Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pengujian Mann-Whitney dipakai apabila karakteristik kelompok item
yang menjadi sumber sampelnya tidak diketahui. Metode ini diterapkan terhadap
data yang diukur dengan skala ordinal dan dalam kasus tertentu, dengan skala
nominal. Pengujian nonparametrik bermanfaat untuk digunakan apabila
sampelnya kecil dan lebih mudah dihitung dari pada metode parametrik. Dengan
prosedur uji tanda dan prosedur uji peringkat bertanda Wilcoxon, pasangan data
yang diambil dari satu sampel atau dua sampel yang saling terkait dapat dianalisis
guna melihat perbedaan yang signifikan. Namun, jika kita ingin menguji hipotesis
nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang sesungguhnya antara
kedua kelompok data dan data diambil dari dua sampel yang bersifat independen
atau tidak saling terkait, kita dapat melakukan pengujian Mann-Whitney.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah pengertian dari uji statistis non parametric Mann Whitney?
b. Apa syarat suatu data uji dengan Uji Mann Whitney?
c. Bagaimana prosedur pengujian manual menggunakan Uji Mann Whitney?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian dari uji statistis non parametrik Mann
Whitney.
b. Untuk mengetahui syarat suatu data si uji dengan Uji Mann Whitney.
c. Untuk mengetahui prosedur pengujian manual menggunakan Uji Mann
Whitney.

BAB II
PEMBAHASAN

UJI MANN WHITNEY


2. 1. Pengertian Uji Mann Whitney
Uji Mann-Whitney atau lebih dikenal dengan u-test (juga disebut Mann
WhitneyWilcoxon (MWW), Wilcoxon rank-sum test, or WilcoxonMann
Whitney test). Uji ini dikembangkan oleh H.B Mann dan D.R. Whitney dalam
tahun 1947. Uji Mann-Whitney ini digunakan sebagai alternatif lain dari uji T
parametrik bila anggapan yang diperlukan bagi uji T tidak dijumpai. Tehnik ini
dipakai untuk mengetest signifikansi perbedaan antara dua populasi, dengan
menggunakan sampel random yang ditarik dari populasi yang sama. Test ini
berfungsi

sebagai

alternatif

penggunaan

uji-t

bilamana

persyaratan-

persyaratan parametriknya tidk terpenuhi, dan bila datanya berskala ordinal. uji
ini berbeda dengan uji wilocoxon karena uji wilcoxon untuk dua sampel yang
berpasangan. sedangkan mann whitney khusus untuk dua sampel yang
independent.
2.2. Persyaratan
1.
2.
3.
4.

Data berskala ordinal, interval atau rasio.


Terdiri dari 2 kelompok yang independent atau saling bebas.
Data kelompok I dan kelompok II tidak harus sama banyaknya
Data tidak harus berdistribusi normal, sehingga tidak perlu uji normalitas

2.3. Prosedur pengujian dapat dilakukan sebagai berikut :


1. Susun kedua hasil Pengamatan menjadi satu kelompok sampel
2. Hitung jenjang/ rangking untuk tiap tiap nilai dalam sampel gabungan
3. Jenjang atau rangking diberikan mulai dari nilai terkecil sampai terbesar
4. Nilai beda sama diberi jenjang rata rata
5. Selanjutnya jumlahkan nilai jenjang untuk masing-masing sampel.
6. Hitung Nilai statistik uji U.
Ada dua macam tehnik U-test ini, yaitu U-test untuk sampel-sampel kecil
dimana n 20 dan U-test sampel besar bila n > 20. Oleh karena pada sampel
besar bila n > 20, maka distribusi sampling U-nya mendekati distribusi normal,

maka test signifikansi untuk uji hipotesis nihilnya disarankan menggunakan harga
kritik Z pada tabel probabilitas normal. Sedangkan test signifikansi untuk sampel
kecil digunakan harga kritik U . Adapun formula rumus Mann-Whitney Test.
Berikut statistik uji yang digunakan dalam uji mann whitney:
Untuk sampel kecil (n1 atau n2 20)
Untuk sampel kecil dimana n1 atau n2 20. maka digunakan rumus umum
dari uji mann whitney. berikut statistik uji yang digunakan untuk sampel kecil.
U1

n1

n2

U2

U2

n1

n2

U1

Bisa menggunakan salah satu dari rumus di atas. Untuk mencari nilai
U2

U1

dan

seperti berikut.
U1

U2

n1

n1

n2

n2

n2 (n2 +1)
2

R2

n1 (n1 +1)
2

R1

Keterangan:
U1

= Statistik uji

U1

U2

= Statistik uji

U2

R1 = jumlah rank sampel 1


R2 = jumlah rank sampel 2
n1 = banyaknya anggota sampel 1
n2 = banyaknya anggota sampel 2

Setelah mendapatkan nilai statistik uji

U1

dan

U2

. kemudian mengambil

nilai terkecil dari kedua nilai tersebut. Nilai terkecil yang diperoleh kemudian
dibandingkan dengan tabel mann whitney.
Dengan kriteria Pengambilan keputusan :
H0 diterima bila U hitung U tabel
H0 ditolak bila U hitung Utabel
Untuk sampel besar (n1 atau n2 >20)
Berbeda dengan kasus jumlah sampel kecil, jumlah sampel besar
menggunakan statistik uji z karena jumlah sampel yang besar yaitu > 20 setiap
sampel. Cara ini tidak membutuhkan tabel mann whitney tapi menggunakan tabel
z yang mungkin lebih populer. Caranya hampir sama untuk sampel kecil yaitu
mencari U1 dan U2. kemudian ada langkah tambahan untuk menentukan statistik
uji z. Nantinya akan digunakan untuk membandingkan dengan tabel z. Berikut
rumus yang digunakan.
n1 . n2
2
n1 .n 2 .(n 1+ n2+ 1)
12
U

Z=

Rumus diatas digunakan apabila ada rangking yang berbeda. Sedangkan untuk ada
rangking yang sama menggunakan rumus seperti berikut.

U
Z=

n1 . n2
2

3
n1 . n2
t 3i t i
( n1+ n2 ) ( n1+ n2 )

12
12
( n1+ n2 ) .(n1 +n2 1)

)(

Kriteria penerimaan Ho sebagai berikut :


Jika ZH Z, maka Ho diterima
Jika ZH > Z, maka Ho ditolak

BAB IV
CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN

4. 1. Contoh Kasus Untuk Sampel Kecil (n 20)


Misalnya Tim Statistik Ceria penasaran ingin mengetahui apakah denyut
nadi pria lebih banyak dibandingkan denyut nadi wanita. kemudian dilakukan
penarikan sampel untuk pria dan wanita dengan melihat denyut nadi masingmasing dengan tingkat signifikansi 5%. Berikut hasil perhitungan masing-masing
denyut nadi.
Denyut Nadi Pria
Denyut Nadi Wanita
90
79
89
82
82
85
89
88
91
85
86
80
85
80
86
84
Pembahasan Untuk Sampel Kecil (n 20)
i.

Pemilihan Metode
Dari kasus di atas yang pertama kita lihat yaitu tujuannya. Dari tujuannya
yaitu ada perbedaan antara denyut nadi pria dan wanita. dari tujuan itu ada
tiga hal yang ditangkap yaitu analisis yang digunakan yaitu uji perbandingan
dan sampel yang digunakan ada dua kelompok serta antar kelompok tersebut
merupakan kelompk yang saling bebas atau independent. Bisa disimpulkan
menggunakan uji beda dua rata-rata independent.
Sampai Tahap diatas masih berupa jenis metode yang digunakan yang
tentunya masih umum. Sekarang kita menentukan metode yang digunakan.

