Anda di halaman 1dari 18

ED (Light Emiting Dioda)

LED (Light Emiting Dioda) dikenal juga dengan Dioda cahaya, karena perangkat elektronik ini
mampu menghasilkan cahaya. LED adalah dioda yang di dalam Junction diadop dengan Fosfor,
maka bila dialiri arus listrik akan menghasilkan cahaya. LED akan menyala jika diberi arus DC
arah forward atau arus AC yang sesuai dengan tegangan kerjanya. LED memiliki 2 kaki anoda
(+) dan katoda (-), LED memiliki tiga warna yaitu merah, hijau dan kuning serta ada juga yang
bewarna putih untuk memancarkan tiga warna sekaligus. Dioda LED digunakan sebagai lampu
indikator dan sebagai display.

Gambar LED

Simbol LED
Tak seperti lampu pijar dan neon, LED mempunyai kecenderungan polarisasi. Chip LED
mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Ini
dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus listrik
mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED diberikan arus terbalik, hanya akan
ada sedikit arus yang melewati chip LED. Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan
emisi cahaya. Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila
diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik, biasanya sifat isolator searah LED akan jebol
menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya.
Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik dioda yang hanya
memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila diberikan tegangan yang
terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang diberikan adalah tegangan maju.
Tegangan yang diperlukan sebuah dioda untuk dapat beroperasi adalah tegangan maju (Vf).
Pengembangan LED dimulai dengan alat inframerah dan merah dibuat dengan gallium arsenide.
Perkembagan dalam ilmu material telah memungkinkan produksi alat dengan panjang
gelombang yang lebih pendek, menghasilkan cahaya dengan warna bervariasi.

LED konvensional terbuat dari mineral inorganik yang bervariasi, menghasilkan warna sebagai
berikut:
aluminium gallium arsenide (AlGaAs) merah dan inframerah
gallium aluminium phosphide hijau
gallium arsenide/phosphide (GaAsP) merah, oranye-merah, oranye, dan kuning
gallium nitride (GaN) hijau, hijau murni (atau hijau emerald), dan biru
gallium phosphide (GaP) merah, kuning, dan hijau
zinc selenide (ZnSe) biru
indium gallium nitride (InGaN) hijau kebiruan dan biru
indium gallium aluminium phosphide oranye-merah, oranye, kuning, dan hijau
silicon carbide (SiC) biru
diamond (C) ultraviolet
silicon (Si) biru (dalam pengembangan)
sapphire (Al2O3) biru
Kecerahan cahaya berbanding lurus dengan arus forward (arah maju) yang mengalirinya. Arus
forward berkisar antara 10 mA-20 mA untuk kecerahan maksimum. Pada kondisi menghantar
tegangan maju pada LED merah adalah 1,6 V-2,2 V, pada LED kuning 2,4 V dan pada LED hijau
2,7 V. Tegangan revers (terbalik) maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3 V, LED
kuning 5 V dan LED hijau 5 V.
LED biru pertama yang dapat mencapai keterangan komersial menggunakan substrat galium
nitrida yang ditemukan oleh Shuji Nakamura tahun 1993 sewaktu berkarir di Nichia Corporation
di Jepang. LED ini kemudian populer di penghujung tahun 90-an. LED biru ini dapat
dikombinasikan ke LED merah dan hijau yang telah ada sebelumnya untuk menciptakan cahaya
putih.
LED dengan cahaya putih sekarang ini mayoritas dibuat dengan cara melapisi substrat galium
nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. Karena warna kuning merangsang penerima warna merah
dan hijau di mata manusia, kombinasi antara warna kuning dari fosfor dan warna biru dari
substrat akan memberikan kesan warna putih bagi mata manusia.
LED putih juga dapat dibuat dengan cara melapisi fosfor biru, merah dan hijau di substrat
ultraviolet dekat yang lebih kurang sama dengan cara kerja lampu fluoresen. Metode terbaru
untuk menciptakan cahaya putih dari LED adalah dengan tidak menggunakan fosfor sama sekali
melainkan menggunakan substrat seng selenida yang dapat memancarkan cahaya biru dari
area aktif dan cahaya kuning dari substrat itu sendiri.
Keunggulan LED diantaranya adalah konsumsi arus yang sangat kecil, awet (dapat bertahan 50
tahun) dan kecil bentuknya. Kegunaan LED adalah untuk penampil digit, indikator pandang
(sebagai pengganti lampu pijar) dan sebagai acuan tegangan (1,5 V tiap LED).
LCD (Liquid Crystal Display)
LCD (Liquid Crystal Display) merupakan Sebuah teknologi layar digital yang menghasilkan citra
pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar pada kristal cair dan filter
berwarna, yang mempunyai struktur molekul polar, diapit antara dua elektroda yang transparan.
Bila medan listrik diberikan, molekul menyesuaikan posisinya pada medan, membentuk susunan
kristalin yang mempolarisasi cahaya yang melaluinya.
Teknologi yang ditemukan semenjak tahun 1888 ini, merupakan pengolahan kristal cair
merupakan cairan kimia, dimana molekul-molekulnya dapat diatur sedemikian rupa bila diberi
medan elektrikseperti molekul-molekul metal bila diberi medan magnet. Bila diatur dengan
benar, sinar dapat melewati kristal cair tersebut.
LCD adalah piranti Display yang banyak dipakai sebagai tampilan Output sebuah Proses Digital,
seperti Kalkulator, Jam, Counter bahkan monitor Personal Computer.

