Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN ANALISA DAYA ELEKTRIK

MODUL STUDI HUBUNG SINGKAT

1. TUJUAN PRAKTIKM
a. Mengetahui keluaran grafik yang keluar pada matlab dari syintak
b. Untuk menentukan arus maksimum dan minimum hubung singkat.
c. Untuk menentukan arus gangguan tak simetris bagi gangguan satu dan dua line
ke tanah, gangguan line ke line, dan rangkaian terbuka
d. Penyelidikan operasi rele-rele proteksi
e. Untuk menentukan kapasitas pemutus dari circuit breaker
f. Untuk menentukan distribusi arus gangguan dan tingkat tegangan busbar
selama gangguan.
2. ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN

a. Perangkat Komputer atau Laptop


b. Matlab (software)
3. TEORI DASAR
Hubung singkat merupakan suatu hubungan abnormal (termasuk busur api) pada
impedansi yang relatif rendah terjadi secara kebetulan atau disengaja antara dua titik
yang mempunyai potensial yang berbeda. Istilah gangguan atau gangguan hubung
singkat digunakan untuk menjelaskan suatu hubungan singkat. Untuk mengatasi
gangguan tersebut, perlu dilakukan analisis hubung singkat sehingga sistem Proteksi
yang tepat pada Sistem Tenaga Listrik dapat ditentukan. Analisis hubung singkat
adalah analisis yang mempelajari kontribusi arus gangguan hubung singkat yang
mungkin mengalir pada setiap cabang didalam sistem (di jaringan distribusi,
transmisi, trafo tenaga atau dari pembangkit) sewaktu gangguan hubung singkat yang
mungkin terjadi di dalam sistem tenaga listrik.

Hubung singkat terjadi akibat dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal dari gangguan adalah rusaknya peralatan listrik. Faktor eksternal adalah
antara lain cuaca buruk, seperti badai, hujan, dingin; bencana, seperti gempa bumi,
angin ribut, kecelakaan kendaraan; runtuhnya pohon; petir; aktivitas konstruksi, ulah
manusia, dan lain-lain. Sebagian besar gangguan terjadi karena cuaca buruk, yaitu
hujan atau badai, dan pohon.
Gangguan hubung singkat menyebabkan terjadinya interupsi kontinuitas
pelayanan daya kepada para konsumen apabi1a gangguan itu sampai menyebabkan
terputusnya suatu rangkaian (sircuit) atau menyebabkan keluarnya satu unit
pembangkit, penurunan tegangan yang cukup besar menyebabkan rendahnya kualitas
tenaga listrik dan merintangi kerja normal pada peralatan konsumen, pengurangan
stabilitas sistem dan menyebabkan jatuhnya generator, dan merusak peralatan pada
daerah terjadinya gangguan tersebut.
Gangguan dapat terdiri dari gangguan temporer atau permanent. Kebanyakan
gangguan temporer di amankan dengan circuit breaker (CB) atau pengaman lainnya.
Gangguan permanent adalah gangguan yang menyebabkan kerusakan permanent
pada sistem. Seperti kegagalan isolator, kerusakan penghantar, kerusakan pada
peralatan seperti transformator atau kapasitor. Pada saluran bawah tanah hampir
semua gangguan adalah gangguan permanen. Kebanyakan gangguan peralatan akan
menyebabkan hubung singkat. Gangguan permanen hampir semuanya menyebabkan
pemutusan/gangguan pada konsumen. Untuk melindungi jaringan dari gangguan
digunakan fuse, recloser atau CB.
Namun, berdasarkan kesimetrisannya, gangguan terdiri dari gangguan simetris
dan asimetris. Gangguan simetris adalah gangguan yang terjadi pada semua fasanya
sehingga arus dan tegangan pada masing-masing fasa bernilai sama, yaitu di
antaranya Hubung Singkat 3 fasa dan Hubung singkat 3 fasa ke tanah. Sedangkan
gangguan simetris adalah gangguan yang mengakibatkan arus yang mengalir pada
setiap fasa tidak seimbang, yaitu di antaranya hubung singkat 1 fasa ke tanah, hubung

singkat fasa ke fasa, dan hubung singkat 2 fasa ke tanah. Analisis Hubung Singkat
secara umum menggunakan persamaan hubung singkat sebagai berikut.