langkah selanjutnya melihat skala data yang digunakan. Skala data ada 4
yaitu nominal, ordinal, interval dan rasio. Untuk uji Mann Whitney minimal
ordinal. artinya ordinal, interval dan rasio bisa digunakan untuk uji mann
whitney. jika menggunakan data ordinal langsung pakai Mann Whitney.
Sedangkan apabila menggukan data interval dan rasio harus diuji dulu
apakah normal atau tidak. Jika setelah diuji datanya normal menggunakan
metode uji t beda dua rata-rata independent (parametrik). Sedangkan
apabila tidak normal menggunakan Mann Whitney (non parametrik).
Kembali ke contoh kasus. Dari tujuannya kita menggunakan analisis
pebandingan dua rata-rata independent. kemudian dari data yang digunakan
yaitu interval. sehingga perlu uji normalitas terlebih dahulu untuk
menentukan apakah menggunakan mann whitney atau uji t beda dua ratarata independent. Dalam contoh ini kita anggap saja datanya tidak
berdistribusi normal. Sehingga disini kita menggunakan uji Mann-Whitney.
ii.

Hipotesis:
H 0 : Denyut nadi pria lebih sedikit atau sama dengan denyut nadi wanita
H 1 : Denyut nadi pria lebih banyak dibandingkan dengan denyut nadi
wanita

iii.
iv.

Taraf Signifikansi
= 5% = 0,05
Susun kedua hasil Pengamatan menjadi satu kelompok sampel dan
buat peringkat seperti berikut
Denyut Nadi
79
80
80
82
82
84
85
85
85
86
86
88
89

Rangking
1
2,5
2,5
4,5
4,5
6
8
8
8
10,5
10,5
12
13,5

Jenis Kelamin
Wanita
Wanita
Wanita
Pria
Wanita
Pria
Pria
Wanita
Wanita
Pria
Pria
Wanita
Pria

89
90
91

13,5
15
16

Pria
Pria
Pria

Selanjutnya jumlahkan nilai jenjang untuk masing-masing sampel


Denyut Nadi Pria
90
89
82
89
91
86
85
86
84
Jumlah Rangking
v.

Rangking
15
13,5
4,5
13,5
16
10,5
8
10,5
6
97,5

Hitung Nilai statistik uji U


Setelah melalu langkah-langkah

Denyut Nadi Wanita


79
82
85
88
85
80
80

Rangking
1
4,5
8
12
8
2,5
2,5
38,5

diatas.

Sekarang

saatnya

menghitung statistik uji U. Pertama yaitu dengan menghitung

untuk
U1

Berikut perhitungannya.
U1

U1

n1

9 . 7 +

n2

Sedangkan untuk menghitung


U2

n1

n2

n2 (n2 +1)
2

7 (7+1)
2
U2

R2

- 38,5 = 52,5

. Bisa dengan menggunakan rumus.

U1

U 2 = 9.7 - 52,5
U 2 = 10,5
Kemudian dari kedua nilai tersebut diambil nilai terkecil yaitu 10,5 yang
digunakan untuk membandingkan dengan tabel Mann Whitney.
Cara membaca tabel mann whitney:

Pertama tentukan jumlah setiap sampel. Misalnya dalam contoh


n1

diatas yaitu

=9 dan

n2

= 7. Kemudian tentukan nilai titik kritis ().

dalam contoh ini menggunakan 0,05. Kemudian dihubungkan kolom


dan baris

n2

n1

. dan lihat titik kritis () yang digunakan yaitu 0,05. Hasilny

yaitu 12.
vi.
vii.

Kriteria Keputusan
H0 diterima bila U hitung U tabel
H0 ditolak bila U hitung Utabel
Kesimpulan
Oleh karena nilai U statistik uji lebih kecil dari nilai U tabel Mann
Whitney yaitu 10,5 < 12. Sehingga Keputusan

H0

diterima. Sehingga bisa disimpulkan denyut nadi pria

ditolak,

H1

lebih banyak

dibandingkan dengan denyut nadi wanita.


