Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Lanjut usia atau adalah dimana seseorang mengalami pertambahan umur dengan

disertai dengan penurunan fungsi fisik yang ditandai dengan penurunan massa otot serta

kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, peningkatan lemak tubuh, dan penurunan

fungsi otak. Saat lanjut usia tubuh tidak akan mengalami perkembangan lagi sehingga tidak

ada peningkatan kualitas fisik. Menurut ilmu gerontologia (ilmu mengenai usia lanjut),

setiap orang memiliki tiga macam umur: umur secara kronologis, biologis, dan psikologis.

Dari ketiga macam umur tersebut, kita tahu bahwa proses penuaan tidak dapat dilihat atau

diukur hanya dari umur kronologis. Ada beberapa negara menetapkan usia kronologis yang

berbeda bagi orang lansia. Di Indonesia, seseorang dianggap lanjut usia, ketika ia pensiun

dari pekerjaannya pada usia 55 tahun. Namun, di Amerika Serikat, seseorang dikategorikan

sebagai lansia pada usia 77 tahun, yang didahului masa pra lansia yaitu usia 69-76 tahun.

Bagi orang Jepang kesuksesan justru dimulai pada usia 60 tahun. Dan banyak wanita Jepang

yang masih bekerja pada usia 60 tahun ke atas. Sedangkan WHO (Organisasi Kesehatan

Dunia) menetapkan usia 60 tahun sebagai titik awal seseorang memasuki masa lansia.

Karena itu tidak ada tolok ukur yang jelas kapan seseorang memasuki masa lansia.
Bab II

PEMBAHASAN

A. Olahraga lansia
Olahraga bermanfaat untuk kesehatan jasmani maupun rohani.Manfaat olahraga di
antaranya melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot, mencegah pengeroposan tulang,
menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan menaikkan kolesterol baik.
Olahraga juga bermanfaat untuk membakar kalori, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
otot, bahkan olahraga juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan manfaat lain
olahraga adalah biasanya dapat menghilangkan sembelit, membuat tidur lebih nyenyak, serta
mengurangi depresi.

Setiap orang hendaknya berusaha untuk menyempatkan diri berolahraga tidak hanya di
usia muda, namun perlu pula diteruskan pada usia lanjut. Olahraga perlu dijalankan secara
teratur. Pemilihan jenis olahraga yang akan dijalankan tentu disesuaikan dengan kegemaran,
biaya, serta kemampuan fisik seseorang. Olahraga dapat dilaksanakan sendiri, misalnya jalan
kaki, naik sepeda, atau berenang. Namun olahraga dapat juga dilakukan bersama, misalnya
tenis, badminton, dan golf. Olahraga sendiri memungkinkan kita melaksanakan olahraga tanpa
bergantung pada orang lain. Olahraga bersama juga menyenangkan karena kita dapat bergaul
dengan orang lain.

Adakalanya pada usia lanjut seseorang menderita penyakit tertentu. Ini tak berarti dia
tidak boleh berolahraga. Pada umumnya dia dapat melanjutkan kebiasaan berolahraga, hanya
dia perlu membicarakan dengan dokternya apakah olahraga yang dipilihnya cocok dan tidak
memengaruhi penyakitnya. Sering juga terjadi, semasa muda tak sempat berolahraga, barulah
setelah pensiun dia mempunyai waktu luang. Sudah tentu akan lebih baik bila kebiasaan
berolahraga dimulai secara teratur sejak kecil. Namun, memulai olahraga pada usia lanjut juga
tetap bermanfaat.Mulailah berolahraga secara bertahap. Mulai dengan olahraga ringan dan
sedikit demi sedikit intensitas serta lamanya berolahraga ditingkatkan. Setiap berolahraga
jangan lupa mulai dengan masa pemanasan dan ditutup dengan masa pendinginan.
B. Prinsip dan Langkah-Langkah Olahraga Lansia
Prinsip olahraga bagi lansia :
1) Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah)
2) Bersifat progresif (bertahap meningkat)
3) Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan
4) Lama latihan berlangsung 15-60 menit
5) Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal 5 kali

C. Manfaat Olahraga untuk Lansia


1) Meningkatkan kekuatan otot jantung, memperkecil resiko serangan jantung.
2) Melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah dan
menghindari penyakit tekanan darah tinggi.
3) Menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga membantu mengurangi berat
badanyang berlebih dan terhindar dari obesitas.
4) Menguatkan otot-otot tubuh sehingga otot tubuh menjadi lentur dan terhindar dari
penyakit rematik.
5) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit- penyakit
yang menyerang kaum lansia.
6) Mengurangi stres dan ketegangan pikiran.
7) Latihan / olahraga dengan intensitas sedang dapat memberikan keuntungan bagi
para lansia melalui berbagai hal, antara lain status kardiovaskuler, risiko fraktur,
abilitas fungsional dan proses mental.
8) Latihan menahan beban (weight bearing exercise) yang intensif misalnya berjalan,
adalah yang paling aman, murah dan paling mudah serta sangat bermanfaat bagi
sebagian besar lansia.

