Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INTERMONEV COMMUNITY

KERANGKA KONSEP UNTUK ANAK USIA SEKOLAH

KELAS A2 / KELOMPOK 3
Ulfatul Karomah

135070300111001

Mohd. Sarli

135070300111009

Nadia Magdalena

135070300111042

Erfi Fauziya Rahmah

135070301111005

Atika Choirun Nisa

135070301111014

Putri Indah Eka Sari

135070301111018

Dea Khoirunnisa

135070301111019

Arunia Kemala Putri

135070301111030

Wahyu Alfyati Regina

135070307111020

PROGRAM STUDI ILMU GIZI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

MATRIKS VARIABEL DAN INDIKATOR


No.
0
1

Variabel
Status Gizi Anak Usia
Sekolah 6,18,19
Status Kesehatan
(Infeksi) 16

1.1

Pelayanan Kesehatan 8

1.2

Sanitasi 8

1.2.1

2.1

2.1.1

2.2

Lingkungan Tempat
Tinggal dan Sekolah 10,12

Asupan Makanan 7

Pola Asuh 13

Tingkat Pengetahuan1,2

Makan jajanan

Indikator
TB/U, IMT/U, LL/U.

Metode
Antropometri

Besar atau tidaknya kejadian diare,


demam berdarah, ispa, tifus, campak,
masalah gigi dan mulut pada anak usia
sekolah.
Adanya fasilitas kesehatan yang
didirikan pemerintah, Jumlah tenaga
Kesehatan (Dokter dan Bidan) yang
memadai.
Pengelolaan sampah yang layak,
kebersihan dalam penyiapan dan
pemrosesan makanan, sarana air bersih,
tersedianya fasilitas MCK, sarana
pengolahan limbah, perilaku higienis
pada orang tua dan anak.
-Jumlah tempat perbelanjaan bahan
makanan di tempat tinggal Anak Usia
Sekolah (AUS) yang memadai.
-Kualitas
makanan
yang
dijual
pedagang di sekolah.
-Variasi jenis bahan makanan yang
tersedia di lingkungan tempat tinggal.
Rata-rata kecukupan asupan energi,
protein dan lemak serta zat mikro
lainnya.
Sikap orang tua dalam hal berhubungan
baik dengan anak, sikap orang tua
terkait pemberian makanan yang sehat
dan bergizi, sikap orang tua dalam hal
merawat dan memberikan kasih sayang
pada anaknya, sikap orang tua terkait
menjaga kebersihan.
-Tingkat pendidikan tertinggi yang telah
ditamatkan orang tua
-Pengetahuan dan kebiasaan ibu dalam
menyiapkan makanan
-Kemampuan ibu dalam menerapkan
informasi tentang gizi dalam kehidupan
sehari-hari.
Frekuensi jajan, jenis jajan yang
dikonsumsi per hari

Wawancara
terstruktur.

