Anda di halaman 1dari 10

PERENCANAAN SAMBUNGAN

KELOMPOK 6

1.
2.
3.
4.
5.
6.

ADITYA CAPRIAN UTAMA


ADI SAPUTRA
AFRIANDY
DENI AHYAR
M.NAZIB FITRAH
SUPRIADI

PENGERTIAN SAMBUNGAN
TIAP MESIN ATAU KONSTUKSI TERBENTUK DARI BEBERAPA SUKU
BAGIAN,MACAM-MACAM BAGIAN. SESAMANYA DIHUBUNGKAN, SALAH SATU
CARA MENGHUBUNGKAN SUATU BAGIAN KE SUKU BAGIAN YANG LAIN
DIPERLUKAN / MEMBERIKAN SAMBUNGAN.
SAMBUNGAN ADALAH HASIL DARI PENYATUAN BEBERAPA BAGIAN /
KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SUATU CARA TERTENTU.

Sambungan Baut
Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu ujungnya dibentuk kepala baut
dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci. Dalam pemakaian di lapangan, baut digunakan untuk
membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, dan sambungan sementara yang dapat
dibongkar/dilepas kembali.
Baut untuk konstruksi baja bangunan dibedakan 2 jenis :
Baut Hitam. Yaitu baut dari baja lunak ( St-34 ) banyak dipakai untuk konstruksi ringan / sedang
misalnya bangunan gedung, diameter lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1 mm.
Baut Pass. Yaitu baut dari baja mutu tinggi (St-42 ) dipakai untuk konstruksi berat atau beban
bertukar seperti jembatan jalan raya, diameter lubang dan diameter batang baut relatif pass yaitu
kelonggaran 0,1 mm. Macam-macam ukuran diameter baut untuk konstruksi baja antara lain
7/16 ( d = 11,11 mm ) 1/2 ( d = 12,70 mm ) 5/8 ( d = 15,87 mm ) 3/4 ( d = 19,05 mm )
7/8 ( d = 22,22 mm ) 1 ( d = 25,40 mm ) 11/8 ( d = 28,57 mm ) 11/4 ( d = 31,75 mm )

Tahan Nominal Baut


Suatu baut yang memikul beban terfaktor (Ru),sesuai persyaratan LRFD harus memenuhi :
Ru .Rn

Tahan Geser Baut


Tahan nominal satu buah baut yang memikul gaya geser memenuhi persamaan:
Rn = m.r1..
Dengan :
r1 = 0.5 untuk baut tanpa ulir pada bidang geser
r1 = 0.4 untuk baut dengan ulir pada bidang geser
adalah kuat Tarik baut (Mpa)
adalah luas bruto penampang baut pada deerah tak berulir
m adalah bidang geser

Tahanan Tarik Baut


Baut yang memikul gaya tarik tahanan nominalnya dihitung menurut:
Rn = 0.75..
Dengan :
adalah kuat Tarik baut (Mpa)
adalah luas bruto penampang baut pada deerah tak berulir

Tahanan Tumpu Baut


Tahanan tumpu nominal tergantung kondisi yang terlemah dari baut atau
komponen pelat
yang disambung. Besarnya ditentukan sebagai berikut:
Rn = 2,4.. .
Dengan :
adalah diameter baut pada daerah tak berulir
adalah tebal pelat
adalah kuat Tarik putus terendah dari baut atau pelat

SAMBUNGAN LAS
PENGELASAN ADALAH PROSES PENYAMBUNGAN LOGAM YANG
MENGHASILKAN PELEBURAN BAHAN DENGAN MEMANASINYA
HINGGA SUHU YANG TEPAT DENGAN ATAUTANPA PEMBERIAN
TEKANAN ATAU TANPA PEMAKAIAN BAHAN PENGISI.
MESKIPUN PENGETAHUAN TENTANG LAS SUDAH ADASEJAK
BEBERAPA RIBU TAHUN LALU,NAMUN PEMAKAIAN LAS PADA
BIDANG KONSTRUKSI DAPAT TERBILANG MASIH BARU HAL INI
ANTARA LAIN DI SEBABKAN PEMIKIRAN PARA AHLI MENGENAI
BEBERAPA KERUGIAN LAS YAITU BAHWA LAS DAPAT MENGURANGI
TAHANAN LELEH BAHAN DI BANDINGKAN PAKU KEELING DAN
MEREKA JUGA BERPENDAPAT BAHWA TIDAK MUNGKIN UNTUK
MEMASTIKAN KUALITAS LAS YANG BAIK.

