Anda di halaman 1dari 22

TUGAS PENYUSUTAN

PPH Orang Pribadi

DISUSUN OLEH :
INTAN KEMALA SARI
PAJAK 14 A
NIM. 1402038030

Universitas Riau
Pekanbaru
2015
|1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami mampu menylesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah agama islam yang membahas
tentang ISLAM MEMBANGUN PERSATUAN DALAM KERAGAMAN
Makalah ini beriskan tentang Pluralisme, Tolenransi, Multikulturalisme
yang

lebih

khususnya

membahas

islam

membangun

persatuan

dalam

keberagaman. Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan informasi kepada


kita semua tentang islam membangun persatuan dalam keberagaman.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah
berperan serta dalam penyusunan malakah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita, Amin,

Pekanbaru, 1 Oktober 2015

Kelompok

|1

DAFTAR ISI
Kata Pengatar.........................................................................................................i
Daftar Isi................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................1
B. Rumusan Masalah ................................................................................2
C. Tujuan...................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Pengertian Pluralatis Menurut Para Ahli...............................................4


Definisi Toleransi Menurut Para Ahli...................................................9
Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam.................................................9
Toleransi Dalam Praktik Zaman Sekarang............................................10
Pengertian Multikulturalisme................................................................11
Multikulturalisme Menurut Al-Quran.................................................13
Perjalanan Menyambut Multikulturalisme Di Indonesia......................14
Islam Terhadap Multikulturalisme........................................................16
Upaya Bersama Dalam Menyikapi Multikulturalisme.........................17

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...........................................................................................19
Daftar Pusaka

|2

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bebagai konflik yang di karena kan perbedaan suku, budaya atau
agama yang terus terjadi, dan kekerasan yang mengatas namakan agama
khususnya di indonesia selalu menjadi pusat perhatian. Ironisnya, sejak
kejadian 11 september 2001 islamlah yang sering dituding menjadi dalang
dibalik teror dan kekerasan dunia. Kekerasan tersebut menjadi argumen kuat
bagi mereka yang ingin menafikan teleransi dalam islam. Sehingga mereka
mengklaim Islam tidak akan memberikan solusi dalam kehidupan
masyarakat, apalagi pada Negara. Dengan ini tawaran hidup ala Barat yang
sekular lebih banyak diminati.
Pluratilas merupakan Sunnatullah yang Allah ciptakan di atas bumi
Nya Karena Allah telah berfirman dalam Al-Quran :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki


dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa

|1

diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha


Mengenal. (QS. Al Hujurat : 13)
Akan tetapi keterbasan manusia dalam menerima perbedaan yang
telah menjadi sunnatullah sering menjadi percekcokna dan ketegangan
apalagi dalam suatu Negara yang bermasyarakat majemuk dan plural. Tak
lepas dari keterbasan manusia itu sendiri, muncullah paham sekularisme
yang menawarkan persatuan dan kedamaian dalam perspektif modernitas.
Sehingga agama sdan (politik) Negara harus dipisahkan, karena agama tidak
akan memberikan solusi malah hanya akan menjadi stagnasi kemajuan.
Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai etnis, ras budaya, suku,
bahasa, dan agama. Akan tetapi berbagai konflik dan ketegang yang terjadi
di Indonesia, termasuk peran agama baik intern atau antar umat baragama
ikut memicu konflik dan ketegangan yang sering terjadi di tanah air tercinta.
Indonesia merupakan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia,
jadi tidaklah mengherankan jika Indonesia mendapat perhatian khusus
dunia. Sering dengan pegerkan globalisasi yang terus berkembang, apakah
Islam yang dituduh sebagai agama teoraksi yang jumud dan rukud (stagnasi
atau statis) dapat membangun persatuan dam kehidupan masyarakat yang
plural ?!

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep islam tentang pluralitas ?
2. Bagaimana konsep islam tentang teleransi ?
3. Bagaimana konsep islam tentang multikulturalisme ?

