Anda di halaman 1dari 2

NASKAH BERITA KUNKER KOMISI III LOMBOK NTB-2

JUDUL: Komisi III DPR RI Tanggapi Rencana Pemerintah Merevisi PP


99/2012 Terkait Remisi
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menunggu jalannya rencana pemerintah
untuk merevisi aturan tentang remisi, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 99 Tahun 2012. Menurut bambang, persoalan remisi ini fungsi dan tugasnya
untuk mengurangi jumlah hunian lapas atau mengurangi meningkatnya volume
lapas yang makin over capacity. Namun, pemberian remisi ini diduga tidak semua
narapidana di dalam lapas mendapatkanya, khususnya narapidana tindak pidana
khusus yaitu terorisme, narkotika dan korupsi.
( Yaa karena memang untuk narkoba yang paling banyak, untuk kejahatan korupsi,
perdagangan orang, dan terorisme memang perlu penanganan khusus. Tapi diluar
itu menurut saya harus ada pembicaraan lebih lanjut untuk meninjau kembali
penetapan remisi itu.). Ucap Bambang saat melakukan kunjungan kerja komisi III
DPR RI Ke lombok, provinsi nusa tenggara barat, senin (2/5/2016).
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkapkan ingin
merevisi aturan tentang remisi, yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor
99 Tahun 2012. Yasonna mengungkapkan revisi peraturan pemerintah, terutama
terkait dengan perihal pemberian remisi bagi warga binaan narkoba, mampu
meminimalisir kerusuhan di unit pelaksana teknis pemasyarakatan.
PP Nomor 99 Tahun 2012 mengatur mengenai pemberian remisi terhadap
narapidana. Narapidana untuk kasus-kasus pidana khusus tidak mendapatkan
remisi atau pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada narapidana
dan anak pidana.
Anggota komisi III DPR RI Adies kadir mengatakan, PP 99 tahun 2012 cukup
berpolemik, menurut Adies, setiap warga negara yang sudah insyaf berhak
mendapatkan pengampunan siapapun tidak terkecuali extraordinary crime. Adies
berpendapat jangan sampai taubat yang sudah diniatkan dalam hati dan terlaksana
berujung sia-sia, mengingat kesalahan yang dilakukan adalah tindak pidana khusus
atau extraordinary crime.
, kenapa saya sampaikan begitu, jangan sampai, seperti contohnya narkoba,
begitu dia masuk tidak ada remisi, dia akan akh kami berbuat baik tidak berbuat
baik yaa sama saja, jgn sampai mereka abrory begitu akhirnya kembali dia masuk jd
pemakai keluar pengedar, masuk pengedar keluar lg jd bandar. Itu yg kita takutkan,
Begitu juga dg korupsi begitu korupsi masuk 10jt bsk bsk jd 1000jt, ini yg kita
takutkan,jd betul-betul disana namanya jg tempat pembinaan kita bina betul-betul,
kalau memang bisa di bina yaa kita bina , kalau tidak bisa kita bina jgn diberi
remisi, itu memang hrs ada kebijakan-kebijakan tertentu daripada pemerintah. )

ujar adies kadir saat melakukan kunjungan kerja ke provinsi nusa tenggara barat ,
senin (2/5/2016).
Adies juga menambahkan, revisi PP 99 Tahun 2012, dapat mengurangi adanya
kerusuhan atau kericuhan dari dalam lapas. Mengingat, dengan over capacitynya
lapas di seluruh indonesia membuat para napi di dalamnya cenderung lebih sensitif.
(Nadya). Foto:Nadya.