Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

NOCARDIOSIS

OLEH :
1. DWIPUTRI BAHARUDDIN
2. YULIASTI PURNAMASARI
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN(STIKES)MUHAMMADIYAH SIDRAP
TAHUN AJARAN 2014/2015

BAKTERI NOCARDIA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nocardia merupakan genus dari lemah pewarnaan Gram-positif , katalase positif ,
berbentuk batang bakteri . Ini membentuk sebagian asam-cepat filamen bercabang
manik-manik (bertindak sebagai jamur, tetapi yang benar-benar bakteri). Ia memiliki total
85 spesies, dengan 45 spesies, aerob, pathogen. Genus ini dapat menggunakan lilin, fenol
dan kresol sebagai sumber tenaga. Beberapa spesies non-patogen sementara yang lain
bertanggung jawab untuk nocardiosis . Nocardia ditemukan di seluruh dunia di tanah
yang kaya dengan bahan organik. Selain itu, Nocardia adalah mikroflora mulut
ditemukan pada gingiva sehat serta kantong-kantong periodontal. Infeksi Nocardia
Kebanyakan diakuisisi oleh inhalasi dari bakteri atau melalui pengenalan traumatis.
Nocardia patogen, seperti banyak spesies nocardia nonpatogen, ditemukan diseluruh
dunia dalam tanah dan air.
Spesies nocardia dan spesies streptomyces adalah organisme aerobik yang terdapat dalam
tanah. Nocardias asteoides dan nocardia brasilienisis adalah penyebab utama nokardiosis,
suatu penyakit paru-paru manusia oportunistik yang dapat menyebar kebagian-bagian
tubuh lainnya. Organisme ini dapat pula menimbulkan misetoma.
Bakteri ini biasanya hidup pada bahan-bahan yang membusuk di dalam tanah.
Bakteri ditularkan melalui udara yang tercemar oleh debu tanah dan terhirup ke dalam

paru-paru. Pada kasus yang jarang, bakteri masuk ke dalam tubuh manusia karena
tertelan atau melalui kulit.

B. Rumusan Masalah
1) .Apa pengertian dari Nocardia?
2) .4 spesies Nocardia apa saja yang bersifat patogen?
3). Bagaimana morfologi dari Nocardia?
4). Bagaimana proses patogenesis yang disebabkan bakteri ini?

C.Tujuan
1). Untuk mengetahui pengertian dari Nocardia.
2) .Untuk mengetahui 4 spesies Nocardia yang bersifat patogen.
3) .Untuk mengetahui morfologi dari Nocardia.
4). Untuk mengetahui proses patogenesis yang disebabkan bakteri ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.Morfologi dan Identifikasi

Taksonomi Bakteri

Kingdom

: Bacteria

Phylum

: Actinobacteria

Order

: Actinomycetales

Suborder

: Corynebacterineae

Family

: Nocardiaceae

Genus

: Nocardia

Species

: Nocardia Asteroides

Nocardia Brasiliensis

Mikroorganisme ini morfologinya mirip dengan jamur, karena koloni kuman ini masih
mempunyai filamen, hifa dan miselium. Filamen tumbuh membentuk cabang-cabang dan
pada cabang-cabang ini timbul miselium yang berukuran 0,5-3,5 m. Jika terpisah
miselium ini merupakan kuman yang hidup dalam suasana aerob, sebagai saprofit
kadang-kadang sebagai parasit fakultatif. Penyakit ini oleh kuman ini dinamakan

Nocardiosis, misalnya penyakit paru-paru yang opurtunis yang sewaktu-waktu dapat


menyeba ke bagian-bagian tubuh lainnya. Bentuk infeksi ini tidak akut, biasanya dapat
menjadi kronis. N. madurae menyebabkan borok pada kaki.

Nocardia Asteroides
Nocardia asteroides mempunyai filamen yang tipis, gram-positif,bercabang,
yang dapat terpecah menjadi bentuk-bentuk batang atau kokus. Banyak isolat
bersifat tahan asam bila dicuci dengan asam sulfat 1%. Bentuk batang dan
filamen dapat ditemukan dalam eksudat jaringan atau dalam nanah.Granulagranula yang sama seperti pada aktinomikosis atau misotema tadiak pernah
ditemukan, walaupun pengelompokan filamen dan koloni dapat terjadi.

