Anda di halaman 1dari 17

Paramedis Teladan

Rabu, 15 Mei 2013


Perawat Teladan Puskesmas

BAB I
PENDAHULUAN
Tujuan pembangunan kesehatan sesuai undang-undang no. 23 tahun 1992
tentang Kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Untuk
mencapai tujuan tersebut pemerintah menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan
dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit,

penyembuhan

dan

pemulihan

secara

menyeluruh

terpadu

dan

berkesinambungan
Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan yang dilakukan secara langsung
kepada masyarakat, pelayanan tersebut tidak lepas dari Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat haruslah sesuai dan dapat
tersentuh kepada seluruh lapisan masyarakat. SDM yang berada di pelayanan
kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas haruslah SDM yang benar-benar
profesional.
Profesionalnya SDM tergantung dari tingkat pendidikan, Profesi dan keilmuan
serta kesediaan dalam memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan yang merupakan
SDM pelayan di Puskesmas haruslah mempunyai dedikasi serta kemampuan untuk
melakukan kegiatan pelayanan dengan maksimal dan optimal. Salah satu indikator
SDM yang baik adalah tenaga kesehatan teladan pada institusi kesehatan yang berada
di tempat kerja tersebut. Tenaga kesehatan teladan merupakan suatu penghargaan
yang diberikan atas upaya dan tindakan inovatif untuk meningkatkan derajat kesehatan
serta memperdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan.

UPT Puskesmas Barimba pada tahun 2013 ini mengirimkan 3 orang nominasi
tenaga kesehatan teladan dimana dalam seleksi tingkat Kabupaten terpilih salah
seorang tenaga kesehatan paramedis (Perawat) sebagai tenaga kesehatan teladan,
yang berdasarkan dari beberapa penilaian yang dilakukan oleh tim penilai kabupaten.
Perawat tersebut selanjutnya di kirim ke tingkat provinsi untuk dilakukan seleksi guna
menilai sejauh mana keteladanan yang telah dilakukan untuk tingkat nasional.
Tenaga kesehatan teladan tersebut diharapkan mampu untuk memberikan
inovasi yang berharga bagi pembangunan dibidang kesehatan dimasa sekarang dan
masa yang akan datang.

BAB II
CURICULUM VITAE
(PERAWAT TELADAN TINGKAT KABUPATEN

KAPUAS)
N AM A

: AGAT, S. Kep

TTL

: Pulau Telo, 2 Februari 1971

NIP

: 19710202 199011 1 001

Pangkat /Gol

: Penata / III.c

Jabatan

: Perawat Muda UPT. Puskesmas Barimba

Riwayat Pendidikan:

1. SPK Depkes Palangkaraya Tahun 1990


2. Diploma III Politeknik Kesehatan Depkes Palangkaraya Tahun 2003
3. Sarjana

Keperawatan

Sekolah

Tinggi

Ilmu

Kesehatan

Muhammadiyah

Banjarmasin Tahun 2011


4. Kandidat Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin
Tahun 2013
Riwayat Pekerjaan:
N
o
1.

Status
Golongan/
Kepegawai
Ruang
-an
CPNS
Pengatur
Muda. II/a

Surat Keputusan

Tanggal

230/TU3/824.02/03.91

30 Maret
1991

2.

PNS

Pengatur
Muda. II/a

1072/KANWIL/SK/
TU-1/209/V/1992

6 Mei
1992

3.

PNS

Pengatur Muda
Tk.I. II/b

30 Juni
1997

4.

PNS

Pengatur. II/c

5.

PNS

6.

PNS

7.

PNS

8.

PNS

Pengatur Tk.I.
II/d
Penata Muda.
III/a
Penata Muda
Tk.I. III/b
Penata. III/c

9.