LCD Proyektor

LCD pada TV
Solar Sel/Solar system
Solar Sel/Solar system adalah photovoltaic panels, Kristal dari olahan pasir silica yang dibuat
seri-paralel dalam cetakan apabila terkena sinar matahari atau sinar lampu TL dapat
menghasilkan energi listrik AC maupun DC. Akan tetapi untuk pencahayaan yang stabil yang
dapat dimanfaatkan secara produktif adalah energi listrik DC. Dalam aplikasinya ini sangat baik
sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan, khususnya di daerah tropis yang hampir sepanjang
tahun ada sinar matahari. Sinar matahari yang diubah ke dalam energi listrik oleh Solar system
selanjutnya disimpan dalam Accumulator dengan melalui regulator, baru dimanfaatkan sesuai
kebutuhan.
Cara pemasangan nya adalah miring yang ditujukan untuk memaksimal kan penyerapan cahaya
matahari dan juga untuk memudah kan jika dibersihkan, kita tidak perlu repot repot
membersihkan hanya tinggal menungggu hujan saja kotoran yang berada di SOLAR SEL akan
langsung terbawa oleh air. Kekurangan solar cell dibandingkan sumber listrik lain yaitu hingga
kini tingkat efisiensi konversi energinya masih terbilang kecil dan harganya pun masih relatif
mahal. Pada dasarnya tingkat efisiensi sel surya bergantung pada bahan atau material
penyusun sel, permukaan kristal, pengaruh crystal defects, Contoh solarsel / solar system.

Gambar Solar Sel


Photo Resistor/LDR

Gambar LDR
Photo Resistor/LDR (Light Dependent resistor), adalah resistor yang memiliki sifat bila terkena
cahaya nilai resistansinya akan berubah. Semakin terang cahaya yang menyinarinya maka akan
semakin kecil nilai resistansinya, dan bila cahaya semakin gelap nilai resistansinya semakin
besar. Photo Resistor/ LDR banyak dipakai sebagai alat kontrol elektronik yang berkaitan
dengan menggunakan efek cahaya seperti detektor api / asap / pencuri, pembaca kartu, dan
kendali lampu jalan berdasarkan cahaya.