|2

C. Tujuan
Untuk Mengetahui konsep islam tentang pluralitas, toleransi dan
multikulturalisme.

|3

BAB II
A. Pengertian Pluralatis Menurut Para Ahli :
1. Cak Nur
Salah satu toko muslimah Indoensia berpendapat mengenai pengertian
pluralitas adalah sebuah landasan sebuah yang bersifat positif dalam
menerima adanay kemajemukan semua hal dalam aspek kehidupan sosial
budaya, yang di dalam nya terdapat agama1.
2. Pluralitas menurut kacamata fisofil
Adalah sebuah sistem pemikiran yang menyatakan adanya landasan
pemikiran yang mendasar atau lebih dari satu2.
3. Menurut sosial politik
Pluralatis adalah sesuatu sistem yang mengakui adanya sebuah
keberadaan adanya kelompok ke agamaan, baik yang berisi mengenai
ras, partai dengan tetap menjunjung tinggi adanya aspek perbedaan
karakteristik di antara kelompok tersebut. Dengan adanya konsep
pluralitas diharapkan semua orang dapat menghargai satu sam lain nya.
4. Pluralisme agama dalam pengertian wikipedia
Adalah isitilah khusus dalam kajian agama-agama. Sebagai terminologi
khusus istilah ini tidak dapat di maknai sembarangan, misalnya
disamakan dengan makna istilah toleransi, saling menghormati, dan
sebagainya.
Dalam hubungannya dengan pluralitas keagamaan, dalam UUD 45
Pasal 29 ayat 2 menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing0masing dan beribadat menurut
1 www.contohpluralismeagama.com
2

https://id.M.wikipedia.org>wiki>pluralisme

|4

agama dan kepercayaannya. Ini merukan landasan untuk hidup dalam


rangka halus kasar untuk memilih mengantu atau meninggal agama tertentu.
Islam datang tidak bertujuan mempertahankan eksistensi sebagai
agama, tetapi juga mengakui eksestensi agama-agama lain memberi hak
hidup berdampingan sambil menghormati pemeluk agama orang lain. Oleh
karena itula, Islam mengajarkan prinsip-prinsip kemanusiaan atau mengatur
hubungan antar-manusia. Prinsip-prinsip itu antara lain :
1) Islam pada esensinya memandang manusia dan kemanusiaan secara
sangat positif dan optimis. Menurut Islam manusia berasal dari satu asal
yang sama ; keturunan Adam dan Hawa. Tetapi kemudian manusia
menjdai bersuku-suku, berbangsa-bangsa lengkap dengan kebudayaan
dan peradaban kahs masing-masing. Semua perbedaan ini mendorng
manusi untuk saling mengenal dan menumbuhkan apresiasi dan
kepedulian satu sama lain.
2) Dalam perspektif Islam, manusia dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah).
Dengan

fitrahnya,

setiap

manusia

dianugrahi

kemapuan

dan

kecenderungan bawaan untuk mencari, mempertimbangankan, dan


memahami kebenaran, yang pada gilirannya akan membuat mampu
mengakui Tuhan sebagai sumber kebenaran tersebut.
Lebih jauh bahwa

agama (Islam) tidak mengahambat untuk

terciptanya sebuah perdamaian dalam kepluralatisan.


Toleransi

(Arab:as-samahah)

adalah

konsep

modern

untuk

menggambarkan sikap saling menghormati sikap saling dan saling bekerja


sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang yang berbeda baik

|5

secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu,
merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian
organik dari ajaran agama-agama, termasuk agam islam, dalam konteks
toleransi antar-umat beragam, islam memiliki konsep yang jelas Tidak ada
paksaan dalam agama , contoh populer dari toleransi dalam islam tertara
pada surah Al-Kafirun ayat 1-6 :

Bagi kalian agama kalian dan bagi kami agama kami adalah. Selain
aayat-ayat itu, banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. Juga
sejumlah hadi dan pratik toleransi dalam sejarah islam. Fakta-fakta historis
itu menujukan bahwa masalah toleransi dalam islam bukan konsep asing.
Toleransi adalah bagian intergral dari islam itu sendiri yang e=detaildetailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir
mereka. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama
dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik
kesejarahan dalam masyarakat islam.
Menurut ajaran islam, toleransi bukan saja terhadap sesama manusia,
tetapi juga alam semesta, binatang dan lingkungan hidup. Dengan makna

