Anda di halaman 1dari 11

Nocardiosis

Oleh :
Dwiputri Baharuddin
Yuliasti Purnamasari

Pengertian Nocardiosis menurut para ahli


Nokardiosis pada manusia pertama kali di laporkan oleh Eppinger tahun

1890. Pada tahun 1895 Blanchard menggolongkan penyakit ini dalam


golongan Nocardia.
Nokardiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri nocardia
Asteroides, yang biasanya dimulai di paru-paru dan bisa menyebar ke
kulit dan otak.
Nokardiosis adalah penyakit jamur yang di sebabkan oleh Nocardia
Spesies. Nocardia terdapat di alam bebas, di tanah sebagai saprofit.
Penyakit terjadi karena inhalasi jamur (Terhirup). Organ yang terserang,
paru-paru menyebar melalui darah dan menginfeksi ginjal dan otak
Nocardiosis adalah pembengkakan jaringan yang terkena, terjadinya
lubang-lubang yang mengeluarkan nanah dan jamurnya berupa granula.
Disebabkan oleh Jamur nocardiosis asteroids. Dapat tertular apabila
bersentuhan dan terkenah nanah dari kulit yang mengandung jamur
tersebut.

Etiologi
Nocardiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri
dari keluarga Nocardia, pada umumnya merupakan
spesies Nocardia asteroides, yang biasanya dimulai di
paru-paru dan bisa menyebar ke kulit dan otak.
Bakteri ini bereaksi positif terhadap uji katalase.
Nocardia tergolong bakteri yang pathogen dengan
virulensi yang cukup rendah. Bakteri ini biasanya
hidup pada bahan-bahan yang membusuk di dalam
tanah. Bakteri ditularkan melalui udara yang tercemar
oleh debu tanah dan terhirup ke dalam paru-paru.
Pada kasus yang jarang, bakteri masuk ke dalam
tubuh manusia karena tertelan atau melalui kulit.

Morfologi dan Identifikasi Bakteri


Kingdom : Bacteria
Phylum : Actinobacteria
Order : Actinomycetales
Suborder : Corynebacterineae
Family : Nocardiaceae
Genus : Nocardia
Species : Nocardia Asteroides
Nocardia Brasiliensis

Mikroorganisme ini morfologinya mirip dengan jamur, karena koloni


kuman ini masih mempunyai filamen, hifa dan miselium. Filamen
tumbuh membentuk cabang-cabang dan pada cabang-cabang ini timbul
miselium yang berukuran 0,5-3,5 m. Jika terpisah miselium ini
merupakan kuman yang hidup dalam suasana aerob, sebagai saprofit
kadang-kadang sebagai parasit fakultatif

Patogenesis
Infeksi adalah dengan menghirup udara
mengandung basil dari sumber lingkungan
(tanah atau bahan organik); penyakit tidak
menular. Lesi kulit yang disebabkan oleh N.
Brasiliensis sering akibat kontak langsung.
Nocardia merongrong mekanisme phagocytes
antimikroba, jarang menyebabkan
pembentukan abses atau Granuloma
dengan penyebaran limfatik hematogenous
pada kulit atau sistem saraf pusat. Angka
kematian mencapai 45 % bahkan dengan
terapi.

Patologi
Nocardia Asteroides ditinjau dari patologinya,

bakteri ini merupakan bakteri patogen yang


oportunis dengan virulensi yang cukup
rendah. Bakteri ini dapat membentuk
endospore dan oleh karena itu mereka dapat
bertahan lama dan menyebar lewat udara
(bersama debu).
Infeksi terjadi dengan inhalasi jamur. Kelainan
primer terdapat dalam paru dan menyerupai
penyakit paru lain dengan penyebaran
hematogen, jamur dapat ke alat lain
terutama ke otak dan ginjal.

Manifestasi Klinis
Manifestasi yang paling umum dari infeksi nocardial radang

paru-paru : demam, penurunan berat badan, batuk, nyeri


dada berhubungan dengan selaput dada, dan dyspnea. Pada
sekitar 20 persen pasien ada lesi kulit granulomatosa dan
atau kelainan sistem saraf pusat.
Nocardiosis dapat menimbulkan infeksi pada paru-paru yang
menimbulkan pneumonia, lesi kadang-kadang berbentuk
tumor. Gejala lain adalah penurunan berat badan, demam,
batuk-batuk dengan hemoptoe. Lesi-lesi yang timbul dapat
menahun sebagai suatu abses, pembesaran saluran sinus
dan kemudian dapat berkembang menjadi suatu rongga
yang besar. Ditemukan pula pembentukan abses pada otak,
lesi pada ginjal yang meluas sampai ke bagian korteks dan
medulla.

Uji Laboratorium
Diagnostik
Bahan pemeriksaan dari klien seperti sputum, sumsum
tulang belakang, cairan dari tempat yang terinfeksi, jika
diwarnai dengan pewarnaan Gram ditemukan kuman
positif Gram berbentuk batang yang bercabang. Pada
infeksi sistemik, di dalam jaringan tidak di temukan
bentuk-bentuk granula, jika jaringan tersebut diwarnai
dengan Hemmatoksilindan Eosin kumannya tidak
tampak, namun tampak inflamasi akut. Jaringan yang
terinfeksi N. Asteroides bila diwarnai dengan pewarnaan
Gram, kelihatan kuman yang bentuknya seperti benangbenang halus sifatnya positif Gram. N. Asteroides, N.
Brasiliensis, dan N. Otidiscaviarum sifatnya tahan asam
bila diwarnai dengan pewarnaan

Resistensi dan Imunitas


Ketahanan alami terhadap infeksi tinggi dalam
individu normal, dan penyakit ini biasanya
berhubungan dengan disfungsi kekebalan
selular, kekurangan imunoglobulin atau cacat
Leukocyte. Resistensi kompleks diperlukan,
melibatkan pengaktifan makrofag, sel T
.sitotoksik, dan neutrofil inhibition.

Pengobatan
Penanganan terhadap penyakit ini biasanya
dilakukan dengan pemberian antibiotik.
Namun pemberian antibiotik jenis Penisilin
efektif hanya pada 40% kasus. Sulfadiazin
mungkin efektif, tetapi harus diberikan selama
beberapa bulan. Pengobatan terhadap
penyakit ini terutama dapat berhasil dengan
pengobatan jangka panjang yaitu 6-12 bulan
dengan pemberian obat antibiotic seperti
Trimethoprimsulfamethoxazole (Bactrim),
ataupun Sulfa-based drugs lainnya.

TERIMA KASIH