Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 latar Belakang
Tumbuhan yang ada di bumi banyak sekali jumlahnya, selain itu sangat beranekaragam pula.
Keanekaragaman tersebut ditunjukkan dengan adanya variasi bentuk penampilan, wama serta
ciri lainnya. Sejalan dengan perkembangan zaman, maka kegiatan eksplorasi tumbuhan juga
semakin meningkat. Kenyataan ini mengakibatkan semakin sulitnya mempelajari tumbuhan yang
sangat beragam. Oleh karena itu ahli botani bemsaha membuat suatu sistem, dimana hubungan
yang memiliki kesamaan sifat dan ciri dimasukkan dalam suatu kelompok tertentu. Kelompokkelompok itu disebut dengan takson .
Tumbuhan yang satu dengan lainnya memiliki kesamaan sifat dan ciri yang dibuktikan
dengan adanya hubungan kekerabatan satu sama lainnya.Tumbuhan yang ternrasuk dalam satu
familia pada umumnya mempunyai anatomi, morfologi, kemungkinan besar mempunyai proses
fisiologi yang mirip pula (Badaria, tanpa tahun:l). Seperti anggota dari familia Cucurbitaceae
yang memiliki persamaan ciri morfologi berupa anak sulur.
Cucurbitaceae atau familia timun-timunan termasuk dalam kelas Angiospennae yang banyak
dijumpai di daerah beriklim tropis dan subtropis. sebagian besar anggotanya merupakan sumber
sayuran dan buah-buahan yang banyak dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Muara Tiga
Kabupaten pidie setelah musim sawah berlangsung, karena: Anggota familia ini memiliki masa
hidup yang singkat, dan hanya mengalami musim panen satu kali.
Termasuk didalamnya yang akan diteliti yaitu labu tanah (Cucurbita moschsta Duch.), labu
air (Lagenoria siceraria (Mol.) Standl., timun suri (Cucumis melo L.), semangka (Citrullus
vulgaris Schard.), gambas (Lufa acutangula L. Roxb.), pare (Momordica charantia L.), dan labu
jipang (Sechium edule lacq.)
1.2. tujuan praktikum

untuk mengetahui kekerabatan antara beberapa spesies dari family cucurbitaceae


untuk mengetahui kekerabatan antara beberapa sepsises dari family fabaceae
untuk mengetahui hubungan antara family cucurbitaceae dan fabaceae

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman yang tergolong familia Cucurbitaceae termasuk ke dalam tanaman yang berumur
pendek (Annual Fruits) yang memiliki masa hidup singkat dan hanya mengalami satu kali musim
panen. Terdiri dari 100 marga dengan 800 jenis yang banyak dijumpai di daerah beriklim tropis
dan subtropis. sebagian besar anggotanya merupakan sumber sayuran dan buah-buahan (Ashari,
2006:28).
Pendapat yang dikemukan tadi sama dengan Stefani (2007) mengenai deskripsi Familia
timun timunan tennasuk dalam kelas Angiospermae, yang beranggotakan sekitar 100 marga
dengan lebih dari 800 jenis tersebar di daerah panas di seluruh dunia. Sebagian besar suku ini
berupa herba semusim atau juga herba berumur lebih panjang. Warga tumbuhan suku timuntimunan mempunyai dua kegunaan, yaitu sebagai sumber bahan makanan yang beraneka ragam,
selain itu warga suku tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah.
Ciri morfologi Cucarbitaceae yang dikemukakan oeh Dasuki (1991:91) adalah bahwa
batang tumbuhan familia Cucurbitaceae bersifat herba atau berkayu lunak, memanjat dengan
sulur spiral, sulur kadang-kadang berupa duri, tumbuh mengggunakan sicrulin untuk mengangkat
nitrogen, sering terdapat nectar, stipula tidak ada. Bunga dalam perbungaan, atau tunggal,
umumnya uniseksual, aktinomod ada hipantium, sepal umumnya 5, petal umunrnya 5 lepas atau
bersatu stamen umunnya 5, filamen lepas atau bersatu, demikian pula anteranya, Ginaesium
umumnya 3 karpel, ovarium inferus, plasenta parietalis, atau plasenta bersatu di tengah sehingga
menjadi plurilotular, stilus 1 dengan l-3 stigna ovula banyak. Buah baka pepo atau kapsula bilii
sering gepeng, besar kadang-kadang bersayap, tidak ada endosperm.
Menurut Rukmana (1994), perakaran mentimun memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar,
tetapi daya tembus akar relatif dangkal, pada kedalaman sekitar 30-60 cm. Oleh sebab itu,
tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air. Tanaman mentimun
memiliki batang yang berwarna hijau, berbulu dengan panjang yang bisa mencapai 1,5 m dan
umumnya batang mentimun mengandung air dan lunak. Mentimun mempunyai sulur dahan
berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur mentimun adalah batang yang

termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah sulur akan mulai
melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah/ajir (Sunarjono, 2007).
Daun mentimun lebar berlekuk menjari dan dangkal, berwarna hijau muda sampai hijau tua.
Daunnya beraroma kurang sedap dan langu, serta berbulu tetapi tidak tajam. Dan berbentuk bulat
lebar dengan bagaian ujung yang meruncing berbentuk jantung, kedudukan daun pada batang
tanaman berselang seling antara satu daun dengan daun diatasnya (Sumpena, 2001).
Bunga mentimun berwarna kuning dan berbentuk terompet, tanaman ini berumah satu
artinya, bunga jantan dan bunga betinah terpisah, tetapi masih dalam satu pohon. Bunga betina
mempunyai bakal buah berbentuk lonjong yang membengkak, sedangkan bunga jantan tidak.
Letak bakal buah tersebut di bawah mahkota bunga (Nurhayati, 1997).
Buah mentimun muda berwarna antara hijau, hijau gelap, hijau muda, hijau keputihan
sampai putih, tergantung kultivar yang diusahakan. Sementara buah mentimun yang sudah tua
(untuk produksi benih) berwarna cokelat, cokelat tua bersisik, kuning tua, dan putih bersisik.
Panjang dan diameter buah mentimun antara 12-25 cm dengan diameter antara 2-5 cm atau
tergantung kultivar yang diusahakan (Sumpena, 2001).
Labu Air/labu botol termasuk dalam Ordo Passiflorales, masuk juga ke dalam Familia
Cucurbitaceae, ciri ciri morfologi familia Cucurbitaceae antara lain tumbuhan berupa herba
memanjat dengan tendril, daunnya berseling, kordatus, sering kali berlobi. Bunga memiliki
kelipatan lima. Korola gamopetalus, berlobi lima, kadang kadang fimbrikata pada tepinya,
stamen lima dengan antera bebas atau menyatu dua dua dan sangat bermodifikasi. Ovarium
inferior, biasanya berkapela tiga, satu lokulus dengan tiga plasenta parietalis, stilus tunggal atau
terbelah.Buah berupa buah pepo kadang kadang berupa kapsul.Biji tanda endosperm
(Sudarsono, 2005).
Genus Lagenaria di dalamya terdapat spesies Lagenaria siceraria (Labu Air) yang di
dalamnya masuk dalam suku Lagenaria. Arti dari penamaan latin Labu Air Lagenaria siceraria
(Molina) Standl. Lagenaria artinya genus (suku) sedangkan siceraria (species) atau Labu Air.
Sedangkan (Molina) Standl artinya adalah nama asli diberikan oleh Molina kemudian diubah
menjadi marga baru oleh Standl dengan masih menggunakan petunjuk jenisnya (Sudarsono,
2005).
Tanaman pare termasuk tumbuhan semusim (annual) yang bersifat menjalar atau
merambat. Struktur batangnya tidak berkayu, mempunyai sulur-sulur pembelit yang berbentuk
pilin. Batang tanaman pare dapat mencapai panjang 5 meter dan berbentuk segi lima.

Daun pare berbentuk menjari dengan permukaan atas berwarna hijau tua dan permukaan
bawah hijau muda atau hijau kekuning-kuningan. Dari ketiak daun tumbuh tangkai dan kuntum
bunga yang berwarna kuning menyala, sebagaina bunga jantan dan sebagian merupakan bunga
betina. Bunga betina dapat menjadi buah setelah mengalami proses penyerbukan.
Buah pare berbentuk bulat panjang, permukaan buah berbintil-bintil, daging buahnya
agak tebal, dan didalamnya terdapat sejumlah biji. Biji pare berbentuk bulat, berkulit agak tebal
dan keras, serta permukaannya tidak rata. Biji pare dapat digunakan sebagai alat penyerbukan
tanaman secara vegetatif ( Rukmana, 1997:13).
Pare merupakan tumbuhan semusim, merambat atau memanjat dengan alat
pembelit berupa sulur, bercabang banyak, berbau tidak enak. Batang berusuk 5,
panjangnya 2-5 m, batang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai, letak
berseling, bentuk bulat telur, berbagi menjadi 5-7, pangkal berbentuk jantung, warna hijau tua.
Bunga tunggal, bertangkai panjang, warna kuning. Buah bulat memanjang dengan 8-10 rusuk
memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, rasa pahit, panjang 8- 30 cm, warna hijau, bila
masak menjadi orange yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, warna coklat kekuningan,
bentuk pipih memanjang, keras dengan alur tidak beraturan (Dalimarta,2002).
Oyong (Luffa acutangula) atau ridged gourd, disebut juga gambas, emes atau kimput
(Sunda) dan timput (Palembang). Tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari
India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Oyong (Luffa
acutangula) termasuk golongan sayuran buah seperti semangka, mentimun, terong, dan labu
siam, tanaman ini merupakan sayuran yang rasanya enak dan dingin. Buahnya dapat dibuat sayur
lodeh , oseng-oseng, sop, sayur bening, dikukus dan dilalap, sedangkan daunnya yang masih
muda juga dapat dibuat sayur (Soedijanto dan Warsito, 1978)
Menurut Sunarjono (2009), Oyong (Luffa acutangula) merupakan tananaman merambat
dengan alat pemegang yang berbentuk pilin batangnya panjang dan umumnya daunnya lebar
berlekuk menjari dengan bulu halus, tanaman ini mempunyai daun beraroma segar dan berakar
samping yang kuat dan agak dalam, saat muda buahnya berwarna hijau dan tidak banyak
mengandung air, setelah tua buahnya berwarna kuning keputih-putihan atau abu-abu.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 waktu dan tempat