4.2. Contoh Kasus untuk Sampel Besar (n > 20)
Tim Statistik Ceria sedang mendapatkan kasus dalam penelitian mengenai
kepadatan hunian rumah antara di daerah nelayan dengan daerah pertanian, Tim
menggunakan = 0,05. Tim penasaran apakah ada perbedaan kepadatan hunian
rumah antara daerah nelayan dengan daerah pertanian. didapatkan data seperti
pada tabel di bawah. Disini sudah diranking caranya sama dengan contoh di atas.
Keadatan Rumah Nelayan
4,25
3,1
3,25
3,05
2,41
2,15
2,25
3,52
2,03
1,85
4,19
2,86
4,02

Rank
37
21
25
19
10
6
7
31
5
2
36
15
34

Keadatan Rumah Pertanian


1,75
2,35
3,22
3,4
2,67
4,01
1,9
2,48
3,33
3,26
2,89
3,35
2,87

Rank
1
8
23
29
13
33
3
11
27
26
17
28
16

3,83
1,92

32
4

Jumlah Rank

284

2,55
3,46
3,02
3,23
4,05
3,21
3,09
2,83
2,36

12
30
18
24
35
2
20
14
9
419

Pembahasan Untuk Sampel Besar (n > 20)


i.

Pemilihan Metode
Dari kasus di atas yang pertama kita lihat yaitu tujuannya. Dari tujuannya
yaitu ada perbedaan antara kepadatan rumah nelayan dengan petani. dari
tujuan itu ada tiga hal yang ditangkap yaitu analisis yang digunakan yaitu uji
perbandingan dan sampel yang digunakan ada dua kelompok serta antar
kelompok tersebut merupakan kelompk yang saling bebas atau independent.
Bisa disimpulkan menggunakan uji beda dua rata-rata independent.
pemikirannya sama dengan cara di atas.
Sampai Tahap diatas masih berupa jenis metode yang digunakan yang
tentunya masih umum. Sekarang kita menentukan metode yang digunakan.
langkah selanjutnya melihat skala data yang digunakan. Skala data ada 4
yaitu nominal, ordinal, interval dan rasio. Untuk uji mann whitney minimal
ordinal. Artinya ordinal, interval dan rasio bisa digunakan untuk uji mann
whitney. Jika menggunakan data ordinal langsung pakai mann whitney.
Sedangkan apabila menggukan data interval dan rasio harus diuji dulu
apakah normal atau tidak. Jika setelah diuji datanya normal menggunakan
metode uji t beda dua rata-rata independent (parametrik). sedangkan
apabila tidak normal menggunakan mann whitney (non parametrik).
Kembali ke contoh kasus. Dari tujuannya kita menggunakan analisis
pebandingan dua rata-rata independent. kemudian dari data yang digunakan
yaitu interval. sehingga perlu uji normalitas terlebih dahulu untuk
menentukan apakah menggunakan mann whitney atau uji t beda dua ratarata independent. Dalam contoh ini kita anggap saja datanya tidak

ii.

berdistribusi normal. Sehingga disini kita menggunakan uji Mann-Whitney.


Hipotesis:

H 0 : Kepadatan rumah nelayan dan rumah petani sama


H 1 : Terdapat perbedaan kepadatan rumah nelayan dengan rumah petani
iii.

Taraf Signifikansi
5
= 2 = 2,5% = 0,025

iv.

Hitung Nilai statistik uji U


Sebelum melakukan perhitungan staistik uji. lakukan tahap seperti pada
contoh sebelumnya yaitu mengurutkan data kemduian buat rank lalu
dijumlahkan sehingga hasilnya seperti pada tabel di atas. Kemudian
langsung ke perhitungannya saja. Pertama mencari
=

n1

U1

15 . 22 +

n2

n2 (n2 +1)
2

U1

Kedua untuk menghitung


U2

n1

n2

22(22+1)
2
U2

U1

R2
- 419

= 164

. Bisa dengan menggunakan rumus.

U1

U 2 = 15.22 - 164
U 2 = 166
Berbeda dengan sampel kecil. untuk sampel besar menggunakan tabel Z
sehingga perlu mencari nilai z dari nilai U yang telah diperoleh.
n1 . n2
2
n1 .n 2 .(n 1+ n2+ 1)
12
U

Z=

15.22
2
15.22.(15+ 22+ 1)
12
164

Z=

= -0, 0309

Sedangkan apabila kita memasukkan nilai


kebalikan dari nilai

U1

U2

maka hasilnya yaitu

yaitu +0,0309. Jadi tidak perlu dihitunga lagi.

