Anda di halaman 1dari 23

1

MODUL
KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI ANAK SD

Kegiatan Belajar 1
Kemampuan Dasar Anak Sekolah Dasar
Perkembangan manusia dapat dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu :
Perkembangan kognitif, berhubung dengan perubahan perubahan yang
terjadi pada cara cara berfikir seseorang.
Perkembangan personal, marupakan perubahan perubahan yang terjadi
yang berkaitan dengan kepribadian.
Perkembangan sosial, berhubungan dengan perubahan perubahan yang
terjadi pada diri seseorang, antara individu yang satu dengan lainnya.
Perkembangan fisik, perubahan perubahan yang terjadi pada tubuh
manusia.
Perkembangan yang terjadi pada individu disebabkan oleh dua fakrot,
yaitu :
Faktor pertumbuhan dan kematangan, perubahan perubahan yang
terjadi pada individu secara alamiah dan spontan.
Faktor belajar, perubahan perubahan yang terjadi dari interaksi individu
dengan lingkungan sekitarnya.
Anak Sekolah Dasar mempunyai karakteristik yang khas dalam hal fisik
maupun psikologis, khususnya dalam tingkat intelektual, emosional,
sosial, estetik, kreativitas dan daya perseptual serta pertumbuhan
fisiknya.
A. KEMAMPUAN INTELEKTUAN ANAK

Menurut peaget (woolfolk and Nicolich, 1984:51) ada empat faktor yang
mempengaruhi perkembangan manusia, yaitu :
Kematangan, merupakan faktor paling dasar dalam perkembangan
berfikir manusia.
Aktivitas, aktivitas berfikir seperti observasi, oksplorasi, evalusi dan
problem solving merupakan aktivitas berfikir yang turut andil dalam
membangun kemampuan berfikir anak.
Transmisi sosial, pengalaman belajar dari orang lain.
Equilibration, faktor keseimbangan yang selalu diupayakan dalam berfikir.
B. KONDISI EMOSIONAL ANAK
Emosi berbeda dengan perasaan (feeling) yang bersifat tenang dan
tertutup. Emosi menggambarkan suasana batin yang lebih dinamis,
bergejolak dan terbuka.
Emosi sebagai aspek psikologis mempunyai ciri-ciri yang khsa, yaitu :
Lebih bersifat subyektif dibandingkan dengan peristiwa psikologis lainnya.
Bersifat flukuatif. Emosi seseorang bisa berubah-ubah tergantung dari
situasi dan kondisi.
Banyak bersangkut paut dengan peristiwa panca indra.
Berdasarkan penyebab kemunculannya, emosi dikelompokkan menjadi
dua macam yaitu :
Emosi sensoris, emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar tubuh.
Emosi psikis, emosi yang kemunculannya mempunyai alasan-alasan
kejiwaan, perasaan intelektual, perasaan sosial., perasaan estesis, dan
perasaan spiritual.

C. KONDISI SOSIAL ANAK


Pada masa Sekolah Dasar, anak erangsur-angsur mulai menyadari
bahwa mereka merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
lingkungannya. Mereka mulai menaruh perhatian pada orang lain
disekitarnya. Mereka mulai mencari teman akrab dan sudah mampu
bekerja sama dengan mereka, mengikuti aturan aturan kelompok.

Dalam hal ini guru bisa memberikan pembelajaran secara berkelompok


agar anak didiknya dapat bersosialisasi dengan baik.
D. KONDISI PERSEPTUAL ANAK
Perseptual mengandung pengertian kombinasi antara kognitif dan efektif.
Secara intelektual, pada masa Sekolah Dasar anak sudah mampu
mencerna informasi yang berasal dari luar dirinya apabilah dihubungkan
dengan hal-hal yang sudah diketahuinya.
E. KARAKTERISTIK FISIK ANAK
Masa Sekolah Dasar adalah masa dimana anak berada dalam proses
pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Pada masa ini anak menyukai
kegiatan yang bersifat fisik.

Kegiatan kegiatan fisik ini dapat diarahkan pada permainan permainan


kelompok yang dampaknya sangat baik bagi perkembangan sosial
mereka.

F. KARAKTERISTIK ESTETIK ANAK


Perasaan estetik merupakan suatu hal yang sifatnya alamiah yang dibawa
anak sejak lahir, ini berarti secara alamiah sesungguhnya seseorang itu

sudah mampu menangkap, mengalami atau merasakan keindahan yang


ada disekitarnya.

G. KONDISI KREATIF ANAK


Bakat kreatifitas anak sudah dibawa anak sejak dari lahir. Jika anak dapat
difasilitasi dengan beragam teknologi pada zaman sekarang ono karena
bakat setiap anak berbeda beda.

KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI ANAK SD


Kemampuan Dasar Anak Sekolah Dasar
Secara umum perkembangan manusia dapat dibedakan menjadi 4
kategori:
1. Perkembangan Kognitif
2. Perkembangan Personal (Perseptual dan Emosional)
3. Perkembangan Sosial
4. Perkembangan Fisik
Perkembangan yang terjadi pada individu disebabkan oleh 2 faktor:
1. Faktor pertumbuhan dan kematangan
2. Faktor belajar
Anak Sekolah Dasar mempunyai karakteristik yang
khas dalam hal fisik maupunfisikologis,
khususnya dalam hal tingkat intelektual, emosional, sosial,
estetikkreativitas dan daya perseptual serta pertumbuhan fisiknya. Beriku
t ini akan diulaskarakteristik tersebut satu persatu
A. Kemampuan intelektual anak