Wawancara
terstruktur

Wawancara
terstruktur
melalui
pertemuan
informal
Kuisioner

Food Recall 24hour


Wawancara
terstruktur

Kuisioner

FFQ, semi FFQ

2.3

Kebiasaan makan 17

2.4

Ketersediaan pangan 5

2.4.1

Letak Geografis 10

Aktifitas Fisik 14

3.1

Jenis permainan

3.2
3.3.1

Akses transportasi 9
Kemajuan Teknologi 12

Kualitas Sumber Daya


Manusia (SDM) 15

Tingkat ekonomi 4,10,12

Referensi

Pola makan, frekuensi makan, jenis


makan, porsi makan,
kebiasaan/frekuensi sarapan, jenis
bahan makanan untuk sarapan
Pemenuhan pangan dalam satu
keluarga/satu rumah tangga, stabilisasi
harga pangan
Jumlah AUS yang bertempat tinggal di
wilayah pusat kota dan pinggir kota.
Jenis aktifitas fisik sehari-hari,
Frekuensi aktifitas fisik, durasi aktifitas
fisik.
Waktu permainan, tingkat berat
permainan
Kemudahan, jarak akses
-Jumlah dan jenis teknologi peralatan
pangan yang dimiliki keluarga.
-Kemajuan media komunikasi yang
dilakukan di lingkungan keluarga terkait
bidang pangan.
-Status gizi AUS
-Kondisi kesehatan baik secara mental,
fisik, dan sosial serta produktifitasnya.
-Indeks
Pembangunan
Manusia
(Human Development Index) dengan 3
faktor utama penentu, yaitu kesehatan,
pendidikan, dan ekonomi.
-Jenis dan tingkat pekerjaan keluarga.
-Tingkat pendapatan rata-rata keluarga
per bulan berdasarkan UMR.
-Kemampuan/daya
beli
keluarga
terhadap bahan makanan pokok yang
tersedia.
-Jumlah uang saku yang didapat AUS
untuk membeli makanan.

Single Food recall


24h, IMT

wawancara

Pendekatan
Cross-Sectional
Wawancara
terstruktur
Wawancara
Wawancara
Kuisioner

Antropometri dan
Kuisioner

Wawancara
Terstruktur
dengan Kuisioner

1. Aeda Ernawati. 2006. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene Sanitasi


Lingkungan, Tingkat Konsumsi dan Infeksi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di
Kabupaten Semarang Tahun 2003. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro
Semarang. http://eprints.undip.ac.id/15214/1/Aeda_Ernawati.pdf (Online). Diakses
tangal 21 Maret 2015.
2. Astuti, Ratna Kusuma, Irdawati. 2011. Hubungan antara Status Sosial Ekonomi
Keluarga dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah Di SDN Godog I Polokarto
Sukoharjo.

Jurusan

Keperawatan

Fakultas

Ilmu

Kesehatan

Universitas

Muhammadiyah

Surakarta.

https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/3630/RATNA
%20KUSUMA%20ASTUTI-IRDAWATI%20Fix.pdf?sequence=1 (Online). Diakses
tangal 21 Maret 2015.
3. Bapennas. 2005. KAJIAN KEBIJAKAN PERENCANAAN TENAGA KESEHATAN.
http://kgm.bappenas.go.id/document/makalah/19_makalah.pdf
4. Deni &Riani, Cesilia Meti Dwi. 2009. Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, Konsumsi
Snack dan Pangan Lainnya, pada Murid SD Bina Insani Bogor yang Berstatus Gizi
Normal dan Gemuk. Jurnal Gizi dan Pangan. Departemen Gizi Masyarakat Fakultas
Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
5. Hardy, Mantir L. 2012. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) BADAN KETAHANAN
PANGAN

PEMERINTAH

PROVINSI

KALIMANTAN

SELATAN.

http://bkp.kalselprov.go.id/downloader.php?id=36
6. Isdaryanti Christien.2007. ASUPAN ENERGI PROTEIN, STATUS GIZI, DAN
PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR

ARJOWINANGUN I PACITAN.

Yogyakarta : Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
https://muslimpinang.files.wordpress.com/2010/10/christien-publikasi.pdf

(online)

Diakses tanggal 21 Maret 2015


7. Kementerian Kesehatan RI. 2010. RISET KESEHATAN DASAR. Jakarta : BADAN
PENELITIAN

DAN

PENGEMBANGAN

KESEHATAN

KEMENTERIAN

KESEHATAN RI
8. Kementerian Kesehatan RI. 2012. PEDOMAN PERENCANAAN PROGRAM
GERAKAN SADAR GIZI DALAM RANGKA SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN
(1000 HPK). Jakarta : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI

9. Kurniawan, Aditya Wisnu. 2007. Menentukan Harga Rumah Menggunakan Metode


Jaringan Syaraf Tiruan Dengan Atribut Lokasi, Kondisi Bangunan, Dan Lingkungan
Sekitar. http://eprints.dinus.ac.id/12256/1/jurnal_12185.pdf
10. Lisbet Rimelfhi Sebataraja, Fadil Oenzil, Asterina. 2014. Hubungan Status Gizi
dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan
Pinggiran Kota Padang. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Jurnal
Kesehatan.

http://jurnal.fk.unand.ac.id/images/articles/vol3/no2/n182-187.pdf

(Online). Diakses tangal 21 Maret 2015.