Simbol LDR

Cara Membaca Barkode Dan Triknya

My Note - Habis berolahraga sama teman2 nmbah segar badan


kyknya malam tidur lebih nyeyak nh..huhu ^_^,,sambil
mendinginkan badan saya mau share lanjutan artikel saya
sebelumnya nih tentang Buat Barcode Sendiri Gratis Online. Jika
sobat sudah tau dan bisa membuat Barcode sekarang timbul
pertanyaan bagaimana cara membaca barcode ini, caranya hanya
1 bergabung latihan sama Militer Perang yang sudah mahir dalam
urusan kode meng-kode. hahahahaha becanda sob,, ^_^
Ok sob tanpa memperpanjang kata2 langsung saja saya berikan
triknya Cara Membaca Barcode dari beberapa sumber,,begini
sob untuk membaca barcode simak baik2 penjelasannya, bagi
yang tidak mengerti lupain aja kodenya ^_^
Cara Membaca Barcode
Secara umum, yang bertugas membaca barcode ini adalah sistem
scanner yang terhubung ke komputer. Namun secara manual kita
bisa membacanya dengan cara sebagai berikut:
Pertama-tama lihatlah konfigurasi dari barcode tersebut. Ini
terdiri dari garis batangan hitam dan spasi berwarna putih. Tiaptiap garis dan spasi mempunyai ketebalan yang berbeda-beda.
Anggaplah satu garis paling tipis warna hitam (seperti garis
pertama pada barcode di atas) adalah garis dengan lebar 1 unit
dan spasi paling tipis warna putih (seperti pada spasi pertama
setelah garis pertama pada barcode di atas) adalah spasi dengan
lebar 1 unit. Kemudian secara keseluruhan kita dapat
menentukan bahwa garis hitam dan spasi putih tersebut
mempunyai ketebalan masing-masing 1, 2, 3 dan 4 unit.
Awal dari setiap barcode biasanya adalah 1-1-1 atau kalau

dibaca dari kiri terdiri dari garis hitam 1 unit, diikuti dengan
spasi putih 1 unit, diikuti lagi dengan garis hitam 1 unit.

Kode-kode yang terbaca adalah sbb:


*0 = 3-2-1-1
*1 = 2-2-2-1
*2 = 2-1-2-2
*3 = 1-4-1-1
*4 = 1-1-3-2
*5 = 1-2-3-1
*6 = 1-1-1-4
*7 = 1-3-1-2
*8 = 1-2-1-3
*9 = 3-1-1-2
Contohnya :

Sumber : http://aatblog.wordpress.com

Barcode yang tercetak pada gambar adalah 043000181706:


* Dimulai dengan standar awal yaitu 1-1-1 (bar-space-bar).
* Angka nol adalah 3-2-1-1 (space-bar-space-bar).
* Angka empat adalah 1-1-3-2 (space-bar-space-bar).
* Angka tiga adalah 1-4-1-1 (space-bar-space-bar).
* Tiga angka nol berikutnya adalah 3-2-1-1 (space-bar-spacebar).
* Di tengah biasanya standar 1-1-1-1-1 (space-bar-space-barspace).
* Angka satu adalah 2-2-2-1 (bar-space-bar-space).
* Angka delapan adalah 1-2-1-3 (bar-space-bar-space).
* Angka satu adalah 2-2-2-1 (bar-space-bar-space).
* Angka tujuh adalah 1-3-1-2 (bar-space-bar-space).
* Angka nol adalah 3-2-1-1 (bar-space-bar-space).
* Angka enam adalah 1-1-1-4 (bar-space-bar-space).
* Karakter stop biasanya 1-1-1 (bar-space-bar).
Have fun decoding those 12-digit bar codes!
Standar barcode retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali
Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number)
13. EAN-13 standar terdiri dari:

1.
Kode negara atau kode sistem: 2 digit pertama barcode
menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar.
2.
Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan
pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.
3.
Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor
ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu
produk yang spesifik.
4.
Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari barcode,
digunakan untuk verifikasi bahwa barcode telah dipindai dengan
benar.
Cara Praktis Membaca Barcode
Melihat dan mengetahui produk itu berasal dari negara mana,
kita bisa membacanya dengan 3 digit pertama barcode tersebut.

