Anda di halaman 1dari 40

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1.

Definisi
Secara umum pengertian pusat menurut KBBI adalah tempat yang letaknya

di bagian tengah, pokok pangkal atau yang menjadi tumpunan (berbagai-bagai


urusan, hal, dan sebagainya.
Sedangkan olahraga memiliki pengertian adalah sebagai salah satu aktivitas
fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan
kualitas kesehatan seseorang tersebut. Menurut UNESCO adalah setiap aktivitas
tubuh berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam,
orang lain, ataupun diri kita sendiri. Menurut wikipedia, arti olahraga adalah
aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga
rohani (misalkan catur). Berdasarkan arti kata dalam undang-undang ketentuan
pokok olahraga tahun 1997 pasal 1, yang di maksud dengan olahraga adalah
semua kegiatan jasmani yang dilandasi semangat untuk melelahkan diri sendiri
maupun orang lain, yang dilaksanakan secara ksatria sehingga olahraga
merupakan sarana menuju peningkatan kualitas dan ekspresi hidup yang lebih
luhur bersama sesama manusia.
Sehingga, pusat olahraga merupakan tempat himpunan atau pertemuan
dengan fungsi menampung berbagai cabang olahraga dimana harus menampung
bagian dari cabang atletik,permainan dan senam.

2.2.

Tipologi bangunan dan Persyaratan Bangunan


3

2.2.1 Klasifikasi bangunan olahraga


Menurut STANDAR SNI 03-3647-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik
Bangunan Gedung Olahraga , terdapat 3 jenis gedung olahraga,yaitu :
a. Gedung Olahraga Tipe A, gedung olahraga yang dalam
penggunaannya melayani wilayah Provinsi/Daerah Tingkat I
b. Gedung

Olahraga

Tipe

B,

gedung

olahraga

yang

dalam

penggunaannya melayani wilayah Kabupaten/Kotamadya


c. Gedung

Olahraga

Tipe

C,

gedung

olahraga

yang

dalam

penggunaannya melayani wilayah Kecamatan


Klasifikasi Gelanggang Olahraga direncanakan berdasarkan ketentuan
ketentuan sebagai berikut :
1. Jenis cabang olahraga dan jumlah lapangan olahraga untuk pertandingan
serta latihan seperti pada table 2. 1
Tabel 2.1. Klasifikasi Penggunaan Gedung Olahraga

Sumber : STANDART SNI 03-3647-1994

2. Ukuran efektif matra ruang Gedung Olahraga harus memenuhi ketentuan


seperti pada tabel 2.2

Tabel 2.2 Ukuran Minimal Matra Ruang

Sumber : STANDART SNI 03-3647-1994

3. Kapasitas penonton Gedung Olahraga harus memenuhi ketentuan seperti


pada Tabel 2.3
Tabel 2.3 Kapasitas Penonton Gedung Olahraga

Sumber : STANDART SNI 03-3647-1994

2.2.2 Pesyaratan Umum Bangunan Olahraga


Dalam sebuah ruang Olahraga indoor terdapat beberapa fasilitas seperti :

Area olahraga utama : terdiri dari lapangan olahraga, area penonton


(tribun), area official (petugas garis, wasit, pelatih, dan lain-lain), ruang
peralatan olahraga, ruang teknik, ruang pelatih, ruang ganti, kamar mandi,

toilet, janitor, dan sebagainya.


Area olahraga indoor meliputi tempat latihan bulutangkis, bola voli,
billyard dan tempat latihan kebugaran ( fitness centre).

Area administrasi meliputi ruang receptionist, kantor pengelola, ruang rapat

pengelola, pantry, gudang, dan ruang arsip.


Area Penerimaan Tamu meliputi : front office, loket penjualan tiket, loket
pendaftaran keanggotaan atau penyewaan, entrance hall, lobby, dan toilet

umum.
Area Rekreasi : Cafetaria, Taman Bermain, Sport Shop dan Kolam Renang.
Area Pendidikan : Perpustakaan buku buku Olahraga.
Keamanan : faktor keamanan terhadap api, keributan/kerusuhan, dan

kecelakaan.
Area Ibadah : Musholla dan ruang tempat wudhu.

