Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

(MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUKSI)

Disusun Oleh

Nim

Mata Kuliah

Jurusan Komputer Akuntansi


Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana
Informatika
Ciledug
2014

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja, puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya

Makalah yan berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia () untuk memenuhi salah
satu tugas dari dosen mata kuliah Dasar Manajemen dan Bisnis di BSI Ciledug Tangerang
Selatan

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna baik bentuk, isi
maupun tekhnik penyajian, oleh sebab itu kritikan yan bersifat membangun dari berbagai pihak
terutama Dosen mata kuliah Dasar Manajemen dan Bisnis di BSI Ciledug, penulis terima
dengan tangan terbuka serta sangat di harapkan

Semoga kehadiran makalh ini dapat memenuhi sasaranya.

Tangerang, ...... 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul ...............................................................................................


Kata Pengantar ................................................................................................

Daftar isi .........................................................................................................

ii

BAB I

BAB II

BAB III

PENDAHULUAN ...............................................................
1.1 Latar Belakang ................................................................

1.2 Indentifikasi Masalah.....................................................

1.3 Maksud dan Tujuan .......................................................

TEORI.................................................................................
2.1 Landasan Teori ...............................................................

2.2 Analisis dan Pembahasan ...............................................

PENUTUP ..........................................................................
3.1 Kesimpulan ....................................................................

3.2 Saran-Saran ....................................................................

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

ii

I.PENDAHULUAN

10

1.1 Latar Belakang


Bagian produksi dalam suatu organisasi bisnis memegang peran penting dalam usaha
mempengaruhi suatu organisasi. Bagian produksi sering dilihat sebagai salah satu fungsi
manajemen yang menentukan penciptaan produk serta turut mempengaruhi peningkatan dan
penurunan penjualan. Dalam kasus ini PT. Martina Berto melakukan strategi baru efiensi
mutu produk kemasan yang biasa beredar di pasaran.
Artinya produk yang diproduksi harus selalu mengikuti standar pasar yang diinginkan,
bukan diproduksi atas dasar mengejar target semata. Bagi perusahaan bisnis lebih
mementingkan mengejar produktivitas yang continue dibanding mengejar profit yang tinggi
dalam waktu singkat.
Karena dengan kontinuitas yang stagis diharapkan mampu mewujudkan perolehan
keuntungan yang stabil. Kestabilan keuntungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk perencanaan
investasi sesuai dengan waktu yang direncanakan, namun tanpa stabilitas yang continue maka
rencana investasi sulit untuk diwujudkan.
Produksi merupakan yang paling sensitive di dalam dunia manajemen produksi dan
perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, karena memerlukan modal atau dana
pada waktu produksi berlanngsung.
Di samping masalah dana yang mendapat perhatian, juga yang tak kurang pentingnya
adalah suatu produk diterima dipasar karena mutu produk tersebut sesuai keinginan konsumen.
Berbagai alasan atau sebab mengapa produk indonesia sulit menembus pasar tidak lain karena
mutu produk indonesia belum sesuai standar internasional.
Akibatnya kita tidak dapt bersaing dengan produk luar negeri yang beredar di pasaran,
Padahal pangsa pasar sangat menggiurkan, terutama profit yang akan di terima nantinya.
Atas dasar tersebut, maka manajemen produksi harus sudah dapat memperhitungkan
berapa jumlah uang yang digunakan dalam produksi.

1.2 Indentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada dan untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas,
maka penulis mencoba mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Apa saja tantangan dan solusi dalam bidang Manajemen Produksi ?
2. Bagaimana mutu dan konsep SNI ?
3. Bagaimana perencanaan keuangan dan produksi yang dilakukan manajer produksi ?

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh produksi
terhadap perusahaan. Sedangkan tujuan dibuatnya makalah ini adalah memenuhi salah satu
tugas Maka Kuliah Dasar Manajemen dan Bisnis.

II. TEORI
2.1 Landasan Teori
A. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang
mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Selain
itu Produksi adalah Penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor
sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan
dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan
apa yang direncanakan.
Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang
berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
Adapun Aspek-aspek manajemen produksi meliputi ;
2

Perencanaan produksi

Bertujuan agar dilakukanya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan.
Keputusan yang harus dihadapi dalam perencanaan produksi:
1. Jenis barang yang diproduksi
2. Kualitas barang
3. Jumlah barang
4. Bahan baku
5. Pengendalian produksi

Pengendalian produksi

Bertujuan agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin. Adapun
kegiatan yang dilakukan antara lain :
1. Menyusun perencanaan
2. Membuat penjadwalan kerja
3. Menentukan kepada siapa barang akan dipasarkan.