Barcode atau kode baris yang muncul pada barang yang


diproduksi mengikuti aturan internasional yang ditetapkan. Kita
mengenal EAN (European Article Number) yang memberikan
informasi sistem pengkodean. Barcode aturan yang ditetapkan
terdiri dari 13 digit, yaitu kode negara, kode perusahaan, kode
produk, dan cek digit. Indonesia memiliki kode awal 899. Artinya
barang buatan Indonesia atau diproduksi di Indonesia akan
diawali dengan kode ini. Kode ini dipakai untuk kepentingan

perdagangan internasional.
Kode Negara Dalam Barcode
Negara asal sebuah produk bisa dengan mudah kita kenali dari
barcode-nya. Misalnya, barcode dengan awalan 690, 691 atau
692 adalah made in China. Sedangkan barcode dengan awalan
899 adalah made in Indonesia. Berikut ini adalah kode-kode
negara yang digunakan pada barcode:
00-13: USA & Canada
20-29: In-Store Functions
30-37: France
40-44: Germany
45: Japan (also 49)
46: Russian Federation
471: Taiwan
474: Estonia
475: Latvia
477: Lithuania
479: Sri Lanka
480: Philippines
482: Ukraine
484: Moldova
485: Armenia
486: Georgia
487: Kazakhstan
489: Hong Kong
49: Japan (JAN-13)
50: United Kingdom

520: Greece
528: Lebanon
529: Cyprus
531: Macedonia
535: Malta
539: Ireland
54: Belgium & Luxembourg
560: Portugal
569: Iceland
57: Denmark
590: Poland
594: Romania
599: Hungary
600 & 601: South Africa
609: Mauritius
611: Morocco
613: Algeria
619: Tunisia
622: Egypt
625: Jordan
626: Iran
64: Finland
690-692: China
70: Norway
729: Israel
73: Sweden
740: Guatemala
741: El Salvador
742: Honduras

743: Nicaragua
744: Costa Rica
746: Dominican Republic
750: Mexico
759: Venezuela
76: Switzerland
770: Colombia
773: Uruguay
775: Peru
777: Bolivia
779: Argentina
780: Chile
784: Paraguay
785: Peru
786: Ecuador
789: Brazil
80 83: Italy
84: Spain
850: Cuba
858: Slovakia
859: Czech Republic
860: Yugoslavia
869: Turkey
87: Netherlands
880: South Korea
885: Thailand
888: Singapore
890: India
893: Vietnam

899: Indonesia
90 & 91: Austria
93: Australia
94: New Zealand
955: Malaysia
977: International Standard Serial Number for Periodicals
(ISSN)
978: International Standard Book Numbering (ISBN)
979: International Standard Music Number (ISMN)
980: Refund receipts
981 & 982: Common Currency Coupons
99: Coupons

Oleh : Supribadi, BBA, S.Pd


Scanner atau pemindai digunakan untuk mentransformasikan image grafis atau text ke dalam
data komputer. Transformasi text dapat menghemat dari pekerjaan retyping sedangkan transformasi
image grafis dipakai untuk membaca logo atau simbol grafis untuk aplikasi desktop publishing.

A.

Pengambil

Gambar

Terformat

Terdapat beberapa jenis perangkat input yang dapat digunakan untuk mengambil citra
terformat, dalam arti bentuk atau format hurufnya sudah ditentukan. Hal ini membantu piranti
tersebut dalam menerima masukan, yang kemudian diubah menjadi sinyal digital. Termasuk
dalam
kategori
piranti
ini
adalah barcode
reader, MICR,
OMR, dan
OCR.
1)

Bar

code

reader

Barcode
adalah pola garis-garis hitam-putih yang umum dijumpai pada barang-barang yang dijual di
swalayan untuk mempercepat proses pemasukan data transaksi penjualan. Bar code ini
dibaca dengan alat yang disebut bar code reader yang berfungsi seperti scanner foto
elektris yang dapat mengkonversi data bar code menjadi sinyal digital.
Fungsi
alat ini adalah untuk membaca suatu kode yang
berbentuk kotak-kotak atau garis-garis tebal
vertical yang kemudian diterjemahkan dalam
bentuk angka-angka. Kode-kode ini biasanya
menempel pada produk-produk makanan,
minuman, alat elektronik dan buku. Sekarang
ini, setiap kasir di supermarket atau pasar
swalayan di Indonesia untuk mengidentifikasi
produk yang dijualnya dengan barcode.