2.2.3 Persyaratan Fasilitas - fasilitas pada Gelanggang Olahraga


Fasilitas Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

Fasilitas Utama yaitu fasilitas fasilitas yang menjadi keutamaan dalam


lingkup bangunan Gelanggang Olahraga. Contoh: Lapangan Badminton, Hall

Basket, dan sebagainya


Fasilitas Penunjang yaitu fasilitas yang menjadi pelengkap daripada fasilitas
fasilitas utama yang ada di bangunan Gelanggang Olahraga. Contoh :
Cafetaria, Perpustakaan Olahraga, Sport shop, dan sebagainya.

Tribun
Bentuk Tribu terdiri dari 2 tipe, tipe lipat dan tipe tetap. Tipe tetap bersifat untuk
membuat tempat duduk atau fleksibilitas arena. Pemisaha Tribun harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
1. Pemisahan antara tribun dan arena dipergunakan pagar transparan dengan
tingga minimal 1,00 m, dan maksimal 1,20 m;
2. Tribun yang berupa balkon dipergunakan pagar dengan tinggi bagian
masif minimal 0.40 m dan tinggi keseluruhan antara 1,00 1,20 m;
3.

Jarak antara pagar dengan tempat duduk terdepan dari tribun minimal
1,20 m;

Tata letak tempat duduk


1. Tata letak tempat duduk VIP, diantara 2 gang, maksimal 14 kursi, bila satu
sisi berupa dinding maka maksimal 7 kursi;
2. Tata letak tempat duduk Biasa, diantara 2 gang, maksimal 16 kursi, bila
satu sisi berupa dinding maka maksimal 8 kursi;
3. Setiap 8-10 deret tempat duduk terdapat koridor;
4. Lokasi penempatan gang harus dihindarkan terbentuknyaperempatan;
5. Kapasitas tempat duduk disesuaikan dengan daya tampung penonton dalam
1 kompartemenisasi.
Tangga
Tangga harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Jumlah anak tangga minimal 3 buah, maksimal 16 buah; bila anak tangga
diambil lebih besar dari 16, harus diberi bordes dan anak tangga berikutnya
harus berbelok terhadap anak tangga dibawahnya;
2. Lebar tangga minimal 1,10 m, maksimal 1,80 m; bila lebar tangga diambil
lebih besar dari 1,80 m, harus diberi pagar pemisah pada tengah bentang;
3. Tinggi tanjakan tangga minimal diambil 15 cm, maksimal 17 cm;
4. Lebar injakan tangga minimal diambil 28 cm, maksimal 30 cm.

Lantai
Lantai harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1.

Lantai harus stabil, kuat dan kaku, serta tidak mengalami perubahan
bentuk atau lendut, selama dipakai;
7

2.

Lantai harus mampu menerima beban kejut dan beban gravitasi


minimal 400kg/m2;

3.

Permukaan lantai harus terbuat dari bahan yang bersifat elastis;

4.

Bila lantai menggunakan konstruksi kaku, permukaan lantai harus


ditutup dengan lapisan elastis,

5.

Bila lantai menggunakan konstruksi panggung, harus ada peredaran


udara yang baik antara penutup lantai dengan lantai;

6.

Permukaan lantai harus rata tanpa ada celah sambungan;

7.

Permukaan lantai harus tidak licin;

8.

Permukaan lantai harus tidak mudah aus;

9.

) Permukaan lantai harus dapat memberikan pantulan bola yang


merata.