Percobaan ini dilakukan pada hari Selasa pada bulan

Maret 2016, dimulai dari pukul 11.00

sampai selsai. Dilaksanakan di Laboratorium Biologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan
Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu
3.2 alat dan bahan
A. alat

silet gold
pipet tetes
mikroskop
kaca benda dan penutup
gelas beker
kaca pembesar (lup)

B. bahan

tanamam Citrulus vulgaris


tanaman Cucumis sativus
tanaman Sechium edule
tanaman Benincasa hispida
tanaman Legenaria siceraria
tanaman Lufa acutangula
tanaman Cucumis melo
tanaman Cucumis melo L
tanaman Mimosa pudica
tanaman Leucaena glauca
tanaman Vigna cylindrical
tanaman Centrosema mucunoides
tanaman Senna obtusfolia

3.3 cara kerja


`A. Cara untuk mengamati marfologi

menyiapkan tanaman yang akan dimati


mengamati marfologi dari beberapa tanaman yang terdiri dari habitus tumbuhan,
kediasaan tumbuhan, tipe batang, arah tumbuh batang, jenis daun, helaian daun, stipula,
lama daun, posisi daun warna daun, pangkal daun, tepi daun, ujung daun, pertulangan
daun, permukaan daun.

Setelah itu difoto satu persatu bagian tumbuhannya


Lakukan pengamatan tanaman satu persatu

B. cara untuk mengamati anatomi

Menyiapkan tanaman yang akan diamati


Melakukan penyayatan menggunakan silet gold pada bagian-bagian tertentu yang akan

diamati pada mikroskop


Sayatahn yang tipis tadi diletakan pada kaca benda yang sudah diberi setetes air dan tutop
menggunakan kaca penutup, serap kelebihan air menggunakan tisu dan jangan sampai

ada gelembung udara pada kaca penutup


Letakan dibawah mikrokop lalu amati dan memumjukan bagian-bagianya
Lakukan pengamatan pada tanaman yang lainya

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 hasil praktikum


Tabel morfologi famili cucurbitaceae
Citrulus

Cucumis

Sechium

Benincasa

Legenaria

Durasi

vulgaris
Annuus/annu

sativus
Annuus/annu

edule
Annuus/annu

hispida
Annuus/annu

siceraria
Annuus/annua

tanaman

al

al

al

al

Kebiasaan

Herba/terna

Herba/terna

Herba/terna

Herba/terna

Herba/terna

tanaman
Tipe

Angularis

Angularis

Angularis

Angularis

Angularis

batang
Arah

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

tumbuh
Jenis daun
Bangun

Tunggal
Oblongus

Tunggal
Cordatus

Tunggal
cordatus

Tunggal
cordatus

Tunggal
Oblongus

daun
Tata letak Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

daun
Umur daun Annuus
Warna
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

daun
Pangkal

emarginatus

emarginatus

emarginatus

emarginatus

emarginatus

daun
Tepi daun
Ujung

Repandus
Rotundus

Repandus
Acutus

Repandus
Acutus

Repandus
Acutus

Repandus
Obtusus

daun
Pertulanga

Palminervis

Palminervis

Palminervis

Palminervis

Palminervis

Scaber

Pilosus

Scaber

Pilosus

n daun
Permukaan Pilosus
daun

Tabel morfologi famili cucurbitaceae


Luffa

Cucumis

Cucumis

Cucurbita

Momordica

Durasi

acutangula
Annuus/annu

melo
Annuus/annu

melo L
Annuus/annu

mosqata
Annuus/annu

charantia
Annuus/annua

tanaman
Kebiasaan

al
Herba/terna

al
Herba/terna

al
Herba/terna

al
Herba/terna

l
Herba/terna

tanaman
Tipe

Angularis

Angularis

Angularis

Angularis

Angularis

batang
Arah

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

tumbuh
Jenis daun

Tunggal

Tunggal

Tunggal

Tunggal

Tunggal

Bangun

cordatus

cordatus

cordatus

cordatus

cordatus

daun
Tata letak Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

Folia sparsa

daun
Umur daun Annuus
Warna
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

