Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

PERCOBAAN VIII
PEMBUATAN TAWAS DARI KALENG ALUMINIUM BEKAS

OLEH :
NAMA
: MUH. YAMIN A.
STAMBUK
: F1C1 08 049
KELOMPOK
: IV (EMPAT)
ASISTEN
: ST. NUR ASNIN

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2010
PEMBUATAN TAWAS DARI KALENG ALUMINIUM BEKAS
A. Tujuan

Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu untuk mempelajari pembuatan tawas


dari aluminium foil.
B. Landasan Teori
Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+
(SO4)2.12H2O. M+ merupakan kation univalen, umumnya Na+, Fe+, Cr+, Ti3+ atau
Co3+, tawas biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat
dodekahidrat.
Beberapa contoh tawas, cara membuat dan kegunaannya:
1.

Natrium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas natrium) dengan formula


NaAl(SO4)2. 12h2O digunakan sebagai serbuk pengembang roti.

2.

Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2.


12H2O digunakan dalam pemurnian air, pengolahan limbah, dan bahan pemadam
api. Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. Logam
aluminium bereaksi secara cepat dengan KOH panas menghasilkan larutan garam
kalium aluminat.
2Al(s) + 2K+(aq) + 2OH-(aq) + 6H2O(l) > 2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) +
3H2(g)
ion aluminium, Al(OH)4- yang bersifat ampoter jika direaksikan dengan asam
sulfat, diendapkan sebagai aluminium hidroksida, tetapi larut pada pemanasan.
2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 2H+(aq) + SO42-(aq) > 2Al(OH)3(s) + 2K+(aq) +
SO42-(aq) + 2H2O(l)
2Al(OH)3(s) + 6H+(aq) + 3SO42-(aq) > 2Al3+(aq) + 3SO42-(aq) + 6H2O(l)

jika larutan kalium aluminium sulfat dodekahidrat yang hampir jenuh didinginkan
maka akan terbentuk kristal-kristal yang berbentuk oktahedron.
3. Amonium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas amonium) dengan formula
NH4Al(SO4)2.12H2O digunakan sebagai acar ketimun.
4. Kalium kromium(III) sulfat dodekahidrat (tawas kromium) dengan formula
KCr(SO4)2.12H2O digunakan sebagai penyamak kulit dan bahan pembuat kain
tahan api. tawas kromium dapat diperoleh dengan cara mereduksi ion dokronat dari
kaliium dikromat K2Cr2O7, menjadi kromium(III) dalam larutan asam sulfat
dengan reduktor etanol, C2H5OH.
8H+(aq) + CrO72-(aq) + 3C2H5OH(aq) > 3CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) +
7H2O(l)
ion sulfat dari asam sulfat dan ion kalium dari kalium dikromat bergabung dengan
ion kromium(III) membentuk kristal tawas kromium yang terbentuk oktahedron dan
berwarna violet sampai hijau gelap jika larutan yang pekat didinginkan.
K+(aq) + Cr3+(aq) + 2O42-(aq) + 12H2O(l) > KCr(SO4)2. 12H2O(c)
5. Amonium

besi(III)

sulfat

dodekahidrat

(tawas

besi(II))

dengan

formula

NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan untuk mordan pada pewarnaan tekstil. Tawas ini


dibuat dengan mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III) dengan asam nitrat
dalam larutan amonium sulfat.
2H+(aq) + NO3-(aq) +Fe2+(aq) > Fe3+(aq) + NO2(g) + H2O(l)
ion amonium dan ion sulfat dari amonium sulfat, (NH 4)SO4, mengkristalkan ion
besi(III) sebagai tawas besi(III).
NH4+(aq) + Fe3+(aq) + 2SO42-(aq) + 12H2O(l) > NH4Fe(SO4)2. 12H2O(c)