MELALUI BANYAK PENELITIAN TENTANG LAS, BELAKANGAN LAS BANYAK DI


GUNAKAN DALAM BIDANG KONSTRUKSI.HAL INI ANTARA LAIN KARENA PROSES
PENYAMBUNGAN DENGAN LAS MEMBERIKAN BEBERAPA KEUNTUNGAN, YAKNI :

1.

DARI SEGI EKONOMI,HARGA KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN LAS LEBIH MURAH


DIBANDINGKAN DENGAN PEMAKAIAN BAUT ATAU KEELING. HAL INI DIKARENAKAN
PEMAKAIAN PLAT-PLAT SAMBUNGAN MAUPUN PLAT BUHUL DAPAT DIKURANGI. PADA
KONSTRUKSI RANGKA BAHKAN DAPAT MENGURANGI BERAT BAJA HINGGA 15% JIKA
DIPAKAI SAMBUNGAN LAS.

2.

PADA BEBERAPA JENIS ELEMEN STRUKTUR TERTENTU, TIDAK MUNGKIN MEMAKAI


BAUT ATAU KEELING UNTUK MENYAMBUNGNYA, SEPERTI CONTOH ADALAH PROSES
PENYAMBUNGAN KOLOM BUNDAR, TENTU LEBIH MEMUNGKINKAN UNTUK LAS.

3.

STRUKTUR YANG DISAMBUNG DENGAN LAS AKAN LEBIH KAKU DARIPADA


BAUT/KEELING

4.
5.
6.

KOMPONEN STRUKTUR DAPAT TERSAMBUNG SECARA KONTINU


MUDAH UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DESAIN DALAM STRUKTUR
TINGKAT KEBISINGAN DALAM PEKERJAAN LAS LEBIH RENDAH DARIPADA
BAUT/KEELING

JENIS JENIS SAMBUNGAN


1.

SAMBUNGAN SEBIDANG : SAMBUNGAN INI UMUMNYA DIPAKAI UNTUK PELAT-PELAT


DATAR DENGAN KETEBALAN SAMA ATAU HAMPER SAMA, KEUNTUNGAN SAMBUNGAN
INI ADALAH TAK ADANYA EKSENTRISITAS.

2.

SAMBUNGAN LEWATAN : JENIS SAMBUNGAN INI PALING BANYAK DIJUMPAI KARENA


SAMBUNGAN INI MUDAH DISESUAIKAN KEADAAN DILAPANGAN DAN JUGA
PENYAMBUNGANNYA RELATIVE LEBIH MUDAH.

3.

SAMBUNGAN TEGAK : SAMBUNGAN INI BANYAK DIPAKAI TERUTAMA UNTUK


MEMBUAT PENAMPANG TERSUSUN SEPERTI BENTUK I, PELAT GIRDER, STIFFENER.

4.

SAMBUNGAN SUDUT : DIPAKAI UNTUK PENAMPANG TERSUSUN BERBENTUK KOTAK


YANG DIGUNAKAN UNTUK KOLOMATAU BALOK YANG MENERIMA GAYA TORSI YANG
BESAR.

5.

SAMBUNGAN SISI : SAMBUNGAN INI BUKAN JENIS STRUCTURAL DAN DIGUNAKAN


UNTUK MENJAGA AGAR DUA ATAU LEBIH PELAT TIDAK BERGESER SATU DENGAN
LAINNYA.

JENIS JENIS LAS


1.

LAS TUMPUL : LAS INI DIPAKAI UNTUK MENYAMBUNG BATANG-BATANG SEBIDANG,


KARENA LAS INI HARUS MENYALURKAN SECARA PENUH BEBAN YANG BEKERJA,
MAKA LAS INI HARUS MEMILIKI KEKUATAN YANG SAMA DENGAN BATANG YANG
DISAMBUNGKAN.

2.

LAS SUDUT : TIPE LAS INI PALING BANYAK DIJUMPAI DIBANDINGKAN TIPE LAS YANG
LAIN, 80% SAMBUNGAN LAS MENGGUNAKAN TIPE LAS SUDUT .

3.

LAS BAJI DAN PASAK : JENIS LAS INI BIASANYA DIGUNAKAN BERSAMA-SAMA
DENGAN LAS SUDUT. MANFAAT UTAMANYA ADALAH MENYALURKAN GAYA GESER
PADA SAMBUNGAN LEWATAN BILA UKURAN PANJANG LAS TERBATAS OLEH PANJANG
YANG TERSEDIA UNTUK LAS SUDUT.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai