Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
TUGAS KEARIFAN LOKAL
Nama
: Mohammad Agus Prayitno
NIM/ No. Urut : 0402515072 / 17
Prog. Studi
: Pendidikan IPA (Kimia)
No
1

Materi
Karbohidrat

Asam Basa

Kompetensi Dasar
Menganalisis struktur,
tata nama, sifat dan
penggolongan
makromolekul (polimer,
karbohidrat, dan
protein)

Menganalisis
sifat
larutan
berdasarkan
konsep asam basa
dan/atau pH larutan.

Mata Kuliah : Inovasi Pembelajaran IPA


Dosen
: Prof.Dr. Sudarmin, M.Si.
Hari/Tanggal : Senin, 25 April 2016

Indikator
Jenis Kearifan Lokal
Memahami
bahan Pembuatan Tape
dasar
pembuatan
tape
beserta
senyawa
yang
terkandung
di
dalanya,
dikaitkan
dengan
kearifan
lokal.

Alasan Masyarakat
Orang membuat tape
dengan menambahkan
ragi, mereka belum tahu
fungsi ragi secara
kimiawi.

Meberikan
contoh Nginangan
peanfaatan asa basa
dala
kehidupan
sehari-hari
yang
berkaitan
dengan
kearifan lokal.

Nginang menyebabkan
gigi menjadi kuat, awet
muda,
mempercantik
diri menghilangkan bau
mulut dan bau badan.

Penjelasan Ilmiah
Ragi merupakan salah satu jamur yang
bernama Saccharomyces cereviceae, karena
adanya aktivitas jamur ini karbohidrat di beras
ketan atau singkong akan mengalami proses
fermentasi menghasilkan gula sederhana
kemudian lebih lanjut menjadi etanol. Gula
sederhana (sukrosa atau glukosa) akan
memberikan rasa manis, sedangkan etanol
memberikan nuansa seperti alkohol dan
menjadikan tape berair. Reaksi kimianya
adalah sebagai berikut:
(C6H12O6)n C6H12O6
nC6H12O6 2nC2H5OH + 2nCO2 + 2n ATP
Ada beberapa bahan yang digunakan untuk
menginang, antara lain
1. Daun sirih (basa)
Daun sirih mempunyai bahan aktif antara lain
minyak atsiri dari daun sirih mengandung
minyak yang menguap yaitu betel-phenol
(chavibetol),
chavicol,
cadinene,
sesquiterpenes, terpenes, dan terpenoids.
Daun sirih mempunyai banyak khasiat,
diantaranya menghilangkan bau mulut

(halitosis), menghilangkan sakit kepala


(artritis), sebagai stimulan, dan sebagai
antibiotik dan menghilangkan rasa sesak.
2. Gambir/Uncaria Gambir
Gambir atau Uncaria Gambir merupakan salah
satu hasil hutan yang sudah sejak lama
dikenal dan dimanfaatkan secara luas oleh
masyarakat. Masyarakat luas memanfaatkan
gambir sebagai bahan penyamak kulit dan
pewarna. Selain itu gambir juga digunakan
sebagai campuran obat, misalnya obat sakit
kepala, obat sakit perut (diare), obat sariawan,
serta obat sakit kulit. Kandungan yang dimiliki
gambir adalah catecutannic acid, catechin,
flavonoid, pyrocatechin, dan sejumlah alcaloid.
3. Pinang
Pinang merupakan tumbuhan palma family
Arecaceae, kandungan dari biji pinang
diantaranya adalah polyphenol (flavonoid dan
tanin) dan alcaloid. Kegunaan biji pinang
antara lain sebagai obat disentri, diare
berdarah, luka dan dapat digunakan untuk
menghasilkan warna merah dan bahan
penyamak. Ketersediaan simplisia biji pinang
di apotek dapat digunakan untuk mengobati
cacingan, terutama yang disebabkan cacing
pita.
4. Kapur (basa)
Kapur berasal dari karang laut atau cangkang
kerang yang dibakar. Kapur diperoleh dengan
cara membakar batu kapur (CaCO3). Apabila
dibakar dengan suhu tertentu akan

menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan


kalsium oksida (CaO). Kalsium oksida ini
kemudian dicampur dengan sedikit air yang
menyebabkan ia menyerap dan mengembang
disamping menghasilkan panas serta menjadi
serbuk kapur yang dikenal sebagai kalsium
hidroksida (Ca(OH)2).
5. Tembakau
Tembakau merupakan tumbuhan semusim
yang ditanam untuk diambil daunnya.
Tumbuhan ini termasuk dalam family
Solanaceae. Tumbuhan ini dikatakan berasal
dari utara dan selatan Amerika, Australia,
barat daya Afrika, dan bagian utara Pasifik.
Kandungan utama yang terdapat dalam
tembakau adalah nicotine, germacrena, anabasine,
piperidine alcaloid, dan tropane alcaloid. Nikotine
yang terdapat dalam tembakau sering
digunakan sebagai bahan utama insektisida
dan penggunaan nicotine dalam dosis yang
besar dapat menyebabkan kanker, gangguan
pada jantung, pernafasan, dan kehamilan.
3

Koloid

Menganalisis
peran
koloid dalam kehidupan
berdasarkan
sifatsifatnya

Memberikan contoh Manfaat Getah pisang


senyawa koloid yang
didasarkan
pada
kearifan lokal.

Orang terkena benda


tajam dioleskan getah Getah pisang mengandung enzim yang
pisang agar darah berupa beberapa jenis fitokimia atau
fitonutrien, yang berarti sejumlah zat kimia.
berhenti mengalir
Zat-zat kimia dalam getah pisang adalah,
flavonoid, tanin, Polifenol dan flavono. Dua zat
terakhir dikenal dalam dunia penelitian medis
sebagai golongan fenol yang memiliki
antiseptik. Sedangkan kandungan saponin,

antrakuinon, dan kuinon berfungsi sebagai


antibiotik dan penghilang rasa sakit. Di dalam
getah tersebut tidak terdapat kandungan
alcohol.
4

Larutan

Menganalisis
sifat
larutan elektrolit dan
larutan
nonelektrolit
berdasarkan
daya
hantar listriknya.

Memberikan contoh Air Ludah Idu Bacin


larutan
dala
kehidupan sehari-hari
yang
berkaitan
dengan
kearifan
lokal.

Larutan

Menganalisis
sifat
larutan elektrolit dan
larutan
nonelektrolit
berdasarkan
daya
hantar listriknya.

Memberikan contoh Kerokan


larutan
dala
kehidupan sehari-hari
yang
berkaitan
dengan
kearifan
lokal.

Untuk mengobati luka


lecet
atau
mata Dalam The journal of Federation of American
Societies for Experimental Biologi (FASEB)
blelekan.
mengungkapkan bahwa di dalam air liur atau
air ludah terkandung zat yang dapat
membantu proses penyembuhan luka pada
manusia yang disebut dengan Histatin,
Histatin adalah protein yang dihasilkan oleh air
liur yang dipercaya dapat membunuh bakteribakteri jahat pada luka. Fakta ini juga
menjawab mengapa luka pada mulut, seperti
luka setelah pencabutan gigi dapat sembuh
lebih cepat dibandingkan dengan luka pada
kulit atau tulang.
Bawang merah untuk
mengatasi masuk angin. Bawang merah mengandung beberapa
senyawa yang penting bagi tubuh antara lain
vitamin C, kalium, serat, dan asam folat.
Selain itu, bawang merah juga mengandung
kalsium dan zat besi, tanaman ini juga
mengandung zat pengatur tumbuh alami
berupa hormon auksin dan giberelin.
Kegunaan bawang merah lainnya yaitu
sebagai obat tradisional. Bawang merah
digolongkan sebagai tanaman obat karena
mengandung efek antiesptik dan senyawa

alliin. Senyawa alliin akan diubah menjadi


asam piruvat, ammonia, dan alliisin sebagai
anti mikroba yang bersifat bakterisida. Adapun
enzim yang berperan dalam merubah
senyawa alliin adalah enzim alliinase.