Anda di halaman 1dari 13

BAB III

ANALISA TEMUAN POSITIF


3.1 Analisa Temuan Positif

No
1

Foto Temuan

AnalisaPotensiBahay

Saran

DasarHukum

a
Terdapat smoke

Dijaga agar dapat

detectorsebagai alarm

terusberfungsidenganbaiksaatd

Permennaker
Per.02/MEN/1983

kebakaranautomatik

ibutuhkan

TentangInstalasi Alarm
KebakaranAutomatik
(pasal3 ayat 1
Pasal 69 ayat 1)

Kabel yang melintas di

Agar

jalanlalulalangdiisolasi

diperhatikansecaraberkalakond

agar

isiisolasi, jangansampaiada

tidakmembahayakan

yang terbuka

Tempat sampah

Agar dapat

PeraturanMenteriPerburuh

dialasiplastik dan

dipertahankandansebaiknya

tertutup

tempat sampah lainnyadiberi

an
no 7 tahun 1964
TentangSyaratKesehatan,

tutupdandialasiplastik pula

UU no 1 tahun 1970
TentangKeselamatanKerja
Pasal 3 ayat 1 (q)

Kebersihan,
sertaPenerangandalam

Armatur lampu tertutup

Sebaiknya
dipertahankandandicekberkala
untukmenghindarikerusakan

Tempat Kerja
(pasal 3
ayat 4 danayat 6)
PeraturanMenteriPerburuh
an
no 7 tahun 1964
TentangSyaratKesehatan,
Kebersihan,
sertaPenerangandalam

ManajemenRektoratUniversitasAirlanggatelahmemilikiSubditKeselamatan dan KesehatanKerja (K3) sehingga secara umumpenataan K3


di GedungManajemenRektoratUniversitasAirlanggatelahdilaksanakandenganbaik. Hal initerlihatdariadanyakotak P3K di setiapruangan,
pemeriksaan AC secaraberkalasesuaijadwal, terdapat safety sign pada area yang berbahaya, pencahayaanmemenuhisyarat, penataanbarangbarangtertatasecararapi, sertakondisisetiapruangancukupbersih.
Keberadaansmoke
detector

di

setiapruanganberfungsisebagai

kebakaranjugauntukkepatuhankaryawandalammentaatilaranganmerokok

di

area

alarm

gedung.

detectorsebenarnyatidakmendeteksiasaprokok, namunbanyakkaryawan yang menganggapbenarhaltersebut.


Bagiandalamtempatsampah
di
area
GedungRektoratUniversitasAirlanggatelahdiberi

Meskismoke

alas

kantungplastik.

Tempatsampahtersebutjugadilengkapipenutupsehinggamencegahpersebaranvektorpenyakit.
initelahmemenuhipersyaratanPeraturanMenteriPerburuhan

no

tahun

Hal
1964

TentangSyaratKesehatan,

Kebersihan,

sertaPenerangandalamTempatKerjapasal 3 ayat 4 danayat 6.

3.2 AnalisaTemuanNegatif
No.

FOTO TEMUAN

ANALISA POTENSI
BAHAYA

SARAN

DASAR HUKUM

1.

Petugas kebersihan
tidak menggunakan
alat pelindung diri
ketika
bertugas,
mengambil sampah
tanpa sarung tangan
dan
tidak
menggunakan sepatu
safety boots.
Posisi
petugas
dalam
memungut
sampah
yang
berserakan
terlalu
membungkuk. Jika
dilakukan setiap kali
memungut sampah
akan menyebabkan
low back pain.

Agar kepada seluruh


petugas
kebersihan
menggunakan
alat
pelindung diri berupa
sarung
tangan
(handscoon), masker, dan
safety boot.
Agar kepada pengurus
untuk
rutin
dalam
melakukan supervisi dan
menyediakan APD yang
layak bagi petugas.
Cara mengambil sampah
menggunakan
sekrop
dalam
pengambilan
sampah dan melapisi
tempat sampah dengan
kantong plastik karena
sampah yang tercecer
tersebut
berasal
dari
tempat sampah yang
penuh dan tidak dilapisi
kantong plastik.

