Anda di halaman 1dari 7

AJANG BERGENGSI INSAN KESEHATAN PEMILIHAN TENAGA KESEHATAN TELADAN

PUSKESMAS TINGKAT KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2014


Selasa, 28 Oktober 2014

AJANG BERGENGSI INSAN KESEHATAN


PEMILIHAN TENAGA KESEHATAN TELADAN PUSKESMAS
TINGKAT KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2014

Keberhasilan pelayanan kesehatan di Puskesmas salah satunya di dukung oleh adanya tenaga
kesehatan yang bekerja secara profesional dan berdedikasi tinggi terhadap tugas dan tanggung
jawabnya. Keberhasilan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas memberikan kontribusi yang cukup
besar dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.
Kendala yang masih terjadi saat ini adalah penyebaran Sumber Daya Manusia (SDM) yang
belum merata terhadap puskesmas maupun terhadap jumlah penduduk dan kondisi geografis lokal
puskesmas. Hal ini yang menjadi latar belakang diadakannya Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan
Puskesmas sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan minat dan motivasi tenaga kesehatan
bekerja di puskesmas. Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan ajang penghargaan (reward)
terhadap tenaga kesehatan yang mempunyai prestasi kinerja dan inovasi program unggulan di
puskesmas.
Seleksi pemilihan tenaga kesehatan teladan di Kabupaten Situbondo Tahun 2014 telah
dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 18-19 Maret 2014 di RS Elizabeth dengan peserta
yang terdiri dari : tenaga medis (dokter / dokter gigi), tenaga paramedis (bidan/perawat), tenaga
kesehatan masyarakat (sanitarian, asisten apoteker, analis laboratorium), tenaga gizi yang berasal dari
17 puskesmas. Berdasarkan hasil keputusan rapat bersama Tim Penilai Tenaga Kesehatan Teladan
pada akhir Maret 2014, maka telah ditetapkan 3 (tiga) orang tenaga kesehatan yang menjadi Tenaga

Kesehatan Teladan Tingkat Puskesmas di Kabupaten Situbondo Tahun 2014, yaitu :

1.

dr. Yuni Verosita (Puskesmas Mlandingan)


Sosok putri asli daerah Situbondo ini telah banyak membantu membawa perubahan di tempat
tugasnya saat ini yaitu Puskesmas Mlandingan. Titik perubahan ini berawal ketika dr.Yuni
mendapat SK Mutasi dari Puskesmas Panarukan untuk pindah tugas ke Puskesmas
Mlandingan pada bulan September Tahun 2012. Semangatnya untuk membawa Puskesmas
Mlandingan menuju perubahan yang lebih baik dalam hal pelayanan kesehatan patut
mendapatkan acungan jempol. Melalui dukungan penuh Kepala Puskesmas dan seluruh
jajaran staf Puskesmas Mlandingan untuk menuju perubahan yang lebih baik bagi kinerja
pelayanan kesehatan Puskesmas Mlandingan untuk mengikrarkan janji/maklumat layanan
maka terciptalah motto baru yaitu EKSOTIK (Energik, Komunikatif, Sopan, Tulus dan
Ikhlas ).
Inovasi lainnya yang ikut digawangi oleh dr. Yuni Verosita adalah program Kesehatan Jiwa di
Puskesmas Mlandingan. Program yang mungkin bagi sebagian orang dilihat sebagai sesuatu
yang kurang menarik diangkat sebagai unggulan justru menjadi sesuatu yang memotivasi dr.
Yuni untuk menjadikannya sebagai ikon Puskesmas Mlandingan. Menurutnya, pasien jiwa
adalah golongan minoritas yang sedikit sekali mendapat perhatian dan terpinggirkan.
Harapannya melalui program ini dapat menginspirasi teman, orang lain bahwa pasien jiwa
perlu diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk bisa berdaya guna dan bermanfaat bagi
orang lain.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka telah banyak langkah yang telah dr Yuni
tempuh,yaitu :

Deteksi Dini Gangguan Jiwa yang melibatkan bidan dan perawat di setiap wilayah

Puskesmas Mlandingan

Pembentukan Kader Jiwa dari 7 wilayah di Puskesmas Mlandingan

Pembentukan TPKJM Kecamatan yang melibatkan lintas sektor dan TOMA,

TOGA dan KUA, dll.

