Anda di halaman 1dari 3

DASAR TEORI DESTILASI

Destilasi adalah metode pemisahan zat-zat cair dari campurannya berdasarkan


perbedaan titik didih. Pada proses destilasi sederhana, suatu campuran dapat dipisahkan bila
zat-zat penyusunnya mempunyai perbedaan titik didih cukup tinggi. Proses destilasi terdiri
atas dua bagian, yaitu bagian pertama terdiri dari uap yang terembunkan disebut destilat, dan
bagian kedua adalah cairan yang tertinggal disebut residu, yang susunannya lebih banyak
komponen yang sukar menguap.[4]
Dasar pemisahan pada destilasi adalah perbedaan titik didih komponen cairan yang
dipisahkan pada tekanan tertentu. Penguapan diferensial dari suatu campuran cairan
merupakan bagian terpenting dalam proses pemisahan dengan destilasi, diikuti dengan
penampungan material uap dengan cara pendinginan dan pengembunan dalam kondensor
pendingin-air.[6]
Prinsip dasar dalam proses destilasi yaitu berdasarkan perbedaan titik didih,
senyawa dengan titik didih yang paling rendah akan terpisahkan terlebih dahulu. Air
pendingin dimasukkan dari ujung yang paling dekat dengan adaptor, dan air keluar melalui
ujung pendingin yang lain. Termometer dipasangsedemikian rupa sehingga dapat
menunjukkan titik didih senyawa yang sedang dipisahkan. Ujung termometer diletakkan tepat
pada posisi ujung pendingin.[7]
Metode destilasi yang umum digunakan dalam produksi minyak

atsiri adalah

destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode tersebut merupakan metode
sederhana dan membutuhkan biaya yang
destilasi uap.

Namun belum

ada

lebih

penelitian

rendah
tentang

jika

yang

dibandingkan dengan

pengaruh

kedua

metode

destilasi tersebut terhadap minyak atsiri yang dihasilkan. Minyak atsiri dalam tanaman
aromatik diselubungi oleh kelenjar minyak, pembuluhpembuluh, kantung minyak atau
rambut granular. Sebelum diproses, sebaiknya bahan tanaman

dirajang

(dikecilkan

ukurannya) terlebih dahulu. Namun dalam proses destilasi tradisional pada umumnya
ukuran bahan yang digunakan tidak seragam, karena proses pengecilan ukurannya hanya
melalui proses penghancuran sederhana.[8]
Menurut Ketaren, 1983, Minyak atsiri yang dikenal dengan nama minyak eteris
(essential oil) adalah minyak yang di hasilkan dari tanaman dan mempunyai sifat mudah
menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi. Minyak atsiri merupakan salah

satu hasil metabolism dalam tanaman yang terbentuk karena reksi berbagai senyawa kimia
dan air. Sifat dari minyak atsiri yang lain adalah mempunyai rasa getir, berbau sesuai dengan
bau tanaman penghasilnya, umumnya larut dalam pelarut organic seperti alcohol,eter,
petroleum,benzene dan tidak larut dalam air.
Uraian bahan
Jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) merupakan salah satu jenis jeruk dari
famili Rutaceae. Penggunaan buah dan daun jeruk purut telah dikenal oleh masyarakat sejak
dahulu sebagai obat tradisional. Bagian daun biasanya digunakan untuk mengatasi badan letih
dan lelah sehabis sakit berat dan juga untuk penyedap masakan. Buah jeruk purut juga sering
digunakan dalam pengobatan magik. Selain itu kulit buah jeruk purut digunakan untuk
penyedap masakan, pembuatan kue dan dibuat manisan (Setiadi dan Parmin, 2004)
Klasifikasi daun jeruk purut

Kerajaan

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae

Genus : Citrus

Species

: Plantae

: Citrus hystrix D.C.

Kandungan kimia Daun jeruk purut mengandung tanin 1,8%, steroid triterpenoid, dan
minyak atsiri 1-1,5%. Kulit jeruk purut mengandung saponin, tanin dan minyak atsiri 2-2,5%.
Minyak atsiri jeruk purut mengandung sitronelal, sitronelol, linalol dan geraniol (Anonima ,
1995).

[4]Estien Yasid, Fisika untuk Paramedis (Yogyakarta: Andi Offset, 2005), h. 66-67.

[5]Sutijan, dkk.Pengaruh Perlakuan Daun dan Suhu Terhadap Waktu Distilasi pada Isolasi Minyak Cengkeh Menggunakan Super Steam
Distillation,h. 69-73.

[6]Alimin, dkk, Kimia Analitik (Makassar: Alauddin Press, 2007), h. 35.


[7] Khamidinal, Teknik Laboratorium Kimia, h. 137.

[8]Fuki Tri Yuliarto, dkk. Pengaruh Ukuran Bahan dan Metode Destilasi (Destilasi Air dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak Atsiri
Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii), Jurnal Teknosains Pangan, Vol 1 No 1(Oktober 2012), h. 12-23.

Keraten, S. 1981. Minyak Atsiri. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian. Bogor.

Setiadi dan Parmin. 2004. Jeruk Asam. Penebar Swadaya. Jakarta


Anonim 1995. FI IV DEPKES RI. JAKARTA