Permenakertrans
RI
No.08/MEN/VII/2010
Tentang Alat pelindung
diri.
UU No.1 tahun 1970
pasal 8

2.

3.

Memicu hidupnya
organisme lain yang
dapat mengganggu
kesehatan karyawan
seperti lalat atau
nyamuk
Mengganggu
kenyamanan

Bahan kimia seperti


pembersih kaca dan
lantai tidak diberi
label dan diletakkan
di sembarang
tempat, potensi
bahaya keracunan
atau salah
penggunanaan

Agar sampah sampah


yang berserakan untuk
dibersihkan karena dapat
memicu timbulnya
penyakit
Memperbaik saluran air
plafon
Menghimbau pada
karyawan untuk tidak
buang sampah
sembarangan

Peraturan Menteri
Perburuhan No.7 Tahun
1964 Tentang syarat
kesehatan , kebersihan
serta penerangan dalam
tempat kerja , Pasal 3
ayat (3),(4),(5),(6)

Agar kepada petugas


untuk meberikan label
pada setiap alat atau
bahan kimia yang
digunakan
Meletakkan bahan bahan
kimia di tempatnya

Keputusan menteri
Tenaga Kerja No. 187
tahun 1999 Tentang
pengendalian bahan
kimia berbahaya Pasal
3 dan pasal 5

4.

Tidak semua tempat


sampah yang
tersedia diberi
penutup dan
trashbag

Agar setiap tempat


tsampah dimanapun
berada diberi penutup
sehingga dapat mencegah
munculnya lalat dan
memberikan kenyamanan

Peraturan Menteri
Perburuhan No.7 Tahun
1964 Tentang syarat
kesehatan , kebersihan
serta penerangan dalam
tempat kerja ,pasal 3
ayat (4)

5.

Peletakan spirtus
yang berdekatan
dengan kabel dan
kotak kontak , serta
terdapat kardus
disekitarnya

Agar para petugas


meletakkan cairan spirtus
atau cairan mudah
terbakar ditempat yang
seharusnya dan
mencantumkan label atau
keterangannya
Agar merapihkan kabel
yang berserakan

Keputusan menteri
Tenaga Kerja No. 187
tahun 1999 Tentang
pengendalian bahan
kimia berbahaya Pasal
4 dan pasal 5

6.

7.

Kamar mandi
ditemukan banjir
atau menggenang ,
kotor , dan licin
sehingga berpotensi
terpeleset.

Lantai pada tangga


ditemukan licin dan
tidak terdapat tanda
atau safety sign agar
berhati hati.
Tidak dipasang
kanopi atau atap
pada tangga
sehingga jika hujan
maka tangga akan
licin

Agar meperbaiki saluran


air kamar mandi
Menjaga kebersihan
kamar mandi
Menghimbau siapapun
untuk menggunakan
kamar mandi dengan
benar

Peraturan Menteri
Perburuhan No.7 Tahun
1964 Tentang syarat
kesehatan , kebersihan
serta penerangan dalam
tempat kerja, pasal 6

Agar diberikannya safety


sign jika ada lanatai yang
basah atau licin
Agar dipasang kanopi
pada tangga

Peraturan Menteri
Perburuhan No.7 Tahun
1964 Tentang syarat
kesehatan , kebersihan
serta penerangan dalam
tempat kerja, pasal 4
dan 5

8.

Atap atau langit


langit mengalami
kerapuhan , bocor
dan menjamur .
Sehingga karyawan
berpotensi terpleset
karena lantai yang
basah dan atap bisa
roboh kapanpun.

Agar melakukan
perbaikan pada atap atau
langit langit
Memperbaiki kebocoran

Peraturan Menteri
Perburuhan No.7 Tahun
1964 Tentang syarat
kesehatan , kebersihan
serta penerangan dalam
tempat kerja, pasal 5

9.