Dinding
Arena Dinding arena olahraga dapat berupa dinding pengisi, dan atau dinding
pemikul beban, serta harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1) Konstruksi dinding harus kuat menahan benturan dari pemain ataupun bola;
2) Permukaan dinding pada arena harus rata, tidak boleh ada tonjolantonjolan, dan tidak boleh kasar;
3) Bukaan-bukaan pada dinding kecuali pintu, minimal 2 meter diatas lantai;
4) Sampai pada ketinggian dinding 2,0 m, tidak boleh ada perubahan bidang,
tonjolan atau bukaan yang tetap;

5) Harus dihindari adanya elemen-elemen atau garis-garis yang tidak vertikal


atau tidak horizontal, agar tidak menyesatkan jarak, lintasan dan kecepatan
bola, bagi para atlet.
2.3. Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Ruang
Berdasarkan KONI Kabupaten Karawang tentang prestasi atlet Karawang di
PORDA JABAR 2014
Tabel 2.4 Daftar cabang olahraga

Nama olahraga
Anggar

Kategori

Cabang

Sangat Unggul

olahraga
Atletik

Unggul

Atletik

Unggul

Atletik

Peluang

Atletik

Unggul

Atletik

Unggul

Atletik

Unggul

Atletik

Peluang

Permainan

Peluang

Permainan

Peluang

Permainan

Bayangan

Senam

Sangat Unggul

Permainan

Bayangan

Rekreasi

Karate
Judo
Angkat besi
Taekwondo
Pencak silat
Gulat
Bakset
Voli
Bulu tangkis
Senam lantai
Sepatu roda
Jogging

Bayangan

Rekreasi

Fitness
Sumber : KONI Kabupaten Karawang 2014

ZONING MAKRO AREA

2.4. Program Ruang


Program kebutuhan ruang Pusat Olahraga dibagi menjadi dua kegiatan olahraga dan
kegiatan penunjang
10

Tabel 2.5 Kebutuhan Ruang


Fungsi
Kegiatan

Uk.
Standart
Lap (m2)

Uk. Standart+
Sirkulasi
(m2)

Kegiatan
olahraga

Anggar

14

1,5

18

18

KEB/
total

Sumber

Venue

*DA

Indoor

*DA

Indoor

*DA

Indoor

*DA

Indoor

*PBTI

Indoor

*IPSI

Indoor

*DA

Indoor

*DA

Indoor

*DA

Indoor

*DA

Indoor

2
4

Karate

10

10

14

14

Judo

10

10

14

14

Angkat besi

10

10

Taekwondo

12

12

18

18

Pencak silat

10

10

14

14

648m2
1
196m2
1
196m2
1
110m2
1
324m2
1
196m2
1Ring Tinju

Gulat

12

12

+
Lat.
288m2
1

Bakset

28

Voli

18

Bulu tangkis

13,4

15

30

17

7
210m2
1

34

19

12.5
646m2

6,1

17,
4

1
9,1

9
158,34m2

11

1
Senam lantai

52

Sepatu roda

200

27

52

27

*DA

Indoor

*CIC

Outdoor

*DA

Outdoor

*DA

Outdoor

1404m2
1
6

206

12

2427m2
1

Jogging track

200

Fitness

201

1407m2
1
64

Total indoor = 4376,34 m2


Total outdoor = 3898 m2

Fungsi kegiatan

Uk. Standar

Kebutuhan

Total

Sumber

12/4org

100

300m2

*DA

15/50remaja

100

30m2

*DA

33m2

*DA

(m2)

Hunian atlet
R.Tidur
Toilet
Sirkulasi

10%

Total = 363 m2
Hunian Pelatih
R.Tidur

12/2unit

25unit

150m2

*DA

Toilet

15/10unit

25unit

27,5m2

*DA

17,75

*DA

Sirkulasi

10%

Total = 1792,75m2

Fungsi kegiatan
Kegiatan

Uk. Standar

Kebutuhan

Total

Sumber

(m2)