Pengakuan
Gelar
Sarjana

1415/00002/KEP/IV/
1997/T
VIII.1403/00002/KEP/
X/2000/T
SK.823.3/1016/BK
D-2003
SK.823.3/365/BKD.
2006
SK.823.3/375/BKP
PD.2009
SK.823/330/BKPP
D. 2012
890/21/BKPPD
TAHUN 2012

Riwayat Jabatan:

Penata. III/c

20
Septemb
er 2000
1 Oktober
2003
30 Maret
2006
31 Maret
2009
19 Maret
2012
5 Januari
2012

Pejabat
Pembuat SK
A.n. Gubernur
Kepala Dinas
Kesehatan
Propinsi
Kalteng
Kanwil
Kesehatan
Propinsi
Kalteng
BAKN Jakarta
BAKN
Kepala Kantor
Region VIII
Bupati Kapuas
Bupati Kapuas
Bupati Kapuas
Bupati Kapuas
Bupati Kapuas

1. Staf Puskesmas Lupak Dalam Kecamatan Kapuas Kuala Tahun 1990


2. Pimpinan Pustu Sei Teras Kecamatan Kapuas Kuala
3. Pimpinan Pustu Primer A4 Kecamatan Kapuas Kuala
4. Staf Titipan Puskesmas (Unit Swadana) Pahandut Palangkaraya Tahun 2002
5. Koordinator Keperawatan UPT Puskesmas Barimba Kecamatan Kapuas Hilir
Tahun 2004
Riwayat Pelatihan:
1.
2.
3.
4.

BLS dan BCLS tahun 2007 di Surabaya


Perkesmas tahun 2009 di Palangkaraya
BTLS dan BCLS tahun 2012 di Banjarmasin
Selfcare Ramuan dan Pemanfaatan TOGA tahun 2012 di Jakarta
Sebagai Tenaga Fungsional Perawat:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penerapan Percontohan Perkesmas Kabupaten Kapuas


Penerapan Percontohan Battra dan TOGA Kabupaten Kapuas
Surveilans Tingkat Puskesmas
Posyandu Usila Tingkat Puskesmas
Clinical Instructor Mahasiswa Akper Pemda Kapuas
Penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun- Jakarta Presiden DR. H. Susilo
Bambang Yudhoyono
Sebagai Tenaga Strata Tingkat Pertama

1.
2.
3.
4.
5.

Koordinator Keperawatan Puskesmas


Penanggung jawab Apotek dan Farmasi Puskesmas
Pengolah Data Puskesmas
Tim P2M Filariasis Puskesmas
Bendahara Jamkesda Puskesmas
Sebagai Anggota Masyarakat:

1. Wakil Sekretaris Majelis Jemaat GKE Selat Kuala Kapuas


2. Sekretaris Pelayanan Lingkungan 3 Jemaat GKE Selat Kuala Kapuas
3. Jabatan Diaken Gerejawi

BAB III
PROFIL PUSKESMAS BARIMBA
UPT Puskesmas Barimba merupakan salah satu Puskesmas Kota yang berada
di Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas.
UPT Puskesmas Barimba merupakan puskesmas non perawatan dan mempunyai
Puskesmas Pembantu sebanyak 4 buah yaitu Pustu Mambulau, Pustu Sei Asam, Pustu
Bakungin dan Pustu Saka Batur. Poskesdes dan Polindes sebanyak 8 buah yang terdiri
dari 5 buah Poskesdes dan 3 buah Polindes. Dari semua sarana kesehatan yang ada di
wilayah kerja UPT Puskesmas Barimba telah memiliki tenaga kesehatan diantaranya
Perawat dan Bidan.
UPT Puskesmas Barimba terletak di jalan Trans Kalimantan RT 02 Kelurahan Barimba
Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas, yang berjarak 10 km dari ibu kota
Kabupaten Kapuas.
Kecamatan Kapuas Hilir adalah kecamatan yang terletak di jalur Sungai Kapuas
Murung, Wilayah Kabupaten Kapuas, dengan luas wilayah 91.00 km. Kecamatan
Kapuas Hilir termasuk Kecamatan Kota. Pada tahun 2012 jumlah penduduk yaitu
sebanyak 13.113 jiwa, sebagian besar penduduk tersebut bekerja sebagai petani dan
bersawah.
Kecamatan Kapuas Hilir beribukota Barimba, dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan

: Kecamatan Pulau Petak

Sebelah Barat berbatasan dengan

: Kecamatan Selat

Sebelah Selatan berbatasan dengan

: Kec. Kapuas Murung

Sebelah Timur berbatasan dengan

: Propinsi Kalsel

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK MENURUT


KELURAHAN/DESA KECAMATAN KAPUAS HILIR
N
DESA
LUAS WILAYAH
JUMLAH PENDUDUK
O
(KM)
TAHUN 2011
TAHUN 2012
1
Mambulau
4,00
2655 (19,67)
2575 (19,64)
2
Hampatung
1803 (13,36)
1985 (15,14)
8,00
3
Dahirang
1191 (8,82)
923 (7,04)
2,00
4
Barimba
1768 (13,10)
1725 (13,15)
5
Sei Pasah
1261 (9,34)
1184 (9,03)

6
7
8

Sei Asem
Bakungin
Saka Batur

1923 (14,25)
1182 (8,76)
1715 (12,71)

1168 (8,91)
1941 (14,80)
1612 (12,29)

11,00
13,00
KAPUAS HILIR

30,00
91,00

13.498
13.113
Sumber : BPS Kabupaten Kapuas 2012

Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Barimba

Visi dan Misi UPT Puskesmas Barimba


Visi
The reaching of communicative UPT Puskesmas Barimba with optimal service,
profesional, fair and flatten
Tercapainya Puskesmas Barimba yang Komunikatif dengan Pelayanan yang Optimal,
Profesional, Adil dan Merata

Misi
Memberdayakan masyarakat Kapuas Hilir untuk mandiri di bidang kesehatan
Memberikan pelayanan kesehatan primamelakukan kerjasama lintas program dan lintas
sektoral
Mendorong masyarakat dan keluarga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Program Unggulan dan Inovatif
Pelayanan Keperawatan (Perkesmas)
Puskesmas memilih Program ini sebagai Program unggulan karena :
1. Tersedianya tenaga keperawatan yang sudah mempunyai pengetahuan dalam rangka
mensosialisasi, melaksanakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam
meningkatkan 5 fungsi keperawatan keluarga, mengenal, mengambil keputusan,
merawat, memodifikasi lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sarana kesehatan
yang ada di wilayahnya masing-masing.
2. Kreatifitas serta dedikasi yang tinggi seluruh petugas yang melaksanakan kegiatan
tersebut.
3. Merupakan misi dalam mencapai visi Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang
Prima.
Pelayanan Kesehatan Komplementer dan TOGA
Puskesmas memilih Program ini sebagai Program unggulan karena :
1. Tersedianya tenaga yang sudah mempunyai pengetahuan

dalam

rangka

mensosialisasi, melaksanakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam


memanfaatkan pengobatan tradisional sebagai pengobatan komplementer.
2. Kreatifitas serta dedikasi yang tinggi seluruh petugas yang melaksanakan kegiatan
tersebut.
3. Merupakan misi dalam mencapai visi Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang
Prima.
Promosi Kesehatan
Puskesmas memilih Program ini sebagai Program unggulan karena :
1. Tersedianya tenaga Promkes, Dokter, Perawat dan Bidan yang sudah mempunyai
tingkat pendidikan yang tinggi baik secara formal maupun informal sehingga
menjadikan Petugas yang lebih Profesional.