Kemudian yang diambil yaitu yang positif sehingga yang dibandingkan


nanti yaitu 0,0309. Setelah memperoleh nilai Z maka langkah terakhir yaitu
mencari nilai tabel Z. Nilai tabel pada tabel Z, Uji dua arah dengan =
2,5%, yaitu 1, 96.
v.
vi.

Kriteria Keputusan
Jika ZH < Z, maka Ho diterima
Jika ZH > Z, maka Ho ditolak
Kesimpulan
Oleh karena nilai statistik uji z lebih kecil dari nilai tabel Z yaitu 0,0309 <
1,96. Sehingga Keputusan H0 diterima, H1 ditolak. Sehingga bisa
disimpulkan tidak ada perbedaan kepadatan rumah nelayan dan petani.

SOAL LATIHAN
1. Untuk memeningkatkan produktivitas sekelompok petani diberi bantuan
subsidi oleh pemerintah. Sesudah beberapa tahun ingin diketahui apakah
produktivitas pada petani yang diberi bantuan lebih baik dari petani yang
tidak mendapat batuan pemerintah dengan taraf signifikansi = 5%.
Berikut ini diberikan data nilai produktivitas yang diperoleh dari dua
kelompok petani tersebut :
Tabel Produktivitas Petani Yang mendapat Bantuan Dari Pemerintah
dan yang tidak mendapat bantuan
Petani Yang tidak mendapat

Petani Yang Mendapat

bantuan

bantuan

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nilai Produktivitas
60
70
70
50
60
60
70
70

No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nilai produktivitas
70
70
80
60
80
90
70
60

Penyelesaian:
Hipotesis:
H 0 : Produktivitas pada petani yang diberi bantuan kurang baik atau
sama dengan petani yang tidak mendapat batuan pemerintah
H 1 : Produktivitas pada petani yang diberi bantuan lebih baik dari
petani yang tidak mendapat batuan pemerintah
Taraf Signifikansi
= 5% = 0,05.

Uji Statistik
Petani yang tidak

Petani yang mendapat

mendapat bantuan
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

bantuan

Ranking

Nilai

No

Nilai

Produktivitas
60
70
70
50
60
60
70
70

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

produktivitas
70
70
80
60
80
90
70
60

U1

n1

U1

8 .8+

n2

4
10
10
1
4
4
10
10
53

n2 (n2 +1)
2

8(8+1)
2

Ranking

10
10
14,5
4
14,5
16
10
4
83

R2

- 83 = 17

Sedangkan untuk menghitung

U2

. Bisa dengan menggunakan

rumus.
U2

n1

n2

U1

U 2 = 8.8 - 17
U 2 = 47
Kemudian dari kedua nilai tersebut diambil nilai terkecil yaitu 17 yang
digunakan untuk membandingkan dengan tabel Mann Whitney.
Cara membaca tabel mann whitney:
Pertama tentukan jumlah setiap sampel. Misalnya dalam contoh
diatas yaitu

n1

=8 dan

n2

= 8. Kemudian tentukan nilai titik kritis

(). dalam contoh ini menggunakan 0,05. Kemudian dihubungkan


kolom

n1

dan baris

n2

. dan lihat titik kritis () yang digunakan

yaitu 0,05. Hasilny yaitu 13.


Kriteria Keputusan
H0 diterima bila U hitung U tabel
H0 ditolak bila U hitung Utabel
Kesimpulan
Oleh karena nilai U statistik uji lebih besar dari nilai U tabel Mann
Whitney yaitu 17 > 13. Sehingga Keputusan