Untuk setiap kali pembuatan tawas, sebagian pelarut mungkin perlu dikurangi dengan
cara penguapan untuk menghasilkan larutan jenuh yang kemudian menghasilkan
kristal tawas pada waktu didinginkan. Untuk mendapatkan kristal yang berukuran
besar, pendinginan larutan jenuh harus dilakukan secara pelan-pelan.
(Zulkhaidir, 2010).
Tawas adalah senyawa kimia berupa garam sulfat yang memiliki banyak sekali
ragamnya salah satunya yang paling populer adalah Aluminum Sulfat yang banyak
digunakan oleh PDAM untuk memproses air sungai menjadi ari bersih (oleh karena itu
disebut juga dengan nama populer Alum). Oh ya jangan tertukar dengan istilah Kaporit
ya, yang digunakan untuk mematikan bakteri pada air. Jenis tawas lainnya adalah seperti
Tawas Natrium untuk bahan pengembang roti, Tawas Kalium untuk pengolah limbah,
Tawas Besi untuk penyamakan kulit dan bahan pewarna (Denny, 2010).
Sejumlah garam aluminium seperti golongan IIA, mengkristal dalam larutannya
sebagai hidrat. Sebagian dari hidrat ini amat larut dalam air dan bersifat delikuesen,
misalnya AlX3.6H2O, Al(NO3)3.9H2O. selanjutnya segi-segi kimia tertentu dari senyawa
aluminium dalam air diturunkan dari sifat ion aluminium trihidrat [Al(H2O)6]3+.
Senyawa-senyawa aluminium, bentuk alami dari kebanyakan senyawa aluminium
diturunkan dari oksida (Al2O3) dan bermacam-macam oksida terhidrat. Misalnya
Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O. senyawa oksida jka direaksikan denganasam sulfat
menghasilkan aluminium sulfat pekat panas.
Al2O3 + H2O4 Al2(SO4)3 + 3H2O
Senyawa ini mengkristal dari larutan sebagai Al2(SO4)3.18H2O.

Larutan berair yang mengandung jumlah molar yang sama dari Al 2(SO4)3 dan
K2SO4 mengkristal sebagai kalium aluminium sulfat (KAl(SO4)2.12H2O). garam ini yang
dikenal dengan patas alum atau tawas, termasuk dalam golongan, termasuk dalam
golongan senyawa dengan nama alum atau tawas. Alum mempunyai mempunyai rumus
M(I) M(III) (SO4)2.12H2O dimana M(I) dapat berupa kation apa saja kecuali Li + dan
M(III) adalah kation bermuatan positif tiga (Al3+, Ti3+, V3+, Cr3+, Mn3+, Fe3+, Co3+, Ga3+,
In3+, Re3+, Ir3+). Alum mengandung ion [M(H2O)6]+, [M(H2O)6]3+ dan SO42- dengan
nisbah 1 : 1 : 2 alum yang umum mempunyai M(I) = K + atau NH4+ dan M(III) = Al3+. Li+
tidak membentuk alum karena ion ini terlalu kuat untuk memenuhi syarat sebuah kristal.
Alum mempunyai kegunaan yang sama dengan garam pembentuknya. Satu
keguanan penting dari patas alum adalah sebagai zat pewarna. Alum atau tawas
(AlK(SO4)2) dapoat dibuat dengan mereaksikan senyawa aluminium sulfat (Al2(SO4)3)
dengan kalium sulfat (K2SO4). Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
K2SO4 +Al2(SO4)3 2KAl(SO4)2
(Puput, 2008).
Kalium Aluminum sulfat (tawas) mempunyai manfaat yang sangat penting antara
lain adalah sebagai pewarna tekstil. Tekstil yang diwarnai, dicelupkan dalam larutan
tawas dan dipanaskan dengan uap air, Hidrolisis dari Al(H2O)63+ mengendapkan
Al(OH)3 ke atas serat tekstil dan kemudian zat warna diserap oleh Al(OH)3. Selain itu,
tawas digunakan sebagai bahan penjernih air dan pengolahan air minum di PDAM dan
air buangan industri sebagai koagulan (Agustinus, 2010).
Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul air dan
dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal

dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. Alum kalium


merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak
berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan
aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium tersebut
bersifat asam. Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kristalin alum kalium
dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang terdehidrasi
terlarut dalam air. Alum kalium memiliki titik leleh 900C (Yuniarti, 2010)
Aluminium, Al merupakan anggota golongan IIIA berada dialam sebadai
aluminosilikat dikerak bumi dan lebih melimpah daripada besi. Mineral aluminium yang
paling penting dalam metalrugi adalah bauksit AlOx(OH)3-2x (0<x<1). Walaupun Al
adalah logam mulia yang mahal diabad ke-19 harganya jatuh bebas setelah dapat
diproduksi dengan jumlah besar elektrolisis alumina, Al2O3 yang telah dilelehkan dalam
krolit Na3AlF6. namun karena produksinya memerlukan sejumlah besar energi listrik,
metalurgi aluminium hanya di Negara dengan harga energi listrik yang rendah. Sifat
aluminium dikenal dengan baik dan aluminium banyak digunakan dalam keseharian,
misalnya untuk koin, panic dan kusein. Logam aluminium digunakan dengan kemurnian
lebih dari 99% dan logam atau paduannya (missal : duralium) banyak digunakan (Saito,
1996)
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
Neraca analitik
Hot plate

