Anda di halaman 1dari 8

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Bab

2
METODOLOGI

2.1. PEMETAAN SOSIAL (SOCIAL MAPPING)


2.1.1

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksankan didaerah Pesisir Danau tempe yang

berada wilayah administrasi ditiga Kabupaten yaitu Kabupaten Wajo,


Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Watangsoppeng, serta daerah jalur
rencana irigasi pompa Impa-impa Bulu Cepo dan daerah berdampak
akibat adanya bendung gerak Danau Tempe.
2.1.2

Populasi dan Teknik Sampling


Dalam

rangka

mengetahui

kondisi

umum

di

lokasi

kajian,

mengingat lokasi kajian adalah skala desa/kelurahan, maka data dasar


yang digunakan adalah Data Profil Desa / Kelurahan daerah kajian.
Adapun data dasar pendukung (data sekunder) adalah sebagai berikut :
1. Wajo dalam Angka,Soppeng dalam Angka dan Sidenreng Rappang
dalam Angka.
2. Profil Desa/Kelurahan yang bersentuhan langsung dengan Danau
Tempe
3. Peta Dasar dan Citra Satelit (Citra Landsat 8 akuisisi terbaru Tahun
2015 dan Citra Landsat 7 dan 8 aquisisi dibawah tahun 2015)
4. Citra Google Earth (Croppan Citra resolusi tinggi)
5. Data Potensi Perikanan Danau Tempe Kabupaten Wajo;
6. Data Penggunaan Lahan Sempadan Danau Tempe.
Populasi dari obyek kajian sangat besar, sehingga tidak efisien kalau
melakukan pencacahan terhadap semua anggota populasi. Atas dasar
Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -1

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

pertimbangan efisien waktu, dana dan tenaga, maka penelitian dilakukan


terhadap

sebagian

dari

populasi

yang

disebut

contoh

(sampel).

Karakteristik dari contoh harus dapat mewakili populasi, sehingga


kesimpulan yang ditarik dari hasil kajian dapat mewakili kesimpulan
untuk populasi tersebut. Jumlah contoh (respondent) dalam penelitian
ditentukan oleh banyak faktor antara lain: tingkat homogenitas dari
populasi, tingkat penyimpangan yang ditolerir (accepted error), tingkat
keyakinan (convidence level), serta biaya dan waktu yang tersedia untuk
kajian.
Pengambilan contoh didasarkan berdasarkan stratifikasi (stratified
sampling) dilakukan dengan terlebih dahulu membagi populasi dalam
beberapa golongan atau stratum berdasarkan satu atau beberapa sifat
populasi yang menjadi perhatian peneliti. Kemudian cara acak atau
sistematis dapat dipakai untuk memilih contoh di setiap golongan. Cara
stratifikasi

lebih

efisien

daripada

cara

acak

sederhana

atau

cara

sistematis karena contoh yang terambil lebih mewakili populasi. Pada


prinsipnya, dasar yang digunakan untuk stratifikasi adalah sifat atau
variabel yang merupakan perhatian khusus di dalam analisis.
Untuk

memudahkan

pelaksanaan

pengumpulan

data,

para

pencacah data menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah


dipersiapkan secara baik. Tujuan membuat kuesioner adalah untuk
mengarahkan pertanyaan pada masalah-masalah yang menjadi perhatian
utama dalam kajian, sehingga data atau informasi yang diperoleh benarbenar relevan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Dalam
menyusun daftar pertanyaan, hal-hal penting yang harus diperhatikan
antara lain:

Pertanyaan yang diajukan harus didasarkan pada tujuan kajian

Susunan pertanyaan harus dikelompokkan secara sistematis untuk


memudahkan enumerator dan responden memahami pertanyaan yang
diajukan.

Pertanyaan harus menggunakan kata-kata yang sederhana, tegas,


jelas dan tidak mengandung arti ganda.

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -2

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Laporan Akhir

menghindari pertanyaan yang mengandung sugesti dan sensitif agar


tidak mengganggu proses wawancara.

Jenis pertanyaan yang digunakan sistem kombinasi (tertutup dan


terbuka) serta menggunakan semi terbuka.

2.1.3

Pengumpulan Data dan Informasi


Bagian terpenting dari penelitian sosial ekonomi dan lingkungan

adalah tahap pengumpulan data. Data sekunder sebagai pendukung


dikumpulkan dari instansi/lembaga terkait, sedangkan data primer
dikumpulkan langsung melalui wawancara dan observasi lapangan.
Obyek yang akan diwawancarai adalah adalah :
a. Nelayan / Petani
b. Jasa angkutan danau
c. Tokoh agama
d. Tokoh Pemuda
e. Pengusaha Bungka toddo, Cappeang, Pallawang dan pengusaha
pengumpul;
f. Para stakeholder lainnya yang terlibat dalam pemanfaatan dan
pengelolaan Danau Tempe.
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan
metode Survey dimana pengumpulan data yang dilakukan dari sebagian
populasi (sampling) yang dianggap mewakili keseluruhan ciri populasi
yang hendak diketahui (representatif).
Pengumpulan data juga akan digunakan dengan metode FGD,
dimana aspirasi dan persepsi masyarakat dikumpulkan dalam satu forum
diskusi dan akan dituangkan dalam matriks.
2.1.4

