Anda di halaman 1dari 9

ANGGARAN RUMAH TANGGA

YAYASAN PONDOK PESANTREN JAMUSSYAHIDIN


PAGUTAN KEC. BATUKLIANG KAB. LOTENG

BAB I
PERAN DAN FUNGSI

Pasal 1

Untuk melaksanakan peran dan fungsi Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin


diatur dalam Keputusan yayasan yang disusun oleh Pengurus Harian dan disahkan
dalam Rapat Pleno

BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 2

1. Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin terdiri atas Anggota Yayasan


Pondok Pesantren Jamussyahidin dan Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin
Perwakilan
2. Pengurus Yayasan Pondok Pesantren
komponen-komponen sebagai berikut :

Jamussyahidin

dapat

berasal

dari

a. Perwakilan orangtua/wali santri berdasarkan jenjang pendidikan yang ada (PA,


MI, MA, Madrasah Diniyah dan Majlis Taklim)
b. Pekerja Pendidikan di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin

c. Unsur Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin


d. Tokoh masyarakat yaitu orang yang berpengaruh di lingkungan masyarakat di
wilayah NKRI, yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap dunia
pendidikan, khususnya terhadap Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin
e. Pakar Pendidikan
pendidikan
f.

yang mempunyai perhatian pada peningkatan

mutu

Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin Perwakilan

g. Perwakilan alumni Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin yang telah


dewasa dan mandiri
h. Figur setempat yang dipandang perlu oleh Pengurus Yayasan Pondok Pesantren
Jamussyahidin Perwakilan

Pasal 3
Tata cara Pemilihan Pengurus

1. Calon Pengurus yang berasal dari unsur masyarakat diajukan oleh Pengurus
Perwakilan dan atau oleh Pimpinan Pondok dengan mengajukan permohonan
menjadi pengurus Yayasan, yang dilampiri surat rekomendasi, kecuali Tokoh
Masyarakat atau Tokoh Pendidikan
2. Calon Pengurus yang berasal dari unsur Tokoh Masyarakat dan Pakar Pendidikan
diusulkan oleh Pengurus Perwakilan dan atau oleh Pimpinan Pondok
3. Calon Pengurus dari unsur Yayasan diusulkan oleh Yayasan dengan mengajukan
permohonan menjadi anggota Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin, yang
dilampiri surat rekomendasi dari organisasi induknya.
4. Calon Pengurus dari unsur Pondok diusulkan oleh Pondok dengan mengajukan
permohonan menjadi pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin, yang
dilampiri surat rekomendasi dari organisasi induknya
5. Calon pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin yang tercatat
berdasarkan permohonan dan usulan kemudian diinventarisir dan diseleksi oleh tim
khusus yang dibentuk dalam Rapat Pleno Yayasan Pondok Pesantren
Jamussyahidin

6. Hasil seleksi calon pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin oleh tim
khusus dianalisis, dipilih, dan ditetapkan dalam Rapat Pleno Yayasan Pondok
Pesantren Jamussyahidin
7. Pemilihan calon Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin dilakukan
apabila pendaftar dan usulan melebihi ketentuan jumlah dari tiap-tiap unsurnya
8. Anggota terpilih ditetapkan dalam Rapat Pleno, kemudian diusulkan oleh Yayasan
Pondok Pesantren Jamussyahidin untuk mendapatkan Surat Keputusan dari
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin

Pasal 4
Kewajiban Pengurus

1. Setiap Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin, berkewajiban untuk :


a. Menjunjung tinggi nama dan kehormatan Yayasan
Jamussyahidin baik di dalam maupun di luar organisasi

Pondok

Pesantren

b. Mematuhi AD/ART dan Peraturan Khusus serta Keputusan Organisasi


c. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program organisasi secara aktif dan
bertanggungjawab
2. Setiap Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin tidak diperbolehkan
memanfaatkan Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin untuk kepentingan
pribadi, kelompok, golongan, maupun orsospol tertentu

Pasal 5
Hak Pengurus

Yang dimaksud hak pengurus adalah :


a. Hak Bicara yaitu hak untuk menyampaikan/mengeluarkan pendapat/pandangan baik
secara lisan maupun secara tertulis

b. Hak Suara yaitu hak setiap pengurus bahwa ia memiliki satu suara dan dapat
digunakan setiap diadakan pemungutan suara
c. Hak Pilih yaitu hak setiap pengurus untuk dapat memilih dan dipilih menjadi anggota
tim khusus atau kepanitiaan yang dibutuhkan organisasi
d. Hak membela diri dan memperoleh perlindungan hukum yaitu hak setiap anggota
untuk membela diri jika dianggap bersalah dan mendapatkan pembelaan serta
perlindungan hukum dalam menjalankan tugas organisasi