2)

Magnetic

Ink

Character

Recognition

(MICR)

MICR digunakan untuk membaca karakter-karakter khusus


MICR yang dicetak dengan tinta khusus pula. Tinta ini
nantinya akan dimagnetisasi (diberi unsur magnet) oleh
piranti MICR, sehingga informasi magnetisnya dapat dibaca dan diterjemahkan
menjadi sinyal digital. Tinta magnetis ini hanya dapat dicetak dengan
menggunakan printer laser yang dapat menerima tintan tersebut. MICR
merupakan metode yang dapat menyediakan pemrosesan informasi secara umum
dan berkecepatan tinggi. Penggunaannya biasa padacek bank, dengan bagian
bawah seringkali terdiri atas karakter dengan bentuk khusus yang berupa nomor
cek,
nomor
pengurutan,
dan
nomor
account
pemiliknya.

3)

Optical

Mark

Character

(OMR)

OMR adalah piranti yang dapat membaca blok


tulisan pensil dan mengubahnya menjadi
bentuk yang dapat digunakan oleh komputer.
Piranti ini membaca masukan dengan bantuan
optis, dengan menggali ketebalan tulisan.

Contoh:
pemanfaatan OMR
ini adalah pada tes-tes penerimaan mahasiswa baru dengan
menggunakan
pensil
2B.
keuntungan
memanfaatkan OMR selain dalam hal kecepatan memproses,
juga dalam hal ketelitian karena terhindar dari kesalahan
menusia
dalam
mengoreksi.

Teknologi Alat Pemeriksa Ujian Termutakhir


Reynold B. Johnson, seorang guru SMA di Michigan, Amerika Serikat di tahun 1932
membuat sebuah mesin pemeriksa ujian yang dapat membaca bulatan hitam pensil pada
form lembar jawab khusus. Tahun 1934, ia direkrut oleh IBM lalu meng-hasilkan Mesin
Pemeriksa
Ujian
IBM
805
pada
tahun
1938.
Tahun

1938:

IBM

805

Kecepatan pemeriksaan ujian dengan IBM 805 bergantung pada kegesitan operator dalam
memasukkan lembar jawab dan mencatat nilai yang ditampilkan mesin, berkisar antara 800
-1.000 lembar per jam. Operator cukup menjatuhkan lembar jawab ke lubang pada mesin,
lalu menekan tombol dan tuas yang tersedia. Mesin yang tidak memerlukan komputer ini
telah
berhenti
dipasarkan
sejak
1963.
Periode
1960-2000an:
Scanner
OMR
Ada dua merk scanner OMR yang terkenal di Indonesia,
yaitu OpScan & Scantron. Kecepatannya beragam,
3.000 10.000 lembar per jam. Beberapa kelemahan
OMR
adalah:
1. Kertas form di atas 80 gsm, perlu cetakan dua
warna berpresisi sangat tinggi pada perbanyakan
form-nya.

setiap

2. Perlu campur tangan programmer untuk merancang


1
jenis
form.

3. Alat tulis untuk pengisian form-nya harus pensil 2B. Penggunaan pensil palsu dapat
berakibat
fatal.
4. Kecepatan tertinggi sulit dicapai karena scanning terhenti bila isian peserta tak valid.
5. Verifikasi data sulit dilakukan karena perlu pencarian kertas/form secara fisik.
6. Harga scannernya tidak terjangkau oleh lembaga yang kemampuan finansialnya kecil.

Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi scanning terkini, terdapat sebuah fakta bahwa
OMR itu mahal dari segi investasi, mahal dari segi operasional, serta penggunaannya tidak
lagi relevan dengan zaman serba digital ini. Dapat disimpulkan, masa kejayaan OMR telah
berakhir seperti halnya mesin tik yang keberadaannya kini tergantikan oleh komputer dan
laptop.

