Anda di halaman 1dari 21

Soal !!

Trase Jalan

Tingkata
n

Distribusi Lalu Lintas

No.
Abs
en

Tip
e
Pet
a

Dari

Ke

Mb Pnp

20

3658

Tru
k/
L
53
92

Tru
k/
H
15
51

Bu
s

TGD
G

30
8

290

4.07

Umur
Renca
na

10

Langkah Penyelesaian :
1. Klasifikasi Medan Berdasarkan Kondisi Kemiringannya
Menurut Bina Marga dalam Tata Cara Perencanaan Geometrik jalan kota (TPJK) No.
038/T/BM/1997, medan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan
medan yang di ukur tegak lurus garis kontur. Klasifikasi medan di bedakan seperti pada
tabel berikut:
No
1
2
3

Jenis
Medan

Notas
i

Datar
Perbukita
n
Pegunun
gan

Kemiringan
Medan
%
<3

3 -25

> 25

Sumber : Bina Marga TPGJK No. 038/T/BM/1997

Jadi Presentase kemiringan yang di dapat adalah 1.62%, maka menurut tabel klasifikasi
medan dari Bina Marga jenis medan adalah Datar.
2. Menentukan EMP (Ekivalensi Mobil Penumpang)
Sebelum menentukan LHR, maka terlebih dahulu menetapkan ekivalen mobil
penumpang (EMP). Dari jenis medan, maka ekivalensi mobil penumpang (EMP) di
dapatkan berdasarkan tabel berikut:
NO

Jenis
Kendaraan

1
2
3
4
5

Mbpnp
truk/L
truk/H
bus
tgdg

Kondisi
Medan
Perbukitan
1
1,2
1,3
1,25
2

Bina Marga TPGJK No. 038/T/BM/1997

Jadi, besarnya faktor ekivalensi mobil penumpang untuk masing masing kendaraan adalah :

a.

Mb Pnp

b.

Truk / L

c.
d.
e.

Truk / H
Bus
Tgdg

f.

LHR Data

:
:
:
:
:

3658
5392
1551
308
290

1.2

1.3
1.25
2

x
x

=
=
=
=
=
=

3658
6470.
4
2016.
3
385
580
13109
.7

SMP
SMP
SMP
SMP
SMP
SMP

LHR Awal Umur Rencana : [(1+i)n x LHR Data]


a.

Mb Pnp

b.

Truk / L

c.

Truk / H

:
:
:

(1 +
0.0407)10
(1 +
0.0407)10
(1 +
0.0407)10

x
x
x

3658
6470.
4
2016.
3

=
=
=

5790.4
26 SMP
10242.
31 SMP
3191.6
99 SMP

d.

Bus

e.

Tgdg

:
:

(1 +
0.0407)10
(1 +
0.0407)10

x
x

385

580

=
=

609.43
52 SMP
918.11
02 SMP
20751.
98 SMP

Jadi dengan jarak LHR 20751.98 SMP, maka jalan tersebut di klasifikasikan ke dalam
golongan Jalan Raya
3. Berdasarkan kelas jalan raya dan medan datar, maka kecepatan rencana yang di syaratkan
adalah 80 - 100 km/jam, maka di ambil Vr = 90 km/jam.
4. Perhitungan jarak antara titik dan sudut pertemuan tikungan, dengan gambar
sebagai berikut:

a. Jarak antara B dengan P1

259 meter

b. Jarak antara P1 dengan P2

357 meter

c. Jarak antara P2 dengan P1

305 meter

d. Jarak antara B dengan 1

880 meter

e. Sudut P1

151

f. Sudut P2

141

5. Jari jari minimum (R min)


Vrencana
(km/jam)

e maks (m/m2)
0,10
0,08

90

f maks
0,128

Rmin.Perhit (M)
280.350
307.371

Rmin.Desain (m)
280
307

D maks ()
5.12
4.67

6. Lengkungan Tikungan P1

= 180 - 151 = 29

Vrencana

= 90 km/jam

Rrencana

= 300 meter

e maks

= 10% (Metode Bina Marga)

= 0,099

= 9,9%

Perhitungan panjang lengkung spiral (LS)

Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik), untuk melintasi lengkung peralihan,


maka panjang lengkung.