D. Latihan yang membahayakan bagi lansia


Olahraga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, namun tidak semua
olahraga baik dilakukan oleh lansia. Ada beberapa macam gerakan yang dianggap
membahayakan saat berolahraga.
Gerakan-gerakan tersebut adalah sebagai berikut:
a) Sit-up dengan kaki lurus
Cara-cara sit-up yang dilakukan dengan kaki lurus dan lutut dipegang dapat
menyebabkan masalah pada punggung. Oleh karena itu sit-up cara klasik ini
menyebabkan otot liopsoas/fleksor pada punggung (otot yang melekat pada kolumna
vertebralis dan femur) menanggung semua beban. Otot ini merupakan otot terkuat di
daerah perut. Jika fleksor punggung ini digunakan, maka pinggul terangkat ke depan
dan otot-otot kecil pada punggung akan berkontraksi, sehingga punggung kita akan
melengkung. Jadi latihan seperti ini akan menyebabkan pemendekan otot punggung
bagian bawah dan paha. Akhirnya akan menyebabkan pinggul terangkat ke atas secara
permanen dan lengkung lordosis menjadi lebih banyak, sehingga menimbulkan
masalah pada pinggang. Tetapi bila kita membengkokkan lutut pada waktu latihan sit-
up, otot-otot fleksor panggung tidak bergerak. Dengan cara demikian, semua badan
bertumpu pada otot perut dan kecil kemungkinan terjadinya trauma pada pinggang
bagian bawah.

b) Meraih ibu jari kaki


Kadang-kadang untuk mengecilkan atau menguatkan perut dilakukan latihan
meraih ibu jari kaki. Latihan-latihan ini selain tidak dapat mencapai tujuan, yaitu
mengecilkan perut, juga kurang baik karena dapat menyebabkan cidera. sebetulnya
latihan-latihan meraih ibu jari kaki adalah latihan untuk menguatkan otot-otot
punggung bagian bawah.
Gerakan ini akan menyebabkan lutut menjadi hiperekstensi. Sebagai
konsekusensinya, tekanan yang cukup berat akan menimpa vertebra lumbalis yang
akhirnya menyebabkan keluhan-keluhan pada punggung bagian bawah. Kadang-
kadang hal ini dapat menyebabkan gangguan pada diskus intervertrebalis.

c) Mengangkat kaki
Mengangkat kaki pada posisi tidur terlentang sampai kaki terangkat ± 15 cm
dari lantai, kemudian ditahan beberapa saaat selama mungkin. Latihan ini tidak baik,
karena dapat menyebabakan rasa sakit pada punggung bagian bawah (low back pain)
dan menyebabkan terjadinya lordosis yang dapat menyebabkan gangguan pada
punggung.
Bahaya yang ditimbulkan ialah otot-otot perut tidak cukup kuat untuk menahan kaki
setinggi 15 cm dari lantai dalam waktu yang cukup lama dan kaki tidak dapat
menahan punggung bagian bawah. Akibatnya terjadi rotasi pelvis ke depan. Rotasi ini
menyebabkn gangguan dari punggung bagian bawah.
d) Melengkungkan punggung
Gerakan hiperekstensi ini banyak dilakukan dengan tujuan merenggangkan
otot perut agar otot perut menjadi lebih kuat. Hal ini kurang benar, karena dengan
melengkungkan punggung tidak akan menguatkan otot perut, melainkan melemahkan
persensian tulang punggung.

E. Peraturan Perundang-Undangan Tentang Lanjut Usia


Deputi I Menkokesra

Empat peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan lanjut usia, yaitu :

1) Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.


Yang menjadi dasar pertimbangan dalam undang-undang ini, antara lain
adalah bahwa pelaksanaan pembangunan yang bertujuan mewujudkan masyarakat
adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah
menghasilkan kondisi sosial masyarakat yang makin membaik dan usia harapah
hidup makin meningkat, sehingga jumlah lanjut usia makin bertambah.

Selanjutnya dalam ketentuan umum, memuat ketentuan-ketentuan yang


antara lain dimuat mengenai pengertian lanjut usia, yaitu seseorang yang telah
mencapai usia 60 tahun ke atas.

Asas peningkatan kesejahteraan lanjut usia adalah keimanan, dan ketakwaan


terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kekeluargaan, keseimbangan, keserasian, dan
keselarasan dalam perikehidupan. Dengan arah agar lanjut usia tetap dapat
diberdayakan sehingga berperan dalam kegiatan pembangunan dengan
memperhatikan fungsi kearifan, pengetahuan, keahlian, keterampilan, pengalaman,
usia, dan kondisi fisiknya, serta terselenggaranya pemeliharaan taraf
kesejahteraannya.