Gbr. Nocardia Asteroides


N.asteroides merupakan bakteri berbentuk batang. Bakteri ini termasuk bakteri
gram positif. Dinding selnya mengandung asam mycolic. Sel bakteri ini
memiliki satu kromosom sirkular dan dua buah plasmid. Bakteri ini bereaksi
positif dengan uji katalase, artinya bakteri ini menghasilkan enzim katalase.
Metabolisme bakteri ini berjalan secara aerob. N.asteroides ini adalah bakteri
parasit yang tinggal dan berkembang biak pada material organik. Habitat utama
mereka adalah bahan yang kaya sumber karbon seperti tanah, tanaman, dan sel
binatang. Mempunyai filamen yang tipis, gram positif, bercabang, yang dapat
terpecah menjadi bentuk-bentuk cabang atau kokus.

Nocardia Brasiliensis

Diklasifikasikan sebagai actinomycete aerobik, adalah non-motil bakteri gram


positif. Ia paling umum hidup sebagai saprofit di tanah meskipun juga telah
pulih dari air segar dan garam serta peduli hewan (Salinas-Carmona,2000).
Pertumbuhan ditandai dengan salmon berwarna,mengkilap koloni.
Gbr. Nocardia Brasiliensis
Spesies Nocardia tumbuh secara erobik pada banyak perbenihan sederhana.
Pertumbuhannya variabel dan lambat. Koloni-koloni mempunyai lilin, bel dan
lambat. Koloni-koloni mempunyai lilin, dengan pigmentasi berkisar dari kuning
sampai jingga atau merah. Hifa aerial yang putih dapat terbentuk dia atas
permukaan koloni. Sporulasi terjadi melalui fragmentasi menjadi artrospora. N
brasiliensis pada semua tes tersebut positif. Semua nocardia adalah ureasepositif. Identifikasi khromatografik unsur-unsur dinding sel digunakan untuk
membedakan spesies.

B.Patogenesis
Infeksi adalah dengan menghirup udara mengandung basil dari sumber lingkungan
(tanah atau bahan organik); penyakit tidak menular. Lesi kulit yang disebabkan oleh N.
Brasiliensis sering akibat kontak langsung. Nocardia merongrong mekanisme phagocytes
antimikroba,

jarang menyebabkan pembentukan

abses atau Granuloma

dengan

penyebaran limfatik hematogenous pada kulit atau sistem saraf pusat. Angka kematian
mencapai 45 % bahkan dengan terapi.

Nocardiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari keluarga Nocardia, pada
umumnya merupakan spesies Nocardia asteroides, yang biasanya dimulai di paru-paru
dan bisa menyebar ke kulit dan otak. Bakteri ini bereaksi positif terhadap uji katalase.
Nocardia tergolong bakteri yang pathogen dengan virulensi yang cukup rendah. Bakteri
ini biasanya hidup pada bahan-bahan yang membusuk di dalam tanah. Bakteri ditularkan
melalui udara yang tercemar oleh debu tanah dan terhirup ke dalam paru-paru. Pada
kasus yang jarang, bakteri masuk ke dalam tubuh manusia karena tertelan atau melalui
kulit.
Nocardia Brasiliensis adalah agen penyebab mycetoma actinomycotic. Ini adalah
penyakit kronis yang ditandai dengan lambat maju tumor dengan nodul, abscessation dan
sinus pengeringan. N. Brasiliensis memasuki kulit melalui traumatis inokulasi dengan
duri atau serpihan, dan dengan demikian mycetomas dihasilkan dari infeksi semacam ini
terletak terutama pada tangan, kaki dan lengan meskipun ada laporan dari situs infeksi
lain (Salinas-Carmona, 2000). N. Brasiliensis bertanggung jawab untuk lima kelas dari
nocardiosis, yaitu; paru, sistem saraf pusat, sistemik, ekstra-paru serta kulit, subkutan dan
lymphocutaneous. Paru infeksi yang paling sering berkembang setelah menghirup N.
Brasiliensis berada pada udara yang terbawa partikel debu. Kemungkinan infeksi
berkembang tergantung pada sel bakteri jumlah dihirup serta daripadanya pertumbuhan
negara dan virulensi dari sel nocardial individu dihirup (Jawetz et al., 1982). Infeksi
biasanya berasal dari paru-paru dan cenderung untuk bermigrasi ke daerah lain dari tubuh
seperti mata, ginjal atau adrenal meskipun paling sering berpindah ke otak atau kulit
(Kotton, 2002). Tengah hasil infeksi sistem saraf dari penyebaran infeksi ke otak dan
sekitar seperempat dari infeksi paru juga melibatkan sistem saraf pusat. Selanjutnya ada

