Anda di halaman 1dari 29

Kelompok 8

KELOMPOK 8
1. Arisiani Melatika

(21030114120057)

2 Dwi Purwanti

(21030114120089)

3. Charis Ahmad

(21030114120105)

4. Eni Sumarsih

(21030114120066)

5. Rozana Khoisun Nisa

6. Virantika Wiji Pangestu (21030114120058)

(21030114130187)

APA ITU SIZE R


EDUCTION ???
Size reduction adalah salah
satu operasi untuk
memperkecil ukuran dari suatu
padatan dengan cara
memecah, memotong, atau
menggiling bahan tersebut
sampai didapat ukuran yang
diinginkan

TUJUAN SIZE REDUCTION


1. Untuk menghasilkan partikelpartikel solid dengan ukuran tertentu
atau menghasilkan permukaan
partikel yang spesifik.
2. Untuk memecahkan bagian-bagian
mineral atau kristal dari senyawa
kimia yang kompleks dalam bentuk
padatan atau ukuran tertentu

MEKANISME SIZE REDUCTION


1. Kompresi (tekanan)
Untuk pemecahan kasar bagi zat padat keras
Eksesnya sedikit padatan halus
2. Impact (pukulan)
Menghasilkan padatan berukuran kasar, sedang
dan halus
3. Atrisi (gesekan)
Dari bahan padatan yang lunak dan tidakabrasif
Menghasilkan padatan yg sangat halus
4. Cutting (pemotongan)
Menghasilkan padatan dengan ukuran
tertentu/ukuran pasti
Ekses terhadap dihasilkan padatan halus
(relative)

KLASIFIKASI SIZE REDUCTION


BERDASARKAN UKURAN
JAW CRUSHER
UMPAN
UMPAN KASAR
GYRATORY CRUSHER
CONE CRUSHER
SIZE
REDUCT
ION

UMPAN SEDANG
ROLL CRUSHER
BALL MILL
UMPAN HALUS

NEXT

HAMMER MILL

JAW CRUSHER
BLAKE JAW CRUSHER

JAW CRUSHER

DODGE JAW CRUSHER

BLAKE JAW CRUSHER

Poros / titik engsel yang berada diatas rahang


menyebabkan bagian bawah bergarak maju mundur
sehinga jarang terjadi penyumbatan pada lubang
outputnya

Cara Kerja

umpan dimasukkan kedalam rahang berbentuk V yang


terbuka ke atas.

Satu rahang tetap dan tak bergerak serta rahang yang lain
membetuk sudut antar 20o 30o dan dapat bergerak maju
mundur yang digerakkan oleh sumbu eksentrik,sehingga
memberikan kompresi yang besar terhadap umpan yang
terjepit diantara kedua rahang.

Muka rahang ini mempunyai alurdangkal yang


horizontal.Umpan besar yang terjepit antara bagianatas
rahang dipecah dan jatuh keruang bawahnya yang lebih
sempitdan dipecah lagi.

DODGE JAW CRUSHER

Titik engsel yang berada dibawah dan bagian atasnya


yangbergerak maju mundur menghasilkan output yang
seragam/uniform

GYRATORY CRUSHER
Mesin pemecah giratori / Gyratory Crusher
dapat dipandang sebagai suatu pemecah
yang mempunyai rahang bundar dimana
setiap waktu selalu ada bahan yang masuk
(continuous)

Cara Kerja
Pada alat ini mempunyai rahang bundar, pada waktu
proses pemecahan berlangsung, sumbu bagian atas
berfungsi sebagai engsel sedangkan sumbu bagian
bawah digerakkan oleh sumbu eksentrik sehingga
sumbu bagian bawah dapat berputar.
Gyratory Crusher bekerja berdasarkan penekanan dan
pemecahan.
Berdasarkan kerja secara kontinyu dan power yang
digunakan lebihkecil dari Jaw Crusher.

CONE CRUSHER
Cone Crusher atau Kerucut
penghancur umumnya digunakan
sebagai penghancur sekunder

ROLL CRUSHER
Roll Crusher terdiri dari 2 roll besi, pir, baja, dan
roda penggerak sebagai elemen terpenting.
Umpan yang jatuh akan mengalami kompresi oleh
kedua roll yang berputar secara berlawanan,
dengan adanya kompresi tersebut maka umpan
akan pecah dan jatuh sebagai produk/hasil

BALL MILL
Sistem kerja mesin ball mill ini yaitu
dengan menghancurkan material
material dengan sistem tumbukan
bola pada dinding

HaMMER MILL
Hammer Mill adalah sebuah alat penggiling
yang mempunyai rotor yang dapat berputar
dan mempunyai alat pemecah berbentuk
palu dimana palu-palu tersebut digantung
pada suatu piringan/silinder yang dapat
berputar dengan cepat

KLASIFIKASI SIZE REDUCTION


BERDASARKAN PRODUK
CRUSHER

SIZE
REDUCTION

GRINDER

ULTRAFINE GRINDER

CRUSHER
BLAKE JAW CRUSHER

DODGE JAW CRUSHER

CRUSHER

GYRATORY CRUSHER

SMOTH ROLL CRUSHER

TOOTHED ROLL CRUSHER

SMOoTH ROLL CRUSHER


Smooth roll Crusher memiliki dua
buah roll logam berat yang
memiliki permukaan licin. Kedua
roll berputar satu sama lain
dengan kecepatan sama

TOOTHED ROLL CRUSHER


Mesin ini mempunyai dua buah roll
dengan gigi yang berbentuk piramid
atau bisa juga dengan satu roll bergigi
tetapi roll yang lain licin dan
kecepatan kedua rollnya tidak sama.

GRINDER
HAMMER MILL

GRINDER

IMPACTOR

ATRITION MILL

IMPACTOR

Impactor menyeupai hammer mill tetapi tidak dilengkapi


dengan ayakan

Pada impactor hanya terjadi aksi pukulan, rotornya dapat


dijalankan kedua arah yang sama

ATRITION MILL
Dalam mesin ini partikel pertikel zat
padat lunak digosok gosok diantara
alur permukaan datar piring piring
bundar (circular disk) yang berputar
Pada single runner mills satu piring
diam dan satu lagi berputar dengan
kecepatan tinggi dalam arah yang
berlawanan

ULTRAFINE GRINDER

ULTRAFINE
GRINDER

BALL MILL

Hukum-hukum Size Reduction


1. Hukum Rittinger (1857)
E

=3BF2(F-1)

= 3 B F2 (n-1)
F3

= 3 B (n-1) D

Hukum Kick (1885)

HP = k log D/d

dimana,
HP : tenaga yang dibutuhkan untuk memecahkan partikel zat
padat atau feed
k

: konstanta Kick

: diameter rata-rata feed

Hukum Bond (1952)

Cp / Vp = G / (v). (Dp)

dimana,

Cp : luasan partikel produk

Vp : volume partikel produk


: sphericity

p / M = Kb / (Dp)^0,5

Kb = Wi = 0,3162 Wi

TERIMAK
ASIH