|6

toleransi yang luas semacam ini, maka teleransi anta umat beragama dalam
islam memperoleh penting dan serius. Apalgi agam adalah masalah yang
menyangkut eksistensi kenyakinan manusia terhadap Allah Swt. Ia begitu
sensitif, promordial dan mudah membakar konflik sehingga menedot
perhatian besar dari islam. Makalah berikut akan mengulas pandangan islan
tetang toleransi. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma, doktrin,
teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia.
Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh islam. Islam
secara definisi adalah damai,selamatdanmenyerahkan diri . Definisi
islam yang demikian sering dirumuskan sering dengan istilah agama yang
mengayomi seluruh alam. Ini berarti bahwa islam bukan untuk menghapus
semua agama yang sudah ada. Islam menawarkan dialog dan toleransi
dalam bentuk saling menghormati. Islam menyadari bahwa keragaman umat
manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah SWT , karena
itu tak mungkin disamakan. Saling menghargai dalam iman dan keyakinan
adalah konsep islam yang amat komprehensif. Konsekuensi dari prinsip ini
adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. Karena taqwa kepada Allah
SWT melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Selain
itu hadist nabi tentang persaudaraan universal :
Artinya sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula
mereka yang ada di langit kepadamu. Persaudaraan universal adalah bentuk
toleransi

yang

diajarkan

islam.

Persaudaraan

ini

menyebabkan

terlindunginya hak-hak orang lain dan di terimanya perbedaan dalam sutau

|7

masyarakat islam. Dalam persaudaraan unversal juga terlibat konsep


keadilan, perdamaian dan kerja sama yang saling menguntungkan serta
menegasikan semua keburukan.
(HR.TABRANI DAN HAKIM)
Fakta historis juga dapat ditunjukan melalui piagam madinah.
Piagam ini adalah salah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan
beragama yang pernah dipraktikan oleh Nabi Muhammad SAW di madinah.
Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap
saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti
serta saling menglindungi anggota yang terikat piagam madinah. Sikap
saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga
muncul dalam sejumlah hadist dan praktik Nabi. Saling tolong-menolong di
antara sesama umat manusia muncul dari pemahan bahwa umat manusia itu
adalah satu badan dan kehilangan sifat kemanusiannya bila mereka
menyakiti satu sama lain. Tolong-menolong sebagai bagian inti dari inti
toleransi menjadi prinsip yang sangat kuat dalam islam. Namun prinsip yang
mengakar paling kuat dalam pemikiran islam yang mendukung sebuah
telogi teleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah, yang tertanam
di dalam diri manusia dan kebaikan manusi merupakan

konsekuensi

alamiah dari prinsip ini.

B. Definisi Toleransi Menurut Para Ahli

|8

*Syekh Salim Bin Hilali =Kerelaan

Hati

Karena

Kemulian

Dan

Kerdermwanan
*Salin Al-Hilali

=Inti Islam, Sutama Iman Dan Puncak Tertinggi


Budi Pekerti

Dasar-dasar ahli sunnah menegaskan bahwa toleransi dalam islam itu


sangat komprehensif dan seba meliputi. Baik lahir maupun batin. Toleransi,
karena itu tak akan tegak jika tidak lahir dari hati. Berarti toleransi bukan
saja memerlukan kesediaan ruan untuk menerima perbedaan, tetapi juga
memerlukan pengorbanan meterial maupun spritual lahir maupun batin. Di
sinilah konsep islam tentang toleransi menjdi dasar bagi umat islam untuk
melakukan semua, malah yang di topang oleh kaitan spritual kokoh.

C. Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam


Sejarah islam adalah sejarah toleransi. Perkembangan islam ke
wilayahwilayah luar jazirah arabia yang begitu cepat menunjukan bahwa
islam dapat diterima sebagai pengayom semua manusia dan semesta.
Expansi-expansi islam ke syria, mesir, spanyol, persia, asia dan ke seluruh
dunia dilakukan memlui dajaln damai. Islam tidak memaksakan agam
kepada mereka (pendudukan taklukan) sampai akhirnya mereka menekan
kebenaran islam itu sendiri melalui interaksi intensif dan dialog. Kondisi ini
berjalan merata hingga islam mencapai wilayah yang luas ke hampir seluruh
dunia dengan amat singkat fanatastik.

|9

Memang perlu diakui bahwa perluasaan islan itu sering menimbulkan


peperangan, tapi peperangan itu dilakukan hanya sebagai pembelaan
sehingga islam tak mengalami kekalahan. Peperangan itu bukan karena
memaksakan keyakinan kepada mereka, tapi karena ekses-ekses politik
sebagai konsekuensi logis dari sebuah pendudukan. Pemaksaan keyakinan
agama adalah dilarang dalam islam, bahkan sekalipun islam telah berkuasa,
banyak agama lokal yang tetap diperoleh hidup.