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


Analaisis Gangguan Hubung Singkat dilakukan dengan berdasarkan kesimetrisan
gangguan yang terjadi. Analisis gangguan Hubung Singkat dapat dilakukan pada
keadaan simetris. Pada gangguan asimetris perlu dilakukan metode komponen
simetris untuk melakukan analisis hubung singkat.
1.

Komponen Simetris / Seimbang


Komponen simetris digunakan untuk menganalisis terutama sistem yang tidak
seimbang, misalnya saat terjadi hubung singkat tiga phasa, dua phasa dan satu phasa
ke tanah. Dimana sebuah sistem tak seimbang diubah menjadi tiga rangkaian
persamaan yaitu rangkaian urutan positif, urutan negatif, dan urutan nol. Menurut
teorema Fortescue, tiga fasor tak seimbang dari sistem tiga phasa dapat diuraikan
menjadi tiga sistem fasor yang seimbang. Himpunan seimbang komponen itu adalah
(Stevenson, 1982: 260):

1.

Komponen urutan positif, yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya,
terpisah satu dengan yang lainnya dalam phasa sebesar 120o, dan mempunyai urutan
phasa yang sama seperti fasor aslinya.

2.

Komponen urutan negatif, yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya,
terpisah satu dengan yang lainnya dalam phasa sebesar 120o, dan mempunyai urutan
phasa yang berlawanan dengan fasor aslinya.

3.

Komponen urutan nol, yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya dan
dengan pergeseran phasa nol antara fasor yang satu dengan yang lain.
Tujuan lain adalah untuk memperlihatkan bahwa setiap phasa dari sistem tiga
phasa tak seimbang dapat di pecah menjadi tiga set komponen.

Gambar Vektor Diagram untuk Komponen Simetris


Komponen simetris berpengaruh terhadap besarnya impedansi saluran. Impedansi
saluran suatu sistem tenaga listrik tergantung dari jenis konduktornya yaitu dari bahan
apa konduktor itu dibuat yang juga tentunya pula dari besar kecilnya penampang
konduktor dan panjang saluran yang digunakan jenis konduktor ini. Komponen
Simetris menyebabkan tegangan jatuh sesuai dengan urutan arusnya dan tidak
mempengaruhi urutan arus lainnya, berarti tiap urutan yang seimbang akan terdiri
dari suatu jaringan. Ketidakseimbangan arus atau tegangan ini akan menimbulkan
pula impedansi urutan positif, urutan negatif, dan urutan nol. Impedansi urutan dapat
didefinisikan sebagai suatu impedansi yang dirasakan arus urutan bila tegangan
urutannya dipasang pada peralatan atau pada sistem tersebut. Seperti juga tegangan
dan arus didalam metode komponen simetris dikenal tiga macam impedansi urutan
yaitu sebagai berikut.
1.

Impedansi urutan positif (Z1), adalah impedansi tiga phasa simetris yang
terukur bila dialiri oleh arus urutan positif.

2.

Impedansi urutan negatif (Z2), adalah impedansi tiga phasa simetris yang
terukur bila dialiri oleh arus urutan negatif.

3.

Impedansi urutan nol (Z0), adalah impedansi tiga phasa simetris yang terukur
bila dialiri arus urutan nol.

IA = I1A + I2A + I0.


IB = a2 I1A + a I2A + I0.
IC = a I1A + a2 I2A + I0.
Dari persamaan tersebut, diperoleh persamaan berikut.
I1A = 1/3(IA + aIB + a2IC)

I2A = 1/3(IA + a2IB + aIC)


I0 = 1/3(IA + IB + IC)
Persamaan di atas, terdapat operator a yang merupakan unit vektor yang
membentuk sudut 120 derajat berlawanan jarum jam.