Terbentuknya Poli Konsultasi Kesehatan Jiwa setiap hari Selasa Kamis (tanpa

dikenakan biaya) untuk pelayanan pengobatan, konsultasi dan psikososial untuk keluarga
pasien

Pemberdayaan pasien jiwa melalui kerajinan kerang , tutup tudung saji dan

menggambar

Kegiatan Blusukan Jiwa Pasung 2014 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten

Situbondo sebagai upaya mendukung Situbondo Bebas Pasung 2015 telah menemukan
16 pasien pasung dan 2 (dua) orang diantaranya telah lepas pasung dan dapat berkumpul
dengan keluarganya kembali.
Melihat dari apa yang telah dr. Yuni lakukan selama ini dengan tulus ikhlas, dan
semangat untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi program kesehatan jiwa maka
sudah selayaknya beliau mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Tenaga Kesehatan
Teladan Kabupaten Situbondo Tahun 2014 dari profesi tenaga medis dan maju sebagai
nominator Tenaga Kesehatan Teladan di Tingkat Provinsi Jawa Timur.

2.

Lailiyatul Muzayanah, A.Md.Kep (Puskesmas Panarukan)


Pembawaannya yang kalem dan bersahaja merupakan ciri khas dari Lailiyatul Muzayanah,
A.Md. Kep atau yang akrab dipanggil Lely. Mulai bertugas di Puskesmas Panarukan sejak
bulan Juli tahun 1999 dan dipercaya untuk mengelola Puskesmas Pembantu di wilayah Desa
Gelung sampai dengan saat ini. Bekerja dengan hati dan menjalin kerja sama yang baik
dengan masyarakat melalui program Desa Siaga yang dibinanya, menghantarkan Lely

memperoleh penghargaan sebagai Pelaksana Wilayah Inovasi Gizi Terbaik Tahun 2010.
Kiprahnya dalam upaya peningkatan upaya kesehatan masyarakat tidak hanya berhenti disitu,
melalui program gizi dan UKGS di Sekolah Dasar (SD) 3 di Desa Gelung telah
mendorongnya untuk membuat Buku Monitoring Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
bagi setiap siswa SD yang berisi kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam berperilaku
hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun, sikat gigi minimal 2 kali sehari dan
diketahui serta ditanda tangani oleh orang tua siswa untuk ikut membantu pengawasan dan
pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain kegiatan tersebut, beliau juga telah memberikan sesuatu terobosan baru dalam upaya
pencegahan penyakit dengan Imunisasi. Berangkat dari bermunculannya kasus Difteri di
Kabupaten Situbondo, maka beliau berpikiran harus memiliki cara untuk mencegah dan
mengatasinya secara cepat dan tepat. Atas dasar itu, maka pada Tahun 2013, bekerja sama
dengan kader dan perangkat desa, beliau memberikan hadiah kepada ibu balita yang balitanya
sudah diimunisasi lengkap berupa 4 buah bibit papaya per balita. Harapannya selain ibu balita
termotivasi untuk membawa balitanya diimunisasi secara rutin dan lengkap, juga dapat
membantu peningkatan nutrisi keluarga balita dari hasil pemeliharaan pepayanya nanti. Usaha
ini ternyata memberikan hasil yang positif dimana sampai dengan putaran PIN ke -3 akhir
tahun 2013 , tidak ditemukan kasus Difteri di Desa Gelung.
Walaupun beliau tidak bertugas di Puskesmas Induk yaitu di Kecamatan Panarukan, namun
kiprahnya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat patut
mendapatkan apresiasi yang terbaik pula, yaitu dengan terpilihnya beliau menjadi Tenaga
Kesehatan Teladan Kabupaten Situbondo Tahun 2014dari profesi Tenaga Paramedis.

