Anda di halaman 1dari 12

SHEAR PRESS BRAKE AND SLIP ROLL

Disusun oleh:
YESI PANGARI
D22114020

JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Shera Press Brake and Slip Roll ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Makalah ini merupakan tulisan yang dibuat guna
memenuhi tugas Laboratorium Teknol serta untuk lebih memahami materi yang
diberikan. Di dalam makalah ini terdiri dari beberapa pengetahuan tentang shear
press brake yang sangat berguna, bagi kita sebagai seorang mahasiswa teknik.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. Terima kasih

Makassar, 27 Maret 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN..............................................................................4
I.1 Latar Belakang.................................................................................4-5
I.2 Rumusan Masalah..............................................................................6
I.3 Tujuna Penulisan................................................................................6

BAB II : PEMBAHASAN................................................................................7
II.1 Pengertian Pengerjaan Plat................................................................7
II.2 Pengertian Mesin Shear Press Brake and Slip Roll..........................7
II.2.1 Pengerolan pada Mesin Shear Press Brake and Slip Roll..............8
III.2.2 Penekukkan pada Mesin Shear Press Brake and Slip Roll ..........9
III.2.3 Penekukkan pada Mesin Shear Press Brake and Slip RolL.........10

BAB III : PENUTUP


III.1 Kesimpulan......................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah pembentukan logam dimulai sejak zaman pra sejarah yang
diperkirakan dalam rentang waktu antara tahun 4000 sampai 3000 S.M.
Perkembangan pembentukan logam ini diawali pada pembuatan-pembuatan
asesoris atau hiasan-hiasan kerajaan, perisai untuk keperluan perang, peralatan
rumah tangga dan sebagainya. Bahanbahan logam ini umumnya terbuat dari
bahan perunggu dan kuningan. Proses pengerjaan yang dilakukan untuk
pembuatan peralatan ini dilakukan secara manual dengan proses pengerjaan
panas maupun dingin.
Proses pembentukan logam untuk berbagai macam peralatan ini
dikerjakan oleh para ahli logam yang mempunyai keterampilan khusus. Para
ahli logam ini mempunyai keahlian pekerjaan tangan (handy craft) yang
diperoleh secara turun temurun. Proses pembentukan untuk bentuk-bentuk
profil ini dilakukan seluruhnya dengan menggunakan keahlian tangan.
Peralatan bantu yang digunakan meliputi berbagai macam bentuk palu,
landasan-landasan pembentuk serta model-model cetakan sederhana. Bentuk
profil pelat yang dihasilkan dari proses pembentukan ini memiliki nilai seni
yang tinggi, khususnya pada bentuk ukiran yang ditampilkan dari produk
tersebut. Profil yang ditampilkan mempunyai arti dan nilai seni dengan
menampilkan bentuk-bentuk dari, bunga-bunga, simbol-simbol, peradapan
manusia serta profil-profil binatang. Beberapa hasil peninggalan sejarah
ditemukan peralatan rumah tangga seperti bentuk-bentuk cangkir/cawan,
berbagai macam piring. Produk piring dan cangkir ini memiliki desain dan
ukiran khusus yang mempunyai arti dan nilai seni. Hasil survai bidang
arkeologi memberikan gambaran bahwa produk rumah tangga yang digunakan
untuk keperluan kerajaan berbeda dengan produk-produk yang dikeluarkan
untuk rakyat biasa. Biasanya produk-produk ini mempunyai ciri-ciri khusus,