Jenis gangguan Hubung singkat


1. Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa ke Tanah
Pada gangguan satu fasa ke tanah misal fasa A mengalami gangguan akan
menyebabkan kenaikan arus pada fasa A dan drop tegangan di phasa A (menjadi nol)
sedangkan arus pada phasa yang lain menjadi nol yang diikuti dengan kenaikan
tegangan fasa yang lain (phasa B dan Phasa C tidak sama dengan nol sedangkan arus
phasa B sama besarnya dengan phasa C yaitu nol ampere) (Tjahjono, 2000)
Gangguan tidak simetris menyebabkan arus tidak seimbang dalam sistem,sehingga
dibutuhkan komponen simetris untuk perhitungannya sebagaimana uraian di atas.
Rangkaian gangguan satu fasa ke tanah:

Gambar Rangkaian Gangguan 1 Fasa Dan persamaan arus untuk gangguan tidak
simetris

Pada gangguan satu fasa ke tanah, rangkaian urutan positif,


negatif dan urutan nol terhubung seri, seperti ditunjukkan pada
rangkaian di bawah ini.

Gambar Rangkaian Urutan pada Gangguan 1 Fasa ke Tanah

2. Gangguan Hubung Singkat Fasa-Fasa ke Tanah


Pada gangguan antar fasa fasa B dan fasa C mengalami gangguan akan
menyebabkan kenaikan arus pada fasa B dan C, sedangkan tegangan untuk fasa
tersebut menjadi drop (menjadi nol). Diagram rangkaian untuk gangguan antar fasa
ditunjukkan dalam gambar di bawah ini (Stevenson, 1984).

Gambar Diagram Rangkaian Gangguan Fasa-Fasa


Kondisi pada saat gangguan adalah sebagai berikut :
Vb = Vc Ia = 0 dan Ib = -Ic
Dengan VB = VC komponen-komponen simetri tegangan
Karena IB = -IC dan Ia = 0 , komponen-komponen simetri arus
Sehingga Ia0 = 0 dan Ia2 = - Ia1
3.Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa ke Tanah
Misalnya gangguan terjadi pada fasa a, fasa b dan fasa c seperti gambar di bawah ini:

Gambar Gangguan 3 Fasa


Misalnya gangguan terjadi pada fasa a dan fasa b seperti berikut ini :
Ia+Ib+Ic = 0
Ia = 0
E = Eb = Ec
Karena sistemnya seimbang maka urutan negatif dan urutan nol tidak ada, sehingga
diperoleh persamaan di atas.

4. PROSEDUR PERCOBAAN

i.

Persiapkan Perangkat computer atau laptop yang sudah terinstal program


Matlab

ii.

Siap kan juga Listing


Llshort
Lgshort
symshort

iii.

Buka aplikasi matlab masuk pada editor lalu klik New-M file
Lalu ketik simulasi seperti pada modul. Sebelum melakuka percobaan
simpan listing llshort , lgshort dan symshort dalam satu folder
a) Metoda Hubung singkat seimbang , ketik semua nya mengikuti yg ada
pada modul, setelah selesai klik Run lalu save di satu folder yang mana
dalam folder tersebut terdapat listing listing llshort , lgshort. dan symshort.
Lalu save amati pada tab command window. Laporkan pada asisten
b) Hubung singkat fasa fasa , sama seperti percobaan pertama hanya saja
listing nya di ubah dengan listing hubung singkat fasa fasa bila sudah di
ketik semuanya klik Run lalu save di satu folder yang mana dalam folder
tersebut terdapat listing listing llshort , lgshort. dan symshort. Lalu save
amati pada tab command window. Laporkan pada asisten
c) Metoda fasa ground, sama seperti percobaan ke dua hanya , listing nya di
ubah dengan listing hubung singkat fasa ground bila sudah di ketik
semuanya klik Run lalu save di satu folder yang mana dalam folder tersebut
terdapat listing listing llshort , lgshort. dan symshort. Lalu save amati pada
tab command window. Laporkan pada asisten

5. DATA PERCOBAAN
A. Hubung Singkat Fasa Seimbang

Listing

Hasil gelompang pada hubung singkat fasa seimbang

B. Hubung singkat Fasa-fasa

listing

Hasil gelompang pada hubung singkat fasa fasa

C. Hubung Singkat Fasa Ground

Hasil gelompang pada hubung singkat fasa ground

6. ANALISA

1.

