Anda di halaman 1dari 28

VISUM et REVERTUM

ADALAH KETERANGAN TERTULIS YANG DIBUAT OLEH


DOKTER, ATAS PERMINTAAN RESMI DARI PENEGAK HUKUM
YANG BERWENANG, TENTANG APA YANG DILIHAT DAN DI
TEMUKAN PADA OBYEK YANG DI PERIKSANYA, DENGAN
MENGINGAT SUMPAH KETIKA MENERIMA JABATAN.

TUGAS DOKTER :
1.
MELAKUKAN PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
2.
MEMBERIKAN PENGOBATAN & PERAWATAN PASIEN
3.
MELAKUKAN PEMERIKSAAN MEDIK UNTUK MEMBANTU
PENEGAKAN HUKUM, BAIK KORBAN HIDUP MAUPUN
MATI, MIS. PEMBUATAN VISUM

VISUMet REVERTUM :
Dibuat atas permintaan penyidik, karena diduga

korban tindak pidana, baik dalam peristiwa :


1. KLL
2. Kecelakaan kerja
3. Penganiayaan
4. Pembunuhan
5. Perkosaan
6. Korban meninggal

Hak dan kewajiban yang timbul akibat


hubungan DOKTER-PASIEN ( Kontrak
Terapeutik ).
HAK PASIEN :

Hak atas informasi


2. Hak menolak/memilih alternatif cara pemeriksa
an/terapi
3. Hak atas rahasia kedokteran
1.

DASAR HUKUM VISUM et REVERTUM :


1. KUHAP ps.133
2.KUHAP ps 6 ( 1 )
3. PP No. 27 tahun 1983
4.KUHAP ps 179

ALAT BUKTI YANG SAH SESUAI KUHAP


ps 184 ( 1 ) :
1.
2.
3.
4.
5.

Keterangan saksi
Keterangan ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan tersangka

PERANAN & FUNGSI VISUM et REVERTUM :

Sebagai alat bukti yang sah, ps.184 KUHAP


2. Proses pembuktian perkara pidana
3. Sebagai pengganti benda bukti
4. Memuat keterangan/pendapat dokter mengenai
hasil pemeriksaan medik
1.

PERBEDAAN VISUM et REVERTUM dengan


CATATAN MEDIK dan SURAT KETRANGAN MEDIK :

CATATAN MEDIK :
1. Adalah catatan seluruh hasil pemeriksaan medik,
serta tindakan pengobatan/perawatanya, yang
merupakan milik pasien, meskipun dipegang oleh
dokter/institusi kesehatan.
2. Terikat pada rahasia pekerjaan dokter, yang diatur
dalam PP.no.10 tahun 1966 dg sanksi hukum yg
tercantum dalam ps 322 KUHP

DOKTER BOLEH MEMBUKA CACATAN MEDIK


PADA PIHAK KE TIGA :

Misalnya dalam bentuk ketrangan medik, hanya


setelah mendapat izin pasien, baik izin langsung
maupun izin yang dibuat sebelumnya antara pasien
dengan pihak ke tiga ( mis. perusahaan asuransi )

VISUM et REVERTUM DIBUAT ATAS


KEHENDAK UNDANG-UNDANG,
maka dokter tidak dapat di tuntut karena
membuka rahasia pekerjaan sebagaimana
diatur dalam ps 322 KUHP, meskipun dokter
membuatnya tanpa izin pasien.

JENIS dan BENTUK VISUM et REVERTUM


ADA 4 JENIS :
1. V et R, luka
2.
,, Kejahatan sexual
3.
,, psikiatri
4.
,, Jenazah

VISUM et REVERTUM terdiri dari 5 bagian :

1.
2.
3.
4.
5.

Pro Justitia
Pendahuluan
Pembritaan
Kesimpulan
Penutup

VISUM et REVERTU PADA KASUS


PERLUKAAN :
DERAJAT LUKA :
1. Luka ringan/luka derajat satu/ps.352 KUHP : luka
yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan
untuk menjalankan jabatanya atau pekerjaanya, ps
352 KUHP. Mis. penganiayaan, dg korban tanpa
luka atau luka lecet, luka memar kecil dilokasi
yang tidak berbahaya/tidak menurunkan fungsi
alat tubuh

Lanjutan.
2. Luka sedang/luka derajat dua/ps.351(1), 353(1)
KUHP : keadaan yang lebih berat dari luka ringan
3. Luka berat/luka derajat tiga/ps.90 KUHP :
a. Mendapat luka yang tidak memberi harapan
sembuh atau menimbulkan bahaya maut
b. Terus menerus tidak mampu menjalankan tugas
jabatan atau pekerjaan pencaharianya
c. Hilangnya salah satu panca indra