Gelas kimia
Pipet volume 10 mL
Batang pengaduk
Filler
Corong
Botol semprot
Pipet tetes
Gegep
Kertas saring
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
Potongan aluminium
KOH
H2SO4 6M
Indikator metal merah
Akuades
Es batu

D. Prosedur Kerja
1 gr aluminium foil
- dimasukkan dalam gelas kimia
- ditambahkan larutan KOH 50%
- dipanaskan, hingga reaksi selesai
- didinginkan pada suhu kamar
- disaring (jika masih terdapat residu
- dicuci dengan 20 ml air

Filtrat

Residu
- ditambahkan beberapa tetes indikator merah
metil
- ditambahkan 25 mL H2SO4 6 M
- dipanaskan (hingga) semua Al (OH)3 larut
- dibiarkan dingin sejenak
- didinginkan dalam gelas kimia yang berisi es
batu selama 20-30 menit sampai terbentuk
kristal
- diaduk sesekali
- larutan diuapkan hingga volumenya dari
volume awal
- didimginkan
- disaring

Filtrat
- dicuci dengan 20 ml etil alkohol
- dikering di oven
- ditimbang
- dihitung % hasil tawas
Rendamen = 85,81 %

Kristal

E. Data Pengamatan
1. Perhitungan
Dik : Berat kertas saring kosong = 1,07 g
Berat kertas saring + kristal = 16,12 g
Berat kristal

= 15,05 g

Dit : % rendamen ?
Penyel :
1g

Mol Al

= 27 g / mol 0,037 mol

KOH 50%

Massa KOH
x 100%
100 %

Massa KOH

KOH 50% x 100%


50 gr
100%

Mol KOH

= 56 g / mol 0,8929 mol

50 g

Reaksi :
2 Al + 2 KOH + 6 H20

2 KAl(OH)4 + 3 H2

M:

0,037

0,8929

T:

0,037

0,0185

0,037

0,055

S:

0,8744

0,037

0,055

Karena pereaksi pembatas adalah Al, maka


Mol Al = 0,037 mol , mol KAl(OH)4 = KAl(SO4)2
Mol KAl(SO4)2
Berat teori

= 0,037 mol
= mol KAl(SO4)3 x Mr KAl(SO4)2
= 0,037 mol x 474 g/mol
= 17,538 g

% Rendamen

berat praktek
x100%
berat teori
15,05 g

= 17,538 g x100%
= 85,81 %
2. Reaksi
2Al + 2KOH + 3H2O 2KAl(OH)4 + 3H2
2KAl(OH)4 + H2SO4 2Al(OH)3 + K2SO4 + 3H2O
2Al(OH)3 + 3H2SO4 Al(SO4)3 + 6H2O
K2SO4 + Al(SO4)3
2KAl(SO4)2. 12H2O

F. Pembahasan
Aluminium, Al merupakan anggota golongan IIIA berada dialam
sebadai aluminosilikat dikerak bumi dan lebih melimpah daripada besi.
Mineral aluminium yang paling penting dalam metalrugi adalah bauksit
AlOx(OH)3-2x (0<x<1). Walaupun Al adalah logam mulia yang mahal
diabad ke-19 harganya jatuh bebas setelah dapat diproduksi dengan
jumlah besar elektrolisis alumina, Al 2O3 yang telah dilelehkan dalam krolit
Na3AlF6. Namun karena produksinya memerlukan sejumlah besar energi
listrik, metalurgi aluminium hanya di Negara dengan harga energi listrik
yang rendah. Sifat aluminium dikenal dengan baik dan aluminium banyak
digunakan dalam keseharian, misalnya untuk koin, panic dan kusein.
Logam aluminium digunakan dengan kemurnian lebih dari 99% dan
logam atau paduannya (missal : duralium) banyak digunakan Logam ini

ini biasanya dialoikan dengan Cu atau Mg agar lebih Keras. Karena


logam ini memiliki titik lebur yang tinggi maka digunakan pada bahan
campuran pembuatan furnace.Salah stu senyawa aluminium yang
sering dipakai adalah tawas AlK(SO4)2.
Tawas merupakan alumunium sulfat yang dapat digunakan sebagai penjernih air
seperti sedimentasi (water treatment) karena tawas yang dilarutkan dalam air mampu
mengikat kotoran-kotoran dan mengendapkan kotoran dalam air sehingga menjadikan
air menjadi jernih. Tawas dikenal sebagai koagulan didalam pengolahan air limbah.
Sebagai koagulan tawas sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang

baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Selain digunakan sebagai penjernih air,
tawas juga dapat digunakan sebagai zat aditif untuk antiperspirant (deodorant).
Pada percobaan kali ini akan dilakukan proses pembuatan tawas dari potongan
aluminium foil. Logam aluminium yang digunakan tidak berasal dari kaleng bekas
karena kaleng bekas memerlukan proses terlebih dahulu sebelu digunakan sebagai
sumber logam aluminium. Kaleng bekas masih mengandung komponen-komponen lain
dan mungkin logam aluminium yang digunakan telah bercampur dengan logam lain
(dalam bentuk logam paduan) sehingga perlu dipisahkan terlebih dahulu sebelum
digunakan, oleh karena itu digunakan aluminium foil.
Aluminium foil yang telah dipotong-potong kecil-kecil kemudian dilarutkan ke
dalam gelas kimia yang berisi larutan KOH 50%. Dilarutkan dalam larutan KOH karena
aluminium lebih cepat bereaksi dengan larutan basa kuat yang kemudian akan
membentuk garam kalium aluminat. Pada saat aluminium direaksikan dengan larutan
KOH akan terbentuk gas, hal tersebut menandakan terjadinya pelepasan H 2 ke udara.
Persamaan reaksinya adalah :
2Al + 2KOH + 3H2O 2KAl(OH)4 + 3H2
Larutan disaring untuk menghilangkan pengotor yang terdapat dalam larutan
kemudian residunya ditambahkan beberapa tetes indikator metil merah. Hal ini bertujuan
hanya untuk memberikan warna pada larutan. Di samping itu indikator metil merah juga
dapat menunjukkan larutan tersebut bersifat asam atau basa karena cirri khas indikator
metil merah ini berwarna kuning pada keadaan larutan basa dan berwarna merah pada
keadaan larutan asam.
Penambahan larutan H2SO4 6 M sedikit demi sedikit sampai larutan berubah
menjadi merah, penambahan H2SO4 juga akan menyebabkan Al(OH)3 membentuk
endapan putih. Fungsi H2SO4 disini akan melarutkan Al(OH)3 dengan reaksi berikut :

2 KAl(OH)4 + H2SO4

2 Al (OH)3 + K2SO4 + 2 H2O

Kemudian larutan dipanaskan sambil diaduk perlahan-lahan sampai semua Al (OH) 3


larut. Pada saat dipanaskan Al (OH)3 akan bereaksi dengan H2SO4 sehingga terbentuk
larutan aluminium sulfat.
Aluminium sulfat akan bereaksi lagi dengan K2SO4, dimana akan terbentuk tawas
kalium aluminium sulfat (KAl (SO4)3.12H2O). Tawas kalium aluminium sulfat ini dapat
terbentuk pada suhu yang rendah sehingga setelah proses pemanasan untuk
menghilangkan endapan Al (OH)3 larutan kemudian didinginkan dengan menggunakan
es batu agar larutan tersebut berbentuk padatan atau kristal yang berbentuk octahedron.
Tawas yang terbentuk dipisahkan melalui penyaringan. Tawas yang diperoleh kemudian
dicuci dengan etil alkohol untuk menghilangkan zat-zat pengotor yang mungkin
terbentuk selama proses pembuatan tawas tersebut. Berat kristal tawas yang diperoleh
sebesar 15,05 g dan persen rendamen sebesar 85,81%.
F. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan, hasil percobaan dan pembahasan yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat yang dapat dibuat
dengan mereaksikan aluminium dengan kalium hidroksida (KOH) dalam keadaan
asam dengan menambahkan H2SO4 dengan konsentrasi tinggi akan terbentuk tawas
kalium aluminium sulfat (KAl (SO4)3 12H2O).

DAFTAR PUSTAKA
Agustinus, N., 2010. Pembuatan Kalium Aluminium Sulfat (Tawas) dari Limbah
Aluminium Foil. http://matekim.blogspot.com
Puput, 2008. Pembuatan Aluminium Kalium Sulfat Hidrat (KAl(SO4)2.12H2O).
http://aboutchemistry21.blogspot.com
Saito, Taro. 1996. Kimia Anorganik. Tokyo: Iwanami publisher.