Hubungan singkat seimbang


Dari gambar grafik hubung singkat fasa seimbang dapat dilihat pada
arus ia terlihat perubahan yang konstan atau relative kecil. Hal ini terjadi
karena kecepatan generator sinkron diberikan eksitasi yang konstan.
Sedangkan pada gambar grafik ib dengan ic merupakan grafik yang
berkebalikan karena adanya beda potensial. Untuk grafik if sendiri merupakan
gambar grafik arus untuk menuju keadaan steady-state.Kenapa pada arus
Ia,Ib,Ic dan If beda karena pada linsting sudut nya berbeda beda.

2. Hubungan singkat fasa fasa


Dari grafik hubung singkat fasa-fasa ib terlihat bahwa adanya penurunan
nilai arus dengan waktu yang konstan. Hal ini disebabkan gangguan dari line
yang lainnya juga jadi menyebabkan semakin kecilnya nilai arus yg ada.
Sedangkan pada gambar grafik if menunjukan pada saat keadaaan steadystate.kenapa yang keluar hanya 2 grafik karena di listingnya hanya di
dimasukan 2 data dan ditampilkan 2 grafik.
3. Hubungan singkat fasa ground
Dari grafik fasa ground ia terlihat bahwa perubahan relative kecil, hal
ini bias saja disebabkan dari pengaruh ground tersebut. Sehingga perubahan
nilai arus per detiknya hanya bergerak sedikit. Sedangkan untuk grafik fasa
ground if terlihat bahwa arus startingnya langsung melonjak kemudian baru
mencapai saat steady-state.kenapa yang keluar hanya 2 grafik karena di
listingnya hanya di dimasukan 2 data dan ditampilkan 2 grafik.

7. KESIMPULAN
1.Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai arus
gangguan yang ada pada generator sinkron. Sehingga kita dapat menentukan
peralatan-peralatan proteksi untuk mencegah seminimal mungkin kerusakan
yang terjadi.

2.Gangguan tiga fasa akan menghasilkan arus gangguan terbesar. Akan tetapi pada
kondisi tertentu, gangguan satu fasa ke tanah dan gangguan dua fasa ke tanah
dapat menimbulkan arus gangguan yang lebih besar dari arus gangguan tiga
fasa
3.Gangguan fasa ke tanah yaitu terhubungnya fasa bertegangan ke tanah, ada yang
disebut single fasa ke tanah, dua fasa ke tanah dan tiga fasa ketanah. Karena
gangguan tiga fasa dimulainya dari satu fasa ke tanah maka perlu diperhatikan
ganguan single phase to ground. Berapa besarnya arus gangguan tanah? Ini
tergantung pada sistem pentanahan yang digunakan. Misalnya pentanahan
langsung (titik neutral dari trafo atau generator) langsung dihubungkan
ketanah (earthing/grounding) tanpa mengunakan tahanan. Kalau antara tanah
dan ttk neutral trafo/generator disisipkan tahanan maka akan kita kenal dengan
low resistance grounding kalau tahanan yang dipasang kecil, maka arus
gangguan tanah akan besar, ingat I = V/R (jika R kecil maka arus besar,
tegangan tetap). Dan jika tahanan yang dipasang besar maka arus gangguan
kecil.
4.Pada dasarnya analisis gangguan hubung singkat dapat diselesaikan dengan
membentuk matriks impedansi bus. Pembentukan matriks impedansi bus
dilakukan dengan menginvers matriks admitansi bus

DAFTAR PUSTAKA
https://ikkholis27.wordpress.com/2013/11/12/analisis-gangguan-hubung-singkat/
http://www.academia.edu/9835221/Makalah_Analisis_Short_Sircuit