12

penunjang
Kantor

300

1 kantor

300m2

12,5/mobil

50 mobil

62,6m2

0,5/motor

100motor

50m2

Audiotorium

800

800m2

*DA

Sport science

85

1lab

85

*DA

*R. makan

2.6/4org

500

325m2

*Dapur
R. utilitas

1.3/kursi

500

650m2

*R. Panel

10

20m2

*R. Genset

10

20m2

*R. Pompa
Toilet+R. Ganti

10

10m2

25

175m2

*DA

0,85/org

85m2

*DA

60,75

60,75m2

*DA

pengelola
Parkir

*DA
*DA

Kantin

atlet
Mesjid
Pusat kesehatan

*DA

*DA

Total =2643,35m2 +sir 10% =2907,69m2


Sumber : Data Arsitek,Nuefert,Ernst

Cabang olahraga yang ditampung dalam bangunan olahraga:


a. ANGGAR

13

Gambar 2.1 Olahraga anggar

Anggar adalah ilmu beladiri


menggunakan
senjata yang berkembang menjadi
Sumber
: sporty25.blogspot.com
seni budaya olahraga ketangkasan dengan senjatayang menekankan pada
teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan
dengan menggunakan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan.
Arena permainan

Gambar 2.2 Arena permainana anggar

Arena permainan cabang olahraga anggar berbentuk prsegi panjang dengan


Sumber : sporty25.blogspot.com

ukuran 14 m x 1,5 m standar olimpiade dan durasi lama waktu bertanding


adalah 5-6 menit
b. KARATE

14

Gambar 2.3 Olahraga karate


: konijawatimur.com
Karate adalah seni bela diriSumber
yang berasal
dari Jepang.
Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah Kara dan berarti

kosong. Dan yang kedua, te, berarti tangan'. Yang dua kanji bersama
artinya tangan kosong (pinyin: kongshou).
Luas lapangan

Gambar 2.4 Arena permainana karate

Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan
Sumber : daerah
dojoku.blogspot.com
ketinggian 1 meter dan ditambah
pengaman berukuran 2 meter pada

tiap sisi. Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan
menimbulkan bahaya. Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI
yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras
dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu
putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana
karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau
akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai
adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat
15

memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang
paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding
efektif.
c. JUDO

Gambar 2.5 Olahraga judo


Sumber : http://www.google.co.id/search?
q=JUDO+ADALAH&bd=0ahUKEwj1y

Judo terdiri dari dua suku kata , yaitu JU dan DO. JU berarti halus atau
lembut, Sedangkan DO adalah cara atau jalan. Jadi arti kata Judo adalah cara
halus atau jalan yang lembut. Dalam olahraga Judo, ketika bertanding pejudo
tidak harus menggunakan skill untuk dapat mengalahkan lawannya,
melainkan mengalahkan lawan dengan cara yang lembut atau dengan
memanfaatkan tenaga lawan.

Area permainan judo

16

Gambar 2.6 Area olahraga Judo


q=JUDO+ADALAH&biw=1366&b

Lapangan untuk olahraga Judo biasanya dipersiapkan khusus agar tidak


membahayakan pemain dan penonton. Ukuran arena pertandingan Judo
adalah 8 X 8 meter. dan berwarna hijau. Sekeliling lapangan berwarna hijau,
dalam ukuran satu meter berwarna merah disebut daerah berbahaya.
Kemudian diluar gari merah itu masih ada area pengamanan Luas keseluruhan
adalah 16 X 16 meter.
d. ANGKAT BESI

Gambar 2.7 Olahraga angkat besi

Angkat besi atau angkat berat adalah cabang olahraga yang bersaing untuk
Sumber : sport.viva.co.id

mengangkat beban berat yang disebut dengan barbel, yang dilakukan dengan
kombinasi dari kekuatan, fleksibilitas, konsentrasi, kemampuan, disiplin
(sangat penting), atletis, fitnes, teknik, mental dan kekuatan fisik. Kata
"angkat besi" biasanya secara tidak resmi digunakan sebagai latihan beban.
Area lapangan olahraga Angkat besi

17

Gambar 2.8 Standar area angkat besi


Sumber : Data Arsitek. Neufert, Ernst

e. Taekwondo

Gambar 2.9 Olahraga Taekwondo

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do atau Taekwon-Do) adalah seni bela diri
Sumber : id.wikipedia.org

asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu
seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade.
Area permainan Taekwondo