daun
Pangkal

emarginatus

emarginatus

emarginatus

emarginatus

emarginatus

daun
Tepi daun
Ujung

Repandus
Acutus

Repandus
Obtusus

Repandus
Obtusus

Repandus
Acutus

Repandus
Acutus

daun
Pertulanga

Palminervis

Palminervis

Palminervis

Palminervis

Palminervis

scaber

scaber

scaber

pilosus

n daun
Permukaan scaber
daun

Tabel morfologi family fabaceae


Vigna

Mimosa

Leucena

Centroma

Senna

Durasi

cylindrica
Annuus/annu

pudica
Annuus/annu

glauca
Annuus/annu

mucunoides
Annuus/annu

obtusfolia
Annuus/annua

tanaman
Kebiasaan

al
Herba/terna

al
Herba/terna

al
Perdu/pohon

al
Herba/terna

l
Perdu/pohon

tanaman
Tipe

teres

teres

teres

teres

teres

batang
Arah

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

Humifusus

tumbuh
Jenis daun
Bangun

majemuk
Ovalis

majemuk
lanceolotus

majemuk
lanceolotus

majemuk
Ovalis

majemuk
lanceolotus

daun
Tata letak Folia disticha

Folia

Folia

Folia disticha

Folia

daun
Umur daun Annuus
Warna
Hijau

decussata
Annuus
Hijau

decussata
Annuus
Hijau

Annuus
Hijau

decussata
Annuus
Hijau

daun

Pangkal

Obtusus

Obtusus

Obtusus

Obtusus

Obtusus

daun
Tepi daun
Ujung

Integer
acutus

Integer
acutus

Integer
acutus

Integer
acutus

Integer
acutus

daun
Pertulanga

Peninervis

Peninervis

Peninervis

Peninervis

Peninervis

leavis

leavis

pilosus

leavis

n daun
Permukaan scaber
daun
Gambar dendogram

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * H I E R A R C H I C A L
Y S I S * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

C L U S T E R

Dendrogram using Average Linkage (Between Groups)


Rescaled Distance Cluster Combine
C A S E
Label Num

0
5
10
15
20
25
+---------+---------+---------+---------+---------+

13
15
12
14
11
1
5
3
10
7
8
6
9
2

A N A L

Keterangan
1.Citrulus vulgaris
2.Cucumis sativus
3. Sechium edule
4. Benincasa hispida
5. Legeneria sicerana
6. Luffa acutangula
7. Cucumis melo
8. Cucumis melo L
9.Cucurbita mosqata
10. Momordica charantia
11. Vigna cylindrica
12. Mimosa pudica
13.Leucena glauca
14. Centroma mucunoides
15.Senna obtusfolia

3.2 pembahasan
Dari hasil praktikum di peroleh beberapa ciri morfologi beberapa spesies dari family
cucurbitaceae dan family fabaceae. Family cucurbitaceae terdiri dari 10 spesies yaitu Citrulus
vulgaris ,Cucumis sativus, edule, Benincasa hispida, Legenaria siceraria ,Luffa acutangula
,Cucumis melo ,Cucumis melo L ,Cucurbita mosqata, Momordica charantia. Sedangkan dari
family fabaceae terdir dari 5 spesies saja yaitu Vigna cylindrical ,Mimosa pudica, Leucena
glauca, Centroma mucunoides, Senna obtusfolia.