bukti konklusif dari penyebaran hematogen yang menghasilkan, apa yang disebut
sebagai, sistemik nocardiosis (Beaman,2000). Laporan juga menunjukkan bahwa empat
dari enam pasien dengan nocardiosis memiliki eksposur tanah luas sebelum
perkembangan penyakit (Huggins, 2003). Pasien-pasien mengembangkan mycetomas
pada tangan, kaki dan lengan. Meskipun lokasi lain telah dilaporkan. N. Brasiliensis
masuk melalui kulit setelah inokulasi traumatis dengan duri atau pecahan. Infeksi ini
ditandai dengan tumor berkembang lambat dengan nodul, abses dan pengeringan sinus
(Salinas-Carmona,2000).
N. Brasiliensis adalah patogen oportunistik dan sehingga kasus infeksi agak jarang pada
orang sehat dengan sebagian besar kasus berkembang pada individu dengan sistem
kekebalan yang lemah atau dikompromikan (Kotton, 2002). Sebelumnya, patogen
oportunistik tidak fokus medis atau ilmiah penelitian. Namun, pandemi HIV / AIDS telah
mengubah pendekatan yang dilakukan terhadap infeksi bakteri. Hal ini telah menciptakan
kesadaran pentingnya mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang ini patogen,
dan resistensi mereka terhadap antibiotik. Telah ada peningkatan jumlah insiden
nocardiosis. Hal ini karena sejumlah faktor. Ini termasuk, peningkatan jumlah kasus
diabetes dan leukemia pasien, bersama dengan peningkatan dalam penggunaan antibiotik.
Selain itu ada kenaikan jumlah transplantasi organ dan persentase HIV terinfeksi orang.
Semua faktor ini mempengaruhi immuno-kompetensi dari individu dan dengan demikian
memainkan peran utama dalam kemampuan N.brasiliensis mewujudkan penyakit
(Kotton,2002).
C.Patologi

Nocardia Asteroides ditinjau dari patologinya, bakteri ini merupakan bakteri patogen
yang oportunis dengan virulensi yang cukup rendah. Bakteri ini dapat membentuk
endospore dan oleh karena itu mereka dapat bertahan lama dan menyebar lewat udara
(bersama debu).
Infeksi terjadi dengan inhalasi jamur. Kelainan primer terdapat dalam paru dan
menyerupai penyakit paru lain dengan penyebaran hematogen, jamur dapat ke alat lain
terutama ke otak dan ginjal.
D.Gambaran Klinis
Manifestasi yang paling umum dari infeksi nocardial radang paru-paru : demam,
penurunan berat badan, batuk, nyeri dada berhubungan dengan selaput dada, dan
dyspnea. Pada sekitar 20 persen pasien ada lesi kulit granulomatosa dan atau kelainan
sistem saraf pusat.
Nocardiosis dapat menimbulkan infeksi pada paru-paru yang menimbulkan pneumonia,
lesi kadang-kadang berbentuk tumor. Gejala lain adalah penurunan berat badan, demam,
batuk-batuk dengan hemoptoe. Lesi-lesi yang timbul dapat menahun sebagai suatu abses,
pembesaran saluran sinus dan kemudian dapat berkembang menjadi suatu rongga yang
besar. Ditemukan pula pembentukan abses pada otak, lesi pada ginjal yang meluas
sampai ke bagian korteks dan medulla.
E.Uji Laboratory Diagnostik
Bahan pemeriksaan dari klien seperti sputum, sumsum tulang belakang, cairan dari
tempat yang terinfeksi, jika diwarnai dengan pewarnaan Gram ditemukan kuman positif
Gram berbentuk batang yang bercabang. Pada infeksi sistemik, di dalam jaringan tidak di

temukan

bentuk-bentuk

granula,

jika

jaringan

tersebut

diwarnai

dengan

Hemmatoksilindan Eosin kumannya tidak tampak, namun tampak inflamasi akut.


Jaringan yang terinfeksi N. Asteroides bila diwarnai dengan pewarnaan Gram, kelihatan
kuman yang bentuknya seperti benang-benang halus sifatnya positif Gram. N. Asteroides,
N. Brasiliensis, dan N. Otidiscaviarum sifatnya tahan asam bila diwarnai dengan
pewarnaan Tan Thiam Hok.
Bahan terdiri dari dahak, cairan, nanah, spinal, dan bahan biopsis.Tes-tes serologik saat
ini tidak dapat dipercaya. Ekstra Nocardia sp yang terkena gelombang suara dapat
menghasilkan garis-garis presipitin dengan serum orang yang terinfeksi., pada tes
imonodifusi.

Pemeriksaan Mikrosopik

Kopik yang diwarnai Gram menunjukkan bentuk-bentuk kokus dan basil atau massa
batang-batang bercabang yang kusut., Beberapa starain bersifat tahan-asam sebagian.

Biakan :

Spesies Nocardia tumbuh pada sebagian besar perbenihan laboratorium, tetapi dapat
dihambat oleh adanya sejumblah antibiotika antibakteri dalam perbenihan. Marmot, tikus,
dan kelinci peka terhadap infeksi percobaan.
3. Potongan Jaringan
Nokardia diwaranai oleh zat warna metamin-perak
F.Resistensi dan Imunitas
Ketahanan alami terhadap infeksi tinggi dalam individu normal, dan penyakit ini
biasanya berhubungan dengan disfungsi kekebalan selular, kekurangan imunoglobulin

atau cacat Leukocyte. Resistensi

kompleks diperlukan, melibatkan pengaktifan

makrofag, sel T .sitotoksik, dan neutrofil inhibition.


Mekanisme patogenesis yang kompleks, tidak sepenuhnya dipahami, dan termasuk
kapasitas untuk menghindari atau menetralkan kegiatan microbicidal segudang host.
Virulensi relatif N. asteroides berkorelasi dengan kemampuan untuk menghambat
phagosome-lisosom fusi di fagosit, untuk menetralkan pengasaman phagosomal; untuk
detoksifikasi produk microbicidal metabolisme oksidatif, untuk memodifikasi fungsi
fagosit, untuk tumbuh dalam sel fagositik, dan untuk melampirkan, menembus, dan
tumbuh dalam sel inang. Kedua makrofag teraktivasi dan imunologis spesifik limfosit T
merupakan mekanisme utama untuk ketahanan host terhadap infeksi nocardial,
sedangkan limfosit B dan imunitas humoral tidak tampak sama pentingnya dalam
melindungi tuan rumahDengan demikian, nocardiae adalah patogen fakultatif intraseluler
yang dapat bertahan dalam host, mungkin dalam bentuk yang samar (L-form), untuk
hidup. Diam invasi sel-sel otak oleh beberapa jenis Nocardia dapat menyebabkan
neurodegeneration pada hewan percobaan, namun peran nocardiae dalam penyakit
neurodegenerative pada manusia perlu diselidiki.
G.Penyakit pada Manusia yang Disebabkan oleh Mikroorganisme Jenis Ini
Penyakit jamur sistemik yang disebabkan oleh beberapa spesies genus Actinomyces
aerob.Yang paling sering :

Nocardia asteroides: Bersifat asam ,terdapat di seluruh dunia


Contoh : Nokardiosis

Nocardia brasiliensis : Bersifat tahan asam ,terdapat di Amerika Serikat bagian


selatan dan di Amerika Selatan
Contoh : Mycetoma, Actinomycetoma

Nocardia Madurae: Tidak tahan asam


Contoh : Eumycetoma

Nocardia pelletiari: Tidak tahan asam


Contoh : Eumycetoma

Berlainan dengan Actinimyces anaerob,Actinomyces aerob ini dapat ditemukan di alam


bebas (tanah,comberan dan tanaman).
Jadi sumber penularannya secara eksogen.Penularan terhadap manusia dapat terjadi:
- Periinhalasi ;Terutama Nocardia Asteriodes dan Nocardia braziliensis, ,menyebabkan
kelainan pada paru paru,yang selanjutnya dapat menyebar secara hematogen menjadi
Nocardia sistemik. Melalui trauma : Dapat terjadi melalui keempat spesies Nocardia,
menyebabkan lesi local di jaringan subkutisyang disebut misetoma yang terdapat banyak
sekali di daerah tropic. Yang terjadi perihalasi dapat menyebabkan Nokardiosis sistemik
dan dapat menjangkiti semua golongan umur .Yang terjadi dengan trauma, banyak
terdapat pada petani dan mereka yang pekerjaan sehari hari sering berkontak dengan
tanah. keempat species jamur tadi membentuk koloni berfilamen dan semuanya hidup
sebagai saprifit dalam tanah, tetapi juga memiliki sifat-sifat :

Pathogen bagi manusia

Gram positif

Ada yang tahan asam dan ada pula yang tidak tahan asam Karena gejala penyakit
dan prognosa tergantung dari infeksi jamurnya