Menurut Peaget ada 4 faktor yang


mempengaruhi perkembangan manusiayaitu:
1. Kematangan adalah merupakan faktor yang paling
dasar dalam perkembanganberfikir manusia
2. Aktivitas merupakan aktivitas berfikir seperti observasi, eksplorasi,
evaluasi dan problem solving merupakan aktivitas berfikir yang
turut andil dalam membangunkemampuan berfikir anak
3. Transmisi sosial adalah transfer pengalaman belajar dari orang lain
dan tidakmemerlukan pengetahuan-pengetahuan baru untuk bisa menyes
uaikan diri denganperkembangan jaman
Secara intelektual anak pada masa sekolah dasar sudah mampu berfikir lo
gisdan mampu memahami informasi atau memecahkan masalah-masalah
yang bersifat abstrak. Implikasinya bagi guru
dalam kegiatan pembelajaranpendidikan seni adalah materi yang
bersifat abstrak harus dikemas sedemikianrupa supaya menjadi konkret s
ehingga mudah dipahami anak.
B. Kondisi emosional anak
Emosi yang berbeda dengan perasaan yang
bersifat tenang dan tertutup. Emosimenggambarkan suasana batin yang
dinamis,
bergejolak dan terbuka. Emosisebagai aspek fsikologis mempunyai ciri-ciri
yang khas yaitu:
1. Lebih bersifat subyektif,
ini berarti kondisi emosional seseorang berbeda dengan orang
lain pada saat yang sama
2. Bersifat fluktuatif, emosi seseorang bisa berubahubah tergantung dari situasi dankondisi
3. Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pancaindra
Berdasarkan penyebab kemunculannya emosi dikelompokkan menjadi du
amacam :
1. Emosi sensoris, emosi yang
ditimbulkan oleh rangsangan dari luar tubuh

2. Emosi fsikis, emosi yang kemunculannya mempunyai alasanalasan kejiwaan


Kondisi emosi anak sd cendrung labil mudah berubah-ubah akan tetapi m
udahpulih kembali seperti sedia kala dan efeknya secara jasmaniah sanga
t mudahdikenali
C. Kondisi sosial anak
Pada masa sekolah dasar anak sudah bisa keluar dari lingkungan
keluarganya, mereka mulai menaruh perhatian pada orang lain, mencari
teman akrab, mampu bermain dan bekerja sama dengan orang lain
dengan mematuhi aturan-aturan kelompok sehingga anak-anak yang
semula sangat menonjol ke aku nya, egonya sangat kuat berangsurangsur mulai menyadari bahwa mereka merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari lingkungannya.
D. Kondisi Perseptual anak
Istilah perceptual mengandung pengertian kombinasi antara kognitif dan
afektif. Berdasarkan cara pandang kognitif; perceptual diartikan sebagai
daya tangkap dan kemampuan seseorang dalam memahami berbagai
informasi yang berasal dari luar. Sedangkan dari sudut pandang afektif;
perceptual mengandung arti kesan dan tanggapan seseorang terhadap
segala sesuatu yang berasal dari luar dirinya.
E. Karakteristik fisik anak
Berkaitan dengan perkembangan fisik, Kuhlon dan
Tomson mengemukakan perkembangan fisik individu meliputi 4 aspek
yaitu:
1. Sistem saraf, yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan
kecerdasan dan emosi
2. Otot-otot yang berpengaruh pada perkembangan kekuatan dan
keterampilan motorik.
3. Kelenjar endoktrin, yang berpengaruh terhadap munculnya berbagai
perilaku baru
4. Struktur fisik / tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proporsi.

Menurut Havighurst, tugas perkembangan penting pada masa


anak Sekolah Dasar karena mereka perlu;
1. Mempelajari kecakapan jasmani yang perlu untuk permainan,
2. Membentuk sikap yang sehat sebagai organism yang hidup
3. Belajar bergaul dengan teman sebaya
4. Mempelajari peranan social sebagai anak laki-lagi atau perempuan
5. Memperoleh berbagai kecakapan fundamental dalam membaca,
menulis dan berhitung
6. Membentuk pengertian dan pemahaman yang perlu untuk kehidupan
7. Membentuk kata hati, kesusilaan dan skala norma-norma
8. Mencapai kemerdekaan pribadi
9. Memupuk sikap positif terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial
Menurut teori Rousseau, membuat tahapan perkembangan menjadi 4
yaitu:
Tahap I : 0 2 tahun merupakan masa usia asuhan
Tahap II : 2 12 tahun masa pendidikan jasmani dan latihan panca indra
Tahap III : 12 15 tahun periode pendidikan akal
Tahap IV : 15 20 tahun periode pendidikan watak dan agama.
F. Karakteristik estetik anak
Perasaan estetik adalah perasaan yang berhubungan dengan keindahan,
baik yang berupa keindahan yang dibuat oleh manusia termasuk di
dalamnya karya seni. Perasaan estetik merupakan suatu hal yang bersifat
ilmiah yang dibawa anak semenjak lahir.
G. Kondisi kreatif anak
Menurut Guilford, barron, roe dan mac kinnon; kreativitas didefinisikan
sebagai seperangkat karakteristik dan tendesi yang merupakan bagian
alamiah dari seseorang yang dibawa sejak lahir. Guilford lebih menaruh
perhatian pada aspek kognitif, ia memandang kemampuan kreativitas

