Anda di halaman 1dari 3

KEJANG DEMAM

Definisi
Kejang demam adalah kejang yang berhubungan dengan demam (suhu diatas 38,4 0 C
per rektal) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut (SPM,
2004). Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada
anak, terutama pada golongan umur 6 bulan sampai 4 tahun. Terjadinya bangkitan kejang
demam bergantung pada umur, tinggi serta cepatnya suhu meningkat (FKUI, 1985).
Epidemiologi
Jumlah penderita kejang demam diperkirakan mencapai 2-4% dari jumlah penduduk
di AS, Amerika Selatan, dan Eropa Barat. Namun di Asia dilaporkan penderitanya lebih
tinggi. Sekitar 20% diantara jumlah penderita mengalami kejang demam kompleks yang
harus ditangani secara lebih teliti. Bila dilihat jenis kelamin penderita, kejang demam lebih
banyak menyerang anak laki-laki. Penderita pada umumnya mempunyai riwayat keluarga
(orang tua atau saudara kandung) penderita kejang demam.
Manifestasi Klinis
Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan
kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan
saraf pusat, misalnya tonsilitis, otitis media akuta, bronkitis, dan lain-lain. Serangan kejang
biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam, berlangsung singkat dengan sifat
bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik, tonik, klonik, fokal, atau akinetik.
Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti, anak tidak memberi reaksi
apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit, anak akan terbangun dan
sadar kembali tanpa kelainan saraf.
Bila menghadapi penderita dengan kejang demam, pertanyaan yang sering muncul
adalah dapatkah diramalkan dari sifat kejang atau gejala yang mana kemungkinan lebih besar
untuk menderita epilepsi? Untuk ini Livingstone (1963) membuat kriteria dan membagi
kejang demam atas 2 golongan, yaitu:
1. Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Convulsion).
2. Epilepsi yang diprovokasi oleh demam (Epilepsy triggered off by fever).

Di Sub Bagian Saraf Anak FKUI-RSCM Jakarta, kriteria Livingstone tersebut


dimodifikasi dan dipakai sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam
sederhana, yaitu:
1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan sampai 4 tahun.
2. Kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit.
3. Kejang bersifat umum.
4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam.
5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal.
6. Pemeriksaan EEG yang dibuat 1 minggu setelah suhu normal tidak menunjukkan
kelainan.
7. Frekuensi bangkitan kejang tidak lebih dari 4 kali dalam 1 tahun.
Kejang demam yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari ketujuh kriteria modifikasi
Livingstone di atas digolongkan sebagai epilepsi yang diprovokasi oleh demam. Kejang
kelompok ini mempunyai suatu dasar kelainan yang menyebabkan timbulnya kejang,
sedangka demam hanya merupakan faktor pencetus saja.
Adapun pembagian lain kejang demam menurut Pedoman Pelayanan Medis IDAI
(2010), kejang demam digolongkan menjadi:
1. Kejang Demam Sederhana
Adalah kejang yanng berlangsung kurang dari 15 menit, bersifat umum, dan tidak
berulang dalam 24 jam. Kejang demam sederhana merupakan 80% dari seluruh
kejang demam.
2. Kejang Demam Kompleks
Adalah kejang yan berlangsung lebih dari 15 menit, bersifat fokal atau parsial, dan
berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam.
Penatalaksanaan
Pengobatan medikamentosa saat kejang dapat dilihat pada algoritme tatalaksana
kejang. Untuk pengobatan profilaksis intermiten pada saat demam berupa:
- Antipiretik
Parasetamol 10-15 mg/kgBB/kali, diberikan 4 kali sehari atau ibuprofen 5-10
-

mg/kgBB/kali, diberika 3-4 kali sehari.


Anti Kejang
Diazepam oral dengan dosis 0,3 mg/kgBB setiap 8 jam atau Diazepam rektal dosis 0,5

mg/kgBB setiap 8 jam saat suhu tubuh > 38,50C.


Pengobatan jangka panjang/rumatan
Fenobarbital (dosis 3-4 mg/kgBB/hari dibagi dalam 1-2 dosis) atau Asam Valproat
(dosis 15-40 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2-3 dosis).
Pengobatan jangka panjang hanya diberikan jika kejang menunjukkan salah satu ciri
sebagai berikut:
1. Kejang lama <15 menit.
2. Kelainan neurologis yang nyata sebelum/sesudah kejang.
3. Kejang fokal.

Pengobatan ini diberikan selama 1 tahun bebas kejang, kemudian dihentikan bertahap
selama 1-2 bulan.
Kemungkinan Berulangnya Kejang Demam
Kejang demam akan berulang kembali pada sebagian kasus. Faktor resiko
berulangnya kejang demam adalah:
- Riwayat kejang demam pada keluarga.
- Usia < 12 bulan.
- Suhu tubuh yang rendah saat kejang.
- Cepatnya kejang setelah demam.
Jika seluruh faktor diatas ada, kemungkinan berulangnya kejang demam adalah 80%,
sedangkan bila tidak terdapat faktor tersebut kemungkinan berulangnya kejang demam hanya
10-15%.
Diagnosis Banding
Dalam menghadapi seorang anak dengan kejang demam, harus dipikirkan apakah
penyebab dari kejang itu di dalam atau diluar susunan saraf pusat (SSP). Kelainan di SSP
biasanya karena infeksi, misalnya meningitis, ensefalitis, abses otak, dan lain-lain. Oleh
karena itu kita perlu waspada untuk menyingkirkan dahulu apakah ada kelainan organis di
otak.