LS=

Vr x t 90 x 3
=
=75 m
3,6
3,6

Berdasarkan perubahan gaya sentrifugal dan pengaruh kemiringannya


3

LS=0,022 x

Vr
Vr x e
2,727 x
Rc x C
C

LS=0,022 x

( 90 )3
90 x 0,099
2,727 x
300 x 1,5
1,5
= 35,64 16,20
= 19.44 m

Berdasarkan kelandaian relative maksimum

LS=

emen
x Vr
3,6 x

0,0990,02
x 90
3,6 x 0,025
= 79 m

Koefisien gesekan maksimum ( fm ) :


Fm = - 0,00065 x V + 0,192
= - 0,00065 x 90 + 0,192
= 0.1335
Jari-jari lengkungan minimum ( Rmin) :

Rmin=

V2
127 (emaks+ fm)

902
127 (0,1+0,1335)

= 273.15 273

s=

90. Ls
.R

90 x 19.44
=1.86
3,14 x 300

Sudut dari busur lingkaran ( c ) :


c = - 2. s = 29 2 x 1.86 = 25.28 25
Panjang bagian tikungan (Lc) :

Lc=

c
x2 x R
360

25
360

( 2)

= 130.95 m

( 227 )

( 300 )

= 2 Ls + Lc
= 2 x 19.44 + 130.95
= 169.83 m

Koordinat setiap titik pada spiral terhadap tangent (yc) :


2

yc=

Ls
19.44
=
6. R 6 x 300

= 0.21 m

Absis setiap titik pada spiral terhadap tangent ( xc ) :


Ls2
19.442
xc=Ls
=19.44
40 x R2
40 x 3002
= 19.44 m

ergeseran busur lingkaran terhadap tangent (p) :


P = yc R ( 1 cos s )
= 0,21 300 ( 1 cos 1,86 )
= 0,21 0,
= 0.052 m
Jarak Antara Ts dan p dari busur lingkaran yang bergeser (k) :
k = Xc R. sin s
1.86
sin
19.44 2
19.44
(300)
40 x 3002
= 19.44 0,00001 9.74
= 9.70 m
Jarak eksternal total :


Es= ( R+ p ) sec R
2
( 300+0,02 ) sec

29
300
2

= 9.89 m
Titik perubahan dari tangent ke spiral ( Ts) :

+k
2

Ts=( R+ p ) tan

( 300+0,052 ) tan

29
+9.7
2

= 87.30 m
Kontrol type tikungan :
L 2. Ts
169.83 2 x 87.30
169.83 174.6 . . . . . OK
Jadi, type lengkungan tikungan P1 ini adalah SCS ( Spiral Circle Spiral )

7. Lengkungan Tikungan P2

= 180 - 141 = 39

Vrencana

= 90 km/jam

Rrencana

= 300 meter

e maks

= 10% (Metode Bina Marga)

= 0,099

= 9,9%

Perhitungan panjang lengkung spiral (LS)


Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik), untuk melintasi lengkung peralihan,
maka panjang lengkung.

LS=

Vr x t 90 x 3
=
=75 m
3,6
3,6

Berdasarkan perubahan gaya sentrifugal dan pengaruh kemiringannya


Vr 3
Vr x e
2,727 x
Rc x C
C

LS=0,022 x

LS=0,022 x

( 90 )3
90 x 0,099
2,727 x
300 x 1,5
1,5
= 35,64 16,20
= 19.44 m

Berdasarkan kelandaian relative maksimum

LS=

emen
x Vr
3,6 x

0,0990,02
x 90
3,6 x 0,025
= 79 m

Koefisien gesekan maksimum ( fm ) :


Fm = - 0,00065 x V + 0,192
= - 0,00065 x 90 + 0,192
= 0.1335

Jari-jari lengkungan minimum ( Rmin) :


2

Rmin=

V
127 (emaks+ fm)

902
127 (0,1+0,1335)

= 273.15 273

s=

90. Ls
.R

90 x 19.44
=1.86
3,14 x 300

Sudut dari busur lingkaran ( c ) :


c = - 2. s = 39 2 x 1.86 = 36.28 36
Panjang bagian tikungan (Lc) :

Lc=

c
x2 x R
360

36
360

(2)

( 227 )

