Anda di halaman 1dari 60

TERAPI HORMONAL PADA

KEBIDANAN DAN KANDUNGAN


OLEH
OLEH

dr. H. Sutarinda Z, Sp.OG (K)

DEFINISI

Terapi
Hormonal

Prosedur
penatalaksanaan
dengan menggunakan hormon
secara sintetik, baik estrogen
maupun progesteron

TUJUAN TERAPI HORMON

Menggantikan atau
mensubtitusi
kekurangan kadar
hormon pada wanita.

SEJARAH PENGGUNAAN TERAPI HORMONAL

1950-AN DAN 1960-AN

Penggunaan estrogen secara tunggal


telah
dilakukan
untuk
mengatasi
simptom
yang
disebabkan
oleh
menopause.

Pertengahan tahun
1970-an

Penggunaan
estrogen
tunggal
dapat
menyebabkan
risiko
kanker
endometrium
pada
wanita
postmenopause.
Penelitian menunjukkan bahwa
kombinasi
progesteron
dan
estrogen
mampu
melindungi
risiko kanker uterus

Terapi hormon direkomendasikan


tidak hanya dalam mengatasi
simptom
akibat
menopause,
namun juga pada pencegahan
osteoporosis,
penyakit
jantung
serta penyakit alzheimer.

BEBERAPA TERAPI HORMONAL

ESTROGEN

Estrogen
Sintetik

Hormon steroid seks dengan


18
atom
C
&
dibentuk
terutama dari 17-ketosteroid
androstenedion.
Jenis
yang
terpenting ialah estradiol (E2).
Dipergunakan
untuk
mengobati
jenis
kelainan
ginekologis maupun sebagai
subtitusi
hormonal
pada
wanita menopause.

Estrogen Sintetik

Etinilestradiol

Estrogen sintetik kuat


yg sulit dimetabolisme
di hati.
Me
kadar
renin
darah.

Mestranol

Diaktivasi dulu
menjadi
etinilestradiol di
hepar

Dapat menimbulkan
risiko hiperplasia
endometrium,
hipertensi, & emboli
paru

Pregnant Mares
(Premarin)

Estrogen
alamiah,
karena
metabolismenya
mirip
estrogen
endogen.
Estradiol
Estron
Estronsulfat
Estriol
Estradiolbenzoa
t
Estradiol
valerat

Etinilestradiol

Mestranol

Pregnant Mares
(Premarin)

Estrogen Sintetik yang tidak


Memiliki Sifat Steroid

Agonis Estrogen

Stilbestro
l
Dienestro
l

Jarang
digunakan
dalam terapi.

Antagonis Estrogen

Klomifen
Sitrat
Siklofenil

Indikasi
Ovulasi

Klomifen
Sitrat

Pada pemberiannya, dijumpai


peningkatan FSH & LH.
Hanya dapat memicu ovulasi
jika fungsi poros hipothalamushipofisis-ovarium
baik
dan
kadar estrogen yang tersedia
cukup.

Siklofenil

Memicu sintesis serta sekresi


FSH dan LH.

Pengaruh Metabolisme
Estrogen
Memblok
Memblok resopsi
resopsi tulang
tulang dan
dan meningkatkan
meningkatkan pembentukan
pembentukan
tulang
tulang
Meningkatkan
Meningkatkan kadar
kadar enzim
enzim hydroxylase
hydroxylase
vitamin
vitamin D
D menjadi
menjadi 1,25-dihydroxyvitamin
1,25-dihydroxyvitamin

yang
yang
D3
D3 di
di

mengubah
mengubah
ginjal.
ginjal.

Menaikkan
Menaikkan kadar
kadar trigliserida
trigliserida dan
dan menurunkan
menurunkan kadar
kadar
jumlah
jumlah kolestrol
kolestrol total.
total.
Meningkatkan
Meningkatkan kada
kada HDL
HDL dan
dan menurunkan
menurunkan jumlah
jumlah LDL
LDL
Menurunkan
Menurunkan kadar
kadar gula
gula puasa
puasa dan
dan insulin
insulin
Menurunkan
Menurunkan kadar
kadar cortisol-binding
cortisol-binding globulin
globulin (CBG
(CBG atau
atau
transcortin),
transcortin), thyroxine-binding
thyroxine-binding globulin
globulin (TBG),
(TBG), dan
dan sex
sex
steroid-binding
steroid-binding globulin
globulin (SSBG)
(SSBG) yang
yang mengikat
mengikat androgen
androgen
dan
dan estrogen
estrogen di
di dalam
dalam plasma.
plasma.