Teknik Pengamatan
Tenaga Ahli dan Surveyor melakukan pengamatan yang sistematik

terhadap subyek penelitian, dimana pengamatan dilakukan dengan teknik


sebagai berikut :
a. Teknik

Pengamatan

Langsung

Pengamatan

dilakukan

tanpa

menggunakan peralatan khusus, dimana para surveyor dan tenaga


Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -3

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Laporan Akhir

ahli mengamati dan mencatat segala sesuatu yang diperlukan pada


saat proses pengamatan dilakukan.
b. Teknik pengamatan Tidak Langsung : Pengamatan ini dilakukan
dengan bantuan peralatan khusus seperti Dron, kamera dan tape
recorder dan Citra Satelite Resolusi Tinggi.
c. Teknik Pengamatan Partisipasi : Pengamat melakukan kegiatan aktif
langsung dalam kegiatan kemasyarakatan sehingga dalam pengamat
dapat merasakan langsung objek yang akan diamati.
d. Teknik Pemetaan Pametaan Partisipatif : Pengamat melakukan dan
memaparkan peta wilayah / desa / kelurahan, dimana informasi objek
yang ada dipeta didapatkan langsung dari masyarakat serta informasi
dan harapan-harapan masyarakat.
2.1.5

Teknik Komunikasi
Mengingat daerah kajian adalah daerah suku Bugis, maka untuk

mengakrabkan dengan responden, maka bahasa yang digunakan adalah


sebahagian besar menggunakan bahasa bugis, sehingga sebahagian
besar tenaga surveyor dan tenaga ahli adalah tenaga yang mampu
berkomunikasi dengan bahasa bugis, sehingga informasi yang didapatkan
lebih mendalam. Teknik dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang
digunakan adalah teknik dengan mengambil filosofi langsung dari
masyarakat bugis yaitu Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge,
mengingat sebahagian besar masyarakat bugis masih memegang kultur
adat dan budaya tersebut.
2.1.6

Pengolahan dan Analisis Data


Data yang sudah dikumpulkan perlu segera diedit, dikelompokkan

berdasarkan lokasi, kategori responden, dan pengelompokan lainnya


untuk memudahkan penanganan. Data perlu ditabulasi dan disimpan
dalam file komputer yang standar agar mudah disajikan dalam bentuk
penyajian yang informatif, atau untuk dianalisis dengan menggunakan
model-model analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang
telah ditransfer ke data digital (komputer), langsung dimanfaatkan oleh

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -4

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Laporan Akhir

tenaga ahli untuk membuat laporan baik secara deskriptif informatif


maupun dalam bentuk yang analitis dengan menggunakan model-model
matematis dan statistik yang dibutuhkan.
Dalam analisis tersebut, penyusun tidak banyak menampilkan
teori-teori akan tetapi lebih banyakl berpolakan rekonstruksi lapangan,
dimana populasi yang dikaji lebih terarah/terfokus.
2.1.7

Interpretasi dan Pemaparan Hasil data


Data yang telah disajikan dalam bentuk tabel atau diagram

diinterpretasikan agar dapat memberikan informasi yang lebih berarti,


atau menjawab permasalahan yang sedang dikaji, Juga hasil analisis
dengan menggunakan model-model tertentu (menggunakan analisis
Statistik) akan diinterpretasikan untuk kemudian disimpulkan.
2.1.8

Pemodelan Hasil Data


Data yang telah disajikan dalam bentuk tabel atau diagram

diinterpretasikan agar dapat memberikan informasi yang lebih berarti,


atau menjawab permasalahan yang sedang dikaji, Juga hasil analisis
dengan

menggunakan

model-model

tertentu

(regresi,

linear

programming, dan sebagainya) akan diinterpretasikan untuk kemudian


disimpulkan. Hasil analisis yang didapatkan dituangkan dalam Sistem
Informasi Geografis (SIG) dalam bentuk format Shp.
2.1.9

Pelaporan Hasil Data


Bagian terakhir dari proses kajian adalah pelaporan dari hasil yang

diperoleh. Hasil kajian berupa laporan akhir dengan Dokumen Hasil


Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe, adapun hasil kajian
tersebut akan dituangkan dalam kesimpulan dari beberapa komponen
yang dikaji.