Gambar 2.10 Area olahraga Taekwondo


Sumber : http://www.google.co.id/search?q=lapangan+taekwondo&biw=1

Lapangan bagian luar berukuran 12 x 12 meter dan didalamnya ada lagi


lapangan yang berukuran 8 x 8 meter. Diantara garis kedua lapangan itu
ditempatkan beberapa meja juri dan wasit pertandingan. Ditengah lapangan
ada lingkaran kecil untuk tempat wasit. Sedangkan lingkaran di pojok antara 2
18

lapangan itu tempat juri sudut. Kemudian di tempat dewan juri di salah satu
sisi dan sisi lain merupakan tempat para pelatih dan tim manager.
f. PENCAK SILAT

Gambar 2.11 Olahraga pencak silat

Pencak silat atauSumber


silat adalah
suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari
: https://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat
Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia,
Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan
penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Silat saat ini telah diakui sebagai
budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas,[10] yaitu para penduduk
daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai
kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di
berbagai daerah di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lainlainnya yang juga mengembangkan beladiri ini.
Area olahraga pencak silat

19

Keterangan: Gelanggang Pencak Silat


1. Ketua pertandingan

8. Wasitjuri

2. Sekretaris pertandingan

9. Pembantupembantu

3. Dokter pertandingan

10. Sudut merah

4. Pengamat waktu

11. Sudut biru

5. Juri teknik

12. Lampu menang

6. Dewan hakim

13. Lampu babak

7. Dewan pendekar

14. Gong
Gambar 2.12 Arena pertandingan pencak silat

Sumber : http://artikelpengertianmakalah.blogspot.co.id/2015/04/denah-gelanggangpencak-silat-dan.html#comment-form

Gelanggang dapat di lantai atau di panggung dan dilapisi matras dengan tebal
maksimal 5 cm, permukaan rata dan tidak memantul serta ditutup dengan alas
yang tidak licin, berukuran 9 9 meter. Berikut adalah ketentuan gelanggang
pertandingan. Bidang gelanggang berbentuk persegi (bujur sangkar)dengan
ukuran 7 7 m.
Bidang laga berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang. Batas gelanggang
dan bidang laga dibuat dengan garis selebar ke arah luar 5 cm dan berwarna
kontras dengan permukaan gelanggang. Pada tengahtengah bidang laga dibuat
lingkaran dengan garis tengah 2 m selebar 5 cm sebagai batas pemisah sesaat
akan dimulai pertandingan. Lingkaran tersebut mempunyai tanda garis lurus
pada garis tengah lingkaran selebar 5 cm, yang sejajar dengansisi persegi dan
berwarna kontras dengan permukaan gelanggang. Sudut pesilat adalah ruang

20

pada sudut persegi yang berhadapan dan dibatasi oleh lingkaran bidang laga.
Sudut yang berhadapan lainnya adalah sudut netral.
g. GULAT

Gambar 2.13 Olahraga gulat

Gulat adalah
satu cabang olahraga bela diri individu yang mempunyai
Sumbersalah
: http://www.google.co.id/search?q=GULAT+ADALAH&biw
ciri khas saling berhadapan dengan menggunakan anggota tubuh untuk saling
menjatuhkan lawan dengan cara menarik, mendorong,membanting,menjegal
dengan tujuan posisi kedua bahu lawan menempel di atas matras sehingga
terjadilah touche kemenangan multak
Area lapangan gulat

Gambar 2.14 Lapangan gulat


Sumber : http://www.google.co.id/search?q=GULAT+ADALAH&biw=1349&bih

Total ukuran matras gulat (pxlxt) : 12 m x 12 m x 6 cm.


Penutup matras gulat (Cover) : Ukuran 12 m x 12 m.
Bahan matras terbuat dari PE Form dan Eva Spon.