sebagai kemampuan berfikir divergen yang ditandai dengan adanya


fluency, flexibility, originality dan elaboration dalam berfikir. Sedangkan
Makinnon, barron dan Roe dalam studinya tentang orang kreatif
menyimpulkan bahwa cirri orang kreatif adalah berdaya cipta dan tekun,
merdeka dalam keputusan dan memiliki otonomi dalam keputusan,
Hudgins menambahkan bahwa individu yang kreatif biasanya
menunjukkan sense of humor.
Sementara itu Mefee mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan
menemukaan symbol dan ide yang ada sebelumnya kedalam suatu sistim
atau situasi.
Menurut konsep Torrance yang termasuk kreatifitas adalah kualitaskualitas:
1. Sensitivitas terhadap adanya masalah atau ketidak beresan
2. Kemampuan mengidentifikasi terhadap masalah
3. Kemampuan mencari Solusi
4. Kemampuan memprediksi suatu kejadian
5. Kemampuan menguji hipotesis
6. Melaporkan hasil-hasilnya
Secara umum dapat didefinisikan beberapa hal yang berkaitan dengan
kreativitas yaitu:
1. Kreativitas itu merupakan karakteristik pribadi berupa kemampuan
untuk menemukan atau melakukan sesuatu yang baru
2. Karakteristik pribadi sebagai ciri kreativitas bisa diamati dalam suatu
proses dari sensivitas seseorang terhadap adanya masalah-masalah atau
ketidakberesan, mampu mengidentifikasikan masalah, mampu mencari
solusi, memprediksi, menerapkan suatu ide dan melaporkan hasilnya.
3. Adanya 4 ciri penting kreativitas yaitu; fluency, flexibility,
originality dan ellaboration
4. Kreativitas itu bisa ditingkatkan melalui penyajian stimulasi yang tidak
umum, memangkitkan beberapa respon yang berbeda pada situasi yang
sama dan membangkitkan beberapa respon yang tidak umum.

Ekspresi dan aktualisasi diri merupakan sala satu kebutuhan psikologis


yang penting bagi anak Sekolah Dasar. Aspek tersebut seyogyanya
difasilitasi, karena setiap anak sesungguhnya mempunyai bakat kreatif
yang dibawa sejak lahir meskipun kwalitasnya berbeda-beda antara anak
yang satu dengan anak yang lain.

KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI ANAK SD


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seni mulai dikembangkan daam dunia pendidikan sejak tahun 1976.
Kehadiran seni dalam dunia pendidikan ditunjukkan dalam suatu mata

10

pelajaran seni yang masuk ke dalam kurikulum. Seni yang tertuang dalam
mata pelajaran berupa pendidikan seni rupa, pendidikan seni tari,
pendidikan seni musik dan lain sebagainya. Dalam dunia pendidikan
secara tidak langsung sebenarnya telah menerapkan dan menanamkan
adanya pendidikan seni sebagai salah satu strategi dalam proses
pembelajaran, baik sejak TK sampai dengan SMA.
Pendidikan seni memiliki kedudukan yang setara dengan mata pelajaran
lain dalam lingkup program pendidikan. Namun dalam pendidikan seni
penekanannya dimaksudkan untuk membantu pertumbuhan fisik dan
mental peserta didik. Sehubungan dengan adanya perbedaan sifat dan
karakteristik peserta didik yang satu dengan yang lain, maka pendidikan
seni pun perlu memperhatikan hal tersebut. Hal ini berkaitan dengan
tujuan pendidikan seni yang tidak ditujukan untuk melatih keterampilan
peserta didik agar pandai dalam berkarya seni, melainkan lebih
ditekankan sebagai sarana atau alat pendidikan.Dalam membelajarkan
seni kepada anak Sekolah Dasar setidaknya guru harus mengetahui
pemahaman kemampuan dasar dan karakteristik seni pada anak Sekolah
Dasar. Hal ini dikarenakan kemampuan peserta didik tiap jenjang umurnya
selalu berbeda begitu pula karakteristik seni yang dimilikinya. Oleh karena
itu, makalah ini akan membahas kemampuan dasar seni anak SD yang
meliputi kemampuan intelektual, kondisi emosional, kondisi sosial, kodisi
perseptual, karateristik fisik anak, dan karakteristik anak serta
karakteristik seni anak SD yang meliputi karakteristik suara, karakteristik
musik, karakteristik gerak, karakteristik seni rupa, dan periodisasi seni
rupa anak.1.2 Rumusan MasalahDari latar belakang diatas dapat diperoleh
rumusan masalah sebagai berikut.1.
Apa saja kemampuan dasar seni
yang dimiliki anak SD?
2.
Apa saja karakteristik seni yang dimiliki anak SD?
1.3 TujuanDari rumusan masalah diatas dapat diperoleh tujuan sebagai
berikut.1.
Mahasiswa dapat memahami kemampuan dasar seni yang
dimiliki anak SD.
2.
Mahasiswa dapat memahami karakteristik seni yang dimiliki anak
SD.
BAB IIPEMBAHASAN 2.1 Kemampuan Dasar Seni Anak SDPerkembangan
manusia dapat dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu :
Perkembangan kognitif, berhubung dengan perubahan perubahan yang
terjadi pada cara cara berfikir seseorang.
Perkembangan personal, marupakan perubahan perubahan yang terjadi
yang berkaitan dengan kepribadian.

