Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

PERDARAHAN SALURAN CERNA

M.Agsar Andriawan
1102011150
pembimbing :
Dr. Herry S Yudhautama SP.B Mhkes FINACS ICS

ANATOMI

DEFINISI

perdarahan yang terjadi di sebelah proksimal ligamentum Treitz pada


duodenum distal.

Klasifikasi Perdarahan Saluran Cerna

Berdasarkan lokasi: ligamentum Treitz


Proksimal PSC Atas , Distal PSC Bawah

Manifestasi Klinis
Aspek

Saluran Cerna Atas

Saluran Cerna
Bawah

Keluhan

Hematemesis dan /atau

Hematokezia

Melena
Aspirasi Nasogastrik
Auskultasi Usus
Rasio BUN/Kreatinin

Terdapat perdarahan

Jernih

Hiperaktif

Normal

Meningkat >35

<35

ETIOLOGI

Duodenal ulcer (20 30 %)

Gastric atau duodenal erosions (20 30 %)

Varices (15 20 %)

Gastric ulcer (10 20 %)

Mallory Weiss tear (5 10 %)

Erosive esophagitis (5 10 %)

Angioma (5 10 %)

Arteriovenous malformation (< 5 %)

Gastrointestinal stromal tumors

ULCUS PEPTIKUM

Duodenal Ulcer

Varices

Esophagitis

GI Malignancy

Esophageal Tumor

GI Malignancy

Gastric Carcinoma

Angiodysplasia

DIAGNOSIS
anamnesis : riwayat penyakit hati kronis, riwayat dispepsia,
riwayat mengkonsumsi NSAID, obat rematik, alkohol, jamujamuan, obat untuk penyakit jantung, obat stroke, riwayat sering
muntah.
pemeriksaan fisik : stigmata penyakit hati kronis
utamakan adalah penanganan A-BC ( Airway Breathing
Circulation ) terlebih dahulu.

Pemeriksaan penunjang :
Lab : Darah lengkap
faal hemostasis,

faal hati,

faal ginjal,

gula darah,

elektrolit

R dada
endoskopi merupakan gold standard

Lokasi dan sumber perdarahan :

- Esofagus : Varises,erosi,ulkus,tumor

- Gaster
:Erosi,ulkus,tumor,polip,angiodisplasia,Dilafeuy,varises,gastropati
kongestif

- Duodenum : Ulkus,erosi,tumor,divertikulitis

Penatalaksaaan

A-B-C

Oksigen sungkup/kanula. Bila ada gangguan A-B perlu dipasang ETT

Mencatat intake dan output, harus dipasang kateter urine

Memonitor Tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan keadaan lainnya


sesuai dengan komorbid yang ada.

Pemasangan nasogastric tube

dilakukan untuk setiap perdarahan saluran cerna. Hal ini untuk diagnostik dan
pemantauan perdarahan dan mengurangi kemungkinan aspirasi.

medikamentosa
Pemberian Vasopresin (Pitresin)
menurunkan tekanan vena porta diberikan 0,5-1 mg/menit/iv selama 20-60 menit,
dapat diulang tiap 3-6 jam.

PPI (Proton Pump Inhibitor)

Obat-obat golongan ini lebih efektif dalam menghentikan perdarahan tukak peptik
dibanding dengan anti sekresi asam lain (H2 receptor-blocker).

Antasida, sukralfat, mukoprotektor.

Antasida diberikan untuk menetralisir asam yang sudah disekresi.


sucralfat sebagai mukoprotektor

Somatostatin dan analognya ( octriotide)

untuk menurunkan aliran darah splanchenic

endoskopi

dilakukan untuk mendeteksi penyebab perdarahan, memperkirakan


prognosis, terapi hemostasis

Untuk tukak peptik dengan pembuluh darah yang tampak (visible


vessel) pemakaian clips dapat menghentikan perdarahan sampai 100%.

Terapi hemostasis dengan endoskopi dikatakan dapat mengurangi


perdarahan ulang, menurunkan tindakan pembedahan, mengurangi
mortalitas

Pembedahan

Tindakan bedah dilakukan pada dasarnya bila segala upaya terapi medik,
endoskopik dan radiologi gagal.

Indikasi intervensi bedah pada tukak peptik :

Perdarahan hebat yang tidak bisa diatasi dengan resusitasi.