D. Toleransi Dalam Praktik Zaman Sekarang


Dalam konteks ko e indonesiaan, sebagai bangsa yang mejemuk yang
terdiri dariberagam agama, bahasa, ras, etnis, indonesia, tidak luput dari
ancaman perpecahan dan konflik yang bernuansa primodal. Berbicara
tentang zaman sekaran kehidupan keberagaman di indonesia tidak bisa
dilepaskan dari anlisis seputar kemajemukan agama di negara ini. Misalnya
dalam hubungan masyarakat kristen dan muslimin indonesia masih selalu
ada kecurigaan dan prasangka mendalam di benak maisng-masing kedua
masyarakat ini.
Dalam pengalamn lain ketegangan kedua agama berlansung pada
perbedaan perspektif mengenal usaha pembangunan hubungan antara agama
yang sehat dan terjadinya pengerusakan hubungan tersebut yang di klaim
dilakukan oleh salah satu golongan. Di satu sisi, yang tidak disadari adalah
bahwasanya pemahaman atas konsep multikuluralisme dalam kehidupan
plural harus diutamakan untuk tidak mengatakan mutlak karena konsep

|10

multikulturalisme akan menuntun akan menuntun kita dapat menghargai


perbedaan serta memberikan manusia kepahaman bersama bahwa perbedaan
adalah sebuah anugrah.

E. Pengertian Multikulturalisme
Dalam masyarakat yang majemuk (yang terdiri dari suku, ras, agama,
bahasa dan budaya yang berbeda), kita saling menggunakan berbagai istilah
yaitu : Pluralitas, keragaman, dan multi kultular. Ketiga ekspresi itu
sesungguhnya tidak merepresentasikan hal yang sama, walaupun semuanya
mengacu kepada adanya ketidak tunggalan.
Dibandingkan konsep prularitas dan keragaman, multikulturalisme
sebenarnya relative baru, sekitar 1970-an gerakan multicultural muncul
pertama kali di Kanada dan Australia, kemudian di Amerika Serikat, Inggris,
Jerman, dll. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima
kelompok lain secara budaya, etnik, jender bahasa, ataupun agama3.
Apabila pluritas sekadar mempresentasikan adanya kemajemukan,
multikulturalisme
perbedaannya

itu

memberikan
mereka

penegaskan

adalah

sama

bahwa

dengan

segala

didalam

ruang

public.

Multikulturalisme menjadi semacam respon kebijakan baru terhadap


keragaman. Dengan kata lain, adanya komunitas yang berbeda saja tidak
cukup, sebab yang terpenting adalah bahwa komunitas itu diperlakukan
sama oleh Negara.
Akar dari kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Pengertian
kebudayaan diantara para ahli harus dipersamakan atau setidaknya
3 WWW.DUNIAPELAJAR.COM>EKSOLOPEDI

|11

dipertentangkan antara satu konsep yang dipunyai oleh seorang ahli dengan
konsep yang dipunyai oleh ahli ahli lainnya. Karena multikulturalisme itu
adalah sebuah ideology dan sebuah alat untuk meningkatkan derajat
manusia dan kemanusiaan nya, maka konsep kebudayaan harus dilihat
dalam prespektif fungsinya bagi kehidupan manusia.
Sebagai sebuah ide atau ideology multukulturalisme terserap dalam
berbagai interaksi yang ada dalam berbagai struktur kegiatan kehidupan
manusia tercakup dalam kehidupan sosial, kehidupan ekonomi dan bisnis,
dan kehidupan politik serta kehidupan lainnya didalam masyarakat yang
bersangkutan.
Kajian kajian yang mengenai corak kegiatan, yaitu hubungan antar
manusia dalam berbagai manajemen pengelolahan sumber daya akan
merupakan sumbangan yang terpenting dalam upaya mengembangkan dan
memantapkan multikulturalisme dalam kehidupan masyarakat, berbangsa
dan bernegara bagi Indonesia. Multikulturalisme merupakan pengakuan
bahwa beberapa kultur yang berbeda dapat eksis dalam lingkungan yang
sama yang menguntungkan satu sama yang lain, atau pengakuan dan
promosi terhadap pluralism kultural.
Multikulturalisme bertujuan :
1. Mempertahankan dan mentransmisikan budaya yang tidak dapat diubah
oleh kekuatan kekuatan relasional maupun eksternal.
2. Berusaha memelihara identitas kultural dengan segala konsekuensinya.
3. Merupakan proses emic (mendapatkan data) karna mensyaratkan
pemeliharaan terhadap keberadaan setiap budaya.

