Anda di halaman 1dari 2

NASKAH BERITA KOMISI III KUNKER NTB-3

Judul: Komisi III DPR RI Pertanyakan Lolosnya Marry Jane Dalam Eksekusi
Mati Jilid 3
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mempertanyakan posisi marry jane
sebagai narapidana yang sebelumnya masuk dalam daftar eksekuti mati jilid 3,
namun namanya tidak terdapat di daftar nama eksekusi mati jilid 3 tersebut.
Bambang menegaskan dirinya akan menanyakan langsung ke kejaksaan agung di
dalam rapat dengan kejaksaan agung usai reses mendatang, terkait pertimbangan
apa yang ada, sehingga marry jane tidak di eksekusi mati jilid 3 tersebut.
( yaa menurut saya bukan hanya marry jane saja, tapi terpidana mati narkoba
yang namanya disebut-sebut dan kemarin sudah dipindahkan ke lapas
nusakambangan juga sebenarnya tidak masuk dalam daftar yang akan dieksekusi
dalam gelombang ketiga ini. Yaa ini juga menimbulkan pertanyaan dan nanti juga
akan kita pertanyakan ke kejagung apa yang melatarbelakangi penundaan
hukuman mati di gelombang ketiga ini terhadap penjahat-jahat napi narkoba itu. ).
Ucap Bambang, saat melakukan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan mataram,
nusa tenggara barat, senin (2/5/2016).
Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan persiapan dan koordinasi pelaksanaan
eksekusi mati tahap ketiga sudah dilakukan dan hanya menentukan tanggal
pelaksanaannya. Prasetyo juga mengungkapkan dalam eksekusi mati tahap ketiga
ini, terpidana mati Mary Jane asal Filipina, kembali ditunda. Sebelumnya, dia ditunda
eksekusinya setelah dia mengaku sebagai korban human trafficking atau
perdagangan manusia.
Anggota komisi III DPR RI I Putu Sudiartana menegaskan, bahwa keputusan
hukuman mati merupakan domain daripada pemerintah, dan DPR hanyalah sebagai
pengawas Konstitusi. Namun, politisi partai demokrat berdapil bali tersebut
memaparkan pendapatnya, jika memang keputusan yang dikeluarkan pemerintah
dalam hal ini kejaksaan agung adalah hal yang terbaik bagi kelangsungan negeri
ini, selama itu juga DPR mendukung. Mengingat, menurut putu jika kasus marry
jane bersinggungan soal human trafficking sudah pasti kedua negara yang
bersangkutan yaitu Indonesia dan Filipina akan bersinergi dalam menyelesaikannya.
tanggapan kami saya dari dapil bali melihat bilamana itu bermanfaat bagi negara
lanjutkan, apa yang dilaksanakan oleh presiden atas nama negara silahkan supaya
mungkin ada hubungan yang mesti harus dijaga dengan baik anatara filipin dan
indonesia , mesti harus kita jaga, saya objektif melihat kebijakan bpk. Jokowi, saya
selaku pribadi mendukung bilamana itu ada kepentingan yang lebih besar demi
negara kita bersatu. ). Ucap Putu Saat melakukan peninjauan di lembaga
pemasyarakatan mataram, nusa tenggara barat, senin (2/5/2016). (Nadya). Foto:
Nadya.