Ciri umum dari family cucurbuitaceae yaitu Tanaman Cucurbitaceae biasanya


monoecious (bunga jantan dan bunga betina terpisah) . Daunnya berseling, berdaun muda pada
tangkai, biasanya berlekuk. Bunganya sebagian besar uniseksual/berkelamin tunggal, biasanya
aktinomorf. Kelopak bunganya sebagian besar berjumlah 5 buah dan berlekuk, mahkota
bunganya berjumlah 5 dan berlekuk atau bebas, mahkota bunga pada bunga jantan berbeda
dengan mahkota bunga pada bunga betina. Benang sarinya berjumlah 5 dan berselang. Benang
sari jarang bebas, kebanyakan berlekatan satu sama lain. Bakal buahnya tenggelam, kebanyakan
beruang tiga, masing-masing ruang terdapat dua tembuni yang membengkok keluar dengan
sejumlah besar bakal biji (adakalanya hanya satu), masing-masing dengan dua selaput kulit biji.
Buahnya pada umumnya berupa buah buni, jarang seperti buah kendaga Biji yang dihasilkan
berjumlah satu sampai banyak, biasanya berdekatan, kadang-kadang tepian biji melebar,
permukaannya halus atau bermacam-macam, memiliki embrio yang besar, dan tidak memiliki
endosperma Buahnya memiliki bentuk yang bermacam-macam dan buah khususnya disebut
labu. Tanaman Cucurbitaceae membutuhkan serangga, terutama lebah untuk membantu
penyerbukan
Sedangkan ciri umu fabaceae adalah Adapun ciri-ciri umum dari famili fabaceae adalah
sebagai berikut Famili mencakup herba, semak, pohon dan tanaman merambat di seluruh dunia,
terutama hutan hujan tropis. Biji berkeping dua (dikotiledon) Pada umumnya berdaun majemuk
berpasangan atau berseling, terdapat daun penumpu. Bunga berkelamin 2 dalam karangan yang
berbeda, kelopak bunga bersatu, mahkota umumnya berbentuk kupu-kupu dengan jumlah helaian
Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yaitu buahnya berupa polong.
Selain ciri secara umum, dari praktikum kami juga memperoleh ciri morfologi untuk
masing-masing spesies . adapun karakter- karakter yang telah diamati yaitu umur tanaman,
kebiasaan tanaman, tipe batang, arah tumbuh batang, jenis daun, bangun daun, tata letak daun,
umur daun, warna daun, pangkal daun , tepi daun, ujung daun, pertulangan daun, dan permukaan
daun.
Pada tanaman Citrulus vulgaris merupakan tanaman dengan umur muda (annuus),
merupakan tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring
humifusus, merupakan daun tunggal,bangun daun oblongus ( bulat memanjang) , tata letak daun
folia sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak

(repandus),ujung daun membulat (rotunduds), pertulangan daun menjari (palminervis), dan


permukaan daunya berbulu ( pilosus).

Cucumis sativus juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun meruncing (acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya kasar ( scaber).
Mentimun dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucumis
Spesies: Cucumis Sativus
Sechium edule juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun meruncing (acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya licin ( leavis).
Benincasa hispida juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak

(repandus),ujung daun meruncing (acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan


permukaan daunya kasar ( scaber).
Legenaria sucararia juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun tumpul (obtusus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya berbulu (pilosus).
Adapun klasifikasi dari tanaman ini :
Kingdom

:Platae

Divisio

:Magnoliophyta

Classis

:Magnoliopsida

Subclassis

:Dilleniidae

Ordo

: Passiflorales

Familia

: Cucurbitaceae

Genus

:Lagenaria

Species

:Lagenaria siceraria

Luffa acutangula juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan tumbuhan
herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus, merupakan daun
tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia sparsa,warna daun hijau,
pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak (repandus),ujung daun meruncing
(acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan permukaan daunya kasar ( scaber).
Adapun klasifikasi dari tanaman ini :
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Violales

Famili

: Cucurbetaceae

Genus

: Luffa

Spesies

: Luffa acutangula

Cucumis melo juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun tumpul (obtusus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya kasar (scaber).
Cucumis melo L juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun tumpul (obtusus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya kasar (scaber).
Adapun klasifikasi tanaman ini:
Kingdom

: Plantae

Sub-kingdom : Tracheobionta
Super divisi

: Spermatophyta

Divisio

: Magnoliophyta

Sub-divisio

: Angiospermae

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Cucurbitales

Famili

: Cucurbitaceae

Genus

: Cucumis

Spesies

: Cucumis melo L

Cucurbita mosqata juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun meruncing (acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan
permukaan daunya kasar ( scaber).
Momordica charantia juga merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus,
merupakan daun tunggal,bangun daun cordatus (seperti jantung) , tata letak daun folia
sparsa,warna daun hijau, pangkal daun berlekuku ( emarginatus), tepi daun berombak
(repandus),ujung daun runcing (acutus), pertulangan daun menjari (palminervis), dan permukaan
daunya licin (leavis).
Adapun klasifikasi dari tanamn ini:
Kingdom
Divisi
Sub-divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)
: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
: Angiospermae (berbiji tertutup)
: Dicotyledoneae (biji berkeping dua)
: Cucurbitales
: Cucurbitaceae
: Momordica
: Momordica charantina L.