BAB III
DISIPLIN ORGANISASI

Pasal 6
Tindakan Disiplin Organisasi

1. Tindakan disiplin dapat dikenakan kepada setiap anggota maupun pengurus yang
menurut keputusan rapat Pleno Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin telah
melanggar Anggaran Dasar Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin dan
Anggaran Rumah Tangga Yayasan, dan Keputusan Organisasi
2. Tindakan disiplin diberikan menurut berat ringannya pelanggaran yang dilakukan
yang dapat berupa :
a. Peringatan secara Lisan
b. Peringatan secara tertulis
c. Pembebasan tugas selaku pengurus
d. Pemberhentian sebagai anggota Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin
3. Sebelum tindakan disiplin diberikan, perlu diadakan rapat sesuai dengan tempat dan
tingkat kejadian perkara untuk membentuk tim khusus yang bertugas mengadakan
penelitian dan penyelidikan secara saksama atas anggapan pelanggaran yang
dilakukan
4. Bagi yang dianggap melanggar disiplin diberi kesempatan untuk membela diri

5. Penerapan sanksi yang berupa pemberhentian sebagai anggota, ditetapkan


berdasarkan Rapat Pleno Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin dan dicarikan
penggantinya dengan prosedur sesuai dengan BAB II Pasal 3 Anggaran Rumah
Tangga Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin

BAB IV
SUSUNAN PENGURUS DAN PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 7
Susunan Pengurus dan Perangkat Organisasi

1. Pengurus Harian Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin terdiri dari 7 orang


dengan struktur organisasi sebagai berikut :
1. Seorang Ketua
2. Seorang Wakil Ketua 1
3. Seorang Wakil Ketua 2
4. Seorang Sekretaris
5. Seorang Wakil Sekretaris
6. Seorang Bendahara
7. Seorang Wakil Bendahara
2. Struktur organisasi dilengkapi dengan bidang bidang yang disusun dan disahkan
oleh Pengurus Harian
3. Dalam rangka mengefektifkan peran dan fungsi Yayasan Pondok Pesantren
Jamussyahidin, pengurus dapat menjalin koordinasi dengan Direktur Pondok
beserta staff, Pengurus Yayasan MPI, DIKNAS, DEPAG, dan lembaga lain yang
terkait
4. Struktur organisasi dan susunan pengurus Yayasan Pondok
Jamussyahidin Perwakilan ditetapkan dalam Keputusan Organisasi

Pesantren

5. Susunan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin Perwakilan minimal


terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, dan dimungkinkan menambah
pengurus Bidang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perwakilan
6. Sebuah Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin Perwakilan dapat didirikan
apabila disetujui oleh minimal 5 (lima) orang dalam minimal satu wilayah Kecamatan

Pasal 8
Pergantian Pengurus dan Pengurus Antar Waktu

1. Kekosongan anggota Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin dapat terjadi


karena yang bersangkutan mengundurkan diri, diberhentikan atau meninggal dunia
2. Kekosongan Pengurus Harian dapat terjadi karena yang bersangkutan
mengundurkan diri, dibebastugaskan dari tugas Pengurus harian atau Meninggal
dunia
3. Pergantian anggota antar waktu dilakukan sesuai dengan BAB II Pasal 3 Anggaran
Rumah Tangga Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin
4. Pergantian Pengurus antar waktu dilakukan melalui Rapat Pleno Yayasan Pondok
Pesantren Jamussyahidin

BAB V
TATA CARA RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 9
Tata Cara Rapat

1. Rapat Pengurus Harian dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 5 (lima)


orang, termasuk Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
2. Rapat Pengurus Harian dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sekali

3. Rapat Bidang dianggap sah apabila dihadiri oleh seluruh Pengurus Bidang dan
sekurang-kurangnya seorang Pengurus Harian
4. Rapat Bidang dilakukan berdasarkan kebutuhan
5. Rapat Pleno dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya + 1 anggota. Jika
tidak quorum ditunda selama 30 menit untuk menunggu. Jika belum juga memenuhi
quorum maka selanjutnya rapat dianggap sah
6. Rapat Pleno dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali
7. Rapat yang dimaksud ayat 1, 3, dan 5 pasal ini, jika sudah dua kali rapat tidak
memenuhi quorum maka rapat yang ketiga meskipun tidak memenuhi quorum, rapat
dapat berlangsung dan dianggap sah

Pasal 10
Tata Cara Pengambilan Keputusan

1. Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat, apabila tidak


dapat diambil secara mufakat maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan
suara terbanyak dengan cara pemungutan suara.
2. Jika keputusan rapat tersebut menyangkut nama orang, maka pemungutan suara
dilakukan secara tertutup

BAB VI
LAPORAN KEGIATAN DAN KEUANGAN

Pasal 11
Laporan Kegiatan dan Keuangan

1. Setiap akhir tahun anggaran, pengurus wajib mempertanggungjawabkan keuangan


kepada anggota dalam forum Rapat Pleno

2. Bila diperlukan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin


memepertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Pada akhir masa bakti Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin wajib
melaporkan kegiatan dan keuangan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren
Jamussyahidin dan Anggota Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin

BAB VII
PENUTUP

Pasal 12

1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Yayasan Pondok
Pesantren Jamussyahidin ini akan diatur dalam Peraturan Khusus atau keputusan
tersendiri melalui Rapat Pleno Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin
2. Anggaran Rumah Tangga Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin mulai berlaku
sejak ditetapkan

Ditetapkan di

: Pagutan

Pada tanggal

: 15 November 2010

Yayasan Pondok Pesantren Jamussyahidin

Ketua,

Sekretaris,

TGH. Fauzan Mustafa

H. Mursalin