11

Perkembangan sosial, berhubungan dengan perubahan perubahan yang


terjadi pada diri seseorang, antara individu yang satu dengan lainnya.
Perkembangan fisik, perubahan perubahan yang terjadi pada tubuh
manusia.
Perkembangan yang terjadi pada individu disebabkan oleh dua fakrot,
yaitu : Faktor pertumbuhan dan kematangan, perubahan perubahan
yang terjadi pada individu secara alamiah dan spontan.
Faktor belajar, perubahan perubahan yang terjadi dari interaksi individu
dengan lingkungan sekitarnya.
Anak Sekolah Dasar mempunyai karakteristik yang khas dalam hal fisik
maupun psikologis, khususnya dalam tingkat intelektual, emosional,
sosial, estetik, kreativitas dan daya perseptual serta pertumbuhan
fisiknya.
2.1.1 Kemampuan Intelektual AnakMenurut peaget (woolfolk and Nicolich,
1984:51) ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia,
yaitu :1.
Kematangan, merupakan faktor paling dasar dalam
perkembangan berfikir manusia.
2.
Aktivitas, aktivitas berfikir seperti observasi, oksplorasi, evalusi dan
problem solving merupakan aktivitas berfikir yang turut andil dalam
membangun kemampuan berfikir anak.
3.
Transmisi sosial, pengalaman belajar dari orang lain.
4.
Equilibration, faktor keseimbangan yang selalu diupayakan dalam
berfikir
2.1.2 Kondisi Emosional Anak Emosi berbeda dengan perasaan (feeling)
yang bersifat tenang dan tertutup. Emosi menggambarkan suasana batin
yang lebih dinamis, bergejolak dan terbuka. Emosi sebagai aspek
psikologis mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu :
Lebih bersifat subyektif dibandingkan dengan peristiwa psikologis lainnya.
Bersifat flukuatif. Emosi seseorang bisa berubah-ubah tergantung dari
situasi dan kondisi.
Banyak bersangkut paut dengan peristiwa panca indra.
Berdasarkan penyebab kemunculannya, emosi dikelompokkan menjadi
dua macam yaitu :

12

Emosi sensoris, emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar tubuh.
Emosi psikis, emosi yang kemunculannya mempunyai alasan-alasan
kejiwaan, perasaan intelektual, perasaan sosial., perasaan estesis, dan
perasaan spiritual.
2.1.3 Kondisi Sosial AnakPada masa Sekolah Dasar, anak erangsur-angsur
mulai menyadari bahwa mereka merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari lingkungannya. Mereka mulai menaruh perhatian pada orang lain
disekitarnya. Mereka mulai mencari teman akrab dan sudah mampu
bekerja sama dengan mereka, mengikuti aturan aturan kelompok.
Dalam hal ini guru bisa memberikan pembelajaran secara berkelompok
agar anak didiknya dapat bersosialisasi dengan baik.2.1.4 Kondisi
Perseptual AnakPerseptual mengandung pengertian kombinasi antara
kognitif dan efektif. Secara intelektual, pada masa Sekolah Dasar anak
sudah mampu mencerna informasi yang berasal dari luar dirinya apabilah
dihubungkan dengan hal-hal yang sudah diketahuinya.2.1.5 Karakteristik
Fisik AnakMasa Sekolah Dasar adalah masa dimana anak berada dalam
proses pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Pada masa ini anak
menyukai kegiatan yang bersifat fisik.Kegiatan kegiatan fisik ini dapat
diarahkan pada permainan permainan kelompok yang dampaknya
sangat baik bagi perkembangan sosial mereka.2.1.6 Karakteristik Estetik
AnakPerasaan estetik merupakan suatu hal yang sifatnya alamiah yang
dibawa anak sejak lahir, ini berarti secara alamiah sesungguhnya
seseorang itu sudah mampu menangkap, mengalami atau merasakan
keindahan yang ada disekitarnya.2.1.7 Kondisi Kreatif AnakBakat
kreatifitas anak sudah dibawa anak sejak dari lahir. Jika anak dapat
difasilitasi dengan beragam teknologi pada zaman sekarang ono karena
bakat setiap anak berbeda beda. 2.2 Karakteristik Seni Anak SDKarya
seni merupakan produk budaya manusia dari semua lapisan sosial,
kelompok etnis, kurun waktu, jenis kelamin dan usia. Hasil karya seni
sesungguhnya dapat dipengaruhi dan bahkan dapat ditentukan oleh
pelaku seni itu sendiri. Aspek-aspek yang mempengaruhi itu adalah latar
belakang, perkembangan fisik dan mental, kebutuhan dan kesenangan
dan lingkungannya.2.2.1 Karakteristik Suara Anak Usia SDMedia musik
yang paling dekat dengan kita adalah suara dan tubuh kita, bernyanyi dan
bertepuk tangan itulah yang dimaksudkan. Suara yang dihasilkan manusia
memiliki suara yang berbeda-beda sesuai dengan alat produksinya. Salah
satu unsur yang membedakannya adalah ukuran alat produksi suara,
sehingga bisa dikelompokkan maka ada karakteristik suara manusia yang
dibedakan dari usia.Menurut Andersen karakteristik suara anak dapat