Vigna cylindrica merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan tumbuhan
herba/terna, tipe batang angularis, arah tumbuh batang berbaring humifusus, merupakan daun
majemuk,bangun daun ovalis (seperti jorong) , tata letak daun folia disticha,warna daun hijau,
pangkal daun tumpul (obtusus), tepi daun rata (integer),ujung daun runcing (acutus), pertulangan
daun menyirip (penninervis), dan permukaan daunya licin (leavis).
Kingdom : plantae

Divisi: Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas

: Dicotyledoneae

ordo

: Rosales

famili

: Leguminosae (Papilionaceae)

genus

: Vigna

spesies

: Vigna cylindrica (L.)


Mimosa pudica merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan tumbuhan

perdu/pohon, tipe batang teres, arah tumbuh batang berbaring humifusus, merupakan daun
majemuk,bangun daun lancelotus (seperti lanset) , tata letak daun folia decussata,warna daun
hijau, pangkal daun tumpul (obtusus), tepi daun rata (integer),ujung daun runcing (acutus),
pertulangan daun menyirip (penninervis), dan permukaan daunya licin (leavis).
Leucena glauca merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan tumbuhan
perdu/pohon, tipe batang teres, arah tumbuh batangkeatas(erectus), merupakan daun
majemuk,bangun daun lancelotus (seperti lanset) , tata letak daun folia decussata,warna daun
hijau, pangkal daun tumpul (obtusus), tepi daun rata (integer),ujung daun runcing (acutus),
pertulangan daun menyirip (penninervis), dan permukaan daunya licin (leavis).
Centroma mucunoides merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan
tumbuhan herba/terna, tipe batang teres, arah tumbuh batang berbaring(humifusus), merupakan
daun majemuk,bangun daun lancelotus (seperti lanset) , tata letak daun folia decussata,warna
daun hijau, pangkal daun ovalis(seperti jorong), tepi daun rata (integer),ujung daun runcing
(acutus), pertulangan daun menyirip (penninervis), dan permukaan daunya berbulu (pilosus).
Senna obtusus merupakan tanaman dengan umur muda (annuus), merupakan tumbuhan
perdu/pohon, tipe batang teres, arah tumbuh batangkeatas(erectus), merupakan daun
majemuk,bangun daun ovatus, tata letak daun folia decussata,warna daun hijau, pangkal daun
tumpul (obtusus), tepi daun rata (integer),ujung daun
(penninervis), dan permukaan daunya licin (leavis).

obtusus ,pertulangan daun menyirip

Kesamaan karakter karakter pada beberapa jenis tanaman dari family cucurbitaceae dan
family fabaceae yang di uji dapat menunjukan kedekatan hubungan kekerabatan antara speciesspecies dari family cucurbitaceae dan family fabaceae. Oleh karena itu dilakukan pengujian
kedekatan dalam hubungan kekerabatan yang dimiliki oleh 15 species yang di uji dengan
menggunakan dendogram yang terlihat pada gambar 2.
Pengelompokan 15 spesies dari family cuccurbitaceae dan family fabaceae berdasarkan
pemotongan dendogram pada tingkat kemiripan 80% menghasilkan 7 kelompok yaitu kelompok
I terdiri atas dua spescies yaitu 13.Leucena glauca dan 15.Senna obtusfolia, kelompok II terdiri
atas dua spesies juga yaitu 12. Mimosa pudica dan 14. Centroma mucunoides, kelompok III
terdiri dari atas 1 spesies saja yaitu 11. Vigna cylindrica, kelompok IV terdiri atas dua species
yaitu 1.Citrulus vulgaris dan 5. Legeneria sicerana, kelompok v terdiri dari 3. Sechium edule
dan 10. Momordica charantia, kelompok VI terdiri dari 7. Cucumis melo dan 8. Cucumis melo
L, dan kelompok VII terdiri dari 6. Luffa acutangula , 9.Cucurbita mosqata ,2.Cucumis sativus ,
4. Benincasa hispida.
Analisis gerombol membuktikan adanya persamaan dan perbedaan dari 15 spesies diatas
menjadi tujuh kelompok diatas. Kelompok 1 yang terdiri dari tanaman Leucena glauca dan
Senna obtusfolia, dikatakan berkerabat dekat karena di ketahui ada beberapa ciri morfologi yang
menunjukan persamaan , dari data morfologi yang di peroleh bahwa umur kedua tanaman Ini
annuus ( muda ), kebiasaan kedua tanaman ini sama yaitu merupakan herba atau terna, tipe
batang kedua tanaman ini yaitu bulat, arah tumbuh batang tanaman ini erectus ( keatas) , jenis
daun tanaman ini merupakan jenis daun majemuk, tata letak daun kedua tanaman ini yaitu folia
ducussata , warna tanaman ini yaitu hijau, pangkal daun sama- sama obtusus ( tumpul) , tepi
daun integer (rata) , ujung daun rotundus ( membulat ), pertulangan daun penninervis (menyirip),
dan permukaan daunya yaitu leavis( licin). Namun terdapat satu perbedaan dari kedua jenis
tanaman ini , yaitu bangun daunnya, tanaman leucena glauca memiliki bangun daun ovatus
( bulat telur) sedangkan senna obtus folia memiliki bangun daun lanceolotus (lancet).
Untuk kelompok II yang terdiri dari tanaman Mimosa pudica dan Centroma mucunoides
juga di katakana berkerabat dekat , ini juga dapat di buktikan dengang ciri morfologi yang sama ,
yang terdiri dari data morfologi yang di peroleh bahwa umur kedua tanaman Ini annuus ( muda ),
kebiasaan kedua tanaman ini sama yaitu merupakan herba atau terna, , arah tumbuh batang

