Anda di halaman 1dari 8

SISTEM RSKKE

Pembangkit Listri Tenaga Air

Disusun oleh:
Eko Mamo Prapitag
(2414106018)

Program Studi S-1


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2016

A. Pengertian PLTA

PLTA merupakan salah satu tipe pembangkit yang ramah lingkungan, karena menggunakan air
sebagai energi primernya. Energi primer air dengan ketinggian tertentu digunakan untuk menggerakkan
turbin

yang

dikopel

dengan

generator.

Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan pusat pembangkit tanaga listrik yang mengubah energi potensial
air ( energi gravitasi air ) menjadi energi listrik. Mesin penggerak yang digunakan adalah turbin air untuk
mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis poros yang akan memutar rotor pada generator untuk
menghasilkan energi listrik. Air sebagai bahan baku PLTA dapat diperoleh dapat diperoleh dengan berbagai
cara misalnya, dari sungai secara langsung disalurkan untuk memutar turbin, atau dengan cara ditampung
dahulu (bersama sama air hujan) dengan menggunakan kolam tando atau waduk sebelum disalurkan untuk
memutar turbin.

B. Prinsip kerja PLTA


1. Aliran sungai dengan jumlah debit air sedimikian besar ditampung dalam waduk yang ditunjang dalam
betuk bangunan bendungan.
2. Air tersebut dialirkan melalui saringan power intake.
3. Kemudian masuk ke dalam pipa pesat (penstock).
4. Untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik. Pada ujung pipa dipasang katup utama (Main
Inlet Valve).

5. Untuk mengalirkan air ke turbin, katub utama akan diutup secara otomatis apabila terjadi gangguan atau
distop atau dilakukan perbaikan/pemeliharaan turbin. Air yang telah mempunyai tekanan dan kecepatan

tinggi (energi kinetik) dirubah menjadi energi mekanik dengan dialirkan melalui sirip sirip pengarah
(sudu tetap) akan mendorong sudu jalan/runner yang terpasang pada turbin.
6. Pada turbin , gaya jatuh air yang mendorong baling baling menyebabkan turbin berputar. Turbin air
kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling
baling digantikan air untuk memutar turbin. Selanjutnya turbin merubah energi kinetic yang disebabkan
gaya jatuh air menjadi energy mekanik.
7. Generator dihubungkan dengan turbin melalui gigi gigi putar sehingga ketika baling baling turbin
berputar maka generator ikut berputar. Generator selanjutnya merubah energy mekanik dari turbin
menjadi energy elektrik. listrik pada generator terjadi karena kumparan tembaga yang diberi inti besi
digerakkan (diputar) dekat magnet. Bolak-baliknya kutub magnet akan menggerakkan elektron pada
kumparan tembaga sehingga pada ujung-ujung kawat tembaga akan keluar listriknya.Yang kemudian
menghasilkan tenaga lisrik. Air keluar melalui tail race.
8. Selanjutnya kembali ke sungai.
9. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator masih rendah, maka dari itu tegangan tersebut terlebih
dahulu dinaikan dengan trafo utama.
10. Untuk efisiensi penyaluran energi dari pembangkit ke pusat beban, tegangan tinggi tersebut kemudian
diatur/dibagi di switch yard.
11. Dan selanjutnya disalurkan /interkoneksi ke sistem tenaga listrik melalui kawat saluran tegangan tinggi.
Kemudian listrik ditransmisikan ke rumah-rumah penduduk.

C. Komponen PLTA

1. Waduk ,berfungsi untuk menahan air


2. Main gate, katup pembuka
3. Bendungan, berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan tinggi jatuh air. Selain
menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan tujuan untuk menyimpan energi.

4. Pipa pesat (penstock) ,berfungsi untuk menyalurkan dan mengarahkan air ke cerobong turbin. Salah
satu ujung pipa pesat dipasang pada bak penenang minimal 10 cm diatas lantai dasar bak penenang.
Sedangkan ujung yang lain diarahkan pada cerobong turbin. Pada bagian pipa pesat yang keluar dari
bak penenang, dipasang pipa udara (Air Vent) setinggi 1 m diatas permukaan air bak penenang.
Pemasangan pipa udara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tekanan rendah (Low Pressure)
apabila bagian ujung pipa pesat tersumbat. Tekanan rendah ini akan berakibat pecahnya pipa pesat.
5. Katup utama (Main Inlet Valve), berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik
6. Turbin merupakan peralatan yang tersusun dan terdiri dari beberapa peralatan suplai air masuk turbin,
diantaranya sudu (runner), pipa pesat (penstock), rumah turbin (spiral chasing), katup utama (inlet
valve), pipa lepas (draft tube), alat pengaman, poros, bantalan (bearing), dan distributor listrik. Menurut
momentum air turbin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin reaksi dan turbin impuls. Turbin
reaksi bekerja karena adanya tekanan air, sedangkan turbin impuls bekerja karena kecepatan air yang
menghantam sudu.