Adanya bahan kimia


(pestisida) diantara
kotak makanan

Agar ada himbauan


tertulis tentang
meletakkan bahan kima di
sekitarnya

Peraturan pemerintah
RI No.7 Tahun1973
Tentang Pengawasan
atas peredaran ,
penyimpanan dan
penggunaan pestisida

10.

Tidak lengkapnya
obat-obatan dalam
kotak P3K.
Tidak ada petugas
P3K

Agar dilengkapi obatobatan yang telah habis


digunakan sehingga
persediaan dalam kotak
P3K lengkap.
Agar disusun petugas
P3K di setiap lantai.

Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan
Transmigrasi RI No.15
tahun 2008 tentang
Pertolongan Pertama
pada Kecelakaan di
Tempat Kerja pasal 3,
dan 8.

PraktekKerjaLapangan

(PKL)

yang

telahdilakukanmenghasilkantemuanpositifmaupunnegatif.

Padatemuannegatifditemukanbeberapafaktor yang mempengaruhilingkungankerjadiantaranya :


1. Sampah
Sampah

yang

berserakandikarenakantempatsampah

digunakantelahmemenuhikapasitasdantumpahsehinggamenyebabkanpetugaskebersihanmengambilnyakembali.

yang

Saatmengambilsampah,petugastersebuttidakmenggunakanhandscoonatausarungtanganpadahalpadasampahkemungkinanterdapatbakte
riataupunmikroorganisme

yang

mungkinmembahayakanbagikesehatan.Selainituposisidalampengambilansampahjugatidakergonomisdimanapetugasterlalumembungk
ukdalammengambilsampah. Jikaditeruskandapatmengakibatkanpenyakitakibatkerja.
2. KamarMandi
Di
temukankamarmandidengan
air
yang
tergenang.
Selaindapatmenyebabkanterpelesetpadapenggunakamarmandi,
jugadapatmenyebabkansarangnyamuk yang bisamenyebabkanpenyakit. Di tepikoridorterdapatsampah yang berserakandangenangan
air, haltersebutdapatmenyebabkanmikroorganismeberkembangbiaksepertinyamukmaupunlalat yang dapatmenyebabkanpenyakit.
3. LantaiTangga
Ditemukanlantaitanggalicindantidakterdapatsafety
sign
agar
berhatihatikarenatidakadakanopiatauatappadatangga.
Jikahaltersebutdibiarkanmakasaathujanakanadagenangan air yang bisamembahayakanpagipenggunanya.
4. AtapdanDinding
Ditemukanterdapatatapataulangitlangit
yang

mengalamikerapuhan,

bocordanmenjamursehinggakaryawanberpotensiterplesetkarenalantai yang basahdanatap yang rapuhberpotensirobohkapanpun.


5. Bahan Kimia dan B3
Ditemukan
pula
di
lingkungankerjayaitubahankimiaberupapembersihkaca,pembersihlantaidancairankimia
lain
yang
diletakkansembarangan

dantidakdiberi

label

Hal

tersebutdapatmembahayakankesehatanjikapenggunaannyatidaktepatdandapatmerusaklingkungan
.Sehinggadiperlukanadanyatatacarapenataansertapemberian

label

padasetiapbahankimiadanpenyimpananbahankimiadenganbenar.

Dan melengkapi data bahankimiaberupa MSDS atau LDKB nya .