mulai dari desain dan ukiran atau hiasan pada produk tersebut. Pola-pola atau
bentuk profil yang dikerjakan untuk perhiasan atau asesoris untuk kerajaan ini
memiliki tingkat artistik yang tinggi, hal ini terlihat dari beberapa peninggalan
sejarah yang ditemukan di beberapa musium sejarah di Perancis dan kota-kota
sejarah lainnya.
Produk pengerolan ini juga dapat dilakukan secara manual maupun dengan
motor control. Penggerak dengan motor kontrol ini memudahkan dalam proses
pengerolan, khususnya pengerolan pelatpelat tebal dengan tingkat ketelitian
yang tinggi.
Perkembangan yang sangat pesat juga terjadi pada proses pembentukan
dengan tekanan atau press. Proses press ini dilakukan dengan menggunakan
tenaga hidraulik dengan menggunakan swage atau cetakan dengan penekan
karet (rubber) pembentuk. Proses ini dapat dilakukan dalam keadaan dingin,
khususnya untuk pengerjaan pembentukan pelat-pelat tipis. Hasil dari produk
press ini dapat membentuk profil-profil yang sulit, dengan bentuk yang
dihasilkan tanpa cacat. Proses tekanan (press) hidrolik ini banyak digunakan
untuk pembentukan bodi-bodi mobil dengan istilah sekarang full press body.
Pelat-pelat lembaran yang mengalami pekerjaan pembentukan ini seperti tekan
menghasilkan pelat menjadi lebih kaku (rigid).
Teknik Kerja Bangku atau Bench working adalah teknik dasar yang harus
dikuasai oleh seseorangdalam mengerjakan benda kerja. Pekerjaan kerja
bangku menekankan pada pembuatan benda kerja dengan alat tangan, dan
dilakukan di bangku kerja. Praktik kerja bangku melatih mahasiswa agar
mempergunakan alat kerja dengan baik dan benar, serta mampu menghasilkan
benda kerja yang memiliki standar tertentu sesuai dengan lembar kerja yang
ditentukan.
Pekerjaan kerja bangku meliputi menggambar, mengikir, mengebor, dan
mengetap. Teknik kerja bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh
seseorang dalam mengerjakan benda kerja di dalam dunia permesinan sebagai
dasar untuk materi teknik permesinan pada tingkat selanjutnya.

Bench working dalam hal ini terbagi atas 3, yaitu electric slip roll,
folding machine, dan shear press brake and slip roll. Tetapi dalam makalah ini
saya hanya akan membahas tentang Shear press brake and slip roll.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Shear Press Brake And Slip Roll
2. Apa saja bagian dari Mesin tersebut
3. Produk apa yang dihasilkan oleh mesin shear press brake and slip roll
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah tersebut adalah :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Mesin Shear Press Brake
and Slipr roll
2. Untuk mengetahui bagian-bagian dari mesin tersebut
3. Untuk mengetahui produk apa saja yang dapat dihasilkan

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian pengerjaan plat


Yang dimaksud pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan
menyambung logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat dapat dilakukan dengan menggunakan

keterampilan tangan, mesin, atau perpaduan dari keduanya, yang meliputi macam
macam

pengerjaan,

diantaranya

adalah

menggunting,

melukis,

melipat,

melubangi, meregang, pengawatan, mengalur, menyambung, dan lain-lain. Dalam


modul materi pengerjaan plat ini akan dibahas tetang :
1. Proses pemotongan plat
2. Proses Tekuk (bending)
3. Proses Rolling
II.2 Pengertian mesin press brake and slip roll
Mesin Press Brake adalah mesin yang berfungsi untuk menekuk atau
membending plat logam dengan sudut tertentu (biasanya 90 derajat).
Mesin ini banyak digunakan di industri karoseri (body, chassis, bak truk dll.),
pembuatan box (panel listrik, rumah lampu, safety box, lift, silent box dll.),

pembuatan kitchen set, dll.

II.2.1 Fungsi pemotongan pada mesin shear press brake

Mesin shear press brake and slip roll ini dapat melakukan 3 fungsi sekaligus
yaitu memotong, menekuk/melipat dan menggulung plat. Pada mesin ini terdapat
tiga komponen yang menjadi satu. Yang pertama terdapat mesin potong. Pada
proses pemotongan plat, alat yang digunakan untuk memotong platadalah mesin
gullotine. Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesingullotine manual
dan mesin gullotine hidrolik. Disini alat yang digunakan untu kpraktek pada
praktikum proses produksi adalah mesin guillotine manual. Mesin gullotine
manual pemotongan pelat dilakukan dengan tuas penekan yang digerakkan oleh
kaki si pekerja. pelat yang dapat dipotong di bawah 0,6 mm. Mesin potong ini
memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
Meja kerja yang berfungsi sebagai rahang bawah
Penjepi yang berfungsi menjepit benda kerja agar pada saat plat dipotong
plat tersebut tidak bergeser.
Rahang atas berfungsi sebagai komponen yang menekan plat pada saat
pemotongan berlangsung. Rahang atas ini juga berfungsi sebagai rahang
bawah dari mesin tekuk
Spindel berfungsi sebagai pegangan pada saat pemotongan dan pengerolan
dilakukan karena pada saat spindel digerakkan atau diputar maka rahang
atas dan roll penjepit bergerak secara bersamaan.
III.2.2 Fungsi penekukan pada mesin shear press brake and slip roll
Mesin tekuk atau mesin lipat adalah bagian dari mesin shear press brake and
slip roll yang berfungsi sebagai untuk menekuk atau melipat plat dimana sudut
yang dapat dihasilkan dari proses penekukan plat ini adaalh maksimal 45 derajat
dan batas ketebalan plat yang bisa dilipat adalah 1 mm.
Alat bantu yang paling penting adalah busur derajat krena mesin ini tidak
dilengkapi dengan pengatur sudut lipatan sehingga masih diperlukan pengukuran
secara manual sesuai dudut yang diinginkan.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih mesin bending plat ini adalah
sebagai berikut :

1.