Gambar Turbin Air


7. Generator, Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari 18 buah besi
yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk 9 pasang kutub utara dan
selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator (AVR), maka akan timbul
magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut
berputar. Magnet yang berputar memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati
"coil" yang terletak di stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik
8. Draftube atau disebut pipa lepas, air yang mengalir berasal dari turbin
9. Tailrace atau disebut pipa pembuangan
10. Transformator adalah trafo untuk mengubah tegangan AC ke tegangan yang lebih tinggi.

11. Switchyard (controler)


12. Kabel transmisi
13. Jalur Transmisi, berfungsi menyalurkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat
industri.

14. Spillway adalah sebuah lubang besar di dam (bendungan) yang sebenarnya adalah sebuah metode untuk
mengendalikan pelepasan air untuk mengalir dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir.
D. Ilmu fisika dan pembahasan
1. Energi Potensial
Energi potensial yaitu energi yang terjadi akibat adanya beda potensial, yaitu akibat adanya perbedaan
ketinggian.semakin tinggi air berasal semakin besar pula tenaga yang dihasilkan
Besarnya energi potensial yaitu:
Ep = m . g . h
Dimana:
Ep : Energi Potensial (joule)
m : massa (kg)
g : gravitasi (9.8 kg/m2)
h : hight (m)
2. Debit ait
Saat air jatuh debit air juga menentukan barapa besar listrik yang dihasilkan dengan rumus yaitu
Q=v/t
Dimana
Q = debit air (m3/s)
v = volume (m3)
t = waktu (s)
3. Energi Kinetis
Energi kinetis yaitu energi yang dihasilkan akibat adanya aliran air sehingga timbul air dengan
kecepatan tertentu, yang dirumuskan
Ek = 0,5 m . v2
Dimana:
Ek : Energi kinetis (joule)
m : massa (kg)
v : kecepatan (m/s)

4. Energi Mekanis
Energi mekanis yaitu energi yang timbul akibat adanya pergerakan turbin. Besarnya energi mekanis
tergantung dari besarnya energi potensial dan energi kinetis. Besarnya energi mekanis
dirumuskan:
Em = T . . t
Dimana:
Em : Energi mekanis (joule)
T : torsi (N/m)
: sudut putar (rad/s)
t : waktu (s)
5. Generator
Setelah proses pada turbin selanjutnya pada generator, saat baling baling pada turbin bergerak rotor
juga ikut berputar sesuai dengan persamaan
= 60 . f / P
dimana:
: putaran
f : frekuensi (Hz)
P : jumlah pasang kutub
selain itu banyak sedikitya kumparan pada stator juga mempengaruhi besarnya daya listrik yang bisa
dihasilkan oleh pembangkit. Selain itu kita juga harus membicarakan magnet yang ditemukan oleh
fisikawan yaitu Faraday , yaitu tentang induksi elektromagnetik. Listrik pada generator terjadi karena
kumparan tembaga yang diberi inti besi digerakkan (diputar) dekat magnet. Bolak-baliknya kutub
magnet akan menggerakkan elektron pada kumparan tembaga sehingga pada ujung-ujung kawat
tembaga akan keluar listriknya.Yang kemudian menhasilkan tenaga lisrik induksi magnet dapat dicari
dengan persamaan

B=k

I
a

Dengan

k =2 x 107 NA 2

B = induksi magnetic (Wb/m2=T)


I= kuat arus listrik (A)
a= jarak dari arus listrik (m)
Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR maka akan timbul magnet dari rotor.
Sehingga didapat persamaan:
E=B.V.L
Dimana:
E : Gaya elektromagnet

V : Kecepatan putar

B : Kuat medan magnet

L : Panjang penghantar

Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan kumparan, sehingga agar beban

yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat kemagnetannya, yaitu dengan mengatur
jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang masuk, makin besar pula nilai kemagnetannya,
sedangkan makin kecil arus yang masuk, makin kecil pula nilai
6. Energi Listrik
Ketika turbin berputar maka rotor juga berputar sehingga menghasilkan energi listrik sesuai persamaan:
El = V . I . t
Dimana:
El : Energi Listrik
V : tegangan (Volt)
I : Arus (Ampere)
t : waktu (s)
7. Daya listrik yang dihasilkannya adalah:

W
t

P = daya listrik
W = energy listrik
t = waktu (sekon)
Namun, tidak semua energi potensial dari air diubah menjadi energi listrik. Oleh karena itu kita
mengenal konsep efisiensi:

Kesimpulan
Dari analisa saya tentang pembangkit listrik tenaga air dapat kita simpulkan bahwa PLTA menggunakan
energi potensial sebagai energi utama, kemudian menjalani beberapa tahap dan perubahan bentuk energi
dari gravitasi menjadi gerak, dari gerak menjadi mekanik dan dari bantuan generator akan di ubah
menjadi energi listrik yang akan disalurkan adapun
kelebihan PLTA adalah
1. Dapat menghapuskan biaya bahan bakar
2. Memiliki kehidupan ekonomi yang lebih lama
3. Tidak menyebabkan polusi gas rumah kaca
4. Bendungan dari PLTA itu sendiri bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan irigasi perairan
5. Bendungan dari PLTA dapat dijadikan tanggul untuk mengantisifasi ketika terjadi banjir.
kelemahannya
1. Mebutuhkan inventasi yang besar
2. Membutuhkan lahan yang luas untuk membuat pusat listrik yang berkapasitas besar