Anda di halaman 1dari 4

PPK : GIGI TIRUAN CEKAT

Definisi:
Gigi tiruan cekat adalah suatu protesa yang berfungsi untuk menggantikan satu atau beberapa
gigi yang hilang dengan didukung oleh gigi yang masih ada serta tulang yang baik dan tidak
dapat dilepas sendiri oleh pasien.1
Anamnesis:
Anamnesis meliputi semua informasi yang berhubungan dengan alasan mengapa pasien
tersebut ingin melakukan perawatan, informasi pribadi termasuk pengalaman medis dan
dental sebelumnya yang relevan. Keluhan utama yang dialami pasien biasanya meliputi 4
kategori yaitu kenyamanan ( adanya rasa sakit, sensitivitas, adanya pembengkakan ), fungsi
( apakah ada kesulitan untuk pengunyahan atau bicara ), sosial (bau mulut) dan estetis.
Pemeriksaan Umum:
Penampilan pasien secara umum dinilai, cara berjalan dan berat juga diukur. Warna kulit
dilihat apakah pasien menderita anemia. Tanda-tanda vital seperti pernapasan, tekanan darah,
denyut nadi dan temperature juga dihitung.

Penyakit sistemik/penyakit infeksi : o Ada


o Tidak
Kebiasaan jelek
: o Ada
o Tidak
Pernah memakai gigi tiruan
:
Atas : o Ya
o Tidak
Bawah: o Ya
o Tidak
Sikap mental pasien : o Filosofis
o Kritis
o Acuh tak acuh
o Histeris

Pemeriksaan Lokal:

Ekstra Oral: Wajah: Depan

: o Tapering/Triangular
o Oval
o Square
o Kombinasi tapering dan square
Samping : o Cembung
o Lurus
Sendi temporo mandibular : Normal

o Cekung

Intra Oral
a. Status gigi:
F

F F

8 7 6 5 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7 8

8 7 6 5 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7 8

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Gigi yang hilang


Gigi yang karies
Radiks
Gigi Mobiliti
Gigi Elongasi
Oral higiene
Kelainan oklusi

: Elemen gigi 18,28,37,38,47,48


: Elemen 12
: Tidak ada
: Tidak ada
: Gigi 17, 27
: Baik
: Tidak ada

Pemeriksaan gigi penyangga : elemen 24 dan 26


- Vitalitas
: vital
- Posisi
: normal
- Karies
: tidak ada
- Tambalan
: ada
- Fraktur mahkota : tidak ada
- Resesi gingival : ada

Pemeriksaan penunjang rontgen foto:


- Kelainan apikal gigi penyangga : tidak ada
- Kerusakan tulang
: tidak ada
- Perbandingan mahkota akar
: baik
- Gigi/akar yang terpendam
: tidak ada

Diagnosis:
Tidak semua pasien yang ingin menggunakan gigi tiruan cekat memiliki masalah diagnosa,
namun kesalahan diagnose mungkin terjadi jika pasien memiliki keluhan seperti rasa sakit
dan disfungsi oklusi. Perawatan diperlukan untuk menghilangkan karies, memperbaiki
prostesa yang fraktur atau mengganti gigi yang hilang.
Diagnosis banding:
Ketika anamnesa dan pemeriksaan telah dilakukan sebuah diagnosis pembanding bisa dibuat.
Biasanya praktisi mengobservasi kondisi untuk kemungkinan yang akan muncul. Diagnosis
banding biasanya berkembang jika ada bukti penunjang yang muncul.

Prognosis:
Prognosis ditentukan oleh faktor umum seperti umur pasien dan keadaan oral pasien) dan
faktor local (tekanan yang diberikan kepada gigi serta kooperatif pasien)
Kriteria Diagnosis :
-

Tersedianya gigi yang akan dijadikan penyangga

Jumlah gigi yang akan diganti


Umur pasien, pada pasien muda gigi tidak boleh dipreparasi karena ruang pulpa
yang masih besar. Indikasi umur 18-55 tahun.
Keadaan jaringan pendukung gigi
Kebersihan RM pasien
Indeks karies
Oklusi, crossbite kontraindikasi
Keadaan/posisi gigi antagonis

Terapi :
Rencana Perawatan: - Perawatan Persiapan
Konservasi : 26
Jaringan pendukung gigi: RA & RB
-

Desain Perawatan
Tipe jembatan : Fixed-fixed bridge
Gigi penyangga : 24 & 26
Jenis retainer : Ekstrakoronal retainer
Tipe dasar pontik : Ridge lap

Penatalaksanaan:
- Pencetakan anatomis menggunakan bahan cetak alginate, usaha untuk mendapatkan
bentuk negatif dari gigi & jaringan pendukung
- Pembuatan sendok cetak fisiologis
- Retraksi gingiva dan tahap prosedur preparasi gigi penyangga
- Pembuatan mahkota sementara
- Pencetakan fisiologis dengan bahan cetak elastomer untuk mendapatkan model kerja
- Prosedur laboratorium/ pembuatan coping
- Percobaan pemasangan coping pada gigi setelah coping selesai di proses di
laboratorium
- Prosedur laboratorium/ glazing
- Penyemenan bridge pada gigi penyangga dan melihat adaptasinya/ pasang sementara
- Pasang tetap
- Kontrol pasca pemasangan.

Instruksi dan Edukasi:


Jangan makan atau mengunyah dengan bridge baru selama 24 jam setelah
pemasangan. Gunakan sisi yang lain untuk menguyah pada waktu makan.
Menjaga kebersihan rongga mulut dengan menyikat gigi secara teratur dan bila perlu
menggunakan dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan dibawah bridge.
Apabila gigi yang dipreparasi terasa sedikit sensitif karena trauma yang telah terjadi
sewaktu prosedur. Perasaan ini akan hilang setelah beberapa hari. Jika perasaan ini
tidak berkurang, segera periksa ke dokter gigi.
Daftar Pustaka

1. Rosenstiel, Land, Fujimoto. 2006. Contemporary fixed prosthodontics 4th ed.


Missouri. Mosby Elevier: 4-22.
2. Rizki C, Firman D, Adenan A. Jembatan adhesif sebagai alternatif perawatan pada
kasus kehilangan satu gigi di anterior maupun posterior (Laporan Kasus). Bandung:
Bagian Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran: 1-12.