Anda di halaman 1dari 3

1

Energi Baru dan Terbarukan Kajian Potensi dan Kendala Biomasa Tandon Kosong
Kelapa Sawit

Kajian Teknis Dan Keekonomian Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa Sawit,


Studi Kasus : Di Pabrik Kelapa Sawit Pinang Tinggi , Sei Bahar, Jambi
Oleh : Irhan Febijanto, Pusat Teknologi Sumberdaya Energi, BPPT, Jakarta, Indonesia
Pemanfaatan limbah tandan kosong sebagai bahan bakar pembangkit listrik merupakan
salah satu solusi penanggulangan limbah tendon kosong pada pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Biasanya pemanfaatan tandan kosong ini digunakan sebagai bahan baku pupuk dan kompos tapi
hasilnya kurang efektif khususnya dalam jumlah besar. Limbah dari Pabrik Kelapa Sawit terdiri
dari tandan kosong, cangkang dan serabut. Proses pemanfaatan tandan kosong ini dapat
dilakukan di ketel uap (boiler) di PKS, sebagai penghasil uap air/steam untuk kebutuhan proses
pabrik dan pembangkitan listrik untuk kebutuhan listrik pabrik maupun perumahan sekitar
pabrik.
Tandan kosong mengandung moisture/ kandungan air yang sangat tinggi sekitar 50%60%, dan potassium (K) 2,4%, selain itu terdapat klorin (Cl). Pada prinsipnya untuk meningkatkan
efisiensi pembakaran, kandungan air TKS harus dikurangi sampai sekitar 40% dan efek dari unsur unsur
alkali harus diatasi. Penyemprotan zat aditif kimia dengan menggunakan sootblower ke permukaan pipa
di dalam tungku bakar merupakan salah satu teknik untuk mengurangi pengaruh unsur unsur alkali seperti
terjadinya deposit, sintering dan efek lainnya. Namun, karena keterbatasan dana dan teknologi maka
tendon kosong sawit ini hanya dibakar begitu saja. Tendon kosong kelapa sawit ini digunakan

sebagai bahan bakar boiler menjadi salah satu pilihan alternative dalam memanfaatan limbah ini.
Proyek pemanfaatan tandan kosong ini biasanya dikaitkan dengan perdagangan karbon melalui
mekanisme CDM (Clean Development Mechanism). Ini menunjukkan bahwa proyek PLTBS
(Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa Sawit) yang menggunakan tandan kosong sebagai bahan
bakar merupakan proyek yang tidak layak secara keekonomian jika hanya mendapatkan
pendapatan dari hasil jual beli listrik. Proyek menjadi ekonomis jika ada pendapatan tambahan
dari hasil jual beli emisi karbon yang dikurangi dengan beroperasinya PLTBS. Hal ini bisa
menjadi salah satu alasan mengapa proyek PLTBS tidak ada sebelum Protokol Kyoto diratifikasi
oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2004.
Kajian hubungan dengan aturan pemerintah dan perekonomian :
-

Potensi menjadi jumlah bahan bakar


Potensi energy dari tendon kosong sangat besar, untuk dapat memberikan kontribusi
kekurangan listrik di pulau Sumatera. Potensi ini berusaha dimanfaatkan oleh PT. PLN
(Persero) dengan melakukan kerjasama dengan seluruh PTPN yang punya perkebunan
kelapa sawit di Sumatera dan Kalimatan pada bulan Januari 2010. Sebagai tindak lanjut
kendala, PTPN melakukan studi potensi limbah tendon kosong untuk bahan bakar
pembangkit listrik tenaga biomas sawit.

NADHIFA MAULIDA / 2414105020 / TEKNIK


FISIKA-ITS

Energi Baru dan Terbarukan Kajian Potensi dan Kendala Biomasa Tandon Kosong
Kelapa Sawit

Produksi TKS dan sisa


cangkang di PKS Pinang
Tinggi selama kurun 5 tahun
yang lalu. Jumlah produksi
TKS
dan
cangkang
diasumsikan dari rasio TBS
sebesar 23% dan cangkang
3,75%.

Sisa cangkang di PKS Bunut dan PKS Tanjung Lebar selama 5 tahun berturutturut dengan asumsi jumlah sisa cangkang adalah 3,75% dari jumlah TBS olah. Definisi
sisa cangkang dalam studi ini adalah jumlah cangkang yang tersisa dari jumlah cangkang
yang dimanfaatkan untuk bahan bakar boiler untuk memproduksi steam dan listrik
(existing boiler) di PKS.
Gap informasi dan teknologi
Dalam pembuatan dan pengolahan limbah tandon kosong membutuhkan penanganan
khusus sehingga membutuhkan teknologi yang baik, sehingga membutuhkan biaya yang
tinggi dalam investasi awalnya
Aturan pemerintah yang mulai mengatur
Pada tahun 1996, Kementrian Lingkungan Hidup mengadakan Program Langit Biru.
Sebagai mengatasi permasalahan limbah tendon kosong dengan cara pembakaran limbah
yang mengakibatkan pencemaran udara. Sebagai gantinya tendon kosong digunakan
sebagai pupuk dan bahan baku kompos. Namun pelaksanaanya tidak efektif akibat
saingan dengan pupuk buatan, akibatnya biaya buruh dan solar untuk pengangkutan yang
menjadi beban dalam pelaksanaanya.
Biaya capital
Biaya investasi PLTBS di PKS Pinang Tinggi dan harga jual listrik menentukan
keekonomian proyek. Harga jual listrik yang ditetapkan oleh Permen 30/2009 masih
belum mencukupi untuk mencapai kelayakan proyek PLTBS Pinang Tinggi. Kelayakan

NADHIFA MAULIDA / 2414105020 / TEKNIK


FISIKA-ITS

Energi Baru dan Terbarukan Kajian Potensi dan Kendala Biomasa Tandon Kosong
Kelapa Sawit

keekonomian PLTBS Pinang Tinggi menjadi meningkat dengan adanya pendapatan


tambahan yang berasal penjualan abu sisa pembakaran, pemanfaatan remnant oil dan
penjualan kredit karbon. Kontribusi dari pendapatan tambahan tersebut terhadap
kelayakan keekonomian akan semakin besar dengan meningkatnya kapasitas PLTBS.

NADHIFA MAULIDA / 2414105020 / TEKNIK


FISIKA-ITS