Selanjutnya tujuan dari semua itu adalah untuk memperpanjang usia harapan
hidup dan masa produktif, terwujudnya kemandirian dan kesejahteraannya,
terpeliharanya sistem nilai budaya dan kekerabatan bangsa Indonesia serta lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat,


berbangsa dan bernegara. Sebagai penghormatan dan penghargaan kepada lanjut usia
diberikan hak untuk meningkatkan kesejahteraan yang meliputi :

a. pelayanan keagamaan dan mental spiritual


b. pelayanan kesehatan
c. pelayanan kesempatan kerja
d. pelayanan pendidikan dan pelatihan
e. kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum
f. kemudahan dalam layanan dan bantuan hokum
g. perlindungan social
h. bantuan sosial

Dalam undang-undang juga diatur bahwa Lansia mempunyai kewajiban, yaitu

a. membimbing dan memberi nasihat secara arif dan bijaksana berdasarkan


pengetahuan dan pengalamannya, terutama di lingkungan keluarganya dalam rangka
menjaga martabat dan meningkatkan kesejahteraannya;
b. mengamalkan dan mentransformasikan ilmu pengetahuan, keahlian, keterampilan,
kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya kepada generasi penerus;
c. memberikan keteladanan dalam segala aspek kehidupan kepada generasi penerus.
Siapa yang mempunyai tugas dan tanggungjawab?

Pemerintah bertugas mengarahkan, membimbing, dan menciptakan suasana yang


menunjang bagi terlaksananya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Sedangkan pemerintah, masyarakat dan keluarga bertanggungjawab atas terwujudnya


upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia.

2) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan


Kesejahteraan Lanjut Usia.

Upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia, meliputi :


a. Pelayanan keagamaan dan mental spiritual, antara lain adalah pembangunan
sarana ibadah dengan penyediaan aksesibilitas bagi lanjut usia.
b. Pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan upaya penyembuhan
(kuratif), diperluas pada bidang pelayanan geriatrik/gerontologik.
c. Pelayanan untuk prasarana umum, yaitu mendapatkan kemudahan dalam
penggunaan fasilitas umum, keringanan biaya, kemudahan dalam melakukan
perjalanan, penyediaan fasilitas rekreasi dan olahraga khusus.
d. Kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum, yang dalam hal ini pelayanan
administrasi pemberintahan, adalah untuk memperoleh Kartu Tanda Penduduk
seumur hidup, memperoleh pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan milik
pemerintah, pelayanan dan keringanan biaya untuk pembelian tiket perjalanan,
akomodasi, pembayaran pajak, pembelian tiket untuk tempat rekreasi,
penyediaan tempat duduk khusus, penyediaan loket khusus, penyediaan kartu
wisata khusus, mendahulukan para lanjut usia.

Selain itu juga diatur dalam penyediaan aksesibilitas lanjut usia pada bangunan
umum, jalan umum, pertamanan dan tempat rekreasi, angkutan umum. Ketentuan
mengenai pemberian kemudahan dalam melakukan perjalanan diatur lebih lanjut oleh
Menteri sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
3) Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 2004 Tentang Komisi Nasional Lanjut Usia.
a. Keanggotaan Komisi Lanjut Usia terdiri dari unsur pemerintah dan
masyarakat yang berjumlah paling banyak 25 orang.
b. Unsur pemerintah adalah pejabat yang mewakili dan bertanggungjawab di
bidang kesejahteraan rakyat, kesehatan, sosial, kependudukan dan keluarga
berencana, ketenagakerjaan, pendidikan nasional, agama, permukiman dan
prasarana wilayah, pemberdayaan perempuan, kebudayaan dan
pariwisata,perhubungan, pemerintahan dalam negeri.
Unsur masyarakat adalah merupakan wakil dari organisasi masyarakat yang
bergerak di bidang kesejahteraan sosial lanjut usia, perguruan tinggi, dan dunia
usaha.
c. Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dapat dibentuk Komisi
Provinsi/Kabupaten/Kota Lanjut Usia.
d. Pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia ditetapkan oleh Gubernur pada
tingkat provinsi, dan oleh Bupati/Walikota pada tingkat kabupaten/kota.

4) Keputusan Presiden Nomor 93/M Tahun 2005 Tentang Keanggotaan Komisi


Nasional Lanjut Usia.
a. Pengangkatan anggota Komnas Lansia oleh Presiden.
b. Pelaksanaan lebih lanjut dilakukan oleh Menteri Sosial

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

Kedeputian I Bidang Kesejahteraan Sosial


DAFTAR PUSTAKA

http://tyoteye.multiply.com/journal/item/4/Lansia_dan_Olahraganya

http://agus-warseno.blogspot.com/2009/07/macam-macam-olah-raga-latihan-fisik.html

http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/sap-olahraga-bagi-lansia.html

http://www.menkokesra.go.id