= 188.57 m

= 2 Ls + Lc
= 2 x 19.44 + 188.57
= 227.45 m

Koordinat setiap titik pada spiral terhadap tangent (yc) :


yc=

Ls 2 19.442
=
6. R 6 x 300

= 0.21 m

Absis setiap titik pada spiral terhadap tangent ( xc ) :


Ls2
19.442
xc=Ls
=19.44
40 x R2
40 x 3002
= 19.44 m

( 300 )

ergeseran busur lingkaran terhadap tangent (p) :


P = yc R ( 1 cos s )
= 0,21 300 ( 1 cos 1,86 )
= 0,21 0,
= 0.052 m
Jarak Antara Ts dan p dari busur lingkaran yang bergeser (k) :
k = xc R. sin s
1.86
sin
19.44 2
19.44
(300)
40 x 3002
= 19.44 0,00001 9.74
= 9.70 m
Jarak eksternal total :

Es= ( R+ p ) sec R
2
( 300+0,02 ) sec

40
300
2

= 19.27 m
Titik perubahan dari tangent ke spiral ( Ts) :
Ts=( R+ p ) tan

+k
2
( 300+0,052 ) tan
= 118.91 m

Kontrol type tikungan :


L 2. Ts

40
+ 9.7
2

227.45 2. 118.91
227.45 237.82 . . . . . OK
Jadi, type lengkungan tikungan P1 ini adalah SCS ( Spiral Circle Spiral )

8. Penambahan lebar tikungan pada titik P1


A. Tikungan P1
V rencana
= 90 km/jam
R rencana
= 300 m
'
b =2,4 + ( R R 2P2 )

2,4+ ( 300 30026,12 )


2,462m

Td= R2+ A ( 2 P+ A ) R
300 2+ (1,2 ) ( ( 2 ) ( 6,1 )+ 1,2 )300

0,026 m

( 0,105 ) . V R
R

Z =

( 0,105 )( 90 )
300

0,552 m

B=n ( b ' + c ) + ( n1 ) Td+ Z


2 ( 2,462+0,8 )+ ( 21 ) ( 0,026 ) +0,552
7,102 m

W
=BL
= 7,102 ( 2 x 3.5)
= 0,102 M
Jadi, penambahan lebar tikungan pada titik P1 = 0,102 m

B. Tikungan P2
V rencana
R rencana

= 90 km/jam
= 300 m

b' =2,4 + ( R R 2P2 )


2,4+ ( 300 30026,12 )
2,462m

Td= R2+ A ( 2 P+ A ) R
300 2+ (1,2 ) ( ( 2 ) ( 6,1 )+1,2 )300
0,026 m

( 0,105 ) . V R
R

Z =

( 0,105 )( 90 )
300

0,552 m

B=n ( b ' + c ) + ( n1 ) Td+ Z


2 ( 2,462+0,8 )+ ( 21 ) ( 0,026 ) +0,552
7,102 m

W
=BL
= 7,102 ( 2 x 3.5)
= 0,102 M
Jadi, penambahan lebar tikungan pada titik P2 = 0,102 m

9. Perhitungan Diagram Superelevasi Tikungan P1:


Diketahui :
Ls
=
19.44 m
en
=
2%
emaks =
9.9%
d1
=
259 meter
e total=e n +e maks =2 + 9,9 =11.9 =0,119
a=

en
2
Ls=
19.44=3.27 meter
etotal
11.9

Perhitungan titik stationing pada tikungan P1 :


Sta. P1 = 0 + d1 = 0 + 259 meter
Sta. Ts1 = Sta. P1 Ts
= 0 + 259 87.30
= 0 + 346.30 meter
Sta. Sc1 = Sta. Ts1 + Ls
= 0 + 346.30 + 19.44
= 0 + 365.74 meter
Sta. Cs1 = Sta. Sc1 + Lc
= 0 + 365.74 + 130.95
= 0 + 496.69 meter
Sta. St1 = Sta. Cs1 + Ls
= 0 + 496.69 + 19.44
= 0 + 516.13 meter
10. Perhitungan Diagram Superelevasi Tikungan P2:
Diketahui :
Ls
=
en
=
emaks =
d2
=