Lanjutan.
d. Cacat berat
e. Mengakibatkan terjadinya lumpuh
f. Terganggunya daya pikir selama 4 minggu atau lebih
g. Terjadinya keguguran atau matinya kandungan
seorang ibu

VISUM et REVERTUM KEJAHATAN SUSILA

Persetubuhan yang diancam pidana oleh KUHP

meliputi :
1. Perkosaan
2. Persetubuhan dengan wanita tidak berdaya
3. Persetubuhan dengan wanita belum cukup umur

ISI KESIMPULAN PERLUKAAN :


LUKA RINGAN :

Jenis kekerasan
2. Jenis luka
3. Lokasi luka
4. Tidak mengakibatkan penyakit atau halangan
dalam melakukan pekerjaan
1.

ISI KESIMPULAN PERLUKAAN :


LUKA SEDANG :

Jenis kekerasan
2. Jenis luka
3. Lokasi luka
4. Luka tsb mengakibatkan penyakit dan halangan
dalam melakukan pekerjanya sebagai.......untuk
sementara waktu
1.

ISI KESIMPULAN PERLUKAAN :


LUKA BERAT :

Jenis kekerasan
2. Jenis luka
3. Lokasi luka
4. Luka tersebut mendatangkan bahaya maut pada
korban
baca ps. 90 KUHP
1.

KEWAJIBAN DOKTER DALAM KEJAHA TAN


SUSILA membuktikan :
Adanya persetubuhan
2. Adanya kekerasan ( termasuk pemberian
racun/obat/zat, agar tidak berdaya )
3. Usia korban mis. tanda haid menunjukkan usia 12
tahun lebih, tanda seks sekunder usia 15 tahun lebih
4. Akibat adanya hubungan seksual, mis. kehamilan,
kelainan psikiatri/jiwa, penyakit kelamin.
1.

PEMBUKTIAN ADANYA PERSETUBUHAN


dilakukan dg pemeriksaan fisik, ditemukan:
Robekan himen
2. Laserasi vulva atau vagina
3. Cairan mani/sperma dalam vagina, terutama fornik
fosterior
usap vagina
1.

ISI KESIMPULAN KEJAHATAN SUSILA :

Identitas korban
2. Jenis kekerasan
3. Tanda persetubuhan
4. Perkiraan terjadinya
1.

VISUM et REVERTUM JENAZAH.


Jenazah yang akan dimintakan visum et revertum

HARUS :
1. Diberi label, memuat identitas mayat
2. Di lak dengan di beri cap jabatan
3. Di ikatkan pada ibu jari kaki atau bagian tubuh
lainya
4. Jelas tertulis jenis pemeriksaan yang di minta ( ps.
133 KUHAP )

OTOPSI DILAKUKAN :
1.
2.
3.
.
1.

2.

Setelah keluarga korban tidak keberatan atau


Bila 2 hari tidak ada tanggapan dari keluarga korban
( ps. 134 KUHAP )
Jenazah yang diperiksa dapat dari penggalian
kuburan ( ps. 135 KUHAP )
KETERANGAN :
Jenazah boleh di bawa pulang & di beri surat
kematian setelah seluruh pemeriksaan yg di minta
penyidik telah dilakukan
Bila jenazah di bawa pulang paksa, tidak ada surat
keterngan kematian.

PEMERIKSAAN JENAZAH DILAKUKAN :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Dengan teliti dan sistematik


Di catat secara rinci
Mulai dari bungkus atau tutup jenazah
Pakaian
Benda di sekitar jenazah
Perhiasan
Ciri ciri umum identitas
Tanda tanda kematian
Gigi geligi
Cedera atau kelainan yang di temukan

ISI KESIMPULAN PADA PEMERIKSAAN


LUAR :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Identitas korban
Jenis kekerasan
Jenis luka
Lokasi luka
Perkiraan saat kematian
Sebab kematian tidak dapat di tentukan

PEMERIKSAAN OTOPSI DI LAKUKAN


DENGAN MEMBUKA :
1.
2.
3.
4.
5.
.
1.
2.
3.

Rongga tengkorak
Leher
Rongga dada
Rongga perut
Rongga panggul
PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Histopatologi
Serologi
Toksikologi

ISI KESIMPULAN PADA OTOPSI :

Seperti isi kesimpulan pada pemeriksaan luar di


tambah Sebab kematian dan mekanisme kematian.

TERIMAKASIH