Pengobatan medikamentosa, endoskopi hemostasis maupun radiologi
intervensi gagal menghentikan perdarahan/perdarahan berulang.
Perforasi, obstruksi, atau keganasan.
Perdarahan yang berkepanjangan (prolong bleeding) dengan kehilangan
darah 50% volume darah
Perdarahan berulang kali tukak peptik

Perdarahan saluran cerna bagian


bawah

Definisi

Perdarahan saluran cerna bawah didefinisikan sebagai perdarahan yang


berasal dari organ traktus gastrointestinalis yang terletak distal dari
Ligamentum Treitz

Etiologi

divertikel kolon

angiodisplasia

kolitis iskemik

hemoroid

neoplasia kolon

Divertikulosis

Perdarahan dari divertikulum biasanya tidak nyeri

Tinja biasanya berwarna merah marun, kadang-kadang bisa juga


menjadi merah.

kebanyakan ditemukan di kolon sigmoid, namun perdarahan divertikel


biasanya terletak di sebelah kanan. Umumnya terhenti secara spontan
dan tidak berulang

tidak ada pengobatan khusus yang dibutuhkan oleh para pasien.

Angiodisplasia

Angiodisplasia merupakan penyebab 10-40% perdarahan saluran cerna


bagian bawah.

Angiodisplasia kolon biasanya multipel, ukuran kecil kurang dari


diameter <5mm dan biasa terlokalisir di daerah caecum dan kolon
sebelah kanan. Sebagaimana halnya dengan vaskular ektasia di saluran
cerna, jejas di kolon umumnya berhubungan dengan usia lanjut,
insufisiensi ginjal, dan riwayat radiasi.

Kolitis Iskemia

merupakan bentuk yang paling umum dari cedera iskemik pada sistem
pencernaan, sering melibatkan daerah batas air (watershed ), termasuk
fleksura lienalis dan rectosigmoid junction.

Umunya pasien kolitis iskemia berusia tua

kadang-kadang dipengaruhi juga oleh sepsis, perdarahan akibat lain,


dan dehidrasi.

Iskemia menyebabkan peluruhan mukosa dan peluruhan ketebalan


parsial dinding kolon, edema, dan pendarahan.

sakit perut dan diare berdarah adalah manifestasi klinis yang utama.

Penyakit perianal

contohnya: hemoroid dan fisura ani

menimbulkan perdarahan dengan warna merah segar tetapi tidak


bercampur dengan faeces.

Polip dan karsinoma kadang-kadang menimbulkan perdarahan yang


mirip dengan yang disebabkan oleh hemoroid.

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Penyebab infeksi meliputi Escherichia coli, tifus, sitomegalovirus, dan


Clostridium difficile.

Cedera radiasi paling umum terjadi pada rectum setelah radioterapi


panggul untuk prostat atau keganasan ginekologibiasanya terjadi 1-4
tahun setelah pengobatan radiasi

Neoplasia Kolon.

Tumor kolon yang jinak maupun ganas yang biasanya terdapat pada
pasien usia lanjut

biasanya berhubungan dengan ditemukannya perdarahan berulang atau


darah samar.

Kelainan neoplasma di usus halus relatif jarang namun meningkat pada


pasien IBD seperti Crohns Disease atau celiac sprue.

Diagnosis

Anamnesis : riwayat NSAID, nyeri perut , diare , demam, riwayat operasi

pemeriksaan fisik : Nyeri abdomen atau diare merupakan petunjuk kepada


kolitis atau neoplasma. Keganasan kadang ditandai dengan penurunan berat
badan, anoreksia, limfadenopati atau massa yang teraba.

.Perdarahan Saluran Cerna Bawah pada pasien yang berusia kurang dari 30
tahun biasanya berhubungan dengan polip usus dan Meckel diverticulum.

Pemeriksaan rectum diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan pada


anorectal, yaitu tumor, ulser, atau polip.

Setelah keadaan pasien stabil baru akan dilakukan uji diagnostic yaitu
colonoscopy

Pembedahan

Dilakukan jika sumber perdarahan tidak diketahui dengan studi


diagnostic perioperatif dan intraoperatif.

Jika lokasi sumber perdarahan tidak dapat didiagnosis dengan


endoscopy intraoperatif dan dengan pemeriksaan, dan jika terdapat
bukti perdarahan berasal dari kolon, subtotal colectomy dilakukan
dengan anastomosis iloerectal

Hemicolectomy

Lebih baik dilakukan daripada blind subtotal abdominal colectomy,


apabila bertujuan untuk mengetahui lokasi sumber perdarahan.

Penatalaksaan

Resusitasi

NGT

MEDIKAMENTOSA :

Hemoroid : bulk-forming agent, sitz baths, dan menghindari mengedan

Angiodisplasia : Kombinasi estrogen dan progesteron dapat mengurangi


perdarahan

IBD : obat-obatan anti inflamasi

PROGNOSIS

Identifikasi letak pendarahan adalah langkah awal yang paling penting


dalam pengobatan.

10-20% dari pasien dengan perdarahan saluran cerna bagian bawah


tidak dapat dibuktikan sumber pendarahannya.