Pengaruh Fisiologis Estrogen

Metabolisme Hepar

Pembekuan &
Fibrinolisis

Reaktivitas
Vaskuler

Lipoprotein

HDL
HDL
TG
TG
LDL
LDL
Kolesterol
Kolesterol Total
Total

Kadar
Kadar Fibrinogen
Fibrinogen

Pembentukan
faktor

Pembentukan
faktor
pembekuan
pembekuan (VII,
(VII, IX,
IX, X,
X, XIII)
XIII)

Kadar
Kadar Plasminogen
Plasminogen

Aktivator
Aktivator Plasminogen
Plasminogen Inhibitor
Inhibitor

Endhotelin-1
Endhotelin-1

Reseptor
Reseptor Tromboxan
Tromboxan A2
A2

Reseptor
Reseptor Angiostensin
Angiostensin II
II

Radikal
bebas

Radikal
bebas
superoksida
superoksida

Nitrit
Nitrit oksida
oksida

Kontraindikasi Estrogen Sintetik


Absolut
Kehamilan
Tromboemboli
Tromboflebitis
Riwayat apofleksi serebral
Gangguan sirkulasi darah
perifer
Gangguan fungsi hati yang
berat
Anemia hemolitik

Anemia sel sabit


Hipertensi grade II
Karsinoma mammae
Semua jenis tumor yang
dipengaruhi estrogen
Perdarahan pervaginam
yang belum jelas asalnya.

Relatif
Penyakit hati akut &
berat
Pankreatitis
Hiperplasi endometrium
Varises
Mioma uteri
Ateroslerosis

Perokok
Endometriosis
Siklus haid yg stabil
Usia > 35 tahun.
Hiperpigmentasi
Pe LDL & Pe HDL

Segera Dihentikan
Kehamilan
Perdarahan
pervaginam
yang banyak.
Sakit kepala hebat
Penglihatan kabur tiba-tiba
Sakit perut mendadak

Terjadi pe tekanan darah.


Pembesaran uterus (mioma)
Alergi
Mual/muntah yang hebat
Enam
minggu
sebelum
rencana operasi.

Manfaat Terapi Estrogen (E2)

Terapi Sulih
Hormon

Kontrasepsi
Oral

Paling
banyak
menggunakan
etinil
estradiol dgn dosis 2035 mg/ hari.

Estrogen terkonjugasi dan


etinil estradiol mempunyai
potensi oral yang sangat
berbeda.

Estrogen terkonjugasi pada


terapi sulih hormon paling
banyak dgn dosis 0,625 mg/
hari.

CONTOH

Dosis
estrogen
terkonjugasi
0,625 mg sebanding dengan etinil
estradiol sebesar 5-10 mg.

OVARIUM

Memicu pematangan folikel & ovum

UTERUS

Memicu
proliferasi
endometrium
memperkuat kontraksi otot uterus.

VAGINA

Perubahan selaput lendir vagina


Memperbanyak sekresi & me kadar
glikogen.
Produsi bakteri asam laktat me .
PH menjadi rendah.
Me kemungkinan terjadinya infeksi.

&

SERVIKS

Memperbanyak sekrasi seluler serviks.


Mengubah konsentrasi lendir saat ovulasi.

Memicu pergerakan
hidup sperma.

LAINNYA

&

kelangsungan

Menyebabkan
terjadinya
proliferasi
mammae.
Memicu pertumbuhan pubis & ketiak.
Pembentukkan tubuh wanita dengan
penimbunan lemak pada panggul &
pantat.

PROGESTERON

Terutama
dibentuk
selama
fase
pascaovulasi dalam korpus & selama
kehamilan oleh plasenta.