Periode 1997-2007: Scanner Dokumen dan Mesin OMR Pembaca


Gambar

Di dunia internasional, pengolahan form OMR dengan scanner dokumen pertama kali
diperkenalkan tahun 1997. Pengguna-an scanner dokumen untuk mengolah form
Lembar Jawab Komputer (LJK)makin marak di Indonesia setelah Digital Mark Reader
(DMR)
diluncurkan
ke
publik
pada
tahun
2004.
DMR
adalah hasil Riset Unggulan ITB 2002 2003 yang kemudian pengembangannya dilanjutkan
olehCodena. Penggunaan DMR jauh lebih mudah daripada OMR, fitur yang disajikan juga
berlimpah, wajar saja bila DMR mendapatkan anugerah The Best of Education & Training
pada
Indonesia

Asia
Pacific
ICT
Award
(APICTA)
2004.
Cara penggunaan DMR mirip dengan OMR namun terdapat prinsip dasar yang berbeda.
DMR memanfaatkan kemampuan scanner dokumen untuk menghasilkan gambar. Selain
berfungsi sebagai arsip, gambar tersebutlah yang sebenarnya diinterpretasi atau datanya
diekstraksi oleh perangkat lunak. Scanning ulang akibat kesalahan pengisian dapat dihindari,
proses pengisian dan alat tulis yang digunakan lebih fleksibel, waktu pengisian lembar jawab
dapat lebih singkat. Intinya, semua kelemahan dan kesulitan yang ada pada teknologi OMR
tidak lagi ditemukan pada DMR yang didukung pula teknologi canggih scanner dokumen dari
merk-merk
ternama.

Periode

2008-dst:

DMR

versi

Selama lebih dari 70 tahun, lembar jawab yang


pemeriksaannya menggunakan mesin haruslah dicetak
minimal dalam dua warna agar mendapatkan akurasi yang
baik. DMR versi 3 kemudian hadir dengan fitur Intelligent Custom Color Dropout (i-CCD) yang
memungkinkan ekstraksi tanda silang pada form LJK yang cetakannya cukup dicetak satu
warna.
Selain akurasi pembacaan form DMR, kemampuan DMR dalam proses ekstraksi data dari form OMR
pun semakin meningkat. Bukan hanya kata-kata semu, berbagai tantangan yang dihadapi oleh tim
pengembang DMR membuat DMR menjadi semakin dewasa. Parameter yang digunakan untuk
mengukur kemampuan DMR tidak terlepas dari kecepatan, akurasi, skalabilitas, hingga konsistensi &
tingkat kepercayaan hasil ekstraksi.
DMR versi 3 diluncurkan di Indonesia, Malaysia & Korea Selatan
pada kuartal pertama tahun 2008. DMR versi 3 diperkirakan
akan mampu mengubah paradigma mengenai begitu
mudahnya pengolahan LJK dan betapa rendahnya biaya penggandaan LJK. Bangsa
Indonesia kini patut berbangga sebagai pengembang perangkat lunak yang diyakini
akan
segera
mendunia,
DMR
versi
3.
3)

Optical

Character

Recognition

OCR merupakan piranti yang dapat membaca teksdan mengkonversikannya ke


dalam bentuk kode digitalyang nantinya diproses oleh komputer. Sistem OCR terdiri atas
perangkat keras dan perangkat lunak pemanipulasi data. Pengembangan lebih lanjut dari
OCR ini memungkinkan adanya piranti yang dapat membantu menerjemahkan teks,
membantu orang yang tak dapat membaca dengan mengubah teks menjadi suara,
membacakan cerita untuk anak-anak, memasukkan data dari teks di majalah ke memori atau
ke tempat kursor pada aplikasi pengolah kata, merekam alamat, mencatat secara langsung
hal-hal
penting,
dan
merekam
naskah
untuk
keperluan
perpustakaan.
B.

