Anda di halaman 1dari 23

BAB 28

Pengangguran

Disusun oleh:
Bennasita Dyah R.V. (150322003/Manajemen)
Cornelia Putri W. (150422012/Akuntansi)
Dewi Maya W. (150322004/Manajemen)

Mengidentifikasi
Pengangguran
Badan Pusat Statistik mengelompokkan orang dewasa
pada setiap rumah tangga yang disurvei ke dalam salah
satu kategori berikut:
Bekerja
Seseorang yang menghabiskan harinya untuk
mengerjakan sesuatu yang dibayar kemudian
Pengangguran
Seseorang dianggap pengangguran apabila ia berhenti
bekerja sementara atau sedang mencari pekerjaan
Tidak Termasuk Angkatan Kerja
Seseorang yang tidak termasuk dua kategori diatas
seperti mahasiswa paruh waktu, ibu rumah tangga atau
pensiunan tidak termasuk angkatan kerja.

Mengukur Tingkat
Pengangguran
Angkatan Kerja (Labor Force) adalah orang

yang bekerja dan tidak bekerja.


Angkatan Kerja = Jumlah orang yang bekerja +
Jumlah
orang yang tidak bekerja

Tingkat Pengangguran (Unemployment


Rate) adalah presentase angkatan kerja yang
tidak bekerja.
Tingkat Pengangguran x 100%

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (LaborForceParticipation Rate) mengukur persentase


jumlah populasi penduduk dewasa yang
termasuk dalam angkatan kerja.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja = x 100%

*Lihat figur 1halaman 588.

Tingkat Pengangguran
Tingkat Pengangguran Alamiah adalah
tingkat pengangguran normal dari fluktuasi
tingkat
pengangguran.Penyimpangan
pengangguran dari tingkat alamiahnya disebut
Pengangguran Siklis.
Pengangguran
Siklis
penyimpangan pengangguran
alamiahnya

merupakan
dari tingkat

Apakah tingkat pengangguran


mengukur apa yang kita inginkan?
Sulit untuk membedakan antara seseorang yang
tidak bekerja dengan orang yang tidak termasuk
angkatan kerja.
Pekerja putus asa adalah seseorang yang ingin
bekerja tetapi menyerah karena gagal karena tidak
kunjung berhasil mencari pekerjaan. Pekerja putus
asa
tidak
masuk
kedalam
data
statistik
pengangguran meskipun mereka sebenarnya
adalah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan.
Mereka mengaku sebagaipengangguran karena
mereka
ingin
mengikuti
program
bantuan,
walauoun mereka tidak sedang mencari pekerjaan.

Masa Orang menganggur


Sebagian besar menganggur jangka pendek.
Sebagian juga mengganggur dalam jangka
panjang.
Sebagian besar masalah pengangguran
perekonomian disebabkan relatif sedikit pekerja
yang tidak memiliki pekerjaan dalam jangka
waktu yang lama.

Mengapa Selalu Ada Orang


Menganggur?
Karena tingkat pengangangguran tidak pernah mencapai
angka nol. Sebaliknya, tingkat pengangguran berfluktuasi
di sekitar tingkat pengangguran alamiah.
Alasan menyimpangnya pasar tenaga kerja di dunia nyata
dari kondisi idealnya:
1. Pekerja memerlukan waktu lebih lama untuk
memperoleh pekerjaan yang paling cocok untuk
mereka.
2. Penawaran jumlah tenaga kerja melebihi jumlah
permintaannya. Pengangguran semacam ini disebut
dengan pengangguran struktural.
3.Upah

Pencarian Kerja
Pencarian Kerja (Job Search) adalah proses
mencocokkan pekerja dengan pekerjaan yang
diminati. Jika semua pekerja dan semua
pekerjaan tidak ada bedanya,sehingga seluruh
pekerja cocok untuk segala pekerjaan,pencarian
kerja tidak akan menjadi masalah.

Karena para calon pekerja sulit menemukan


pekerjaan yang cocok, sehingga menimbulkan
berbagai permasalahan diantaranya:
Pengangguran friksional tidak dapat dihindari.
Pemerintah tidak terlibat dalam menentukan
kebijakan publik bagi para pencari kerja.
Tunjangan pengangguran tidak efisien

Mengapa Sejumlah Pengangguran


Friksional Tidak Dapat dihindari?
Pengangguran friksional tidak dapat terhindarkan
karena perekonomian memang selalu berubahubah.
Pasang surut angkatan kerja terjadi dalam
perekonomian pasar dinamis yang berfungsi
dengan baik, namun juga dapat menimbulkan
sejumlah pengangguran friksional.

Kebijakan Publik dan


Pencarian Kerja
Banyak program pemerintah yang berupaya
untuk memudahkan pencarian kerja. Salah
satunya adalah melalui badan penempatan kerja
yang
dijalankan
oleh
pemerintah
yang
menyiarkan informasi tentang lowongan kerja
serta program program pelatihan untuk umum
yang bertujuan mempermudah transisi pekerja
dari industri yang merosot menuju industri yang
berkembang.