21

Cover terbuat dari PVC / Synthetic Leather anti slip dan mudah dibersihkan.
Warna kombinasi kuning, biru dan merah.
Sesuai standar PGSI / FILA / IWF
h. BASKET

Gambarbola
2.15berkelompok
Permainan basket
Bola basket adalah olahraga
yang terdiri atas dua tim
Sumber : http://www.google.co.id/search?
beranggotakan masing-masing
lima orang yang saling bertanding mencetak
q=STANDAR+UKURAN+LAPANGAN+BASKET

poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat
cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan
hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola
basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat
jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola.
Lapangan basket

Gambar 2.16 Standar lapangan basket


Sumber : https://tunas63.files.wordpress.com/2010/04/lap_basket_poster.jpg
22

Lapangan standar nasional


Ukuran : 30m X 15m, jarak lapangan kepenonton minimal 1,5 m (keliling)
Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki
panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Papan Pantul :
Papan Pantul Bagian Luar
Panjang 1,80 meter
Lebar 1,20 meter.
Papan Pantul Bagian Dalam
Panjang 0,59 meter
Lebar 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter.
Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket
adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter.
Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1

meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80
meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir
lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis
tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

i. VOLI

Gambar 2.17 Olahraga voli

Bola voli adalah olahraga permainan


yang :dimainkan oleh dua grup
Sumber
berlawanan.
Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula
http://ujiansma.com/wp-content/uploads/2013/12/olympic-Volleyball-image.jpg

23

variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki
dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation
Internationale de Volleyball) sebagai induk organisasi internasional,
sedangkan di Indonesia dinaungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh
Indonesia)
Lapangan bola voli

Gambar 2.18 Standar lapangan voli


Sumber :
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cd/VolleyballCourt.svg/22

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Garis batas
serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar
dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.
Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter.

24

j. BULUTANGKIS

Gambar 2.19 Olahraga bulutangkis


Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-1ejn3sZHWNw/VJmSjfLfnMI/

Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh
dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling
berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau
"shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah
ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Lapangan bulutangkis atau badminton

25

Gambar 2.20 Lapangan bulutangkis


Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-FjhZOtGH1To/VfJY6RrGeCI/

Bentuk lapangan badminton yaitu persegi panjang yang dibagi dua menjadi
bidang permainan yang di pisahkan oleh Net. Ada beberapa garis di setiap
bidang permainan yaitu garis servis bagian depan, garis tengah, garis belakang
untuk permainan ganda, dan garis servis samping sisi kiri dan kanan untuk
permainan tunggal.
Berikut ukuran lapangan bulutangkis standar:
Panjang lapangan bulutangkis adalah 13,40 m
Lebar lapangan bulutangkis 6,10 m
Jarak garis servis depan dengan garis net 1,98 m
Jarak garis servis tengah dengan garis samping lapangan 3,05 m
Jarak garis servis belakang (untuk permainan ganda) dengan garis