6. BahanMudahTerbakar
Di
dalamsalahsaturuanganyaituruanganBoga
,ditemukanbotolplastikberisispirtusdiletakkan
Botoltersebutdiletakkan
tidakterpakai

di

dekatkotakkontakdankabel

yang

di

sembarangtempat

berserakansertaditemukanadanyakardusdankertaskertas

.
yang

.Dikhawatirkanjikaterjadihubunganaruspendekdapatmemicuterjadinyakebakaran

.Sehinggaperluadanyapenataanulangtentangpeletakanataupenyimpananapapunjenisbahankimiadan B3

7. PenyimpananPestisida
Selanjutnyaadalahpenyimpananpestisida yang kurangtepat .Ditemukanadanyapestisida (obatnyamuk) di salahsaturuangan yang
berdampingandengantoplesatauwadahmakanan

Hal

tersebutdapatmembahayakankesehatanjikaterjadikeracunan

.Sehinggaperluadanyapenataanruangandanhimbauanpenyimpananpestisidadengantepat .
8. Petugas P3K danFasilitas P3K
Ditemukanfasilitas P3K berupakotak P3K di salahsatulantai yang isinyatidaklengkap. Kemungkinansudahterpakaisebagian,
namunakanlebihbaikjikaisikotak

P3K

tersebutselalu

di

perbaharui

.Untukberjagajagaketikaterjadikecelakaankerja.

Dan

dianjurkanuntuksetiaplantaiterdapatpetugas P3K sebagaiupayapencegahan .

Faktor Psikologi
Berdasarkan wawancara dari beberapa cleaning service, di dapatkan hasil:
Tn. M (25 tahun) menjelaskan bahwa jam kerja petugas cleaning service pukul 06.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan bekerja dari Senin
hingga Sabtu. Dengan beban kerja yang terlalu berat (lantai 3) kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan pekerjaan mereka, kadang-kadag
terkena marah atasan jika pekerjaan kurang bersih. Namun karena ada jam istirahat pada pukul 11.00 WIB sampai 12.00 WIB, seluruh petugas
cleaning service bisa berkumpul dan itu merupakan waktu untuk melepas lelah. Pada awal kerja sering kram pada kaki.
Ny. R (36 tahun) menjelaskan bahwa bekerja pada lantai 3 dan bekerja dari pukul 06.30 WIB sampai 16.00 WIB dan setiap Minggu libur. Tugas
kebersihan yang terlalu berat karena selalu memantau pada bagian kerja agar lantai selalu bersih namun gaji yang didapat tidak sebanding
dengan pekerjaan. Gaji yang didapatkan tidak sesuai dengan pekerjaannya. Atasan sering melampiaskan kemarahan.
Dari hasil wawancara tersebut dapat ditarik kesimpulan jika beban kerja yang dialami oleh petugas cleaning service relatif berat, hal tersebut
ditandai dengan timbulnya gejala fisik seperti pusing dan kram kaki. Menurut mereka upah yang diterima tidak sebanding dengan pekerjaan

yang dilakukannya. Selain itu juga atasan mempengaruhi psikologis petugas karena memberikan tekanan. Namun pada jam istirahat dapat
digunakan untuk melepaskan kelelahan yang mereka alami dengan cara berkumpul bersama teman-teman lainnya.

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
1. PT

untuk

SEGERA Memasangalatpemadam

api

ringan

sudahsesuaidenganjenisklasifikasikebakaran,
sertatelahmenyediakansaranadanfasilitastanggapdaruratsebagaipenunjanguntukmenghada
pikeadaandaruratsepert
SaranaTransportasi

APD,

peralatanpemadamankebakaran,

assembly

halinisudahsesuaidenganPermenaker

point
RI

No.

kotak

P3K,

danalatkomunikasi,
KEP-186/MEN/1999

TentangTugasdanSyarat Unit Penanggulangankebakaran.


2. PT

telahmensosialisasikantindakan-tindakanapasaja

yang

akandilakukandanjalur-jalurmanasajauntukmelarikandirisesuaijalurevakuasi

yang

tersediabilaterjadikeadaandaruratkebakaran/ledakan.
4.2 SARAN
1. Agar
kepadaseluruhpetugaskebersihanmenggunakanalatpelindungdiriberupasarungtangan
(handscoon), masker, dansafety boot.
kepadapengurusuntukrutindalammelakukansupervisidanmenyediakan
layakbagipetugas.
2.

APD

yang