Progesteron Sintetik

Turunan
19 nortestosteron

norgestr
el
Efek
terkuat.

noretister
on
androgenik

Turunan Progesteron atau


17 asitoksiprogesteron

Manfaat Progesteron
Medroksi
(MPA)

Progesteron Asetat

Sangat sedikit mempengaruhi metabolisme lipid (LDL)


Menghambat enzim 5- reduktase, sehingga memiliki
khasiat antiandrogenik.
Tidak terjadi penurunan E2 serum yang berarti
sehingga tidak menggangu fungsi ovarium & sintesis
steroid seks.
Bukan merupakan immunosupresif kuat (ig G, Ig M &
Ig A tidak tertekan).
Pada wanita menopause, MPA data me resobsi
kalsium, sehingga dapat digunakan serta mencegah
osteoporosis.

Kontraindikasi Progesteron
Sintetik

Kehamilan
Hemolisis darah

Tumor yang dipengengaruhi progesteron.


Melanomia
Perdarahan pervaginam yang
sumbernya.
Gangguan fungsi hati berat.
Anemia kronik
Penyakit Hodgkin.

belum

jelas

Manfaat Pemberian Progesteron


ENDOMETRIUM
SERVIKS

Perubahan
endometrium.

sekretorik

Me sekret, me viskositas, dan Me


spinnbarkeit.

MIOMETRIUM

Me tonus otot sehingga kontraksi


lambat.

SUHU BADAN

Merangsang
otak.

PAYUDARA
OVARIUM

pusat

panas

pada

Pembentukan lobulus & olveolusolveolus


Mencegah
pertumbuhan folikel
& terjadinya ovulasi

DASAR DALAM PEMAKAIAN


ESTROGEN & PROGESTERON

Terlebih
dahulu
mengetahui
indikasi
&
kontraindikasinya.
Utamakan terlebih dahulu jenis hormon alamiah.
Jenis estrogen kuat tidak boleh > 14 hari. Bila hendak
diberikan
juga,
harus
dikombinasikan
dengan
progesteron dengan lama pemberian 10-14 hari.
Bila keluhan tidak hilang setelah beberapa bulan
pengobatan atau setelah dosis dinaikkan, maka
pengobatan harus segera dihentikan.
Pemberian pada usia > 35 tahun harus dilakukan
pengawasan yang ketat.
Pemberian harus dimulai dari dosis rendah.
Tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

BENTUK SEDIAAN TERAPI HORMON

LOKAL

Krim
Pesarium

SISTEMIK

Obat oral
Implan
Koyo
transdermal

KANDUNGAN YANG TERDAPAT PADA


SEDIAAN HORMONAL

Hanya estrogen.
Kombinasi estrogen dan progesteron.
Estrogen
yang
selektif
pada
modulator reseptor.
Gonadomimetik,
seperti
halnya
tibolon yang mengandung estrogen,
progesteron, dan androgen.

BEBERAPA KEMUNGKINAN PENGGUNAAN TERAPI HORMON

TERAPI
SUBTITUSI

TERAPI
STIMULASI

TERAPI
INHIBISI

Pengggantian hormon
dari luar yang tidak
dibentuk
oleh
penderita.

Memacu alat tubuh


untuk meningkatkan
produksi hormonnya.

Bukan
untuk
penyembuhan
tapi
hanya menghilangkan
keluhan yang ada.

Hanya untuk
diagnosis (tes
fungsional)

Pemberian hormon pada


hiperfungsi
suatu
kelenjar endokrin atau
menekan fungsi yang
tidak diinginkan.
Hati-hati
Rebound

fenomena

Inhibisi sistem hipotalamushipofisis


oleh
estrogenprogesteron dosis tinggi dapat
menyebabkan
pengeluaran
hormon
gonadotropin
yg
meningkat bila terapi inhibisi

ORAL
PARENTERA
L

TOPIKAL

CARA
PEMBERIA
N
TRANSDERMA
L

IMPLANTS

ORAL
KEUNTUNGAN

Dosis
dapat
diberikan
secara individual.
Dosis
dapat
ditambah,
dikurangi, atau dihentikan.
Pemberiannya
tidak
menyebabkan rasa nyeri.
Tidak memerlukan dokter
atau
paramedika
dalam
pemberiannya.
Menstimulasi
pembentukkan
HDL
&
faktor-faktor di hepar yang
dapat
membantu
metabolisme
kalsium
sehingga
baik
untuk
pencegahan osteoporosis.

KERUGIAN

Absorpsi
yang
tidak
menentu
Kepatuhan dalam minum pil.
Timbulnya
gejala
gastrointestinal
berupa
mual & muntah.