13

dikelompokkan menjadi 4 kelompok, berdasarkan karakteristik dan


kemammpuannya:a.
Usia 4 5 tahun suaranya tersengar tipis, kecil
dan ringanb.
Usia 6 7 tahun pada umumnya memiliki suara yang
tinggi dan ringan, namun ada juga yang bersuara rendahc.
Usia 8 9
tahun pada umumnya anak mulai dapat bernyanyi dengan nada yang
tepatd.
Usia 10 -12 tahun pada umumnya belum mengalami
perubahan suara , suara mereka masih terdengar jernih dan ringan2.2.2
Karakteristik Musik AnakMusik anak harus sesuai dengan perkembangan
fisik yang mampu menjadikan dirinya sebagai media pengungkapan
perasaan, pikiran, isi hati anak. Karakter musik anak biasanya dapat
ditemukan tidak hanya pada semua aspek musik tetapi juga seperti;
aspek bunyi, nada, ritme, tempo dan dinamik serta ekspresi dan bentuk
musik. Selain itu biasanya musik anak mampu memberikan kesempatan
bagi perkembangan kreativitas berfikir dan seni (rasa keindahan) anak
serta dunia anak. Berikut ini merupakan karakteristik yang muncul dalam
musik anak, yaitu.1.
Musik sesuai dengan minat dan menyatukan
dengan kehidupan anak sehari-hari.2.
Ritme musik dan pola melodinya
pendek sehingga mudah diingat3.
Nyanyian atau lagu tersebut juga
harus mengandung unsur musik lainnya.4.
Melalui musik anak diberi
kesempatan pula untuk bergerak melalui musik. 2.2.3 Karakteristik Gerak
AnakPada usia ini perkembangan visiomotoriknya yakni koordinasi antara
mata dan angan telah berkembang dengan baik. Karakteristik gerak fisik
anak usia sekolah dasar dapat dikatakan bersifat sederhana, gerakannya
biasanya bermakna dan bertema dimana tiap gerakan mengandung arti
atau tema tertentu. Anak juga mampu menirukan gerak binatang melalui
pengamatannya.2.2.4 Karakteristik Seni Rupa AnakAda 4 aspek yang
dapat digunakan untuk mengamati karya seni rupa anak, yakni: 1)
dari aspek tipologi seni rupa anak, 2) dari aspek karakteristik seni, 3) dari
aspek periodisasi sei rupa anak, dan 4) dari aspek relevansi karakteristik
seni rupa anak.Tipe tipologi seni rupa anak terdiri atas tiga tipe. Yaitu, tipe
visual (non haptik), tipe haptik dan tipe willing type. Pada tipe visual,
kemampuan daya tangkapindrawi sangat menonjol sehingga anak mampu
merekam objek aslinya termasuk proporsi, perspektif, perbandingan serta
detailnya. Tipe visual (non haptic) mendapat pengaruh dari intellectual
motivation. Oleh karena itu, figur-figur dan bahkan alur ceritanya tampak
jelas. Pada tipe ini pikiran anak dapat dibaca dalam gambar karena
bentuknya yang mudah dikenali maksudnya.Haptic adalah jenis karya
gambar anak yang lebih cenderung mengungkapkan rasa dari pada
fikiran. Sehingga model/ bentuk/ tampilannya kelihatannya ekspresif dan
menghasilkan bentuk-bentuk perasaan Pada tipe haptik, pengungkapan

14

suasana hati atau emosi sangat menonjol ketika mereka menuangkan


objek kedalam karya seni rupanya.Willing type merujuk pada makna tipe
seseorang yang mengharapkan akan sesuatu. Tipe harapan (willing type)
dalam gambar anak ditunjukkan oleh tema yang diangkat dalam materi
pokok gambar berupa ungkapan harapan, cita-cita, kejadian masa yang
akan datang, dan lain sebagainya.2.5 Periodisasi Seni Rupa AnakA. Masa
Coreng Moreng : Usia 1-4 tahun
Pada masa coreng moreng dibedakan atas dua tipe. yaitu tipe judul
gambar masih berubah-ubah dan mengindentifikasi objek dengan judul
yang tepat1)
Judul gambar masih berubah-ubah (perkembangan garis)
Pada masa perkembangan seni rupa ini sekitar usia 1 sampai dengan 2
tahun. Anak masih melatih diri mengkoordinasikan bentuk garis yang
sempurna maupun yang kurang tepat. Usia perkembangan garis ini
seiring tanggapan terhadap lingkungan sekitarnya, seperti melihat objek
masih berbentuk bulatan dan garis miring. Taraf pandang anak masih
berbentuk global. Jika anak sudah bisa memberi judul pada gambar atau
lukisannya, maka judul tersebut masih berubah-ubah. Pada suatu ketika,
anak memberi judul : Kucing sedang makan, selang sejam berikutnya,
gambar tersebut berubah judul menjadi; Ayahku sedang memberi makan
ayam jantang dikandang.
Situasi ini menggambarkan penalaran anak
belum stabil, bahkan dapat diduga bahwa pikiran anak masih menyatu
dengan perasaan anak, apa yang dipikirkan sama dengan apa yang
dirasakan. Jadi, anak menggambar apa yang dia ketahui dan diinginkan
bukan apa yang diketahui dan diinginkan bukan apa yang dia lihat dalam
kondisi sesungguhnya. 2)
Mulai mengidentifikasi Objek dengan Judul
yang Mantap
Anak mulai menyadari gambarnya sudah dapat dibaca orang lain dan
telah mampu meliht objek secara detail, maka gambarpun mulai berubah.
Bulatan-bulatan semula susunannya tidak berbentuk figur manusia kini
mulai berubah menjadi bulatan yang bersinar, dilambangkan dengan
bulatan matahari. Bentuk ini dipengaruhi oleh tingkat penalaran anak
bahwa matahari bersinar terang, maka bulatan bersinarpun diandaikan,
seperti waja yang ceria. Tanda keceriaan disimbolkan dengan mata,
hidung dan senyum yang lebar. Begitu pula dengan tanda kesedihan
disimbolkan dengan mata yang menangis dan bibir yang
cemberut.Perkembangan yang dirasakan cepat adalah pengubahan
matahari yang yang telah mempunyai atribut tersebut menjadi figur
manusia. Manusia yang hanya mempunyai susunan anggota tubuh
kepala-kaki. Tangan masih menyatu dengan kepala dan manusia tidak
berbadan. Bagi anak yang masih menyatukan pikiran dan perasaannya,