2. Kreatifitas serta dedikasi yang tinggi seluruh petugas yang melaksanakan kegiatan
tersebut, serta sarana dan media Promkes yang ada.
3. Merupakan misi dalam mencapai visi Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang
Komunikatif dengan pelayanan yang optimal. Professional, adil dan merata.
Struktur Organisasi
Dalam melaksanakan fungsinya UPT Puskesmas Barimba mempunyai struktur
organisasi, yang terdiri dari :
Struktur Organisasi yaitu pembagian, pengelompokan dan pengkoordinasian tugas atau
pekerjaan secara formal. terdiri dari :
1. Unsur Pimpinan

: Kepala Puskesmas

2. Unsur Pembantu Pimpinan

: Urusan Tata Usaha

3. Unsur Pelaksana Tehnis terdiri dari

: Unit 1. KIA/KB, Unit 2. P2M, Kesling,

Imunisasi dan Laboratorium, Unit 3. Kesehatan Gigi dan UKGS, Unit 4. Perkesmas,
Surveilans, UKS dan Jiwa, Unit 5. Perawatan Kesehatan Masyarakat, Unit 6.
Pengobatan Rawat jalan, dan Unit 7. Farmasi
4. Pustu dan Polindes

BAB IV
PROGRAM UNGGULAN
A. Promosi Kesehatan.
Dalam Mewujudkan Visi dan Misi Puskesmas maka perlu di galakan Promosi
kesehatan melalui media media yang berada di masyarakat baik berupa perongan,
Rumah Tangga ataupun kelompok, agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang
kesehatan, sesuai visi UPT Puskesmas Barimba yaitu Tercapainya

Puskesmas

Barimba yang Komunikatif dengan Pelayanan yang Optimal, Profesional, Adil dan
Merata

diperlukan

misi

untuk

mencapai

visi

tersebut

diantaranya

adalah

Memberdayakan masyarakat Kapuas Hilir untuk mandiri di bidang kesehatan,


Memberikan pelayanan kesehatan primamelakukan kerjasama lintas program dan lintas
sektoral, Mendorong masyarakat dan keluarga berperilaku hidup bersih dan sehat

(PHBS). Sebab dengan mengerti dan mengetahui pentingnya menjaga kesehatan,


maka akan mampu merubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya berperilaku
hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan kegiatan Penyuluhan dalam gedung dan
luar gedung.
Kegiatan Penyuluhan dalam gedung yaitu

kegiatan penyuluhan yang

dilaksanakan di dalam gedung puskesmas meliputi :


1. Melaksanakan kegiatan penyuluhan setiap hari senin pagi jam 08.00 WIB di ruang
tunggu pasien yang di lakukan secara bergantian oleh pemegang program di
Puskesmas, dengan materi penyuluhan yang berbeda beda.
Penjadwalan oleh masing-masing pemegang program, P2M, Promkes, KIA-KB,
Kesehatan Lingkungan, dan Gizi. Keperawatan Kesehatan Masyarakat setiap hari
Senin minggu pertama setiap bulan.
2. Lima menit info sehat sambil menyapa pasien dengan topik materi yang berbeda beda,
ini dilakukan melalui tape recorder sehingga dapat di ulang berkali kali, kegiatan ini
dilaksanakan dalam 3 bahasa yang sering di gunakan masyarakat setempat yaitu
Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak dan Bahasa Banjar. Disampaikan setiap pagi.
3. Pelayanan Obat dan Kartu Face to face yaitu dengan menempatkan meja khusus
pengambilan obat di luar gedung Puskesmas sehingga pasien dengan mudah
mendapatkan penjelasan tentang tata cara penggunaan obat yang benar disamping itu
juga petugas puskesmas dapat menyelipkan pesan pesan singkat kesehatan di sela
sela penjelasan obat tadi, dengan demikian di harapkan setiap orang datang ke
Puskesmas selalu mendapatkan pesan pesan / bisikan tentang kesehatan.
4.

