Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PRAKERIN

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - PekanBaru
Disusun Sebagai Syarat Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Praktek Kerja Industri (Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu

Oleh:

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615

Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ)


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN ROKAN HULU
SMK NEGERI 1 UJUNGBATU
2015/2016

PENGESAHAN DARI SEKOLAH

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - PekanBaru

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
Diajukan Untuk Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Praktek Kerja Industri
(Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu
Oleh:

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615
Disetujui :
Ketua Program Studi
TKJ

Ketua Prakerin

Widia Mayesti, S.Kom


NIP.

Guru Pembimbing
Prakerin

Ipelda, S.T
NIP.

Resi Ratna Sari, S.Pd


NIP.

Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 UjungBatu

LENI MARLINA, S.Pd


NIP. 197206241997022001

PENGESAHAN DARI DU/DI


PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - Pekan Baru

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu

Oleh :

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615

Disetujui :

Pimpinan Industri

Pembimbing Industri

MOTO DAN PERSEMBAHAN


Apapun aku bisa.! Selagi aku mau.!

Laporan ini dapat diselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak, oleh
karna itu saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada :
1. Kedua Orang Tua saya.
2. Ibu Leni Marlina S.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 UjungBatu.
3. Bapak Mulyadi Mustafa selaku Manager Perusahaan PT. TELKOM
4.
5.
6.
7.
8.

AKSES
Bapak Vicky Bob C. Siregar S.Kom selaku Pembimbing Industri.
Ibu Widia Mayesti S.Kom selaku Ketua Program Studi TKJ.
Ibu Resi Ratna Sari S.Kom selaku Pembimbing Prakerin.
Bapak Susanto S.Kom selaku Wali Kelas XI TKJ II.
Semua pihak yang telah membantu dalam Penyusunan laporan ini.

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya bisa kembali ke SMK
NEGERI 1 UJUNGBATU dan dapat menyelesaikan laporan prakerin yang
dilaksanakan di PT. TELKOM AKSES dengan judul PENYAMBUNGAN
KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2 CORE)
Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna walaupun
saya telah berusaha dengan semaksimal mungkin.
Dan saya hanya dapat berdoa semoga amal baik semua pihak yang
membantu saya mendapat imbalan yang lebih besar dari ALLAH SWT.
Akhir kata, semoga prakerin ini banyak memberikan pengalaman dan
manfaat kepada saya sendiri dan teman-teman saya yang melaksanakannya.

UjungBatu, April 2016

WAHYU KURNIAWAN

DAFTAR ISI
LAPORAN PRAKERIN...........................................................................................i

PENGESAHAN DARI SEKOLAH........................................................................ii


PENGESAHAN DARI DU/DI...............................................................................iii
MOTO DAN PERSEMBAHAN............................................................................iv
KATA PENGANTAR...............................................................................................v
DAFTAR ISI...........................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR............................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................x
BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1. Latar Belakang Prakerin................................................................................1
1.2. Tujuan Prakerin.............................................................................................2
1.3. Manfaat Prakerin...........................................................................................3
1.4. Dasar Pelaksanaan Prakerin..........................................................................3
BAB II. LANDASAN TEORI.................................................................................4
2.1. Gambaran Umum Perusahaan/Instansi.........................................................4
SEKILAS PERUSAHAAN..............................................................................4
KEBIJAKAN MUTU.......................................................................................5
KEUNGGULAN..............................................................................................6
Visi Misi PT. TELKOM AKSES :....................................................................6
2.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri................................7
2.3. Kompetensi yang di ajarkan..........................................................................8
2.4. Pembahasan Prakerin....................................................................................8
a)

Pengertian Sistem Komunikasi Fiber Optic..............................................9

b)

Keuntungan dan Kerugian dari Fiber Optic............................................10

c)

Penyambungan Kabel Fiber Optic (Drop Cable 2 core).........................11

2.5. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah......................................22