15

gambar manusia kepala sampai kaki belum tampak. Anak masih suka
mengekspresikan ide dan gagasan secara spotan, namun anak sudah
memberi judul dengan tetap dan mantap.B.
Masa Prabagan
(Preschematic) : Usia 4-7 tahun
Pada masa prabagan ini anak sudah mulai mengenal dirinya, baik jenis
kelamin maupun eksistensi dirinya dalam hubungan keluarga maupun
masyarakat sosialnya. Beberapa anak mulai memanjakan dirinya karena
merasa penting dan diperhatikan orang lain. Ketika pemahaman dirinya
sangat tinggi, sering sifat ego menjadi berlebihan. Anak merasakan
menjadi raja dalam keluarga karena beberapa keterampilan telah mereka
kuasai, seperti menyanyi, hafal menghitung angka 1 sampai dengan 100
atau suka menirukan perilaku orang dewasa. Perkembangan dalam
gambar anak pun mulai meningkat dari figur manusia kepala kaki
menjadi manusia tulang, atau manusia batang. Dikatakan sebagai
manusia tulang karena gambar tubuh manusia berupa tulang-tulang yang
tersusun. Lukisan anak perempuan
Lukisan anak laki-lakiDalam
hal warna, periode prabagan belum banyak memberikan arti yang sangat
kuat. Warna yang dipilih kadang kala tidak relevan dengan gambarnya.
Namun, beberapa anak wanita suda mmberikan arti warna dengan
menyesuaikan bentuk objek, sedangkan anak laki-laki cenderung
menguat pada bentuk gambarnya. C. Masa Bagan (schematic) : Usia 7-9
tahunPada masa ini, anak sudah mampu membedakan dengan jelas jenis
kelamin dalam gambarnya. Namun, belum menunjukkan konsep yang
matang tentang judul terhadap bentuk gambar

D.
Masa Realism Awal (dawning realism) : Usia 9-11 Tahun
Perkembangan mental anak pada periode ini adalah kemampuan
pengindraan, bentuk yang detail mampu diungkapkan terutama hal-hal
yang berada di lingkungan sekitar. pemahaman tentang postur tubuh
manusia telah dipahami secara nyata, namun hambatan dalam
menggambar adalah mengkoordinasikan tekanan-tekanan objek. Dalam
tahap perkembangan ini anak wanita sesuai dengan sifat alaminya,
perkembangan pengamatan terhadap objek sebenarnya sudah mampu
secara detail. Begitu juga dengan anak laki-laki, visualisasi bentuk sangat
kuat terutama pada objek yang bergerak.

16

Pada umumnya, anak pada periode ini cenderung menggambar cerita


secara lengkap. Anak juga sudah mampu mengungkapkan perspektif,
namun belum sempurna. Hal ini disebabkan masa egois masih kuat
sehingga komposisi gambar berupa juxta dan rabantment.
E. Masa Realisme Semu (pseudo realism) : Usia 11-14 tahun
Seiring dengan perkembangan biologi, anak usia 11-15 tahun sudah bisa
membedakan dengan jelas kedudukan dirinya dan fungsi masing-masing
organ tubuh.
Gambar anak usia ini sudah detail, namun mengalami kesulitan
mengungkapkan bentuk-bentuk visual. Pikiran anak telah detail, rasional,
dan realistis. Bagi anak pada masa ini sudah menyadari akan makna
keindahan dan estetika berani mempertahankan gambarnya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemahaman yang baik terhadap aspek-aspek perkembangan anak
akan menunjang keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Aspekaspek perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru tersebut meliputi:
perkembangan intelektual, emosional, personal dan sosial, perseptual,
fisik estetik, dan kreativitas. Secara intelektual, menurut Piaget anak
Sekolah Dasar memasuki masa Operasi Konkert yang mana anak sudah
mampu berfikir logis dan sistematis yang mampu memecahkan masalahmaslah yang bersifat konkert. Kondisi emosional anak Sekolah Dasar itu
sangat labil, mudah berubah, cepat datangnya perubahan dan cepat pula
normal kembali. Kondisi sosialnya sudah berangsur-angsur keluar dari
lingkungan keluarganya dan mulai mencari teman akrab, menaruh
perhatian pada orang lain, dan mencari teman untuk bermain dan bekerja
sama. Anak SD mempunyai karaketristik ingin tahu segala hal. Masa SD
adalah masa pendidikan jasmani dan panca indera dan secara alamiah
anak sudah membawa kemampuan menangkap getar keindahan alam
dan karya seni. Kemampuan tesebut seyogyanya difasilitasi untuk
berkemban baik secara ekspresif maupun apresiatif. Ekspresi dan