Tunjangan Pengangguran
Bertujuan memberikan kompensasi parsial bagi
pekerja akibat kehilangan pekerjaan.
Tunjangan
pengangguran
tidak
selamanya
diberikan, tetapi dihentikan setelah lewat enam
bulan atau satu tahun.
Menurut
penelitian,
menerima
tunjangan
pengangguran mengurangi upaya pengangguran
untuk mencari pekerjaan .

Peraturan Upah
Minimum

Figur 4 hal 598

Pengangguran Akibat Upah Diatas Titik Keseimbangan

Di pasar tenaga kerja ini,upah pada titik keseimbangan


penawaran dan permintaan adalah Wr. Pada upah
keseimbangan ini,jumlah penawaran dan permintaan
tenaga kerja adalah sama dengan Le
Sebaliknya,jika upah tersebut dipaksa agar tetap
berada di atas titik keseimbangan,mungkin karena
peraturan upah minimum,jumlah penawaran tenaga kerja
meningkat menjadi Ls dan jumlah permintaan tenaga
kerja menurun menjadi Ld. Surplus tenaga kerja yang
dihasilkan, Ls-Ld adalah pengangguran.

Serikat Pekerja dan


Tawar Menawar Kolektif
Serikat Pekerja (Union) adalah asosiasi
pekerja
yang
melakukan
tawar-menawar
dengan pemberi kerja mengenai upah dan
kondisi kerja.
Tawar
Menawar
Kolektif
(Collective
Bargaining) adalah proses disepakatinya
syarat-syarat kerja antara serikat pekerja dan
perusahaan
Pemogokan(Strike) adalah penarikan pekerja
dari perusahaan oleh serikat kerja.

Apakah Serikat Pekerja Berdampak


Baik atau Buruk Bagi Perekonomian?
Dilihat dari sisi pengkritik, apabila serikat kerja
menaikkan upah di atas tingkat yang berlaku di pasar,
maka akan menurunkan jumlah permintaan tenaga
kerja, menyebabkan sebagian pekerja menganggur dan
menurunkan upah dalam bidang perekonomian lain.
Alokasi kerja yang terjadi tidak efisien dan tidak adil.
Karena upah serikat yang tinggi mengurangi
pengangguran di perusahaan dan tidak adil karena
sebagian pekerja diuntungkan dengan pengorbanan
pekerja lain jam.
Pendukung serikat pekerja berpendapat bahwa serikat
pekerja
penting
untuk
membantu
perusahaan
merespons kepentingan pekerja secara efisien.

Teori Upah Efisiensi


Menurut teori upah efisiensi perusahaanperusahaan beroperasi secara lebih efisien jika
upah berada di atas titik keseimbangan.
Ada 4 teori upah efisiensi yaitu:
- Kesehatan Pekerja
- Perputaran Pekerja
- Usaha Pekerja
- Kualitas Pekerja

Kesehatan pekerja
Pekerja yang menerima bayaran lebih baik akan
mengonsumsi makanan yang lebih bergizi,
sehingga akan menghasilkan pekerja yang sehat
dan produktif. Perusahaan akan lebih diuntungkan
apabila membayar pekerja dengan upah tingi
daripada membayar upah lebih rendah namun
menghasilkan pekerja yang kurang sehat dan
tidak produktif.

Perputaran Pekerja
Menerima pekerjaan di perusahaan lain, pindah
ke daerah lain, keluar dari angkatan kerja.
Perputaran pekerja di pengaruhi oleh keuntungan
meninggalkan pekerjaan dan keuntungan tetap
bekerja. Semakin tinggi upah yang diberikan
maka semakin kecil kemungkinan para pekerja
memilih keluar.

Usaha Pekerja
Upah yang lebih tinggi akan membuat pekerja
lebih sigap dalam mempertahankan pekerjaan
mereka sehingga memberikan mereka intensif
adalah cara membuat pekerja memberikan usaha
terbaiknya.

Kualitas Pekerja
Apabila sebuah perusahaan mempekerjakan
pekerja baru, perusahaan tidak dapat mengukur
kualitas
pelamar
secara
sempurna.dengan
membayar upah yag lebih tinggi, peruahaan
menarik kelompok pekerja yang lebih baik untuk
melamar pada posisi yang ditawarkan.

Kesimpulan

Tingkat Pengangguran adalah persentase


mereka yang ingin bekerja,namun tidak
memiliki pekerjaan.
Tingkat
Pengangguran
bukan
merupakan
ukuran yang sempurna untuk kondisi tidak
bekerja.
Alasan Pengangguran yaitu waktu yang
diperlukan
oleh
pekerja
untuk
mencari
pekerjaan,peraturan upah minimum,kekuasaan
pasar yang dimiliki serikat pekerja dan
terjadinya pengangguran yang dikemukakan
oleh teori upah efisiensi.