Pengambil

Gambar

Tidak

Terformat

Pada
perkembangan
selanjutnya
diperlukan
pegambilan citra atau gambar yang belum meiliki
format baku, untuk kemudian diambil data digitalnya.
Pada umumnya hasil masukkannya memiliki ukuran
besar, karena berasal dari data alamiah yang
biasanya bersifat analog. Untuk menghemat tempat,
dilakukan pemangkasan dan peringkasan data,
dengan mempertimbangkan primbangan ukuran file
serta derajat ketelitian yang dinginkan. Untuk
memenuhi keperluan pengambilan gambar tidak
terformat ini berbagai macam alat dapat digunakan.
Peralatan yang masuk dalam golongan ini diantaranta image scanner, kamera digital, pembaca

retina

mata,

dan

1)

pembaca

sidik

Image

jari.
scanner

Image scanner atau lebih dikenal dengan sebutan scanner saja, merupakan piranti yang
dapat mengambil masukan data gambar, foto, bahkan juga tulisan tangan. Hasilnya
kemudian diubah menjadi sesuatu yang dikehendaki pemakai. Sebagai contoh, dengan
perangkat lunak tertentu seperti OmniPage Pro (Caere Corp), hasil scanner dapat diubah
menjadi
dokumen
dengan
format
pemroses
kata
tertentu.
Fungsi
: mengopy gambar atau teks yang kemudian
Hasilnya akan ditampilkan di computer.
Cara Kerja : Gambar yang akan dipindai
diletakan di atas permukaan kaca pemindai
Sebelum gambar dipindai, komputer akan
menentukan seberapa jauh motor stepper yang
membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan
oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca
pemindai. Lampu mulai menyala dan motor
stepper akan mulai berputar untuk menggerakkan lampu hingga posisi akhir gambar. Cahaya
yang dipancarkan lampu ke gambar akan segera dipantulkan,kemudian pantulan yang
dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner. Cahaya pantulan
tersebut akhirnya akan sampai ke sensor CCD Sensor CCD akan mengukur intensitas
cahaya dan panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik
analog. Tegangan analog tersebut akan diubah menjadi nilai digital oleh alat pengubah ADC
(analog to Digital) Sinyal digital dari sensor CCD akan dikirim ke papan logik dan dikirimkan
kembali ke computer dalam bentuk data digital yang menunjukan warna pada titik-titik
gambar
yang
dipantulkan.
Komponen

2)

Kaca
Motor

pemindai
Stepper

Lensa

CCD

ADC
Kamera

digital

Setiap kamera elektronis memiliki sebuah sensor yang dapat mengubah sebuah citra optis ke
isyarat elektronis. Penemuan CCD (Charged-Coupled Device) oleh Boyle dan Smith
tahun1970 telah memicu revolusi dalam dunia pencitraan. Kamera untuk siaran TV yang
berbasis tabung citra vidicom yang mahal, diganti dengan kamera CCD elektronis yang

kompak. Pemanfaatan camcoder sebagai kamera perekam gerak meningkat tajam dan
kamera kantong maupun kamera berbasis SLR (Single Lens Reflex) digantikan dengan
kamera-kamera
digital.
Fungsi : menangkap object secara fisik, saya
memberikan contoh berupa kamera, karena kamera
termasuk
device
yang
menggunakan
sensor.
Cara Kerja : object yang ditangkap oleh kamera berupa
Gambar atau video yang berupa data analog Di ubah
menjadi data digital oleh ADC (analog To Digital)
kemudian data digital tersebut di Ditampilkan melalui
layer.
Komponen

3)

ADC
CCD

Pembaca

retina

mata

Pembaca retina mata berfungsi untuk membaqca retina mata seseorang yang menghasilkan
suatu identitas retina mata. Identitas inilah yang kemudian diproses oleh komputer untuk
melakukan tindakan-tindakan tertentu; misalnya memperkenalkan pemakai untuk memasuki
ruang
rahasia.
4)

Pembaca

sidik

jari

Fingerprint readeratau pembaca sidik jari


merupakan piranti yang digunakan untuk membaca
sidik jari seseorang. Hasil pembacaan berupa data
gambar yang menyatakan bentuk sidik jari
seseorang.
Teknologi
yang
lebih
canggih
memungkinkan hasil pembacaan peralatan ini berupa
sidik jari seperti yang lazim digunakan di kepolisian.
Alat ini biasa juga digunakan sebagai alat absensi
pegawai atau untuk memasuki tempat-tempat
tertentu dan bersifat rahasia. Dalam hal ini sidik jari
menjadi
identitas
setiap
pegawai.