BAB III. PENUTUP..............................................................................................23
3.1. Kesimpulan..................................................................................................23
3.2. Kritik & Saran.............................................................................................23
Untuk SMK NEGERI 1 UJUNGBATU :.......................................................23
Untuk PT. TELKOM AKSES :.......................................................................23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................24
LAMPIRAN - LAMPIRAN...................................................................................25

DAFTAR GAMBAR
Halaman

Gambar 2.1. Gedung Telkom Akses RIDAR

Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT. Telkom Akses

Gambar 2.3. Fiber Optic Drop Cable 2 core

Gambar 2.4. Toolkit

12

Gambar 2.6. pemotongan biral dengan tang potong

13

Gambar 2.7. Splice on Connector

13

Gambar 2.8. pemasangan SOC ke Drop Cable

14

Gambar 2.9. pengupasan Drop Cable dengan Stripper Drop Cable

14

Gambar 2.10. Serat Fiber Optic Drop Cable

14

Gambar 2.11. peletakan Serat ke alat pada Splicer

15

Gambar 2.12. pengupasan kulit serat dengan Stripper

15

Gambar 2.13. pemotongan serat dengan Cleaver

15

Gambar 2.14. peletakan ke splicer

16

Gambar 2.15. pengupasan kulit serat pada preconnector dengan Stripper

16

Gambar 2.16. pemotongan serat preconnector dengan Cleaver

16

Gambar 2.17. peletakan preconnector ke splicer

17

Gambar 2.18. penutupan penututup pada splicer & mulai penyambungan 17


serat
Gambar 2.19. hasil sambungan serat

17

Gambar 2.20. pengangkatan hasil sambungan

18

Gambar 2.21. peletakan hasil sambungan ke alat pemanas pada splicer

18

Gambar 2.22. proses pemanasan

18

Gambar 2.23. pengangkatan hasil sambungan dari alat pemanas

19

Gambar 2.24. penyatuan SOC menjadi satu Preconnector lengkap

19

Gambar 2.25. pengecekan preconnector dengan Laser

19

Gambar 2.26. pengecekan kedua ujung preconnector dengen OPM & HLS 20
Gambar 2.27. penyelesaian

20

Gambar 2.28. Miniatur IKR RIDAR

21

Gambar 3.1. Gedung PT. TELKOM AKSES

25

ambar 3.2. Gambar saat penyambungan Fiber Optic drop cable 2 core
bersama rekan magang

25

Gambar 3.3. Miniatur IKR RIDAR

25

Gambar 3.4. Scan barcode barang

26

Gambar 3.5. Pengecekan ODC

26

Gambar 3.6. Pemasangan ODP

26

Gambar 3.7. ODP Pole

27

DAFTAR LAMPIRAN

10

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Prakerin

Praktek kerja industri (prakerin) disebut praktek dunia usaha/dunia industri


(DU/DI) secara umum merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan
oleh siswa SMKN di DU/DI yang memadukan secara sistematik dan sinkron.
program pendidikan disekolah dan program pengusahaan keahlian yang diperoleh
melalui kegiatan kerja langsung di DU/DI lebih terarah untuk mencapai suatu
tingkat keahlian tersebut.Secara sederhananya prakerin dapat disebut sebagai
pengalaman belajar dan bekerja sebab siswa prakerin memang berada di dalam
dunia kerja.
Dengan demikian siswa SMK NEGERI 1 UJUNGBATU sebagai calon
tenaga kerja yang siap pakai dan profesional. Pembelajaran langsung melalui

11

praktek sangat penting di lakukan untuk memberi keahlian kepada para peserta
didik.
Penerapan peraktek kerja industri (PRAKERIN) dalam bentuk praktek
industri untuk Sekolah Menengah Kejuruan umumnya dan khususnya di SMK
NEGERI 1 UJUNGBATU akan dapat membekali peserta didik dengan keahlian
seperti yang dibutuhkan dunia usaha/dunia industri (DU/DI), dengan demikian
pesrta didik menjadi sumber daya manusia (SDM) yang profesional dibidangnya.
Dengan praktek kerja industri (PRAKERIN) para siswa diharapkan mendapatkan
ilmu pengetahuan dari dunia usaha/dunia industri selain ilmu pengetahuan yang
didapat melalui pendidikan sekolah.