|12

F. Multikulturalisme Menurut Al-Quran


Al Quran menyatakan bahwa :

Dulu Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan),
maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan
pemberi peringatan. Dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang
benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang
mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang
yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada
mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka
sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada
kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendakNya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus.
(Al Baqorah 2:213).
Ayat ini, Al-quran menegaskan konsep kemanusiaan universal islam
yang mengajarkan bahwa umat manusia pada mulanya adalah satu.
Meskipun asal mereka adalah satu, pola hidupnya menganut hukum tentang
kemajemukan, antara lain karena Allah menetapkan jalan dan pedoman
hidup yang berbeda untuk berbagai golongan manusia. Perbedaan itu
seharusnya tidak menjadi sebab perselisihan dan permusuhan, melainkan
pangkal tolak bagi perlombaan untuk melakukan berbagai kebaikan.

|13

G. Perjalanan Menyambut Multikulturalisme Di Indonesia


Kesadaran multikultur sudah ada sejak Negara Indonesia terbentuk.
Pada masa Orde Baru, kesadaran tersebut dipendam atas nama kesatuan dan
persatuan. Paham monokulturalisme kemudian ditekankan. Akibatnya
sampai saat ini, wawasan multikulturalisme bangsa Indonesia masih sangat
rendah.
Multikultur baru muncul pada tahun 1980-an yang awalnya
mengkritik penerapan demokrasi. Pada penerapannya, demokrasi ternyata
hanya berlaku pada kelompok tertentu. Wacana demokrasi itu ternyata
bertentangan dengan perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Cita-cita
reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara
membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan
yang dibangun oleh Orde Baru.
Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis,
adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan, pemerintahan
yang bersih dari KKN, terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam
masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat,
dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Bangunan
Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan
Orde Baru adalah sebuah masyarakat multikultural Indonesia dari
puing-puing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak masyarakat
majemuk (plural society). Sehingga, corak masyarakat Indonesia yang

|14

bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan


kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam
masyarakat Indonesia.
Acuan

utama

bagi

terwujudnya

masyarakat

Indonesia

yang

multikultural adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang


mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara
individual maupun secara kebudayaan.Pancasila adalah Ideologi terbuka dan
tidak boleh mereduksi pluralitas ideologi sosial-politik, etnis dan budaya.
Melalui Pancasila seharusnya bisa ditemukan sesuatu sintesis harmonis
antara pluralitas agama, multikultural, kemajemukan etnis budaya, serta
ideologi sosial politik, agar terhindar dari segala bentuk konflik yang hanya
akan menjatuhkan martabat kemanusiaan itu.
H. Islam Terhadap Multikulturalisme
Sebenarnya, cita-cita agung multikulturalisme tidak bertentangan
dengan agama, namun demikian basis teoretisnya tetap problematik. Nilainilai multikulturalisme dianggap ekstra-religius yang ditolak oleh para
teolog Muslim, sehingga sulit untuk mengeksplorasitema tersebut .Dalam
upaya membangun hubungan sinergi antara multikulturalisme dan agama,
minimal diperlukan dua hal yaitu :
1. Penafsiran ulang atas doktrin-doktrin keagamaan ortodoks yang
sementara ini dijadikan dalih untuk bersikap eksklusif dan opresif.
Penafsiran ulang itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga agama
bukan saja bersikap reseptif terhadap kearifan tradisi lokal, melainkan

|15

juga memandu di garda depan untuk mengantarka ndemokrasi built-in


dalam masyarakat-masyarakat beragama.
2. Mendialogkan agama dengan gagasan-gagasan modern. Saat ini, umat
beragama memasuki suatu fase sejarah baru di mana mereka harus
mampu beradaptasi dengan peradaban-peradaban besar yang tidak
didasarkan pada agama, sepertikultur Barat modern. Kita tak mungkin
menghindar

dari

ide-ide

dan

teori-teorisekuler.

Itu

berarti,

menyentuh istilah-istilah dengan gagasan non-religius itumerupakan


tugas paling menantang yang dihadapi kaum Muslim pada zaman modern
ini.

I. Upaya Bersama Dalam Menyikapi Multikulturalisme


Dengan menjalankan asas gerakkan multikulturalisme menjadi sebuah
ideologi yang dianggap mampu menyelesaikan berbagai masalah yang
1.

berkaitan dengan Multikulturalisme. Yaitu dengan asas-asas sebagai berikut:


Manusia tumbuh dan besar pada hubungan sosial di dalam sebuah
tatanan tertentu, dimana sistem nilai dan makan di terapkan dalam

2.

berbagai simbol-simbol budaya dan ungkapan-ungkapan bangsa.