belakang lapangan 0,76 m


Jarak garis samping permainan tunggal dengan garis pinggir lapangan

0,46m
Tinggi tiang net 1,55 m
Tinggi net: 1,52 m

k. SEPATU RODA

26

Gambar 2.23 Olahraga sepatu roda


Sumber : http://suaramerdeka.com/foto_sport/.jpg

Sepatu roda adalah olahraga yang membutuhkan daya keseimbangan, hal ini
dapat dibuktikan hanya dengan berdiri dengan Inline Skate ini, cara berdiri
yang biasa digunakan adalah V Letter atau dengan cara berdiri dengan
kedua kaki yang membentuk sudut seperti huruf V, Tapi itu hanya berdiri
dan baru permulaan, ketika meluncur menggunakan sepatu roda bahkan badan
harus lebih seimbang dan selalu konsentrasi.
Lintasan sepatu roda
Peraturan pertandingan olahraga sepatu roda tertuang dalam Internasional
Speed Skating Committe C.I.C. Sport Regulations, antara lain:
1. Lintasan Balap
- Lintasan balap bisa berupa lintasan track atau jalan. Lintasan balap
di jalan bisa berbentuk sirkuit terbuka atau tertutup.
- Di jalan, lintasan balap berjarak 30 cm dari pinggir bagian dalam.
Garis ini disebut ROPE.
- Di semua lintasan, tikungan harus dibatasi oleh garis pinggir atau
tanda yang bergerak yang dapat dilihat dengan jelas. Tanda tidak
diletakkan pada rope pada track karena akan berbahaya bagi peserta
perlombaan.
- Pada lintasan jalan dengan tikungan di kiri dan kanan, pengukuran
diambil sepanjang garis imajiner pada 30 cm dari tikungan tajam.
2. Track
- Track diartikan sebagai lintasan balap outdoor atau indoor yang
tersedia dengan dua jalur lurus yang sama panjang dan dengan dua
tikungan simetris yang memiliki diameter yang sama.

27

- Track untuk event internasional dan kejuaraan dunia harus dengan


ukuran standard dan bersertifikat CIC. Track ini harus memiliki
keliling 200 meter dan lebar lintasan 6 meter.
- Permukaan track boleh terbuat dari bahan apa saja, asalkan benarbenar halus dan tidak licin.
- Garis start dan finish harus ditandai dengan garis putih, selebar 5 cm,
tidak boleh diletakkan di tikungan.
- Pagar pembatas bagian luar track harus dilindungi oleh material yang
sesuai untuk menghindari bahaya karena keberadaannya.
- Informasi teknikal lainnya dapat dilihat pada gambar standard yang
telah dibuat dan disertifikasi oleh CIC

Gambar 2.24 Lintasan sepatu roda

l. JOGGING / Lari ringan

Sumber : : Internasional Speed Skating Committe C.I.C. Sport Regulations

Gambar 2.25 Aktivitas Jogging


Sumber : : http://www.healthandfitnesstravel.com/ Ananda-jogging-track.jpg

28

Jogging merupakan aktivitas atau olahraga lari kecil yang sering dilakukan di
pagi hari bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu banyak orang
yang mengistilahkan jogging itu sebagai lari santai. Menurut Dr. George
Sheehan seorang pakar di bidang jogging mendiskripsikan bahwa jogging
adalah aktivitas berlari dengan melakukan kecepatan di bawah 6 mil/jam atau
9,7 km/ jam, sedangkan jika melebihi kapasitas kecepatan tersebut maka hal
itu disebut sebagai lari.
Jogging Track

Gambar 2.26 Jogging track

Jogging
track: :dapat
mengikuti pola alur sirkuit. Contoh : jogging track pada
Sumber
http://dunialari.com/wp-content/uploads/2014/02/trackIAAF.jpg
arena sepatu roda.

29

m. FITNESS

Gambar 2.27 Fitness


Sumberadalah
: http://cdn.gametime.com/images/uploads/subpages/Outdoor-AdultFITNESS
aktivitas yang mempu membuat orang menjadi bugar
Fitness-Parks.jpg

dengan olahraga latihan angkat beban (weight lifting),aerobic,dan pemenuhan


nutrisi.
Berikut adalah gambar fitness outdoor yang dapat digunakan untuk
masyarakat umum dan atlet

2.5. Hubungan Ruang


2.5.1.
Makro

Gambar 2.28 Alat fitness outdoor


Sumber : fitness.equipment//ghyunksi.gr

30

Gambar 2.29 Hubungan makro


Sumber : Analisis penulis,2016

Zona ruang dibagi menjadi 3 yaitu Zona Publik dimana semua pelaku kegiatan dapat
masuk ke area ini dan menjadi main gate bangunan. Yang termasuk bagian zona

31

public adalah kegiatan sepatu roda,jogging,fitness karena memerlukan lapangan


outdoor termasuk juga ruang publik lain seperti parkir kendaraan. Zona kedua adalah
Zona Semi Publik mencakup kegiatan yang sifatnya tidak terlalu public seperti area
pertandingan serbaguna,kantor pengelola,audiotorium dan mesjid. Zona terakhir
adalah Zona Privat dimana pelaku yang terlibat hanya atlet,pelatih dan pengelola.
2.5.2.