Meja Pendaftaran / kartu kita letakan di luar sehingga pasien dapat langsung
berkomunikasi keluhan yang di sampaikan kepada petugas Kartu dan selanjutnya
petugas kartu akan memberikan nomor antrian yang di belakangnya ada tertera pesan
pesan sehat, selain itu juga di ruang tunggu terdapat leaflet dan papan info sehat yang
dapat di baca pasien sambil menunggu antrian.
Sedangkan untuk Promosi Kesehatan di luar gedung dilakukan secara terintegrasi
dengan program lain , meliputi :

1. Penyuluhan Kesekolah sekolah (SLTP dan SLTA) dengan Target 5 sekolah dengan
materi Kesehatan Reproduksi dan Penyuluhan Napza

2. Berintegrasi dengan program Gizi melaksanakan penyuluhan Gizi Buruk di 8 Desa.


3. Berintegrasi dengan kegiatan Posyandu di 22 posyandu balita dan 2 posyandu Lansia.
4. Berintegrasi dengan kegiatan UKS / UKGS ke sekolah sekolah di 22 sekolah.
5. Melaksanakan penyuluhan PHBS kelompok dengan target di 8 Desa. Dengan sasaran
kelompok kelompok pengajian dan shalawatan / di gereja sebelum dilaksanakannya
posyandu Lansia
B. Nakes Sebagai Penggerak Pembangunan di Bidang Kesehatan
Dalam menempatkan Tenaga Kesehatan sebagai penggerak pembangunan di
bidang kesehatan dan keperawatan yang sudah barang tentu harus keterkaitan erat
dengan peran dan dukungan lintas sektor, untuk itu maka kegiatan yang kita lakukan
adalah :
1. Perkesmas merupakan kegiatan praktik keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
dalam rangka meningkatkan kemandirian keluarga dalam melakukan 5 (lima) fungsi
keperawatan keluarga yaitu dalam mengenal masalah kesehatan, mengambil
keputusan, melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang mengalami masalah
kesehatan, dan memodifikasi lingkungan serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada di wilayahnya.
Perkesmas yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Barimba sudah dilaksanakan sejak
tahun 2009 sebagai lokasi percontohan kabupaten dan sudah terlaksana sesuai
dengan harapan dan berjalan baik hingga saat ini, kegiatan ini juga telah beberapa kali
di paparkan baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat kecamatan atau di UPT
Puskesmas Barimba.
Pada Tahun 2009 s.d 2010 sasarannya sebanyak 41 KK tidak mampu, dan hasil
evaluasi tingkat kemandirian pada Tingkat Mandiri III.
Pelaksanaan kegiatan perkesmas dilaksanakan pada tahun 2011`s.d 2012 dengan
menggunakan 4 tahap, dalam setiap tahapnya dilaksanakan setiap triwulan
Tempat pelaksanaan di semua desa khususnya desa yang telah mempunyai perawat
dan bidan yaitu Puskesmas Pembantu (Kelurahan Mambulau, Desa Sei Asam, Desa
Bakungin, dan Desa Saka Batur) sebanyak 31 keluarga

Desa Sei Asam dilaksanakan oleh Akper dan Akbid Pemda Kapuas terhadap 90 KK
dngan evaluasi pada tingkat mandiri II dan III.
TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA (KM)
Kemandirian Keluarga dalam program Perawatan Kesehatan Masyarakat di bagi
dalam 4 tingkatan yaitu :
Keluarga Mandiri (KM-I) adalah paling rendah sampai Keluarga Mandiri tingat IV (paling
tinggi)
1. KM-I
Kriteria :
a. Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan
2. KM-II
Kriteria :
a. Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar
d. Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan
3. KM-III
Kriteria :
a. Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar
d. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

e. Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan


f. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif
4. KM-IV
Kriteria :
a. Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar
d. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif
e. Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan
f. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif
g. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif
2. Melaksanakan kegiatan Battra dan Toga di Tingkat UPT Puskesmas Barimba meliputi
sosialisasi kepada pengobat tradisional, kader dan masyarakat. UPT Puskesmas
Barimba merupakan 1 dari 2 puskesmas yang ada di kabupaten Kapuas juga
melaksanakan pengobatan herbal sesuai dengan persediaan dari Gudang Farmasi
Kabupaten.
Pelaksanaan TOGA di UPT Puskesmas meliputi penanaman dan pemeliharaan
Tanaman Obat yang ada di daerah setempat, memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk berkonsultasi tentang TOGA dan berupaya untuk melestarikan
beberapa tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan bagi generasi penerus atau anak
cucu kita.
Jumlah tanaman yang telah ditanam sebanyak 50 macam tanaman lokal.

Penjaringan Pengobat Tradisional pada tahun 2011 sebanyak 32 Battra dengan


bermacam jenis pengobatan, diantaranya adalah penjual jamu, pijat/urut, bidan beranak
dan alternatif lainnya.
Puskesmas barimba juga melaksanakan pengobatan herbal yang disesuaikan daftar
dan jumlah obat yang diberikan oleh Farmasi Kabupaten.
3. Pembinaan dan pelaksanaan Posyandu Usila yang meliputi kegiayan; penyuluhan
tentang beberapa penyakit degeneratif, pemeriksaan fisik, PMT, Arisan dan Kerohanian.
Jumlah Posyandu Usila di wilayah kerja Puskesmas sebanyak 2 buah.
4. Melaksanakan kegiatan Lokakarya mini lintas sektor dan lintas program.
5. Pada tahun 2013 Puskesmas Barimba melaksanakan lokmin tingkat desa yang
dilaksanakan disetiap desa dengan peserta kepala desa/Lurah, kader kesehatan, tokoh
masyarakat, agama dan lembaga masyarakat.
6. Bersama sama dengan camat Kapuas Hilir dan beserta aparat pemerintah kecamatan
untuk peduli dengan DBD, maka untuk melaksanakan promkes DBD selalu melibatkan
lintas sektor terlebih lagi apabila terdapat kasus DBD, maka camat langsung memimpin
pelaksanakan penyuluhan dan Geber DBD.
7. Mengintegrasikan program dengan menjadi tuan rumah Pencanangan Kampanye
Campak se Kabupaten Kapuas, yang dicanangkan oleh ibu Bupati Kapuas sekaligus
Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Tahun 2011.
8. Mendorong, memfasilitasi serta memotivasi tentang penting PMT saat posyandu , untuk
itu kemandirian masyarakat untuk peduli itu sangat penting, maka para kader beserta
ibu ibu melaksanakan kemandirian PMT dengan mengolah menggunakan bahan baku
lokal.

C. Sebagai Tenaga Pemberdayaan Masyarakat


Sebagai tenaga pemberdayaan masyarakat tentunya seorang sarjana Keperawatan
Ners harus mampu melihat potensi baik kelemahan maupun kekuatan yang berada di
masyarakat untuk mendorong pembangunan di bidang kesehatan yaitu :

1. Membentuk

Posyandu Lansia yang berlokasi di samping Kelurahan Barimba dan

Kelurahan Hampatung, posyandu ini murni kita dorong di bentuk dan dan dikelola oleh
masyarakat.
2. Mendorong dan memotivasi berkembangnya Posyandu balita dan Lansia dan secara
berkala terus menerus memberikan motivasi untuk tumbuh kembangnya posyandu dan
kader kesehatan yaitu dengan melalui Pelatihan kader posyandu , lomba kader
posyandu dan bantuan transport untuk kader posyandu.
3. Mendorong tokoh agama dan masyarakat agar menjadi referensi bagi Kesehatan yaitu
dengan cara melakukan koordinasi dan berbagi informasi dengan para tokoh agama
dan tokoh masyarakat setempat, sehingga daya dukung terhadap program program
kesehatan di dapatkan.
D. Sebagai Tenaga Pemberi Pelayanan Strata Pertama
Tenaga Keperawatan dalam melaksanakan aktivitasnya selalu

berpedoman kepada

tatanan manajemen agar semua yang dilakukan sesuai dengan target yang diinginkan
dan berjalan dengan lancar maka untuk itu dilakukan melalui :
1.

