Anda di halaman 1dari 3

7.

Pelaksanaan Internal Audit

a) Internal audit fieldwork initial procedures


Proses audit internal dapat saja mengganggu rutininas operasi
bisnis auditee, sehingga auditor perlu mengkomunikasikan tentang
jadwal dan tujuan pelaksanaan audit internal ini dengan pihak
auditee. Selain itu, auditor juga harus mendapatkan komitmen dari
auditee terhadap pelaksanaan audit internal dimaksud, terutama
dalam hal penyediaan data dan laporan yang dibutuhkan oleh
auditor internal. Jika pada pelaksanaannya terdapat key person
yang tidak kooperatif, maka auditor dapat membahasnya dengan
pihak yang berwenang dari auditee, atau merevisi strategi auditnya
antara lain dengan:
Merevisi program dan prosedur audit yang akan dilakukan,
misalkan dengan melakukan uji tambahan di area lain, dsb.
Melengkapi proses audit tanpa menyelesaikan audit di area yang
bermasalah,

tetapi

pendekatan

ini

harus

mendapatkan

persetujuan dari pihak yang berwenang.


Menyelesaikan program audit yang telah direncanakan, dan
menyusun kembali uji ulang terhadap area yang bermasalah.
b) Audit fieldwork technical assistance
Timbulnya permasalahan yang bersifat teknis dalam proses audit
internal, dimana auditor internal tidak berkompetensi dalam bidang
teknis dimaksud, harus diatasi dengan melaksanakan asistensi dari
orang-orang yang memiliki kompetensi pada bidang dimaksud.
Permasalahan tersebut juga harus selalu didokumentasikan dalam
kertas kerja audit, sehingga dapat digunakan sebagai bahan
pendukung penyusunan rencana audit berikutnya.
c) Audit management fieldwork monitoring
d) Potential audit findings
Kapanpun auditor menemukan hal yang berpotensi sebagai temuan/
kelemahan dari sistem pengendalian, maka uraian kondisi dimaksud
dan rekomendasi perbaikan harus segera dipersiapkan. Uraian

dimaksud sering dimuat dalam audit preliminary finding sheet yang


berisikan antara lain:
Identifikasi temuan
Kondisi yang terjadi
Referensi kondisi/temuan pada dokumentasi kerja
Usulan/rekomendasi perbaikan dari auditor
Hasil diskusi tentang temuan dengan pihak manajemen
Rekomendasi yang telah disepakati untuk dilaksanakan oleh
manajemen
e) Audit program and schedule modifications
f) Reporting preliminary audit findings to management
7.6

Wrapping Up the Field Engagement Internal Audit

Audit internal harus dikelola dengan cara yang sama seperti setiap
proyek besar yang membutuhkan personil waktu dan sumber daya
lainnya dan mengakibatkan penyampaian yang terdefinisikan.
sumber

personil

dan

biaya

lainnya

harus

direncanakan

dan

dianggarkan secara rinci. Produk kerja audit internal yang paling


penting adalah laporan audit formal bersama dengan temuan dan
rekomendasi, yang disampaikan kepada auditee setelah selesai
meninjau

serta

komite audit. Tidak peduli perusahaan besar atau kecil fungsi


internal
audit, sistem kinerja-pelaporan proyek audit harus ditetapkan.
7.7
Kunci

Pelaksanaan Individual Internal Audit


kebutuhan

terpenting

dari

audit

internal

ini

adalah

kemampuan untuk merencanakan dan melakukan audit internal


individu. Berikut ini adalah gambaran singkat dari pelaksanaan
proses audit internal