Tebal Plat yang akan dibending atau ditekuk, satuannya mm

2.

Panjang kerja bending atau tekukannya, satuannya mm

3.

Lebar V opening yang dipakai, satuannya mm

4.

Tensile Strength dari material yang dipakai, satuannya kg/mm2

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses pembengkokan pelat


Hasil pembengkokan pelat yang baik dapat dihasilkan dengan mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut:
1. Periksa terlebih dahulu terutama dies, atau sepatu pembentuk, sudut
pembengkokan yang diinginkan.
2. Tandailah sisi bagian tepi pelat yang akan dibengkokkan.
3. Posisi tanda pembengkokan ini harus sejajar dengan dien pembengkok.
4. Penjepitan pelat harus kuat
5. Atur sudut pembengkokan sesuai dengan sudut pembengkokan yang
dikehendaki

6. Sesuaikan dies landasan dengan bentuk pembengkokan yang diinginkan.


7. Mulailah proses pembengkokan dengan memperhatikan sisisisi yang akan
dibengkokan, hal ini untuk menjaga agar lebih dahulu mengerjakan posisi pelat
yang mudah
8. Jika ingin melakukan pembengkokan dengan jumlah yang banyak buatlah jig
atau alat bantu untuk memudahkan proses pembengkokan. Jig ini bertujuan untuk
memudahkan pekerjaan sehingga menghasilkan bentuk pembengkokan yang sama
III.2.3 Fungsi pengerolan pada shear press brake and slip roll

Pengerolan merupakan proses pembentukan yang dilakukan dengan menjepit


pelat diantara dua rol. Rol tekan dan rol utama berputar berlawanan arah sehingga
dapat menggerakan pelat. Pelat bergerak linear melewati rol pembentuk.Posisi rol
pembentuk berada di bawah garis gerakkan pelat, sehingga pelattertekan dan
mengalami pembengkokan. Akibat penekanan dari rol pembentu dengan putaran rol
penjepit ini maka terjadilah proses pengerolan. Pada saat pelat bergerak melewati rol
pembentuk dengan kondisi pembengkokan yang sama maka akan menhasilkan radius

roll adalah bagian dari shear press brake and slip roll yang berfungsi untuk
menggulung plat besi dimana pengerolan ini masih dilakukan secara manual
dengan memutar spindel. Adapun diameter yang dibuat tidak presisi karena alat
ini masih memiliki kekurangan.
Produk pelat yang dihasilkan juga mengalami perkembangan yang pesat,
hal ini semenjak ditemukannya proses pengerolan pelat yang menghasilkan
produk pelat yang mempunyai sifat mampu bentuk, mampu mesin dan mampu las.
Produk pelat yang dihasilkan dari proses pengerolan secara bertingkat ini
mempuyai bentuk struktur mikro yang memanjang dan pipih, sehingga pelat hasil
pengerolan ini memunyai sifat elastis atau lentur yang baik untuk dilakukan
proses pembentukan. Pelat lembaran yang berkualitas mempunyai karakteristik
sifat mampu bentuk yang baik. Sifat ini terlihat jika pelat mengalami proses
pembentukan sisi pelat yang mengalami peregangan tidak menimbulkan
keretakan. Retak ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan atau robek pada
komponen pelat yang terbentuk. Contoh produk yang dapat dihasilkan ialah plat,
silinder, pipa, dll.

10

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pembuatan makalah shear press brake and slip roll ini
adalah bahwa mesin ini dapat melakukan tiga fungsi sekaligus yaitu memotong,
menekuk, dan menggulung plat. Namun terdapat keterbatasan pada mesin ini
diantaranya hasil pemotongan belum begitu presisi dan ketebalan plat yang bisa
dipotong masih terbatas.

11

DAFTAR PUSTAKA
http://mesinfabrikasi.blogspot.com/2013/04/mesin-press-brake-bending-plattekuk.html
http://arissulistyo.blogspot.com/2014/05/proses-bending-plat.html

12