Penyusunan Usulan Rencana kegiatan melalui kegiatan Lokakarya Mini tingkat


Puskesmas dan lintas sektor.

2. Hasil Lokakarya mini ini di buat dalam bentuk POA


3. Membuat uraian Tugas secara rinci bagi perawat
4. Melakukan koordinasi berkala baik melalui lokmin maupun di rapat bulanan tentang
keperawatan.
5. Untuk pemantauan kegiatan Program dilakukan melalui:
a. Refleksi Diskusi Kasus-Keperawatan yang ditemukan di lapangan tentang keperawatan
b. Diskusi terhadap SOP
c. Supervisi / bimtek ke pustu
E. Sebagai Tenaga Kesehatan Profesional
1. Hari Sekolah Sehat, kegiatan terintegrasi dengan UKS dan kita kombinasikan dengan
kegiatan penilai sekolah sehat dan PHBS. Dengan melibatkan secara aktif guru guru di
sekolah tersebut.

2. Hari Desa Sehat berintegrasi dengan kegiatan Pusling Terpadu, dimana pada saat Hari
Desa Sehat di harapkan seluruh orang di Desa tersebut hanya berpikir dan mendengar
tentang program Kesehatan, yaitu dengan melaksanakan penyuluhan di sekolah
sekolah dan kelompok, melaksanakan pelayanan kesehatan, melaksanakan kelas ibu
hamil dan memantau kondisi kesehatan lingkungan dan air bersih di desa tersebut.
3. Geber dan PSN DBD
4. Pekan HKN, kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu menjelang Hari Kesehatan
Nasional, dan puncaknya akan dilaksanakan Hari Kesehatan Nasional di Tingkat
Kecamatan. Pekan HKN ini meliputi kegiatan: Lomba Balita Sehat, Lomba Cerdas
Cermat Kader Posyandu, Lomba mewarnai Gambar PHBS, Demontrasi gosok gigi
Massal, Jalan santai dan Sunatan Massal serta penilaian sarana Kesehatan dan
petugas teladan.
F. Sebagai Anggota Masyarakat
a. Wakil Sekretaris Majelis Jemaat GKE Selat Kuala Kapuas
b. Sekretaris Majelis Jemaat Lingkungan III dan Kategorial Jemaat Selat Kuala Kapuas.
c. Pengurus dalam Kerukunan Warga Mandomai
d. Anggota Pesparawi Kabupaten Kapuas
e. Diaken Gerejawi
f. Andil dalam pembuatan Logo Poltekkes Depkes Palangkaraya tahun 2002.

BAB V
PENUTUP

Penyusunan Makalah ini sekiranya memberikan masukan dan gambaran tentang


beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Barimba oleh penyusun
selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan
Paramedis (Perawat). Sebagian besar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah
dilakukan secara tim, syukur dan puji Tuhan selama itu juga penyusun dipercayakan
menjadi koordinator, yang tentunya merupakan suatu tanggung jawab yang berat, tetapi
atas dasar komitmen bersama apa yang dicita-citakan demi pelayanan kesehatan di
masyarakat pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Tidak terlepas juga atas peram kepala UPT Puskesmas Barimba beserta
penanggung jawab program lainnya yang telah memberikan dukungan dan sumbang
pemikiran sehingga pelaksanaan beberapa kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Penyusun sangat menyadari bahwa Makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, penulis berharap mendapatkan koreksi, saran dan kritikan yang
sifatnya membangun, penyusun hargai demi kesempurnaan Makalah ini.
Akhir kata, semoga bantuan yang telah diberikan oleh semua pihak,
mendapatkan imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.