Yuniarti, Y., 2010. Tawas. http://yeniyuniarti.blogspot.com


Zulkhaidir, 2010. Pembuatan Tawas. http://zulkhaidir.wordpress.com

Pembuatan Aluminium Kalium Sulfat Hidrat


(KAl(SO4)2.12H2O)
Posted by PUPUT at 2:32 PM
Sejumlah garam aluminium seperti golongan IIA, mengkristal dalam larutannya
sebagai hidrat. Sebagian dari hidrat ini amat larut dalam air dan bersifat delikuesen,
misalnya AlX3.6H2O, Al(NO3)3.9H2O. selanjutnya segi-segi kimia tertentu dari
senyawa aluminium dalam air diturunkan dari sifat ion aluminium trihidrat
[Al(H2O)6]3+.
Senyawa-senyawa aluminium, bentuk alami dari kebanyakan senyawa aluminium
diturunkan dari oksida (Al2O3) dan bermacam-macam oksida terhidrat. Misalnya
Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O. senyawa oksida jka direaksikan denganasam sulfat
menghasilkan aluminium sulfat pekat panas.
Al2O3 + H2O4 Al2(SO4)3 + 3H2O
Senyawa ini mengkristal dari larutan sebagai Al2(SO4)3.18H2O.

my bLog

Sabtu, 23 Januari 2010


TAWAS
TEORI
Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul air dan dua
jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal
dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. Alum
kalium merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa
yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium
sulfat dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium
tersebut bersifat asam. Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kristalin alum
kalium dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang
terdehidrasi terlarut dalam air. Alum kalium memiliki titik leleh 900C.
Tipe lain dari alum adalah aluminium sulfat yang mencakupi alum natrium, alum
amonium, dan alum perak. Alum digunakan untuk pembuatan bahan tekstil yang tahan
api, obat, dan sebagainya (http://encarta.com).
Aluminium sulfat padat dengan nama lain: alum, alum padat, aluminium alum, cake
alum, atau aluminium salt adalah produk buatan berbentuk bubuk, butiran, atau
bongkahan, dengan rumus kimia Al2(SO4)3. xH2O.

Kekeruhan dalam air dapat dihilangkan melalui penambahan sejenis bahan kimia yang
disebut koagulan. Pada umumnya bahan seperti Aluminium sulfat [Al2(SO4)3.18H2O]
atau sering disebut alum atau tawas, fero sulfat, Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan
poli elektrolit organik dapat digunakan sebagai koagulan. Untuk menentukan dosis yang
optimal, koagulan yang sesuai dan pH yang akan digunakan dalam proses penjernihan
air, secara sederhana dapat dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakan tes yang
sederhana (Alearts & Santika, 1984).

Pembuatan Tawas
Oleh zulkhaidir pada Ilmu Kimia. Tinggalkan sebuah Komentar
Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+ (SO4)2.12H2O.
M+ merupakan kation univalen, umumnya Na+, Fe+, Cr+, Ti3+ atau Co3+, tawas biasa
dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat dodekahidrat.
Beberapa contoh tawas, cara membuat dan kegunaannya:
1. Natrium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas natrium) dengan formula NaAl(SO4)2.
12h2O digunakan sebagai serbuk pengembang roti.
2. Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2.
12H2O digunakan dalam pemurnian air, pengolahan limbah, dan bahan pemadam api.
Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. Logam aluminium
bereaksi secara cepat dengan KOH panas menghasilkan larutan garam kalium aluminat.
2Al(s) + 2K+(aq) + 2OH-(aq) + 6H2O(l) > 2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g)

Sabtu, 01 Mei 2010


Pembuatan Tawas
Pembuatan Kalium Aluminium Sulfat (Tawas) dari Limbah Aluminium Foil
(Agustinus Ngatin)
I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kalium Aluminum sulfat (tawas) mempunyai manfaat yang sangat penting antara lain
adalah sebagai pewarna tekstil. Tekstil yang diwarnai, dicelupkan dalam larutan tawas
dan dipanaskan dengan uap air, Hidrolisis dari Al(H2O)63+ mengendapkan Al(OH)3 ke
atas serat tekstil dan kemudian zat warna diserap oleh Al(OH)3. Selain itu, tawas

digunakan sebagai bahan penjernih air dan pengolahan air minum di PDAM dan air
buangan industri sebagai koagulan. Berdasarkan manfaat inilah, tawas dapat diproduksi
secara besar-besar dari garam aluminium maupun logam aluminium sebagai bahan baku.
Logam aluminium sebagai bahan baku dapat diperoleh dari limbah aluminium foil yang
banyak dibuang sebagai limbah padat. Banyaknya limbah aluminium diakibatkan
manfaat aluminium foil yang banyak digunkan sebagai bungkus makanan, seperti pitza,
kue, tutup makanan siap saji di pesawat dan lainnya. Secara komersial, tawas dibuat dari
aluminium hidroksida karena lebih ekonomis, tetapi pada percobaan ini, pembuatan
tawas dilakukan dari limbah Al yang berserakan dan memberikan wawasan kepada
mahasiswa untuk memanfaatkan limbah