H0

diterima,

H1

ditolak. Sehingga bisa disimpulkan produktivitas pada petani yang


diberi bantuan kurang baik atau sama dengan petani yang tidak
mendapat batuan pemerintah.
2. Dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah kualitas manajemen antara
bank yang dianggap favorit oleh masyarakat lebih baik dibandingkan bank
yang tidak favorit. Penelitian menggunakan sampel 12 Bank yang
dianggap tidak favorit dan 15 Bank yang dianggap favorit. Selanjutnya
kedua kelompok Bank tersebut diukur kualitas manajemennya dengan
mengunakan sebuah instrument, yang terdiri beberapa buti pertanyaan.
Skor penilaian tertinggi 40 dan terendah 0. Peneliti menggunakan =
0,05.
Bank Favorit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Nilai kualitas
17
18
21
19
26
24
27
24
24
17
26
16

Bank Tidak Favorit


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Nilai kualitas
19
26
27
28
21
23
21
24
25
29
26
26
29
19

15

25

Penyelesaian:
Hipotesis:
H 0 : Produktivitas pada petani yang diberi bantuan kurang baik atau
sama dengan petani yang tidak mendapat batuan pemerintah
H 1 : Produktivitas pada petani yang diberi bantuan lebih baik dari
petani yang tidak mendapat batuan pemerintah
Taraf Signifikansi
= 5% = 0,05.
Uji Statistik
Bank

Nilai

Favorit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

kualitas
17
18
21
19
26
24
27
24
24
17
26
16

Jumlah

Bank Tidak
Favorit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

2,5
4
7
6
20
13,5
23,5
13,5
13,5
2,5
20
1

127

Pertama mencari
=

n1

n2

U1

12 . 15 +

n2 (n2 +1)
2
15 (15+1)
2

Nilai

kualitas
19
26
27
28
21
23
21
24
25
29
26
26
29
19
25
Jumlah

U1

U1

Ranking

R2
- 245 = 55

Ranking
6
20
23,5
25
7
11
7
13,5
16,5
26,5
20
20
26,5
6
16,5
245

Kedua untuk menghitung


U2

n1

n2

U2

. Bisa dengan menggunakan rumus.

U1

U 2 = 12.15 - 55
U 2 = 125
Berbeda dengan sampel kecil. untuk sampel besar menggunakan tabel Z
sehingga perlu mencari nilai z dari nilai U yang telah diperoleh.
n1 . n2
2
n1 .n 2 .(n 1+ n2+ 1)
12
U

Z=

12. 15
2
12. 15.(12+15+1)
12

= - 1, 71

12. 15
2
12. 15.(12+15+1)
12

= 1, 71

55

Z1 =

125

Z2 =

Kemudian yang diambil yaitu yang positif sehingga yang dibandingkan


nanti yaitu 1,71. Setelah memperoleh nilai Z maka langkah terakhir
yaitu mencari nilai tabel Z. Nilai tabel pada tabel Z, Uji satu arah
dengan = 5%, yaitu 1,65.
Kriteria Keputusan
Jika ZH < Z, maka Ho diterima
Jika ZH > Z, maka Ho ditolak
Kesimpulan
Oleh karena nilai statistik uji z lebih kecil dari nilai tabel Z yaitu 1,71 <
1,96. Sehingga Keputusan H0 diterima, H1 ditolak. Sehingga bisa
disimpulkan produktivitas pada petani yang diberi bantuan kurang baik
atau sama dengan petani yang tidak mendapat batuan pemerintah.

BAB V
SIMPULAN
5.1. SIMPULAN
Uji Mann Whitney dipakai untuk mengetest signifikansi perbedaan antara dua
populasi, dengan menggunakan sampel random yang ditarik dari populasi
yang sama. Test ini berfungsi sebagai alternatif penggunaan uji-t bilamana
persyaratan-persyaratan
berskala ordinal.

parametriknya

tidk

terpenuhi,

dan

bila datanya

DAFTAR PUSTAKA
Setiawan, Nasrul. 2014. Uji Mann Whitney. Diakses pada tanggal 20 Februari
2016

dari

http://statistikceria.blogspot.co.id/2014/06/uji-mann-

whitney.html.
Arini. 2011. Uji Mann Whitney. Diakses pada tanggal 20 Februari 2016 dari
http://arini2992.blogspot.co.id/2011/11/uji-mann-whitney-kasus-duasampel.html.