Anda di halaman 1dari 24

PETIR

Pengaman Peralatan dan Manusia

PETIR
Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan
listrik antara awan dengan bumi. Loncatan muatan listrik
tersebut diawali dengan mengumpulnya uap air di dalam awan .
Petir merupakan kejadian alam yang selalu melepaskan muatan
listriknya ke bumi tanpa dapat dikendalikan dan menyebabkan
kerugian harta benda dan manusia. Tak ada yang dapat
mengubah situasi ini.

Jenis Petir
Jenis petir berlembar (sheet)
Jenis petir berlembar adalah muatan melompat dari
satu bagian awan ke bagian lain.
Jenis petir bercabang
Jenis petir bercabang terbentuk
melompat dari awan ke bumi

ketika

muatan

Beberapa prosedur yang perlu diperhatikan manakala


terjadi hujan deras yang potensi menimbulkan petir/kilat

Hindari tempat terbuka , basah atau perairan


Hindari berteduh di bawah pohon yang tinggi, karena
petir menyambar benda yang paling tinggi
Hindari berdekatan dengan trafo gardu listrik
Bila berada di tempat terbuka, berjalan menunduk
agar tidak menjadi yang paling tinggi di area tersebut

Beberapa factor yang perlu dipertimbangkan


dalam merencanakan dan memasang penangkal
petir
Keamanan secara teknis
Penampang hantaran-hantaran pembumian
Ketahanan mekanis
Ketahanan terhadap korosi
Bentuk dan ukuran bangunan yang dilindungi
Factor ekonomis

Cara Melindungi Bangunan

Kriteria umum penangkal petir


Jaringan "Air Termination" >>> untuk menerima
sambaran petir
Penghantar / down conductors >>> Petir yang
ditarik kemudian disalurkan ke dalam tanah.
Jaringan pembumian/earthing system >>>
Untuk grounding terminal, dapat berupa batang
tembaga, lempeng tembaga
Bonding - untuk mengindari "side flashing >>>
korosi terjadi pada semua komponen, sistim
penangkal petir tidak lagi menghantar dengan
sempurna

Mengapa dibuat runcing ??


Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat
mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang
runcing. Dengan demikian dapat memperlancar
proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada
di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian
puncak suatu bangunan.

Instalasi Penangkal Petir


Alat penerima dari logam (spit)
Kawat penyalur dari tembaga
Kabel konduktor terbuat dari jalinankawat tembaga. Diameter jalinankabel
konduktor sekitar 1cmhingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi
meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ketanah. Kabel
konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.
Pen-tanah-an (grouding) kawat penyalur sampai dengan pada bagian tanah
basah
Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari
kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di
tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapisbaja,
dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Cara Kerja

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka
muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian
segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang
penangkal petir.

Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik
menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung
penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan
menghasilkan aliran listrik.

Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan
demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir
dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan
bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke
jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di


dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge
arrestor).

Sistem Penangkal Petir


Franklin (melindungi dengan sudut 112o)
Terdiri dari komponen komponen :
1. Alat penerima logam tembaga ( logam bulat panjang
runcing ) / spit
2. Kawat penyalur tembaga
3. Pentanahan / ground sampai dengan bagian tanah
basah

Sistem Pengaman atau penangkal Petir telah dimulai sejak


BENJAMIN FRANKLIN pada tahun 1752 menemukan teknik
penangkal
petir
menggunakan
interseptor
yang
dihubungkan ke tanah melalui konduktor berkembang
sampai sistem yang pasif (konvensional) maupun aktif.

Franklin

Sangkar Burung Faraday


Terdiri dari komponen komponen :
1. Alat penerima logam tembaga (logam bulat panjang
runcing ) / spit
2. Kawat penyalur tembaga
3. Pentanahan / ground sampai dengan bagian tanah
basah

Sangkar Burung Faraday

3. Radioaktif
Terdiri dari :
Electrode
Udara disekeliling electrode akan
diionisasi akibat pancaran partikel
alpa dari isotop . Electrode akan
terus menerus menciptakan arus
ion (Min 108 ion/det)
b. Coaxial cabel
Untuk menghindari kerusakan akibat
muatan listrik yang besar akibat
petir, maka Coaxial cabel diberi
isolasi sehingga benda-benda
disekitarnya aman.
Pentanahan
Perlu test geografis dari pentanahan.
Tahanan bumi max yang terbaik = 5
ohm

Arrester

Arrester petir atau disingkat arrester adalah suatu alat pelindung bagi
peralatan system tenaga listrik terhadap surya petir. Alat pelindung
terhadap gangguan surya ini berfungsi melindungi peralatan system
tenaga listrik dengan cara membatasi surja tegangan lebih yang datang
dan mengalirkannya ke tanah.

Berhubung dengan fungsinya itu ia harus dapat menahan tegangan


system 50 Hz untuk waktu yang terbatas dan harus dapat melewatkan
surja arus ke tanah tanpa mengalami kerusakan. Ia berlaku sebagai
jalan pintas sekitar isolasi. Arrester membentuk jalan yang mudah untuk
dilalui oleh kilat atau petir, sehingga tidak timbul tegangan lebih yang
tinggi pada peralatan.

Ruang Lingkup Arrester


Berdasarkan Level Tegangan
Peralatan yang dilindungi

Withstand

Voltage

Mengacu pada IEC 60071-1:


a. Range I (1kV 245kV)
b. Range II (di atas 245 kV)
Klasifikasi ini didasarkan pada perbedaan karakteristik
surja, dimana pada Range II surja akibat proses switching
lebih membahayakan peralatan daripada surja lightning.
Oleh karena proses switching memiliki steepness yang
lebih lambat, makadiperlukan pula arrester dengan
karakteristik komponen non linear yang berbeda.

ANSI/ IEEE C62.1 dan C62.11


membedakan lightning arrester ke dalam 4 kelas:
a. Station Class
b. Intermediate Class
c. Distribusi Class
d. Secondary Class

Berdasarkan Letak Pemasangan

Arrester GIS (Gas InsulatedSubstasion)

Arrester Saluran Transmisi

Dipasang baik parallel dengan insulator pada


tower (umumnya diserikan dengan spark gap)
atau
dipasang
pada
konduktor
sebagai
pengganti
damper
dilengkapi
dengan
disconnector Switch. Untuk tipe gap, stress
akibat
tegangan
power
frekuensi
tidak
mempengaruhi kondisi arrester, namun sulit
untuk memonitor kondisi arrester karena tidak
dilengkapi
dengan
counter,
yang
dapat
dilaksanakan adalah monitoring kondisi tanduk
api untuk menentukan apakah telah terjadi
proses discharge.
Sementara untuk arrester tanpa gap, dipasang
pada konduktor terhubung ke ground, dilengkapi
dengan disconnector switch (yang akan bekerja
bila telah terjadi arus di atas nilai nominalnya),
arrester line jenis ini juga dilengkapi dengan
counter
sehingga
memudahkan
proses
monitoring.

Arrester Gardu Induk


Merupakan Arrester kebanyakan yang terpasang di Gardu Induk,
menurut material penyusun housing, material Gardu Induk dibedakan
menjadi:

insulator porselen

insulator polimer