11. Oktafiany Eka. 2012. Kondisi Rumah dan Sarana Sanitasi Dasar Dengan Kejadian
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan Tuberkolosis Di Kota Sukabumi
2010-2011. Depok : Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20289996-S-Eka
%20Ocktafiany.pdf (Online) Diakses Tanggal 21 Maret 2015.
12. Mohamad Aziz Taufiq Qurahman. 2010. Hubungan Perilaku Hidup Sehat dan Gizi
Seimbang dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Negeri Bulukantil di Ngoresan .
Fakultas

Kedokteran

Universitas

Sebelas

Maret

Surakarta.

http://jurnal.fk.unand.ac.id/images/articles/vol3/no2/n182-187.pdf (Online). Diakses


tangal 21 Maret 2015.
13. Picauly Intje, Magdalena Toy Sarci. 2013. ANALISIS DETERMINAN DAN
PENGARUH STUNTING TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DI
KUPANG DAN SUMBA TIMUR, NTT. Kupang : Jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat,
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
14. Retnaningsih Ekowati, Oktariza Rini. 2011. PENGARUH AKTIFITAS FISIK
TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID. Palembang : Badan Penelitian
Pengembangan

dan

Inovasi

Daerah

Provinsi

Sumatera

Selatan.

http://balitbangnovdasumsel.com/data/download/20140203111612.pdf

(online)

Diakses tanggal 21 Maret 2015


15. Rosita Hayatus Saadah, dkk.2014. Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar
Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Guguk Malintang Kota Padangpanjang. Fakultas
Kedokteran

Universitas

Andalas

Padang.

Jurnal

http://jurnal.fk.unand.ac.id/images/articles/vol3/no3/462-467.pdf

Kesehatan.

(Online).

Diakses

tanggal 22 Maret 2015.


16. Ryadinency Resty. 2012. ASUPAN GIZI MAKRO, PENYAKIT INFEKSI DAN
STATUS

PERTUMBUHAN

ANAK

USIA

6-7

TAHUN

DI

KAWASAN

PEMBUANGAN AKHIR MAKASSAR. Makassar : Program Studi Ilmu Gizi,


Fakultas

Kesehatan

Masyarakat,

Universitas

Hasanuddin,

Makassar.

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=29750&val=2168

(online)

Diakses tanggal 21 Maret 2015


17. Veryanti, Evi. 2009. Kebiasaan Makan. http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126539S-5773-Kebiasaan%20makan-Literatur.pdf
18. Yudesti Ira, Prayitno Nanang. 2013. Perbedaan Status Gizi Anak SD Kelas IV Dan V
Di SD Unggulan (06 Pagi Makasar) Dan SD Non Unggulan (09 Pagi Pinang Ranti)
Kecamatan Makasar

Jakarta Timur Tahun 2012. Jakarta : Program Studi S1

Kesehatan Masyarakat STIKes MH. Thamrin. http://lp3m.thamrin.ac.id/upload/artikel


%201.%20vol%205%20no%201_ira.pdf. (online) Diakses tanggal 21 Maret 2015
19. Yulni, Hadju Veni, Virani Devintha. 2013. HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO
DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PESISIR
KOTA MAKASSAR TAHUN 2013.Makassar : Program Studi Ilmu Gizi Fakultas
Kesehatan

Masyarakat

Universitas

Hasanuddin.

http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5823/jurnal%20mkmi
%20yulni.pdf?sequence=1 (online) Diakses tanggal 21 Maret 2015