1.2. Tujuan Prakerin

Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) diselenggarakan Sekolah


Menengah Kejuruan dengan tujuan :

Mengenalkan siswa terhadap situasi kerja di dunia industri.


Memberikan wawasan baru tentang dunia kerja dan kondisi industri masa

kini.
Melatih siswa bekerja sampai kompetensi keterampilan yang diperoleh
disekolah kepada Industri tempat Praktik sebagai CBT (Competencies

Based Training).
Melatih siswa bekerja sesuai dengan standar kerja secara nyata dengan
Standar Industri sebagai realisasi konsep PBT (Production Based

Training).
Melatih siswa magang kerja di industry dalam rangka pendekatan dengan
industry agar dapat mengisi peluang kerja.

Meningkatkan mutu dan relaevansi pendidikan kejuruan melalui peran

dunia industri/usaha.
Menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos

kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.


Menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan
sikap

yang

menjadi

baat

dasar

pengembangan

dirinya

secara

berkelanjutan.
Member pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai

bagian dari proses pendidikan.


Meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan
melalui pendayagunaan sumber daya pendidikan yang ada di dunian kerja.

1.3. Manfaat Prakerin

Adapun manfaat dari peraktek kerja industri (PRAKERIN) manfaatnya


adalah sebagai berikut:

Dapat mengenali suatu pekerjaan industri dilapangan sehingga setelah


selesai dari sekolah menengah kejuruan SMK NEGERI 1 UJUNGBATU
dan terjun kelapangan kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan

yang tidak asing lagi baginya.


Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang

profesional dan handal.


Untuk megasah keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga
sesuai dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan SMK NEGERI 1
UJUNGBATU.

1.4. Dasar Pelaksanaan Prakerin

1. SISWA
Memahami proses pelaksanaan Praktik Pidustri.
Memahami peraturan dan tata tertib Praktik Industri.
Memahami tugas dan tanggung jawab selama Praktik Industri.
2. GURU PEMBIMBING
Sebagai pedoman dalam membimbing siswa-siswi dari persiapan
pelaksanaan sampai evaluasi Praktik Industri.
3. PEMBIMBING INDUSTRI
Sebagai pedoman dalam membimbing siswa-siswi di Industri.
Sebagai pedoman dalam megevaluasi keberhasilan siswa-siswi
selama Praktik Industri.

BAB II. LANDASAN TEORI

2.1. Gambaran Umum Perusahaan/Instansi

SEKILAS PERUSAHAAN

Gambar 2.1. Gedung Telkom Akses RIDAR

PT.

Telkom

Akses

(PTTA)

merupakan

anak

perusahaan

PT

Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya


oleh Telkom. PTTA bergerak dalam bisnis penyediaan layanan konstruksi dan
pengelolaan infrastruktur jaringan.
Pendirian PTTA merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk terus
melakukan pengembangan jaringan broadband untuk menghadirkan akses
informasi dan komunikasi tanpa batas bagi seluruh masyarakat indonesia. Telkom
berupaya menghadirkan koneksi internet berkualitas dan terjangkau untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing di level
dunia. Saat ini Telkom tengah membangun jaringan backbone berbasis Serat
Optik maupun Internet Protocol (IP) dengan menggelar 30 node terra router dan
sekitar 75.000 Km kabel Serat Optik. Pembangunan kabel serat optik merupakan
bagian dari program Indonesia Digital Network (IDN) 2015. Sebagai bagian dari
strategi untuk mengoptimalkan layanan nya, Telkom mendirikan PT. Telkom
Akses.

Kehadiran PTTA diharapkan akan mendorong pertumbuhan jaringan akses


broadband di indonesia. Selain Instalasi jaringan akses broadband, layanan lain
yang diberikan oleh PT. Telkom Akses adalah Network Terminal Equipment
(NTE), serta Jasa Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan (O&M Operation &
Maintenance) jaringan Akses Broadband.

Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT. Telkom Akses

KEBIJAKAN MUTU
PT. Telkom Akses menjamin kepuasan setiap pelanggan, baik itu institusi
maupun pelanggan akhir serta kepuasan stakeholder melalui komitmen seluruh
jajaran

Telkom

Akses

dalam

menerapkan

Sistem

Manajemen

Mutu

ISO9001:2008.
PT. Telkom Akses memiliki komitmen memberikan layanan terbaik melalui
pengelolaan ekselen jasa konstruksi dan manage service sesuai persyaratan Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang ditetapkan yang berorientasi kepada tepat
mutu, tepat waktu dan tepat volume.
PT. Telkom Akses Meningkatkan mutu dan kinerja melalui perbaikan secara
berkesinambungan dalam rangka memenuhi persyaratan, meningkatkan kepuasan
pelanggan, dan stakeholder serta mendorong pencapaian tujuan perusahaan baik
jangka pendek maupun jangka panjang.

PT. Telkom Akses akan meninjau kesesuaian Kebijakan dan Sistem Manajemen
Mutu secara berkala sesuai dengan perkembangan Perusahaan.

KEUNGGULAN

Berperan aktif dalam mempercepat proses pembangunan jaringan


akses broadband.

Menerapkan lean operation concept sehingga proses bisnis berjalan lebih


efektif dan efisien,

Memiliki tenaga ahli yang terampil dan kompeten di bidang konstruksi


dan manage service jaringan akses broadband,

Memiliki continuity

business

process yang

lebih

terjamin,

karena

dikendalikan langsung oleh perusahaan induk secara efektif,

Memiliki capital management dan financing yang lebih kuat dan fleksible,
karena didukung penuh oleh PT.Telekomunikasi Indonesia,

Mempunyai lebih dari 61 kantor perwakilan di seluruh Indonesia,

Memiliki

kemampuan manage

service end

to

end

jaringan

akses broadband baik untuk retail maupun corporate customer.


Visi Misi PT. TELKOM AKSES :
Visi
Menjadi perusahaan jasa operasi dan pemeliharaan jaringan
broadband dan jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi yang
terdepan di kawasan nusantara yang berorientasi kepada kualitas
prima dan kepuasan seluruh stake holder.

Misi
Mendukung suksesnya pegembangan kualitas infrastruktur jaringan

akses PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.


Memberikan layanan prima dangan oreintasi tepat mutu, tepat waktu

dan tepat volume infrastruktur jaringan akses.


Menciptakan tenaga kerja yang professional, handal dan cakap
dibidang teknologi jaringan akses dan membina hubungan baik
dengan lingkungan terkait pekerjaan konstruksi.

Memberikan hasil terbaik bagi seluruh stake holder.

2.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri

Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Industri yang telah
dilakukan penulis dilaksanakan pada:

Tempat : PT. TELKOM AKSES PekanBaru, Riau.


Waktu : 13 Januari 2016 - 31 April 2016.

JAM
HARI
SENIN
SELASA

08:00-12:00

12:00-14:00

14:00-17:00/lebih

LAPANGAN
(Pemasangan ODP, ODC, SPLITER & ANCORING,
Mengidentifikasi Gangguan Jaringan)

RABU
KAMIS
JUMAT

GUDANG
(Penyambungan &
Produksi Kabel
Drop Core,
Penginputan Data,
Penataan Barang)

ISTIRAHAT

GUDANG
(Penyambungan &
Produksi Kabel
Drop Core,
Penginputan Data,
Penataan Barang)

LIBUR
(Masuk jika pihak PT. TELKOM Memanggil)
Tabel 2.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri

SABTU

2.3. Kompetensi yang di ajarkan

Penyambungan Fiber Optic Drop Cable 2 core


Pemasangan ODP
Pengecekan ODC
Penginputan data ke Microsoft Excel
Setting ONT
Setting STB
Scan barcode barang

2.4. Pembahasan Prakerin

Sebelum kita membahas tentang penyambungan kabel Fiber Optic


alangkah baiknya kita harus mengetahui dulu apa itu Fiber Optic.