tanaman ini humifusus , jenis daun tanaman ini merupakan jenis daun majemuk, tata letak daun
kedua tanaman ini yaitu folia ducussata , warna tanaman ini yaitu hijau, pangkal daun samasama obtusus ( tumpul) , tepi daun integer (rata) , ujung daun acutus(runcing ), pertulangan daun
penninervis (menyirip). Namun terdapat tiga perbedaan dari kedua jenis tanaman ini , yaitu
bangun daunnya, tipe batang dan permukaan daun tanaman Mimosa pudica memiliki bangun
daun lanceolotus (lancet) sedangkan Centroma mucunoides memiliki bangun daun

ovalis

(jorong). tipe batang Mimosa pudica yaitu teres (bulat), sedangakan Centroma mucunoides
memiliki tipe batang angularis, permukaan daun Mimosa pudica yaitu leavis (licin) sedangkan
Centroma mucunoides memiliki permukaan daun pilosus ( berbulu).
Kelompok III yaitu hanya terdiri satu jenis tanaman saja yaitu Vigna cylindrica, yaitu
dengan ciri morfologi merupakan tanaman berumur muda ( annuus) merupkan tanaman herba
atau terna , tipe batang bulat atau teres, arah tumbuh batangnya humifusus, merupakan daun
majemuk, umur daunnya muda, pertulangan daunya folia disticha, warna tanaman ini hijau,
memiliki tepi daun yang rata, ujung daun yang meruncing, pertulangan daun penninervis, dan
permukaan daun yang kasar ( scaber).
kelompok IV terdiri atas dua species yaitu Citrulus vulgaris dan Legeneria sicerana .
kedua tanaman ini juga memiliki kekerabatan yang cukup dekat, hanya sedikit terdapat
perbedaan. Dari data morfologi yang di peroleh , ada beberapa persaamaan yang membuat kedua
tanaman ini di katan berkerabat dekata, yaitu kedua tanaman ii merupakan tanaman yang
berumur muda ( annuus), termasuk heba atau terna memiliki type batang yang sma yaitu
angularis , merupakan tumbuhan humifusus atau arah tumbuh batangnya berbaring, merupakan
daun tunggal, tata letak daunya folia sparsa , umur daunny muda ( annuus), warna daunya hijau,
tepi daunynya repandus ( berombak), pertulangan daunya palminervis serta bangun daunya yaitu
oblongus (bulat memanjang). Namun ada beberapa perbadaan dari tanaman ini yaitu ujung
daunnya saja , pada Citrulus vulgaris ujung daunya rotundus (membulat) sedangkan Legeneria
sicerana memiliki tepi daun obtusus( tumpul)
kelompok v terdiri dari Sechium edule dan Momordica charantia. Kedua tanaman ini
berkerabat sangat dekat, tidak ada perbedaan dari keduanya, jika di lihat dari ciri morfologinya .
adapun persaamaan morfologinya yaitu merupakan tanaman berumur muda ( annuus),
merupakan herba atau terna, tipe btang angularis, merupakan tumbuhan yang arah tumbuh

batangnya berbaring ( humifusus), merupakan daun tunggal, bangun daun seperti jantung
(cordatus), umur daunya muda ( annuus), tata letak daunya folia sparsa, warna daunya hijau,
pangkal daun berlekuk ( emarginatus), tepi daun repandus( berombak) ujung daun meruncing
(acutus), pertulangan daun palminervis, dan permukaan daun leavis (licin).
kelompok VI terdiri dari 7. Cucumis melo dan 8. Cucumis melo L, . Kedua tanaman ini
berkerabat sangat dekat, tidak ada perbedaan dari keduanya, jika di lihat dari ciri morfologinya .
adapun persaamaan morfologinya yaitu merupakan tanaman berumur muda ( annuus),
merupakan herba atau terna, tipe btang angularis, merupakan tumbuhan yang arah tumbuh
batangnya berbaring ( humifusus), merupakan daun tunggal, bangun daun seperti jantung
(cordatus), umur daunya muda ( annuus), tata letak daunya folia sparsa, warna daunya hijau,
pangkal daun berlekuk ( emarginatus), tepi daun repandus( berombak) ujung daun obtusus
(tumpul), pertulangan daun palminervis, dan permukaan daun scaber(kasar).
kelompok VII terdiri dari