17

aktualisasi diri merupakan salah satu kebutuhan psikologis yang penting


bagi anak SD.
Sesuai dengan perkembangan usia anak yang meliputi fisik dan nonfisik,
maka terpaut pula perkembangan anak dala berkarya seni. Karya seni
anak memiliki karakteristiknya kondisi yang berbeda jauh dengan karya
seni orang dewasa. Pada bidang seni musik pada umumnya menonjol
pada suara yang mereka miliki. Kemampuan mereka dibagi dalam
kelompok-kelompok usia sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan
fisik dan nonfisik mereka. Begitu pula musik yang dinyanyikan atau
dimainkannya. Pada seni tari, terjadi hal sama kemampuan fisik yang
terus berkembang telah menjadikan pedoman bagi guru untuk memilih
materi dan metode pembelajarannya. Sementara pada bidang seni rupa,
juga perkembangan ditelektual, emosi, sosial, dan juga fisik anak.
Kemampuan dasar dan karakteristik seni anak SD perlu
diperhatikan guru agar dapat dihasilkan pembelajaran seni yang
bermakna.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini dapat mempermudah mahasiswa dalam
membelajarkan seni di SD melihat dari kemampuan dasar serta
karakteristik seni anak SD, sehingga dalam melakukan pembelajaran guru
dapat menimbang materi yang cocok untuk anak SD dan sejauh mana
pengembagan kreativitas seni anak SD.
Anonymous. 2012. Modul Kemampuan Dasar dan Karakteristik Seni SD.
Online: http://hencozs.blogspot.com/2013/06/modul-kemampuan-dasardan-karakteristik.html
Anonymous. 2012. Kemampuan Dasar dan Karakteristik Seni. Online:
http://myschoolsmkn3tpi.blogspot.com/2011/11/kemampuan-dasar-dankarakteristik-seni.html
Pamadhi, Hadjar dkk. 2010. Pendidikan Seni di SD. Jakarta: Universitas
Terbuka

KARAKTERISTIK SENI ANAK SEKOLAH DASAR

18

Karya seni merupakan produk budaya manusia dari semua lapisan sosial,
kelompok ethnis, kurun waktu, jenis kelamin dan usia. Hasil karya seni
sesungguhnya dapat dipengaruhi dan bahkan dapat ditentukan oleh
pelaku seni itu sendiri. Aspek-aspek yang mempengaruhi itu adalah latar
belakang, perkembangan fisik dan mental, kebutuhan dan kesenangan
dan lingkungannya
A. Karakteristik Suara Anak Usia SD
Media musik yang paling dekat dengan kita adalah suara dan tubuh kita,
bernyanyi dan bertepuk tangan itulah yang dimaksudkan. Suara yang
dihasilkan manusia memiliki suara yang berbeda-beda sesuai dengan alat
produksinya. Salah satu unsur yang membedakannya adalah ukuran alat
produksi suara, sehingga bisa dikelompokkan maka ada karakteristik
suara manusia yang dibedakan dari usia.
Menurut Andersen karakteristik suara anak dapat dikelompokkan menjadi
4 kelompok, berdasarkan karakteristik dan kemammpuannya:
Usia 4 5 tahun suaranya tersengar tipis, kecil dan ringan
Usia 6 7 tahun pada umumnya memiliki suara yang tinggi dan ringan,
namun ada juga yang bersuara rendah
Usia 8 9 tahun pada umumnya anak mulai dapat bernyanyi dengan nada
yang tepat
Usia 10 -12 tahun pada umumnya belum mengalami perubahan suara ,
suara mereka masih terdengar jernih dan ringan
B. Karakteristik Musik Anak
Musik anak harus sesuai dengan perkembangan fisik yang mampu
menjadikan dirinya sebagai media pengungkapan perasaan, pikiran, isi
hati anak. Karakter musik anak seyogyanya dapat ditemukan tidak hanya
pada semua aspek musik tetapi juga seperti; aspek bunyi, nada, ritme,
tempo dan dinamik serta ekspresi dan bentuk musik. Selain itu
seyogyanya musik anak seyogyanya mampu memberikan kesempatan
bagi perkembangan kreativitas berfikir dan seni (rasa keindahan) anak
serta dunia anak. Berikut ini karakteristik yang sebaiknya muncul dalam
musik anak adalah:

19

1. Musik sesuai dengan minat dan menyatukan dengan kehidupan anak


sehari-hari.
2. Ritme musik dan pola melodinya pendek sehingga mudah diingat
3. Nyanyian atau lagu tersebut juga harus mengandung unsur musik
lainnya.
4. Melalui musik anak diberi kesempatan pula untuk bergerak melalui
musik.
C. Karakteristik Gerak Anak
Karakteristik gerak fisik anak usia sekolah dasar dapat dikatakan bersifat
sederhana, gerakannya biasanya bermakna dan bertema dimana tiap
gerakan mengandung arti atau tema tertentu. Anak juga mampu
menirukan gerak binatang melalui pengamatannya.
D. Karakteristik Seni Rupa Anak
Ada 4 aspek yang dapat digunakan untuk mengamati karya seni rupa
anak, yakni;
1. Aspek tipologi seni rupa anak
2. Aspek karakteristik seni rupa anak
3. Aspek periodisasi seni rupa anak
4. Aspek relevansi karakteristik seni rupa anak
Ada tiga tipe tipologi seni rupa anak; yakni tipe visual, tipe haptik dan tipe
campuran keduanya. Pada tipe visual, kemampuan daya
tangkap indrawi sangat menonjol sehingga anak mampu merekam objek
aslinya termasuk proporsi, perspektif, perbandingan serta detailnya. Pada
tipe haptik, pengungkapan suasana hati atau emosi sangat menonjol
ketika mereka menuangkan objek kedalam karya seni rupanya.
E. Periodisasi Seni Rupa Anak
Ada beberapa klasifikasi periodisasi seni rupa anak diantaranya yang
disodorkan oleh

20

MODUL 4
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM BERKARYA SENI
Kegiatan Belajar 1
Pendekatan Teknologi Penciptaan Karya Seni

1.

Istilah Teknologi

Istilah teknologi sebenarnya sangat umum, istilah ini digunakan untuk


menunjukkan substansi keteknikan, berhubungan kinerja teknik terseebut
tersusun secara urut dari suatu yang terdiri dari komponen yang satu
dengan yang lain harus dirancang bergantian secara runtut.
Suatu karya seni mempunyai struktur: wujud (contour), isi (content), dan
tata laku (context). Ketiga struktur karya seni tersebut saling
berhubungan satu dengan yang lainnya ketika proses penciptaan
berlangsung.