Gambar 2.3. Fiber Optic Drop Cable 2 core

Beberapa tahun ini, perkembangan teknologi fiber optik mengalami


peningkatan yang cukup pesat. Teknologi ini tidak hanya digunakan dalam bidang
telekomunikasi saja, melainkan banyak bidang yang telah menggunakan tekologo
ini. Secara umum, kegunaan media transmisi ini adalah menjadi alat dalam
berkomunikasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Kelebihan dari alat transmisi
ini adalah mampu mentransmisikan data yang besar serta yang berkeceptan tinggi.
Salah satu yang paling penting dalam dunia telekomunikasi adalah menyediakan
media komunikasi dengan baik pelayanannya. Dengan sistem fiber optik maka
dapat meminimalisir rugi daya yang terjadi. Hal ini terpengaru dengan jarak
maksimum yang diperbolehkan antara transmiter satu dan yang lainnya.

Salah satu yang sering terjadi masalah pada fiber optik adalah karena
keadaan kotor pada bagian fibernya. Itu terjadi karena ada zat yang masuk
kedalam fiber, mungkin karena pembungkusnya sudah rusak ataupun pada saat
pemasangan ada kotoran yang masuk.

10

Dengan adanya transmiter fiber optik ini diharapkan peningkatan kualitas


telekomunikasi di indonesia bisa lebih baik lagi, karena dengan memakai fiber
optik sangat minimal sekali ada kendala ataupun kerugian yang terjadi.

a)

Pengertian Sistem Komunikasi Fiber Optic

Sistem komunikasi Fiber Optic adalah suatu sistem komunikasi yang


menggunakan kabel Fiber Optic sebagai saluran transmisinya yang dapat
menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dan tingkat keandalan yang tinggi.
Berbeda dengan media transmisi lainnya, Fiber Optic tidak menggunakan
gelombang elektromagnetik/listrik sebagai gelombang pembawanya melainkan
menggunakan sinar/cahaya laser.
Sistem Komunikasi Fiber optik terdiri dari 3 komponen utama yaitu:

Transmitter berupa Laser Diode ( LD ) dan Light Emmiting Diode (LED).

Media transmisi berupa fiber optik.

Receiver yang merupakan detektor penerima digunakan PIN dan APD.

Dalam perjalanan sinyal optik dari transmitter menuju receiver akan


terjadi redaman cahaya di sepanjang kabel optik, sambungan-sambungan kabel
dan konektor-konektor di perangkatnya. Oleh karena itu untuk transmisi jarak
jauh diperlukan sebuah atau beberapa repeater yang berfungsi untuk memperkuat
gelombang cahaya yang telah mengalami redaman sepanjang perjalanannya.
b)

Keuntungan dan Kerugian dari Fiber Optic

11

1. Keuntungan serat optic

a) Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar).

b) Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah frekuensi yang tinggi yaitu
sekitar 10^13 Hz sampai dengan 10^16 Hz, sehingga informasi yang dibawa
akan menjadi banyak.

c) Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari


tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang
sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.

d) Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat dari


kaca atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari interferensi
medan magnet, frekuensi radio dan gangguan listrik.

e) Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi. Kemampuan


fiber optik dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat cocok untuk
pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital dengan kecepatan
beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.

f) Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan. Diameter inti fiber optik
berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis. Dan juga
tidak mengalirkan arus listrik Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak
dapat dialiri arus listrik (terhindar dari terjadinya hubungan pendek).

2. Kerugian serat optic

12

a) Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya diperlukan


lapisan penguat sebagai proteksi.

b) Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan dari luar yang
berlebihan.

c) Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat memberikan catuan
pada pemasangan repeater.

c)

Penyambungan Kabel Fiber Optic (Drop Cable 2 core)