Luffa acutangula , Cucurbita mosqata ,Cucumis sativus

,Benincasa hispida. Keempat tanaman ini berkerabat sangat dekat, tidak ada perbedaan dari
keempat, jika di lihat dari ciri morfologinya . Adapun persaamaan morfologinya yaitu merupakan
tanaman berumur muda ( annuus), merupakan herba atau terna, tipe batang angularis, merupakan
tumbuhan yang arah tumbuh batangnya berbaring ( humifusus), merupakan daun tunggal,
bangun daun seperti jantung (cordatus), umur daunya muda ( annuus), tata letak daunya folia
sparsa,

warna

daunya

hijau,

pangkal

daun

berlekuk

emarginatus),

tepi

daun

repandus( berombak) ujung daun meruncing (acutus), pertulangan daun palminervis, dan
permukaan daun leavis (licin).
Dari beberapa dendogram diatas juga dapat di ketahui kekerabatan diantara kelompok-kelompok
tersebut

BAB V
PENUTUP
5.1 simpulan
Dari praktikum yang telah kami lakukan dapat di simpulkan bahwa :
1. Pengelompokan 15 spesies dari family cuccurbitaceae dan family fabaceae berdasarkan
pemotongan dendogram pada tingkat kemiripan 80% menghasilkan 7 kelompok yaitu
kelompok I terdiri atas dua spescies yaitu 13.Leucena glauca dan 15.Senna obtusfolia,
kelompok II terdiri atas dua spesies juga yaitu 12. Mimosa pudica dan 14. Centroma
mucunoides, kelompok III terdiri dari atas 1 spesies saja yaitu 11. Vigna cylindrica,
kelompok IV terdiri atas dua species yaitu 1.Citrulus vulgaris dan 5. Legeneria sicerana,
kelompok v terdiri dari 3. Sechium edule dan 10. Momordica charantia, kelompok VI
terdiri dari 7. Cucumis melo dan 8. Cucumis melo L, dan kelompok VII terdiri dari 6.
Luffa acutangula , 9.Cucurbita mosqata ,2.Cucumis sativus ,4. Benincasa hispida.
2. Hubungan kekerabatan dari semua spesies dilihat dari beberapa karakter , seperti umur
tanaman, kebiasaan tanaman, tipe batang, warna daun, bangun daun, tepi daun, tata letak
daun, ujung daun, permukaan daun, pertulangan daun, pangkal daun, arah tumbuh
batang.
5.2 saran
1.dari hasil praktikum di sarankan praktikan dapat memahami dendogram, sehingga dapat
mengetahui hubungan kekerabatan antara spesies satu dengan spesies yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ashri S- 2006. Meningkakan Keanggulan Berbuahan Tropis lndonesia.Yogyakarta: Andi Yogya.
Dalimarta. 2002. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 255 halaman
Dasuki, Undang A. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung: Pusat Antar Universitas Ilmu
Hayati

Nurhayati, K. 1997. Pengaruh Ukuran dan Saat perkahan Buah Pada Proses Ekstraksi terhadap
Perkecambahan dan Pertumbuahan Semai Khaya anthoteca C.DC. Skrpisi. Bogor. Jurusan
Manajeman Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.ITB
Rukmana, Rahmat. 1997. Budidaya Pare. Yogyakarta: Kanisius
Rukmana, R. 1994. Budidaya Mentimun. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Hal, 5-8.
Sudarsono. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Sumpena, Rinda Kirana dan Ahsol Hasjim, 2011. Produksi Benih Sumber Mentimun Varietas
Mars,
Sunarjono, H, H. 2007. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal, 109-114.
Laboratorium BALITSA, Subang

LAMPIRAN

Cucumis melo(melon)

Cucumis sativus (mentimun)

Lufa acutangula ( gambas)

Cucumis melo L (timun suri)

Momordica charantina L.(pare)

Citrulus vulgaris(semangka)

Sechium edule (labu siam)

Lagenaria siceraria (labu boto)

Cucurbita mosqata (labu kuning )

Mimosa pudica (putri malu )

Benincasa hispida ( bligo)

Vigna cylindrical (kacang panjang )

Leucena glauca (lamtoro)

Senna obtusfolia

Centroma mucunoides (acc)