Mikro

32

Gambar 2.30 Hubungan mikro


Sumber : Analisis penulis,2016

2.6 Studi Banding Proyek Sejenis


2.6.1. Studi Banding
Kompleks GOR Ragunan di Jakarta Selatan

33

KEBUTUHAN RUANG

34

KELOMPOK RUANG

35

UTILITAS

36

BENTUK

37

Bentuk dari Kompleks GOR Ragunan menerapkan bentuk linear. Linear berarti
mengikuti pola yang dibatasi oleh pembatas.

SISTEM STRUKTUR
Karena bangunan olahraga membutuhkan bentang lebar maka yang paling
memungkinkan sistem struktur yang digunakan adalah sistem struktur rangka baja.
Bentang yang digunakan pada bangunan olahraga Ragunan adalah 25-40m

38

Kompleks GOR Rawamangun


Deskripsi proyek

1. Lokasi
Lokasi proyek perencanaan terletak di Hook dijalan Pemuda dan jalan
Velodrome.
2. Luas kawasan perencanaan
Proyek Perencanaan ini merupakan penyempurnaan dari kondisi existing
dengan luas lahan 98.976,945 m2.
3. Fungsi dalam kawasan
Kawasan Gelanggang Olahraga Rawamangun ,memiliki Fasilitas Olahraga
Sbb : Lapangan terbuka Atletik lengkap dengan Trek lari ; Velodrome ;
Kolam Renang ; Lapangan Baseball ; Lapangan Tenis terbuka dan Lapangan
Tenis Tertutup ; Lapangan Volley ; lapangan Basket ; Lapangan/Gedung

39

Bulutangkis ;Squash ; Lapangan Footsal ; Gudang Penyimpanan Alat ;


Kantor UPT ; Kantin dan Gedung KNPI terdiri dari 4 lantai.
BENTUK

Bentuk kompleks GOR Rawamangun menerapkan pola linear dalam


peletakan masa bangunan.
KELOMPOK RUANG

UTILITAS
Drainase
1. Pola Drainase Permukaan

40

Pola drainase permukaan yaitu dengan sistem yang mengarah ke jalan


ditengah, dimana nantinya akan diarahkan dan disalurkan ke arah timur dan
barat.
2. Sistem Drainase Tapak
Sistem drainase tapak eksisting menggunakan sistem saluran tertutup dalam
tanah, dan ada juga sistem yang ditutup beton diatasnya. Drainase disekitar
lapangan, dibuat dengan sistem terbuka.
STRUKTUR
Karena bangunan olahraga membutuhkan bentang lebar maka yang paling
memungkinkan sistem struktur yang digunakan adalah sistem struktur rangka
baja.
Pada bangunan aquatic mengguankan sistem struktur tenda.
Bentang yang digunakan pada bangunan olahraga Rawamangun adalah 2540m
FOTO FASILITAS DI GOR RAWAMANGUN

2.6.2. Kesimpulan Studi Banding


Fungsi

Dari kedua studi banding, program ruang mengikuti standar Data


Arsitek dan menzoningkan kegiatan ruang berdasarkan arena
permainannya.

41

Bentuk

Kompleks GOR Ragunan menerapkan pola linear dalam penempatan


massa bangunan
GOR rawamangun juga menerpkan pola linear
Konsep pola ruang linear memudahkan aksesbilitas dengan

Lingkunga

manfaatkan pembatas sebagai jalan menuju bangunan


Dari kedua studi banding lingkungan disekitar massa bangunan

n
Utilitas

dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan ruang publik


Kompleks GOR Ragunan dan GOR Rawamangun menerapkan konsep

Struktur

drainase untuk membuat daerah-daerah sebagai sumur resapan


Kompleks olahraga Ragunan dan Rawamangun menggunaka sistem
struktur baja, dengan kelebihan struktur ini sangat cocok untuk
bangunan bentang lebar

42