19.44 m
2%
9.9%
357 meter

e total=e n +e maks =2 + 9.9 =11.9 =0,119


a=

en
2
Ls=
19.44=3.27 meter
etotal
11.9
Perhitungan titik stationing pada tikungan P2 :
Sta. P2
= Sta. P1 + d2 = 0 + 259 + 357 = 616 meter
Sta. Ts2= Sta. P2 Ts
= 0 + 616 118.91
= 0 + 497.09 meter
Sta. Sc2= Sta. Ts2 + Ls
= 0 + 497.09 + 19.44
= 0 + 516.53 meter
Sta. Cs2= Sta. Sc2 + Lc
= 0 + 516.53 + 188.57
= 0 + 705.1 meter
Sta. St2= Sta. Cs2 + Ls
= 0 + 705.1 + 19.44
= 0 + 724.54 meter

Alinyemen Vertikal

Titik
B

STA
0 + 000

Eleva
si
91

Kemirin
gan
0,13%

P1

0 + 360,10

90,50
-0,14%

P2

0 + 707,45

91,5
-0,75%

0+
1037,68

94

Tebel Penentuan Kemiringan Vertikal Jalan Sebenarnya

Titik
B

STA
0 +000

Eleva
si
79.5

P1

0 + 280

83.76

Kemirin
gan
1.52%

6
-0.44%
P2

0 + 600

82.34
4
3.11%

0 + 920

92.29
2

Tabel Penentuan Kemiringan Vertikal Jalan Rencana

1. Alinyemen 1

a. Jarak Pandang Menyiap


VR = 90 km/jam
M = 12 km/jam
t1=2,12 + 0,026 x VR = 2,12 + (0,026 x 90) = 4.46 detik
t2 = 6,56 + 0,048 X vr = 6,56 + (0,048 x 90) = 10.88 detik
a = 2,052 + 0,036 x VR=2,052 + (0,0036 x 90) = 5.292 km/jam
d 1=0,278 t 1 {V Rm+ ( a t 1 ) }

0,278 4.46 { 9012+ ( 5.292 4.46 ) }


= 0,278 x 4.46 x (78 + 11.80) = 111.34 m
d 2=0,278 V R t 2=0,278 90 10.88=272.22 m

d 3=diambil60 m

2
2
d 4 = d 2= 272.22=181.48 m
3
3

d=d1 + d2 +d 3 +d 4= 111.34+272.22+60+181.48=625.04 m

Kontrol : dhitung = 625.04 m > dmin PPGJR = 550 meter


Di ambil panjang pandang menyiap rencana = 625
b. Jarak Pandang Henti

Kelandaian

: A=g 1g2=|( 0,13 )+ 0,14 ) =|0,27|( naik )

A=g 1g2=|( 0,13 )+ 0,14 ) =|0,27|( turun )

dhhitungan =0,287 V R tr+ 0,039

V R2
a
2

o
o

0,287 9 0 2,5+0,039

90
3.27

= 161.18

Kontrol dhitung = 161.18 m > dmin PPGJR = 140 m


Diambil jarak pandang henti rencana = 161 m
Perhitungan Lengkung Vertikal Cembung :

Kelandaian :

A=g 1g2=|( 1.52 ) + ( 0.44 )|=|1.96|( naik )

VR = 90 km/jam LMin = 90 meter


Untuk jarak pandang henti (JPH) :
h1 = 140 cm = 1,4 m
h2 = 20 cm = 0,2 m
Untuk jarak pandang menyiap (JPM) :
h1 = 140 cm = 1,4 m
h2 = 140 cm = 1,4 m
Berdasarkan jarak pandang berada di luar dan di dalam daerah lengkung (S > L).
2
200. ( h1+ h2 )
L=2. S
A
200. ( 1,4+ 1,4 )
90=2. S
1.96

S=240.71 meter > L = 90 meter


Maka S > L 240.71 m> 9 0 m memenuhi syarat
Berdasarkan jarak pandang berada seluruh dalam daerah lengkung (S < L)
A S2
L=
2
200 ( h1 + h2 )

90=

1.96 S 2
2
200 ( 1,4 + 1,4 )

S=22.92 meter < L = 90 meter


Maka S < L 22.92 m< 9 0 m memenuhi syarat.

