah dengan Tante T yang
bekerja sebagai guru di SDN 1 Blambangan dan dikaruniai 2 orang anak. Kalau
dihitung dari silsilah keluarga buyut saya hampir 1 dusun tawangsari, desa blambangan
adalah saudara saya semua yang secara tak langsung menjadi keluarga besar.

KELUARGA SAYA
Pertemuan antara ayah dan ibu saya di mulai pada saat mereka di sekolah
keguruan, ibu saya termasuk wanita yg paling di sukai oleh para sahabat dan temantemannya karena parasnya yang cantik, cerdas, pintar, mudah bergaul dan selalu
menjadi incaran para lelaki. Sebenarnya ibu saya sudah mempunyai pacar tapi karna
sudah berbeda prinsip, sehingga hubungan merekapun selesai. Sementara ayah saya
pada saat itu di kenal sebagai anak yang paling nyentrik diantara para teman-teman

satu sekolah dengan gaya khas 70an potongan rhoma irama, memakai vespa yang
pada saat itu sedang ngetraind / terkenal, sehingga banyak wanita yang kagum
kepadanya. Tapi ayah saya orangnya pasif tak pernah memikirkan wanita, ayah saya
hanya memikirkan karir masa depan. Pertemuan mereka di mulai pada saat ayah saya
mendapat tugas kelompok dan mengharuskan ayah dan ibu saya bekerja bersama
dalam satu kelompok. Karena sudah sering bersama lama-lama mereka mulai akrab,
dan tumbuh rasa cinta diantara ayah dan ibu saya, cinta mereka penuh lika-liku dan
perjuangan sampai akhirnya mereka lulus dari sekolah keguruan dan sudah bekerja
sebagai guru. Akhirnya mereka memutuskan menikah pada tahun 1978.Sebenarnya
ayah saya masih menyimpan kebudayaan kejawen tapi sejak saya lahir ayah saya
membuang semua kebudayaan itu.
Sekarang ayah saya (Waluyo) bekerja sebagai guru di SDN 1 Mantrianom dan
Ibu saya (Titi Harliyanti) juga menjadi guru dan sekarang di SDN 1 Bandingan. Dan di
karuniai 4 orang anak yaitu Aan Yoga Waldianto, Yeni Kurniastuti, Feizar Noor
Wicaksono, dan Pradipta Yoga Utama, sebenarnya ada 5 orang anak tapi pada saat
bayi meninggal karena sakit.
Ayah saya adalah sosok yang sangat bertanggung jawab bagi keluarga, dan
sebagai pemimpin keluarga yang baik dan bijaksana. Selalu memberi nasehat baik
untuk anaknya supaya kalau dewasa menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi
bangsa dan Negara. Saya masih teringat dengan perkataan beliau, Setiap tahun
semakin banyak persaingan, jadi jadilah raja diantara para raja.
Ibu saya adalah sosok yang selalu menyayangi dan selalu mendidik anaknya
supaya menjadi pribadi yang baik. Perkataannya selalu di ingat oleh anak-anaknya.
Memberi contoh yang baik untuk bekal anaknya kelak.
Hubungan kekerabatan di keluarga ayah dan ibu masih erat dan terbilang solid
dalam hal bantu-membantu dan tolong-menolong. Mereka akan datang jika di salah
satu keluarga ada yang membutuhkan bantuan. Kami juga punya kebiasaan yang
sudah menjadi kebudayaan turun temurun yaitu bersilahturahmi kepada yang lebih tua
pada saat hari Idhul Fitri tiba.

Kakak saya yang ke1 Aan Yoga Waldianto kini bekerja menjadi guru di SDN 1
Wanayasa sebagai guru olahraga, dan telah menikah dengan Yayuk Nurnianty dan di
karuniai 1 orang anak Naizila Nur Khasanah dan sekarang menetap di desa wanayasa
kec. Wanayasa kab. Banjarnegara. Kakak saya yang ke2 Yeni Kurniastuti sekarang
menjadi Guru di mts 2 rakit dan sekarang sudah bertunangan dengan orang pemalang
sekarang masih bersama orang tua sambil menunggu waktu pernikahan. Kakak saya
yang ke3 Feizar Noor Wicaksono masih kuliah salah satu PTS di Yogyakarta Jurusan
Perpustakaan tapi kini sedang mengerjakan skripsi. Sementara saya sendiri Pradipta
Yoga Utama sedang study di UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), di jurusan
Psikologi.