Anda di halaman 1dari 5

PROPOSAL SKRIPSI

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN KETIDAKTERATURAN


DALAM POLA MAKAN DENGAN PENYAKIT GASTRITIS DI WILAYAH
PUSKESMAS BAPINANG, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR,
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Diajukan Untuk Menyusun SKRIPSI


dalam Program Studi Keperawatan
Universitas Sahid Surakarta

Disusun Oleh :
ELIAN EVIANI
NIM. 2012121015

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA
2016

1. Usulan Topik:
Topik penelitian ini adalah kesehatan mayarakat dengan penyakit Gastritis
2. Usulan Judul:
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP PENYAKIT
GASTRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS BAPINANG, KABUPATEN
KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
3. Latar Belakang Masalah :
Das Shollen (das sollen merupakan kaidah dan norma serta kenyataan normatif
seperti apa yang seharusnya dilakukan).
Gastritis merupakan penyakit radang lambung yang dikenal sebgai
penyakit lambung atau dyspepsia, sebagai organ cerna lambung berfungsi
untuk menyimpan makanan dan mencernakan kembali makanan menjadi
patikel yang lebih kecil untuk diteruskan ke duodenoum. Gastritis atau sering
dikenal oleh masyarakat sebagai maag atau penyakit lambung adalah kumpulan
gejala yang dirasakan sebagai nyeri teruutama diulu hati, orang yang trserang
penyakit ini biasanya sering mual, muntah, rasa penuh dan rasa tidak nyaman
(Misnadiarly, 2009).
Gastritis adalah suatu kondisi dimana terjadinya peradangan atau
perdarahan pada lambung (lapisan mukosa lambung) yang disebabkan karena
asam lambung yang diproduksi tubuh berlebihan. Dua jenis gastritis yang
paling sering terjadi adalah gastritis superficial akut dan gastritis atrofik kronik
(Maria D. Bupu Nay , 2013)
Penyakit gastritis yang kronik dapat dimulai dengan adanya infeksi
suatu bakteri yang sehingga mukosa (Underwood, 2005). Gastritis dengan
istilah sakit maag atau sakit ulu hati. Penyakit ini merupakan suatu peradangan
pada dinding mukosa. Penyakit ini bisa timbul mendadak yang biasanya
ditandai dengan rasa mual dan muntah, nyeri, perdarahan, rasa lemah, nafsu
makan menurun, atau sakit kepala. Kebiasaan makanan yang sensitive, diet
banyak makan, makan makanan yang terlalu berbumbu atau mengandung

mikroorganisme. Penyebab lain dari gastritis mencakup alkohol, kebiasaan


merokok, aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi (Shayne, Philip, 2007).
Das Sein adalah segala sesuatu yang merupakan implementasi dari segala hal
yang kejadiannya diatur oleh das sollen dan mogen. Dapat dipahami bahwa
das sein merupakan peristiwa konkrit yang terjadi.
Menurut WHO tahun 2001, Gastritis merupakan merupakan suatu
peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik atau local.
Menurut data Indonesia environment health country profile world health
organization, tahun 2009 kejadian gastritis menempati urutan dengan proporsi
sebesar 4,5%. Dari data di indonesia tahun 2009 diperoleh data pasien rawat
jalan pada penderita gastritis sebanyak 300995 pasien, sedangkan pasien rawat
inap sebanyak 37600 pasien (Profil Kesehatan Indonesia, 2002) .
Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO
adalah 40,8%. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia
cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa
penduduk.
Berdasarkan profil kesehatan indonesia tahun 2009 gastritis merupakan
salah satu penyakit di dalam sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat
inap dirumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30.154 kasus (4,9%).
Penyakit gastritis masih sering menimbulkan KLB dengan jumalah
yang banyak dalam kurun waktu satu tahun terakhir dan menempati urutan
kedua dari sepuluh besar penyakit terbanyak dengan jumlah kasus gastritis di
Puskesmas Bapinang sebesar 3.018. (Puskesmas Bapinang, 2014)
Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan kejdian gastritis adalah
sress, pola makan, mengkonsumsi alkohol, dan merokok. Merokok
menyebabkan gangguan pada perut yang dimulai dengan rasa perih dari perut
karena lapar yang diakibatkan terlalu banyak menghisap rokok. Jadi
menghentikan aliran getah perut dan fungsi-fungsi lainya dalam perut. Hal ini
dapat menyebabkan timbulnya penyakit gastritis (Hung Zhao Guang dan
Viviene Lewis, 2012 dalam Suhartatik,2014).

Kebiasaan

merokok

menambah

sekresi

asam

lambung,

yang

mengakibatkan bagi perokok menderita penyakit lambung (gastritis) sampai


tukak lambung. Penyembuhan berbagai penyakit di saluran cerna juga lebih
sulit selama orang tersebut tidak berhenti merokok. Efek rokok pada saluran
gastrointdstinal antara lain melemahkan katup esofagus dan pilorus,
meningkatkan refluks, mengubah kondisi alami dalam lambung, menghambat
sekresi bikarbonat pankreas, mempercepat pengosongan cairan lambung, dan
menurunkan pH duodenum. Sekresi asam lambung meningkat sebagai respon
atas sekresi gastrin atau asetilkolin. Selain itu, rokok juga mempengaruhi
kemampuan cimetidine (obat penghambat asam lambung) dan obat-obatan
lainnya dalam menurunkan asam lambung pada malam hari, dimana hal
tersebut memegang peranan penting dalam proses timbulnya peradangan pada
mukosa lambung (Maria D. Bupu Nay , 2013)
4. Tujuan dan Manfaat:
a. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh . kebiasaan merokok terhadap
penyakit

gastritis

di

wilayah

Puskesmas

Bapinang,

Kabupaten

Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.


b. Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi semua pihak terutama
bagi:
1) Masyarakat, sebagai informasi tentang bahaya penyakit gastritis
dan bahaya merokok.
2) Puskesmas

Bapinang,

sebagai

sumber

informasi

untuk

meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat


3) Akademisi, sebagai sumber penyediaan bahan kajian untuk
penelitian selanjutnya.

5. Metode dan Pendekatan


Penelitian

ini

menggunakan

metode

kuantitatif

dengan

teknik

crossectional dan sampel diambil berjumlah 30 KK.


6. Lokasi Penelitian:
Lokasi Penelitian di wilayah Puskesmas Bapinang, Kab. Waringin Timur,
Provinsi Kalimantan Tengah.
Daftar Pustaka:
Puskesmas Bapinang, 2014. Profil Kesehatan Tahun 2014. Kalteng : Puskesmas
Bapinang
Shayne, Philip, 2007. Gastritis dan Peptic Ulcer Disease
(http;//www.medicine.com), diakses 03 maret 2008
Maria D. Bupu Nay , 2013. Hubungan Antara Riwayat Merokok Dengan
Kejadian Gastritis Di Rsu Islam Faisal Makassar .
Misnadiarly. 2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna. Pustaka Populer Obor.
Jakarta.
Rahmi Kurnia Gustin, 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian
Gastritis Pada Pasien yang Berobat Jalan Di Puskesmas Gulai Bancah Kota
Bukit Tinggi