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -5

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

2.2.
2.2.1

PEMETAAN LINGKUNGAN DAN EKOSISTEM


Pengambilan Data
Citra satelit

merupakan

data

utama

yang

digunakan

untuk

mengetahui kondisi umum di lokasi kajian. Mengingat lokasi yang dikaji


adalah skala desa, maka data dasar yang digunakan adalah citra satelit
yang memiliki resolusi tinggi, atau menggunakan alat bantu Drone untuk
mengetahui
Observasi

gambaran
lapangan

ekosistem
dilakukan

wilayah
untuk

Danau

meengkapi

Tempe
data

saat

ini.

sekaligus

memvalidasi kondisi riil di lapangan.


2.2.2

Analisis Biofisik dan Penutupan Lahan

A. Observasi Lapangan
Kagiatan ini dilakukan untuk mengetahui profil umum vegetasi di
Danau Tempe dan sekitar Danau Tempe, untuk memperoleh profil
vegetasi yang mewakili wilayah kajian secara utuh, observasi dilakukan
pada semua tipe ekosistem yang ada di Danau Tempe. Hasil akhir dari
observasi ini berupa kondisi fisik ekosistem saat ini dan kondisi
penutupan lahan sesuai pola dan perilaku masyarakat yang bermukim di
Danau Tempe.
B. Observasi Substrat
Kegiatan ini mengacu pada pengamatan kondisi tanah di wilayah
kajian, terutama pada lokasi-lokasi di Sempadan Danau Tempe yang
memiliki potensi untuk kegiatan perlindungan dan rehabilitasi ekosistem
di daerah pesisir Danau Tempe. Parameter kunci yang digunakan dalam
observasi ini meliputi tekstur tanah (pasir, lumpur, lempung) dan
kandungan air tanah (basah, lembab, kering).
C. Observasi Hidrologi
Pengamatan ini menitikberatkan pada kondisi hidrologi di areal
wilayah kajian dimana areal yang memiliki potensi untuk perlindungan
Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi Ekosistem Danau dan lokasi-lokasi
yang merupakan wilayah pengembangan mata pencaharian masyarakat
Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -6

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Laporan Akhir

(misalnya areal pertanian). Beberapa informasi kunci dalam observasi ini


adalah: pola banjir (tertinggi, terendah, rata-rata), Kondisi Level Air
Danau Tempe dengan menyingronkan Data Level Bendung Gerak dengan
Level di Ukkurue, Kondisi Iklim yang mempengaruhi kondisi perairan,
serta kualitas air perairan.
D. Status Trofik Perairan
Pengamatan ini menitikberatkan pada kondisi kesuburan air dan
kualitas air di Perairan Danau Tempe, dan melihat perbandingan antara
kondisi status trofik sesuai pola musim dan suplai dari Daerah Aliran
Sungai (DAS), pengambilan air dilakukan di daerah muara-muara Danau
Tempe. Hasil dari uji laboratorium dari kualitas air yang didapatkan
kemudian disimpulkan status trofik Danau Tempe saat ini.
E. Status dan Kepemilikan Lahan
Kegiatan ini secara khusus mengidentifikasi kepemilikan lahan
serta peruntukannya pada saat ini, serta model pengelolaan daerah lahan
tepian danau (pada saat kekeringan muncul, dan pada saat banjir
tenggelam) yang masyarakat mengelompokkan daerah ini adalah Langga
1, Langga 2 dan Langga 3 dan seterusnya, serta daerah Cappeang dan
Pallawang.
F. Analisis Potensi Prospek
Data dan informasi yang telah dikumpulkan di lapangan dianalisa
lebih lanjut untuk menilai kesesuaian lahan untuk keperluan penyusunan
kebijakan pengelolaan Danau Tempe. Penilaian ini mutlak dilakukan
untuk menentukan lokasi mana yang sesuai dan lokasi mana yang tidak
sesuai untuk kegiatan revitalisasi Danau Tempe.
Tidak semua lokasi yang sesuai (suitable) selalu layak (feasible)
untuk pelaksanaan kegiatan revitalisasi. Untuk itu, lokasi yang suitable
harus di analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan beberapa hal
yang ada di lapangan antara lain: aksesibilitas, persepsi masyarakat
tentang revitalisasi, kemauan masyarakat dalam menerima program,
kapasitas teknis masyarakat, status lahan, peruntukan lahan kedepan,
dan kebijakan pemerintah daerah dan lain-lain. Penilaian kelayakan

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -7

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan


Danau Tempe T.A. 2015

Laporan Akhir

(feasibility) dilakukan dengan mengunakan analisis SWOT. Analisis SWOT


secara sederhana mengkategorikan berbagai informasi dan data kedalam
Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (peluang),
dan Threat (Ancaman). Apabila suatu lokasi memiliki banyak kekuatan
dan peluang, sementara hambatan dan ancamannya sedikit, maka lokasi
ini dinyatakan layak. Dan sebaliknya, bila terlalu banyak ancaman dan
hambatan, sementara kekuatan dan peluangnya sangat terbatas, maka
lokasi ini tidak feasible (walaupun secara biofisik lokasinya sesuai atau
suitable).

Laporan Akhir

Kajian Sosial Ekonomi dan Lingkungan Danau Tempe

Bab.2 -8