PARENTERAL
KEUNTUNGAN

Dapat diberikan
pada penderita :

Tidak dapat minum pil


Mual & muntah.
Mengidap
penyakit
lambung.
Mengidap penyakit usus.
Mengidap penyakit hati.
Penurunan kesadaran.
Lupa minum obat.

KERUGIAN

Rasa nyeri
Efek samping yang sulit diatasi.
Sekali
disuntik,
obat
sulit
dikeluarkan.
Tidak
dapat
mengurangi
osteoporosis
pada
wanita
menopause.
Meningkatkan
risiko
adanya
kanker
endometrium
dan
kanker payudara.

TOPIKAL

IMPLAN

Sangat
baik
pada
wanita
menopause
dengan
keluhan
atrofi epitel vagina.
Jarang menimbulkan hiperplasia
endometrium.

Sering
digunakan
dalam
menanggulangi
sindroma
klimakterik.
Baik dipergunakan pada wanita
yang telah dilakukan histerektomi.
Harus diganti tiap 6 bulan.

TRANSDERMAL
KERUGIAN

Hanya untuk estrogen saja.


Plester
ditempelkan
pada
perut bagian bawah & diganti
2 kali dalam seminggu.
Banyak
digunakan
untuk
mengurangi
sindroma
klimakterik.

Tingkat
hiperplasia
endometrium yang tinggi.
Timbulnya reaksi alergi pada
kulit berupa gatal.

SYARAT SEDIAAN HORMON

Tidak merugikan atau menyebabkan gangguan


pada janin.
Tidak banyak menyebabkan efek samping atau
reaksi alergi.
Daya kerjanya dapat ditentukan.
Kemurnian kimiawinya dapat dijamin.
Dosis harus berdasarkan berat badan atau
kesatuan standar biologik.
Tidak mudah rusak dan tidak terlalu mahal.
Cara pemberian yang mudah.

INDIKASI TERAPI HORMONAL

Estrogen

Kontrasepsi
Mencegah
terbentuknya
folikel dengan menekan
FSH
Menurunkan
progesteron

kadar

Menopause

Pada gangguan vasomotor seperti hot flashes,


dan berkeringat pada malam hari.
Penggunaan lokal pada atrofi vagina.
Lebih cocok dipergunakan pada wanita dengan
histerektomi total.
Osteoporosis

Memblok resopsi tulang


pembentukan tulang

dan

meningkatkan

Meningkatkan kadar enzim hydroxylase yang


mengubah
vitamin
D
menjadi
1,25dihydroxyvitamin D3 di ginjal.

Perdarahan Uteri Disfungsional (PUD)


Pada
spotting
vagina
intermiten seringkali berkaitan
dengan
kadar
stimulasi
estrogen yang agak rendah
atau amat rendah (perdarahan
breakthrough estrogen).

Perdarahan lama dan banyak


paling sering berkaitan dengan
endometrium tebal serta rapuh
yang paling baik diterapi
dengan kontrasepsi oral atau
progestin.

Menyebabkan
Menyebabkan kondisi
kondisi seperti
seperti
ini,
ini, endometrium
endometrium biasanya
biasanya
sangat
sangat tipis
tipis dan
dan gundul.
gundul.

Terapi estrogen
merupakan langkah
terapi paling efektif.

Menoragia
Menyebabkan
vasospasme
pembuluh
darah
dengan mempengaruhi jumlah fibrinogen, faktor
IV & X, serta agregasi platelet dan permealibilitas
pembuluh kapiler.
Estrogen
juga
menginduksi
pembentukan
reseptor
progesteron
sehingga
membuat
pengobatan selanjutnya dengan progestin lebih
efektif.

Amenorea

Dapat melalui oral atau transdermal.


Meningkatkan kadar estrogen.

Anti-Estrogen

Tamoxifen

Kanker Payudara
Merupakan antagonis reseptor estrogen
pada jaringan payudara.
Dipergunakan pada postoperasi kanker
payudara
Menurunkan angka rekurensi/ kekambuhan
sebesar 21% setelah 1 Tahun penggunaan.

Infertilitas pada Wanita

Klomifen

Merangsang ovulasi melalui menghambat


feedback negatif dari estrogen endogen
sehingga
meningkatkan
sekresi
gonadotropin dan ovulasi.