Peralatan
Gambar Alat

Nama alat
Splicer

Fungsi alat
Penyambung Fiber Optic

Handheld
Light Source

Pengecek Redaman Fiber Optic

Optical
Power Meter

Pengecek Redaman Fiber Optic

13

Splice
On Konektor Fiber Optic Drop Cable
Connector

Cleaver

Pemotong Serat Fiber Optic Drop


Cable

Drop Cable Pengupas Fiber Optic Drop Cable


Stripper

Stripper

Pengupas serat Fiber Optic

Optical Fiber Pengecek tembus atau tidaknya fier


Identifier / optic
Laser
Cutter Plier / Pemotong
Tang Potong

Drop Cable / Jembatan Data yang dikirim dan


Drop Core
dterima

Tissue

Pembersih serat Fiber Optic

Tabel 1.2. Peralatan Penyambungan Kabel Fiber Optic

Langkah langkah kerja

14

Tentunya semua peralatan harus tersedia, termasuk Drop Cable. Tetapi dalam
gambar dibawah ini tidak ada Drop Cable, karena Drop Cable berukuran lumayan
besar jadi tidak muat di dalam gambar.

Gambar 2.4. Toolkit

Yang dilakukan pertama kali yaitu menghidupkan alat penyambungnya (splicer


fusion) dengan cara menekan tombol power terus hingga lampu menyala dari
warna merah kewarna kuning, dan saat tombol power dilepas akan berwarna
hijau.

15

Gambar 2.5. Splicer

Pada Drop Cable, kawat (biral) dipisahkan dan dipotong kira-kira 15 cm. Ini
dimaksudkan agar saat proses penyambungan nantinya tidak akan mengganggu.

Gambar 2.6. pemotongan biral dengan tang potong

Setelah kawat (biral) terpisah dari Drop Cablenya, maka SOC (Splice on
Connector) sekarang sudah bisa dipasangkan ke Drop Cablenya. Yang hitam dan
Protectnya (pelindung dari plastik bening yang disertai kawat kecil) saja.

16

Gambar 2.7. Splice on Connector

Pasang ke ujung Drop Cable yang kawatnya (biral) sudah dipotong.

Gambar 2.8. pemasangan SOC ke Drop Cable

17

Pisahkan kulit Drop Cable dari Fiber Opticnya (core) menggunakan Drop Cable
Stripper.

Gambar 2.9. pengupasan Drop Cable dengan Stripper Drop Cable

Karna saya menggunakan Drop Cable 2 Core maka seratnya pun ada 2, seperti
gambar dibawah ini, Biru dan Orange. Disini saya juga memakai serat yang warna
biru, jadi serat yang warna orang saya patahkan.

Gambar 2.10. Serat Fiber Optic Drop Cable

18

Masukan serat biru tadi ke alat yang ada di sebelah kiri pada splicer seperti
gambar dibawah ini.

Gambar 2.11. peletakan Serat ke alat pada Splicer

Kupas serat biru tadi dari kulit pembungkusnya memakai Stripper. Dan bersihkan
seratnya menggunakan Tissue.

Gambar 2.12. pengupasan kulit serat dengan Stripper

19

Lalu potong Serat yang sudah di kupas tadi menggunakan Cleaver.

Gambar 2.13. pemotongan serat dengan Cleaver

Setelah terpotong, letakan kembali ke tempat semula.

Gambar 2.14. peletakan ke splicer

Sekarang letakan SOC (Splice on Connector) yang putihnya (preconnector) ke


alat yang ada di sebelah kanan pada splicer. Seperti gambar dibawah ini. Dan
kupas juga menggunakan Striper.

20

Gambar 2.15. pengupasan kulit serat pada preconnector dengan Stripper

Potong seratnya dengan Cleaver.

Gambar 2.16. pemotongan serat preconnector dengan Cleaver

Setelah itu letakan kembali ke tempat semula.

21

Gambar 2.17. peletakan preconnector ke splicer

Tutup dan tekan Set.

Gambar 2.18. penutupan penututup pada splicer & mulai penyambungan serat

Sedang proses , seperti gambar dibawah ini. Dan hasilnya 0,01 dB (desible)

22

Gambar 2.19. hasil sambungan serat

Setelah proses selesai, buka penutupnya dan angkat hasil sambungannya dengan
hati-hati.

Gambar 2.20. pengangkatan hasil sambungan

Masukan ke tempat Pemanas agar Protect melekat ke kulit Drop Cablenya.