H.Pengobatan
Penanganan terhadap penyakit ini biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik.
Namun pemberian antibiotik jenis Penisilin efektif hanya pada 40% kasus. Sulfadiazin
mungkin efektif, tetapi harus diberikan selama beberapa bulan. Pengobatan terhadap
penyakit ini terutama dapat berhasil dengan pengobatan jangka panjang yaitu 6-12 bulan
dengan pemberian obat antibiotic seperti Trimethoprimsulfamethoxazole (Bactrim),
ataupun Sulfa-based drugs lainnya.
I. Epidemiologi, Pencegahan dan Pengendalian
Nocardia terdapat di mana saja di alam ini, Misetoma lebih banyak terjadi di daerah
tropic dan subtropik. Biasanya kuman berasal dari tanah yang kemudian berpindah dari
seseorang ke orang lain atau dari hewan ke manusia. Penyakit ini tidak memandang usia
dan ras hanya pada laki-laki usia muda 3 sampai 5 kali lebih banyak daripada wanita.
Penyakit yang disebabkan oleh kuman ini bersifat opurtunis pathogen yang timbul
sebagai penyakit infeksi sekunder pada penderita yang lemah karena pemberian obat
kortikosteroid. Kepentingan kompleks adalah bahwa anggotanya cenderung mempunyai
kerentanan antimikroba yang berbeda, yang dapat mempengaruhi pengobatan. Nokardia
tidak ditularkan dari orang ke orang.
Nokardia yang potensial patogenik terdapat dalam tanah dan mungkin masuk tubuh
melalui jalan pernafasan atau melalui kulit yang lecet. Infeksi pada anjing, binatang

piaraan lain, dan binatang pertanian sangat jarang terjadi, Mastitis pada ternak kadangkadang tersebar luas. Nokardiosis tidak menular. Nocardiosis jarang pada orang normal.
Ini biasanya terjadi pada penerima transplantasi organ; pada pasien dengan leukemia,
limfoma, humoral, atau cacat Leukocyte; atau setelah terapi steroid berkepanjangan.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Spesies nocardia dan spesies streptomyces adalah organisme aerobik yang terdapat dalam
tanah. Nocardias asteoides dan nocardia brasilienisis adalah penyebab utama nokardiosis,
suatu penyakit paru-paru manusia oportunistik yang dapat menyebar kebagian-bagian
tubuh lainnya. Organisme ini dapat pula menimbulkan misetoma.
Mikroorganisme ini morfologinya mirip dengan jamur, karena koloni kuman ini masih
mempunyai filamen, hifa dan miselium. Filamen tumbuh membentuk cabang-cabang dan
pada cabang-cabang ini timbul miselium yang berukuran 0,5-3,5 m. Jika terpisah
miselium ini merupakan kuman yang hidup dalam suasana aerob, sebagai saprofit
kadang-kadang sebagai parasit fakultatif.
Bakteri ini bereaksi positif terhadap uji katalase. Nocardia tergolong bakteri yang
pathogen dengan virulensi yang cukup rendah. Bakteri ini biasanya hidup pada bahanbahan yang membusuk di dalam tanah. Bakteri ditularkan melalui udara yang tercemar
oleh debu tanah dan terhirup ke dalam paru-paru. Pada kasus yang jarang, bakteri masuk
ke dalam tubuh manusia karena tertelan atau melalui kulit
3.2.Saran

1. Buat dosen pembimbing


Supaya bapak/ibu dapat menerima karya kami dalam bentuk makalah ini, dan
mohon untuk mengkoreksi makalah ini agar kesalahan-kesalahan yang terdapat di
dalamnya dapat menjadi pembelajaran bagi kami.
2. Buat teman-teman
Membaca segala buku yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan
kita semua. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk membaca makalah ini agar dapat
bermanfaat bagi kita. Karena penulisan makalah ini berdasarkan literature buku dan
sumber-sumber yang terpercaya.

DAFTAR PUSTAKA
http://mikrobia.files.wordpress.com/2008/05/waspada-penyakit-yang-menyebar-dimusim-kemarau1.pdf
http://pemburumikroba.blogspot.com/2010/09/mikobakteri-dan-nocardia.html
Jawetz E, et All. 1986. Mikrobiologi (review of medical microbiology). Jakarta : EGC
Staf Pengajar Fakultas Kedokteran. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta Barat : Bina
Rupa Aksara