Efek antiestrogik dan estrogenik


tamoksifen dan tormifen pada wanita
postmenopause

Progesteron
Kontrasepsi
Menghambat terjadinya ovulasi dengan cara menekan
fungsi FSH dan LH.
Menimbulkan terjadinya atrofik serta penipisan lapisan
endometrium.
Mengentalkan lendir pada serviks.
Menurunkan motilitas silia.

Menopause
Melindungi endometrum serta menyeimbangkan dari
penggunaan estrogen tunggal.

Perdarahan Uteri Disfungsional (PUD)


Sebagian
besar
perdarahan
fungsional
bersifat
anovulatoar,
sehingga
pemberian
progesteron
mengimbangi
pengaruh
estrogen
terhadap
endometrium.
Merubah hiperplasia glandularis sistika endometrium
menjadi endometrium fase sekresi. Tidak lama kemudian
timbul perdarahan menyerupai haid.

Menoragia
Menyebabkan vasospasme pembuluh darah dengan
mempengaruhi jumlah fibrinogen, faktor IV & X, serta
agregasi platelet dan permealibilitas pembuluh kapiler.
Estrogen juga menginduksi pembentukan reseptor
progesteron sehingga membuat pengobatan selanjutnya
dengan progestin lebih efektif.

Amenorea
Progestin menghentikan proliferasi sel endometrium,
sehingga memungkinkan terjadinya peluruhan sel
secara teratur setelah withdrawal.
Mencegah hiperplasia endometrium yang disebabkan
oleh pemberian estrogen.

Kombinasi Estrogen
& Progesteron

Kontrasepsi

Menekan Ovulasi.
Mencegah Implantasi.
Mengentalkan Lendir Serviks
Menggangu Pergerakan Tuba

Menopause
Pada gangguan vasomotor seperti
berkeringat pada malam hari.

hot

flashes,

dan

Direkomendasikan pada wanita dengan kondisi uterus


yang masih utuh dan tidak pada wanita dengan total
histerektomi.
Penambahan progesteron
hiperplasia endometrium.

untuk

mencegah

terjadinya

Osteoporosis
Menurunkan angka kejadian fraktur pada wanita
postmenopause

Perdarahan Uteri Disfungsional (PUD)


Pemanjangan
Pemanjangan episode
episode perdarahan
perdarahan anovulatorik
anovulatorik
yang banyak biasanya paling baik diterapi
dengan
dengan terapi
terapi kombinasi
kombinasi estrogen-progestin
estrogen-progestin
dalam
dalam bentuk
bentuk kontrasepsi
kontrasepsi oral
oral kombinasi.
kombinasi.
Menekan
Menekan proliferasi
proliferasi endometrium,
endometrium, menstabilkan
menstabilkan
pola
menstruasi,
menurunkan
banyaknya
pola
menstruasi,
menurunkan
banyaknya
perdarahan
selama
menstruasi,
dan
perdarahan
selama
menstruasi,
dan
menurunkan
menurunkan risiko
risiko anemia
anemia defisiensi
defisiensi besi.
besi.

Menoragia
Menyebabkan
impuls
umpan
balik
negatif
Menyebabkan
impuls
umpan
balik
negatif
sehingga
sehingga menurunkan
menurunkan kadar
kadar GnRH
GnRH sehingga
sehingga
mengurangi
mengurangi sekresi
sekresi LH
LH dan
dan FSH
FSH pada
pada kelenjar
kelenjar
hipofisis.
hipofisis. Hal
Hal in
in menyebabkan
menyebabkan terjadinya
terjadinya dan
dan
anovulasi.
anovulasi.

Gonadotropin
Menstimulasi pelepasan LH dan FSH.
Membantu
hipergonadisme
Endometriosis
Fibroid uteri
Polikistik ovarium

dalam

menegakkan

Androgen
(Danazol)
Menoragia
Menstimulasi
Menstimulasi
meningkatkan
meningkatkan

pembentukan
pembentukan eritropoiesis
eritropoiesis
efisiensi
efisiensi pembekuan
pembekuan darah.
darah.

dan
dan

Menekan
Menekan estrogen.
estrogen.