23

Gambar 2.21. peletakan hasil sambungan ke alat pemanas pada splicer

Lalu tekan tombol seperti gambar dibawah ini intuk mulai memanasakannnya.

Gambar 2.22. proses pemanasan

24

Setelah sekitar 2 menitan. Keluarkan dari tempat pemanasnya. Lalu diamkan


sejenak.

Gambar 2.23. pengangkatan hasil sambungan dari alat pemanas

Satukan SOC yang hitam dengan SOC yang Putih sampai terdengar bunyi klik.
Lalu kunci dengan SOC yang biru.

Gambar 2.24. penyatuan SOC menjadi satu Preconnector lengkap

Untuk mengetahui bahwa hasil sambungan tadi berhasil atau tidaknya adalah
menggunakan alat Laser. Saat laser dinyalakan maka cahaya akan muncul
melewati lubang yang terdapat pada SOC. Jika hasil sambungan tadi bagus,

25

cahaya yang terlihat akan seperti < , tetapi jika sambungan tadi gagal, maka
cahaya tidak akan terlihat atau cahaya sangat terang.

Gambar 2.25. pengecekan preconnector dengan Laser

Untuk ujung satunya lagi, lakukan langkah-langkahnya sama seperti sebelumnya.

Setelah kedua ujungnya sama-sama sudah terpasang SOC, maka sekarang saatnya
mengukur Redaman Drop Cable tersebut. Alat yang digunakan adalah OPM
(Optical Power Meter) dan HLS (Handheld Light Source). Redaman yang bagus
adalah -08.00 dB sedangkan maksimalya adalah -10.50 dB. Tetapi redaman yang
sempurna adalah redaman dibawah -08.00 dB.

26

Gambar 2.26. pengecekan kedua ujung preconnector dengen OPM & HLS

Setelah selesai, kedua hasil sambungan tadi dilakban ke Drop Cablenya.

Gambar 2.27. penyelesaian

27

Begitulah langkah-langkah dalam penyambungan Fiber Optic Drop Cable 2 Core.

Keamanan
Dalam melakukan penyambungan kabel tentunya ada keamanan yang harus di
taati dan dipatuhi, dibawah ini beberapa keamanan yang ada diperusahaan PT.
Telkom Akses saat Penyambungan Drop Cable :

Saat memisahkan kawat (biral) dari Drop Cable harus hati-hati. Karena
jika salah potong, dan ternyata yang terpotong adalah Serat Optiknya,
maka akan menerima konsekuensi dari perusahaan.

Saat memotong serat menggunakan Cleaver juga harus hati-hati, jangan


sampai jari kita yang terpotong.

Setelah serat dipotong menggunakan Cleaver, bersihkan menggunakan


Tissue, jangan menggunakan jari tangan.

Juga setelah Preconnector selesai dipanaskan, diamkan sejenak, jangan


langsung dipegang, karena sangat panas.

Dan saat Preconnector sudah jadi, lakbanlah ke Drop Cablenya dan


simpan ketempat yang jauh dari jangkauan umum. Hal ini dimaksudkan
agar Drop Cable tidak tersentuh oleh benda kasar yang mengakibatkan
Redaman menjadi tinggi.

28

Hasil

Nantinya Drop Cable yang sudah tersambung (Preconnector) akan di colokan ke


port pada ODP dan ROSET. Dibawah ini adalah gambar miniaturnya.

Gambar 2.28. Miniatur IKR RIDAR


2.5. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah

Masalah yang dihadapi

Penanganan Masalah

Redaman diatas -10,50 dB

Lihat SOC yang pecah, ganti dengan


yang baru

Redaman -50.00 dB

Lihat SOC yang pecah/rusak, ganti


dengan yang baru

Saat dilaser, cahaya tidak tembus

Lihat SOC yang pecah/rusak, ganti


dengan yang baru

Saat ARC terdapat gelembung inti

SOC ganti dengan yang baru

Loss diatas 0.03

SET terus sampai lossnya menjadi


dibawah 0,03

Protect tidak melekat sempurna

Panaskan ulang

29

Saat pengangkatan selalu patah

Harus tenang, tidak terburu-buru

Tabel 1.3. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah

BAB III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Fiber optik adalah salah satu transmiter yang memiliki sedikit sekali kendala,
itu dapat dibuktikan dengan sangat pesatnya perkembangan penggunaan fiber
optik di dalam bidang telekomunikasi.
Membuat laporan hasil prakerin ternyata tidak serumit yang saya bayangkan,
jika kita benar-benar berniat untuk menyelesaikannya.
Saat membaca laporan hasil prakrin saya ini