3. Agus Prayitno, A.Md. Gz (Puskesmas Arjasa)


Bertugas sebagai ahli gizi di Puskesmas Arjasa sejak bulan Februari 2004 sampai dengan saat
ini sekaligus sebagai Ketua Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Cabang Kabupaten Situbondo

ternyata memberikan banyak pengalaman dan ilmu yang cukup berarti bagi pengembangan
karier Agus Prayitno, A.Md. Gz, terutama dalam mengatasi permasalahan gizi yang ada di
Kecamatan Arjasa. Permasalahan gizi yang sering menjadi prioritas adalah penanganan
masalah Kurang Energi Protein (KEP) yang berujung pada munculnya kasus gizi buruk dan
gizi kurang. Namun sebenarnya masih terdapat masalah gizi yang perlu mendapat perhatian
khusus yaitu kekurangan zat gizi mikro Fe yang dapat menimbulkan terjadinya anemia pada
ibu hamil dan remaja puteri.
Menurutnya, anemia sering ditemukan pada remaja putri dimana mereka sudah mengalami
siklus menstruasi dan semakin diperparah dengan perilaku diet untuk menjaga penampilan
yang akhirnya juga berujung pada tingginya kasus anemia pada ibu hamil. Dimana hal ini
dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya resiko perdarahan pada saat persalinan
yang dapat berujung pada kematian ibu bersalin dan kematian bayi serta bayi berat lahir
rendah (BBLR). Hal ini dibuktikan oleh Riset tentang Anemia di Kab. Situbondo yang
mencapai angka 40%, dan di Kecamatan Arjasa juga terdapat sekolah dan pondok pesantren
dengan jumlah siswi yang cukup banyak sehingga juga memiliki resiko yang cukup besar
terhadap anemia. Hal ini yang melatarbelakangi munculnya program Inovasi SRIKANDI
(Sayang Remaja PutrI Cegah Kurang Darah Sejak Dini) yang digawangi oleh Agus Prayitno,
A.Md.Gz selaku pengelola program gizi dengan dukungan penuh dari Kepala Puskesmas dan
seluruh jajaran staf di puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo sebagai
fasilitator dalam kegiatan tersebut.
Untuk mewujudkan program SRIKANDI tersebut, menurutnya telah dilakukan beberapa
kegiatan, meliputi :

Melakukan sosialisasi dan advokasi kegiatan di tingkat Kecamatan dengan

melibatkan Lintas Sektor dan Lintas Program terkait

Melakukan screening dan mapping awal remaja putri di sekolah dan pondok

pesantren sehingga diketahui besaran sasaran program ini

Melakukan Penyuluhan dan Konseling tentang Anemia Gizi Besi dan

Suplementasi Zat Besi (Fe)

Memberikan Suplementasi Zat Besi (Fe) dan pendampingan

Melakukan pelatihan Kader Srikandi

Dan sebagai upaya untuk mengenalkan program ini pada masyarakat dan dukungan
pencapaian keberhasilan program tersebut oleh semua lintas sektor, maka akan dilaksanakan
Launching Program Inovasi SRIKANDI pada bulan April ini yang secara resmi akan dihadiri
oleh Bupati Situbondo. Menurutnya hal ini merupakan suatu kebanggaan dan motivasi bagi
dirinya untuk bisa memberikan lebih terhadap penanganan anemia di wilayah Arjasa. Melihat
dari apa yang telah dilakukannya selama ini bagi penanganan masalah gizi di Kecamatan
Arjasa maka tidak salah Tim Penilai Seleksi Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Situbondo
Tahun 2014 menganugerahkan gelar Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Situbondo Tahun
2014 dari profesi ahli gizi atau nutrisionis.