Fibroid Uteri
Efektif
dapat
menghentikan
menstruasi,
Efektif
dapat
menghentikan
menstruasi,
mengurangi
mengurangi anemia,
anemia, mengecilkan
mengecilkan tumor
tumor fibroid
fibroid dan
dan
mengurangi
mengurangi ukuran
ukuran rahim.
rahim.

SKRINING SEBELUM
DILAKUKAN TERAPI

ANAMNESA

Riwayat sosial
Riwayat obstetri
Riwayat ginekologi
Riwayat
seksual
&
mentruasi
Riwayat
penyakit
sebelumnya (hipertensi,
diabetes, penyakit hepar,
trombosis, joundice)
Riwayat operasi.
Simptom menopause.
Simptom psikomotor.

PEMERIKSAAN
FISIK

Berat badan.
Tinggi badan.
Index obesitas.
Tekanan darah.
Pemeriksaan
payudara.
Pemeriksaan
abdomen.
Pemeriksaan pelvis.
Pemeriksaan rectal.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Darah lengkap.
Urinalisis.
Kadar gula darah.
Gambaran lipid dalam
darah.
EKG.
Pap smear.
USG uterus & ovarium.
Mammografi.
Pegukuran kadar serum
estradiol.
Pegukuran kadar serum
FSH.

EFEK SAMPING
EFEK SAMPING

PENYEBAB

PENGOBATAN

Akne, perubahan
suara, kulit
berminyak

Nortestosteron,
Testosteron

Ganti sediaan

Haid banyak, lendir


serviks berlebih

Terlalu banyak
estrogen

Kurangi estrogen.

Haid sedikit

Kekurangan
gestagen, tertalu
banyak estrogen.

Naikkan dosis
estrogen. Kurangi
gestagen.

Amenorea

Terlalu sedikit
estrogen, banyak
gestagen.

Spotting

Terlalu sedikit
estrogen.

Konseling

Depresi, berat badan


naik.

Banyak gestagen

Kurangi gestagen.

Penambahan berat
badan yang cepat.

Terlalu banyak
estrogen.

Naikkan dosis
estrogen. Kurangi
gestagen.

Kurangi dosis
estrogen.

EFEK SAMPING

PENYEBAB

PENGOBATAN

Pigmentasi kulit

Terlalu banyak
estrogen.

Penggunaan estrogen
pada malam hari,
hindari sinar
matahari.

Nyeri senggama.

Terlalu sedikit
estrogen.

Naikkan dosis
estrogen.

Vagina kering,
gangguan libido

Terlalu banyak
gestagen.

Kurangi gestagen.

Mastopati, nyeri
payudara

Terlalu banyak
estrogen

Kurangi dosis
estrogen

Migren

Terlalu banyak
estrogen

Kurangi dosis
estrogen

Pembesaran uterus.

Terlalu banyak
estrogen

Kurangi dosis
estrogen

Mual, muntah,
varikosis.

Terlalu banyak
gestagen.

Kurangi gestagen.

Pruritus

Steroid turunan 17
alkil

Stop pemberian

RISIKO
Kanker
Payudara

Angka kejadian 8 : 10.000 tiap tahun pada


penggunaan terapi estrogen atau kombinasi
estrogen-progesteron.
Biasanya berdampak setelah dilakukan terapi
estrogen atau kombinasi estrogen-progesteron > 5
tahun.
Perkembangan kanker payudara ini lebih tinggi
pada penggunaan terapi estrogen atau kombinasi
estrogen-progesteron jangka panjang yang dimulai
pada usia 50 tahun.

Kanker
Endometrium
Zein & Finle (1975) mengemukakan bahwa
terdapat hubungan antara pemberian estrogen
eksogen tunggal dengan peningkatan angka
kejadian kanker endometrium.
Penambahan progestin
(progesteron sintetik) dalam
terapinya.

Tromboemboli
Penelitian yang dilakukan WHI menunjukkan bahwa
penggunaan terapi hormonal akan meningkatkan
risiko terjadinya trombosis vena dan emboli pada
paru.
Insidensi 15 : 10.000 wanita dalam setahun.
Risiko lebih tinggi pada penggunaan estrogen
tunggal.

PENUTUP
REKOMENDASI
Terapi hormonal sebaiknya dimulai pada onset
yang dini menopause, menggunakan dosis yang
paling rendah dengan jangka waktu yang
singkat.