yang

berjudul

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE) mungkin step by step terlihat sangat mudah, tapi kenyataannya jika

30

langsung praktek sangat membutuhkan kesabaran, ketelitian, ketenangan dan


kefokusan.
3.2. Kritik & Saran
Untuk SMK NEGERI 1 UJUNGBATU :
Perbanyak Praktek daripada Teori di Mata Pelajaran Produktif.
Jangan bersikap seolah-olah tidak peduli ke kami semua (siswa-siswi
SMKN 1).
Jangan pernah membeda-bedakan kami.
Untuk kedepannya tolong persiapkan Prakerin ini dengan sebaik-baiknya,
jangan sampai membuat malu nama sekolah kita sendiri.
Sesibuk apapun para pembimbing prakerin, tolong luangkan sedikit
waktunya untuk melihat perkembangan para peserta prakerin.

Untuk PT. TELKOM AKSES :


Jika akan ada anggota prakerin lagi tolong para pembimbing industri
mengajarinya dulu sebelum diturunkan untuk bekerja.
Setidaknya berilah mereka uang saku untuk hasil selama 4 bulan magang
di PT. TELKOM AKSES.
Anggaplah kami selama 4 bulan itu sebagai karyawan PT. TELKOM
AKSES bukan sebagai budak ataupun pembantu.

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan,

Wahyu.

2016.

Informasi

Tentang

PT.

Telkom

Akses.

http://wahyukw.heck.in/informasi-tentang-pt-telkom-akses.xhtml . (diakses
30 Januari 2016)

31

Kurniawan,

Wahyu.

2014.

Tentang

Wahyu

Kurniawan.

http://wahyukw.heck.in/about.xhtml . (diakses 30 Januari 2016)


Facebook.

2013.

PT.

Telkom

Akses

Pekanbaru.

http://facebook.com/page/about.php?id=294607987345995&expand_all=1
. (diakses 30 Januari 2016)
Prasetya,

Dwi.

2009.

Serat

Optik.

http://unsri.ac.id/upload/arsip/Serat

%20Optik.pdf . (diakses 31 Januari 2016)


Wikipedia. Serat Optik. http://id.wikipedia.org/wiki/serat_optik . (diakses 30
Januari 2016)
Supiannor,

Muhammad.

2014.

Landasan

Teori.

http://skatel-xiv-

121937.blogspot.co.id/2014/10/landasan-teori.html . (diakses 04 Maret


2016)
Francis.

Panic.

2012.

Penyambungan

(splicing

Kabel

Fiber

Optik.

https://www.scribd.com/doc/98987124/PENYAMBUNGAN-SPLICINGKABEL-FIBER-OPTIK . (diakses 05 Maret 2016)


Ramadhan, Ambang. 2015. Pemasangan Perangkat Optical Distribution Point
(ODP)
jaringan
akses
fiber
optik.
http://ambangramadhan.blogspot.co.id/2015/04/pemasangan-perangkat-optical.html
.
(diakses 15 April 2016)

LAMPIRAN - LAMPIRAN

32

Gambar 3.1. Gedung PT. TELKOM AKSES

Gambar 3.2. Saat penyambungan Fiber Optic drop cable 2 core bersama rekan
magang

33

Gambar 3.3. Miniatur IKR RIDAR

Gambar 3.4. Scan barcode barang

34

Gambar 3.5. Pengecekan ODC

Gambar 3.6. Pemasangan ODP

Gambar 3.7. ODP Pole

35