Keanekaragaman Budaya menunjukkan adanya visi dan sisitem makan
tang berbeda, sehingga budaya satu memrlukan budaya lain. Dengan
mempelajari kebudayaan lain, maka akan memperluas cakrawala

3.

pemahaman akan makna multikulturalisme.


setiap kebudayaan secara Internal adalah majemuk, sehingga dialog
berkelanjutan sangat diperlukan demi terciptanya persatuan.

|16

Semangat kebersamaan dalam perbedaan sebagaimana terpatri dalam


wacana Bhineka Tunggal Ika perlu menjadi roh atau spirit penggerak
setiap tindakan komunikatif, khususnya dalam proses pengambilan
ekputusan politik, keputusan yang menyangkut persoalan kehidupan
bersama sebagai bangsa dan negara.
Jika tindakan komunikatif terlaksana dalam sebuah komunitas
masyarakat multikultural, hubungan diagonal ini akan menghasilkan
beberapa hal penting, misalnya:
1. Reproduksi kultural yang menjamin bahwa dalamkonsepsi politik yang
baru, tetap ada kelangsungan tradisi dan koherensi pengetahuan yang
memadai untuk kebutuhan konsesus praktis dalam praktek kehidupan
sehari-hari4.
2. Integrasi sosial yang menjamin bahwa koordinasi tindakan politis tetap
terpelihara melalui sarana-sarana hubungan antar pribadi dan antar
komponen politik yang diatur secara resmi (legitemed) tanpa
menghilangkan identitas masing-masing unsur kebudayaan.
3. Sosialisasi yang menjamin bahwa konsepsi polotik yang disepakati harus
mampu memberi ruang tindak bagi generasi mendatang dan penyelarasan
konteks kehidupan individu dan kehidupan kolektif tetap terjaga.

4 www.contohmultikulturalismeagama.com

|17

BAB III
A. Kesimpulan
Pluralisme menyimpan potensi positif maupun negatif dalam konteks
hubungan manusia dan masyarakat. Kita sebagai umat Islam dituntut untuk
bersikap mengakui dan sekaligus menghargai, menghormati dan memelihara
aturan-aturan yang dimiliki oleh setiap agama tersebut.
Pluralisme agama sebagai sebuah paham yang mengajarkan bahwa
semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah
relatif. Oleh sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa
hanya agamanya saja yang benar sedangkan yang lain salah.
1. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang
semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
2. Multikulturalisme merupakan pengakuan bahwa beberapa kultur yang
berbeda dapat eksis dalam lingkungan yang sama dan menguntungkan
satu sama lain. Atau pengakuan dan promosi terhadap pluralisme
cultural.
3. Sejak awal perkembangan Islam sebagai konsepsi realitas telah
menerima akomodasi ketika wilayah islam semakin berkembang
sedemikian rupa sehingga menjadi agama yang mendunia. Pada kasus
tertentu, akomodasi itu tercipta sedemikian rupa, sehingga memunculkan
varian islam.

|18

DAFTAR PUSTAKA
Al-Baihaqi, Syuab al-Imam (Beirut: t.t), ed. Abu Hajir Muhamad b.
ALQURANUL KARIM :
Al-Qurnul Karim Natsir, Mohamad. Keragaman Hidup Antar Agama (Jakarta:
Penerbit Hudaya, 1970), cet. II.
Basyuni Zaghlul, VI, h. 105.Syeikh Salim bin Ied al-Hilali, Toleransi Islam
Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Abdillah
Mohammad Afifuddin As-Sidawi (Misra: Penerbit Maktabah Salafy
Press, t.t.).
HADIST RIWAYAT THABRANI DAN HAKIM
https://id.M.wikipedia.org>wiki>pluralisme
Shahih

Al-Jami'

As-Shaghir

wa

Ziyadatuhu.

No.

3266

Max I. Dimon, Jews, God, and History (New York: New American
Library, 1962), h. 194.
SURAH AL-BAQARAH. AL-HUJARAT, SURAT AL-KAFIRUN, SURAT ALMAIDAH
www.contohmultikulturalismeagama.com
www.contohpluralismeagama.com
WWW.DUNIAPELAJAR.COM>EKSOLOPEDI

|19

Anda mungkin juga menyukai