2.

Cakupan teknologi

Pada wujud teknologi terdapat prinsip: kerajinan, rekayasa dan


pengolahan. Kerajinan mempunyai dasar: keakapan, kecepatan,
ketepatan dan keterampilan. Jika seorang guru meminta siswa mencipta
karya rupa dengan prinsip teknologi maka hasil yang akan diperoleh
dapat berupa:
Output

: karya rupa berteknologi

21

Outcome

: keterampilan (skill)

Dampak

: berpikir sistematis, tangguh, ulet, tepat dan disiplin.

3.

Model Pemanfaatan Teknologi dalam Karya Seni

Dalam area teknlogi, prinsip keteknikan dapat digolongkan menjadi tiga


prinsip, yaitu:
a.

Pemanfaatan Teknologi Kerajinan Dalam Penciptaan Karya Seni

Pembelajaran teknologi kerajinan lebih memfokuskan kepada


keterampilan produksi, reproduksi, reproduksi yang diukur dari:
kecepatan, ketepatan, dan ekonomis serta keluasannya.
b.

Pemanfaatan Teknologi Rekayasa Dalam Penciptaan Karya Seni

Pemanfaatan teknologi rekayasa dapat dilihat pada keteknikan


dan dampak pembelajaran. Dampak keteknikan ebih mendorong
keyakinan mencipta melalui kecakapan mengurangi bahan dan menyusun
alat sesuai dengan sistem kinerjanya. Sedangkan dampak
pembelajaran teknologi rekayasa adalah keuletan menguraikan masalah,
dan menyusun kembali permasalahan mencipta karya seni.
c.

Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Dalam Penciptaan Karya Seni

Pengukuran terhadap pengolahan adalah perilaku mengubah objek


melalui proses: pemasakan, reaksi, percobaan (treatment) secara cepat
dapat menghasilkan produksi ganda dan reproduktif.

KEGIATAN BELAJAR 2
Ruang Lingkup Penggunaan Teknologi

1.

Teknoogi Sederhana Berenergi Manusia

Ada tiga jenis teknologi yang termasuk dalam teknologi sederhana ini
yakni teknologi putar, tarik, dan pukul.

22

a.

Teknologi Putar

Teknologi putar berfungsi menggandakan, mempercepat kinerja,


meringankan beban seseorang dalam bekerja setiap saat. Namun setelah
orang berteknologi, karya itu membuat kinerja seseorang menjadi sangat
bergantung kepadanya. Misalnya: jam tangan.

b.

Teknologi Tarik

Suatu contoh alat yang menggunakan teknologi tarik adalah sepeda


kayauh. Tarikan kekuatan pada sepeda terletak pada dikeluarkan oleh
kekuatan kaki pada waktu mengajuh. Semakin kuat penarikan kaki untuk
memutar gigi depan, maka akan semakin kuat pula tarikan pada gigi
belakang dan laju sepeda pun semakin kencang.

c.

Teknologi Pukul

Contoh alat yang menggunakan teknologi pukul adalah alat musik


genderang ((perkusi). Alat ini menimbulkan suara ketika dipukul oleh alat
tertentu. Tinggi rendahnya bunyi yang diciptakan oleh seseorang terletak
pada besar kecilnya tabung yang berongga.

2.
a.
b.

3.
a.
b.

Teknologi Sederhana Berenergi Alam


Penggerak Berenergi Angin, contohnya: kipas angin.
Penggerak Berenergi Air, contonhya: baling-baling kapal.

Teknologi Tinggi
Motor penggerak berenergi listrik
Teknologi Digital

23

Teknologi digital merupakan perkembangan mutakhir. Teknologi digital


yang paling banyak membantu manusia adalah komputer.
Pemanfaatannya dalam penciptaan karya seni rupa melalui: 1) program
freehand drawing, 2) program corell draw, 3) program (adobe) Photoshop,
4) program makromedia animasi, 5) powerpoint, 6) program editing.

KEGIATAN BELAJAR 3
Rencana dan Laporan Kerja

Dalam teori belajar, sekarang dikembangkan model belajar melalui


kesalahan atau kesuksesan yang dicapai pada awalya, selanjutnya
dikembangkan menjadi rancangan kerja. Rancangan kerja ini ditulis dalam
skema ataupun menggunakan daftar isian. Dasar pemikiran penulisan
gagasan ini sangat penting karena keika seseorang sedang berkarya ,
tiba-tiba ingatannya bebabaur dengan pikiran lain sehingga terjadi
kelupaan. Dengan demikian, rancangan kerja yang telah ditulis dapat
mengingatkan kembali gagasan yang telah terputus.
Ide dan gagasan dalm menciptakan karya seni dengan
memanfaatkan eknologi (sederhana) perlu dituangkan dala
sebuah
rancangan yang meliputi karya apa yang akan dibuuat,
bagaimana latar belakang munculnya ide dan gagasan dan manfaat karya
terseut. Selain itu jelaskan pula dalam ramcanagan tersebut tentan
bagaimana teknik dan cara kerja atau langkah yang akan dikerjakan untuk
membuat / mewujudkan ide / gagasaan tersebut. Bahan apa yang akan
digunakan, bagimana karakteristi bahan tersebut. Juga perlu diuat dalam
rancangan tersebut tentang kesulitan yang diperkirakan akan ditemui.

Anda mungkin juga menyukai