Ev=

A L ( 1, 96 ) ( 9 0 )
=
=0.221meter
800
800

Hasilnya adalah

Lv = 90 meter
S>L
Ev = 0.221 meter
Perhitungan lengkung parabola vertical cembung.
Perhitungan dilakukan untuk setiap 5 meter, dihitung sampai

Rumus :

y=

x 1=5 m

x 2=10 m

x 3=15 m

x 4=20 m

x 5=25 m

x 6=30 m

x 7=35 m

( )
(
(
(
(
(
(
(
1
Lv
2

y 1=

y 3=

y4 =

y 6=

y 7=

1
(9 0 )
2

y 2=

y 5=

Ev

10
1
( 90 )
2
15
1
( 90 )
2
20

( 0, 221 )=0.003 m

)
)
)
)
)
)

( 0, 221 )=0.011 m

( 0.221 ) =0,025 m

( 0.221 )=0,0 43 m

1
( 9 0)
2
25
1
(9 0 )
2
30
1
( 90 )
2
35
1
( 90 )
2

( 0, 221 )=0,0 68 m

( 0, 221 )=0,098 m

( 0, 221 )=0, 134 m

1
2

Lv.

2. Alinyemen 2
c. Jarak Pandang Menyiap

VR = 90 km/jam
M = 12 km/jam
t1=2,12 + 0,026 x VR = 2,12 + (0,026 x 90) = 4.46 detik
t2 = 6,56 + 0,048 X vr = 6,56 + (0,048 x 90) = 10.88 detik
a = 2,052 + 0,036 x VR=2,052 + (0,0036 x 90) = 5.292 km/jam
d 1=0,278 t 1 {V Rm+ ( a t 1 ) }

0,278 4.46 { 9012+ ( 5.292 4.46 ) }

= 0,278 x 4.46 x (78 + 11.80) = 111.34 m


d 2=0,278 V R t 2=0,278 90 10.88=272.22 m

d 3=diambil60 m

2
2
d 4 = d 2= 272.22=181.48 m
3
3

d=d1 + d2 +d 3 +d 4= 111.34+272.22+60+181.48=625.04 m

Kontrol : dhitung = 625.04 m > dmin PPGJR = 550 meter


Di ambil panjang pandang menyiap rencana = 625

d. Jarak Pandang Henti :


Kelandaian: A=g 2g3=|( 0.14 ) + ( 0. 75 )|=|0.89|( naik )

d hh itungan =0,287 V R tr+0,039

V R2

0,287 90 2,5+0,039

90
=161.18 m
3.27

Kontrol : dhhitung = 161.18 m > dmin PPGJR = 140 m


Diambil jarak pandang henti rencana = 161 m

e. Perhitungan Lengkung Vertikal Cekung :


Kelandaian: A=g 2g3=|( 0, 44 ) +3.55 ) =3.99 ( naik )

VR = 90 km/jam LMin = 90 meter


h1 = 1,4 m
h2 = 0,2 m
Apabila S > L :
2
200. ( h1 + h2 )
L=2. S
A

200. ( 1,4+ 0,2 )


3.99

70=2. S

S=101.62 meter

> L = 90 meter

Apabila S < L :
L=
9 0=

A S2
2
200 ( h1 + h2 )
3.99 S 2
2
200 ( 1,4 + 0,2 )

S=10.52 meter

Ev=

< L = 90 meter

A L
=
800

( 3.99 ) ( 9 0 )
800

0, 449 meter

Hasilnya adalah :
Lv = 90 meter
S>L
Ev = 0,449 meter
Perhitungan lengkung parabola vertical cekung.
Perhitungan dilakukan untuk setiap 5 meter, dihitung sampai
1
2

Lv.
x

Rumus :

y=

( )
1
Lv
2

Ev

x 1=5 m

y 1=

( )
( )
( )
1
( 9 0)
2
10

x 2=10 m

y 2=

x 3=15 m

y 3=

1
( 9 0)
2
15

( 0, 449 )=0,00 6 m

1
( 9 0)
2

( 0, 449 )=0,0 22 m

( 0, 449 )=0,0 50 m

x 4=20 m

x 5=25 m

x 6=30 m

x 7=35 m

y 4 =

y 5=

y 6=

y 7=

(
(
(
(

20
1
( 9 0)
2
25
1
( 9 0)
2
30
1
( 9 0)
2
35
1
( 9 0)
2

)
)
)
)

( 0, 449 )=0,0 8 9 m

( 0, 449 )=0, 136 m

( 0, 449 )=0, 200 m

( 0, 449 )=0, 272 m