Pengawasan produksi

Bertujuan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatanya
meliputi :
1. Menetapkan kualitas
2. Menetapkan standar barang
3. Pelaksanaan prouksi yang tepat waktu

Berikut adalah pengertian manajemen produksi dan opersai menurut para ahli:
1. Menurut Reksohadiprodjo, dan Soedarmo(1999 : 2)
manajemen produksi adalah usaha pengelolaan secara optimal terhadap faktor-faktor
produksi (resources) yang terbatas adanya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan
menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu untuk
mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya atau dengan tingkat hasil tertentu diusahakan
dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya.
2. Menurut Jay Heizer dan Barry Render :

mendefinisikan Manajemen Operasi sebagai proses menghasilkan nilai dalam bentuk


barang dan jasa, artinyakegiatan Operasi merupakan kegiatan menciptakan produk baru
3
yang tidak ada sebelumnya tetapi didasarkan pada kebutuhan pasar yang telah ada.
3. Menurut Eddy Herjanto
manajemen operasi dan produksi dapat diartikan sebagai suatu proses yang
berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk
mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
(Eddy Herjanto, Manajemen Produksi dan Operasi, Grasindo, Edisi terbaru)
4. Menurut Fogarty (1989) :
mendefinisikan Manajemen Operasi sebagai proses yang secara berkesinambungan dan
efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber
daya secara efisiendalam rangka mencapai tujuan.
5. Menurut Handoko (2000 : 3) :
manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal
penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga
kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya, dalam proses transformasi bahan
mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk dan jasa.

B. Perancangan Sistem Produksi

Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus mempertimbangkan rancangan produk


(jasa), volume produksi, proses produksi, lokasi dan tata letak, serta rancangan kerja.
1. Rancangan produk (jasa). Rancangan produk dipelajari oleh bagian produksi untuk
mengetahui berbagai aspek yang berkaitan dengan proses produksi. Misalnya, apakah
teknologi yang dimiliki saat ini mampi memproduksi produk yang diusulkan. Jika tidak
memungkinkan, apakah teknologi yang ada harus diganti sebagian atau seluruhnya.
2. Volume produksi. Manajemen harus mempertimbangkan kapasitas produksi yang
dimiliki. Misalnya, apakah fasilitas produksi yang dimiliki mampu menghasilkan
produk dalam jumlah yang sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian, berapa jumlah
yang diproduksi agar tidak terjadi kelebihan produksi,. Kelebihan produksi berarti
menumpuknya persediaan, yang berdampak buruk bagi keuangan perusahaan.

3. Proses produksi. Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus


mempertimbangkan proses produksi yang paling efisien.
4
Misalnya, apakah proses produksi memerlukan dukungan teknologi baru, atau cukup
hanya dengan memodifikasi teknologi yang telah ada. Selain masalah efisiensi, proses
produksi harus mampu memenuhi tuntutan dari rancangan produk.
4. Lokasi dan tata letak. Setelah proses produksi dipilih, langkah selanjutnya adalah
merancang lokasi dan tata letak dari proses produksi. Lokasi dan tata letak didesain
sedemikian rupa sehingga efisien. Misalnya, gudang penyimpananbahan baku dan
barang jadi sebaiknya berdekatan dengan lokasi proses produksi. Keputusan lokasi dan
tata letak juga harus memperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku. Pemerintah
biasanaya memiliki peraturan yang berkaitan dengan lokasi pabrik atau industri.
5. Rancangan pekerjaan. Tahap akhir dari perancangan sistem produksi adalah
menentukan pembagian kerja, membuat standar kerja, dan sebagainya. Melalui
rancangan pekerjaan, ditetapkan cara yang terbaik untuk melaksanakan pekerjaan.
Pada tahap ini juga ditentukan para pelaksana dari sistem operasi.

2.2 PEMBAHASAN
A. Tantangan dan solusi dalam bidang manajemen produksi
Ada beberapa bentuk tantangan yang dihadapi oleh manajer produksi, yaitu:
1. Harus mampu menciptakan produk yang bisa memuaskan konsumen. Pada saat ini yang
akan datang sikap kritis dan persaingan semakin tinggi dan konsumen betul-betul
menginginkan produk yang mampu memeri keuasan, sementara pilihan produk yang
ditawarkan pasar sangat beragam. Sehinga seorang manajer produksidituntut mampu
meliha realita serta mengaplikasikan pada produk ciptaan.
2. Manajer produksi harus mengedepankan konsep efisiensi dan aktivitas dalam
pekerjaan. Konsep just in time (JTI) merupakan salah satu rujukan yang harus diikuti
oleh para manajer produksi dalam rangka menghasikan produk atau menerima order
dengan jangka waktu pengerjaan yang tepat waktu.
3. Merupakan teknologi yang begitu tinggi mengharuskan manajer produksi untuk bisa
meng-upgrade secara berkelanjutan terhadap setiap teknologi yang dimiliki. Termasuk

perubahan dalam menerapkan software dan hardware yang modern. Dengan begitu
alokasi dana untuk pengembangan teknologi menjadi sangat diperlukan.
5
Sebagai catatan tambahan yang harus dipahami bahwa seorang manajer produks tidak
hanya dituntut untuk mengerti persoalan produksi saja, namun harus dari itu. Keterkaitan
persoalan human resource, marketing, dan finance dengan bagian produksi dapat dianggap
sebagai sebuah lingkaran aktivitas (circle actifity) yang saling berhubungan. Sehingga dengan
memahami semua itu seacara baik diharapkan sebagai persoalan keputusan yang dibuat
memiliki nlai kompleksitas yang tinggi. Termasuk ketepatan dalam memutuskan suatu
keputusan menjadi jauh lebih tertata.

B. Bagaimana mutu dan konsep SNI


Mengenai mutu yang ada di Indonesia dikenal dengan istilah SNI atau yang lebih
dikenal dengan SNI 9000. Adapun yang dimaksut dengan mutu adalah kondisi yang
menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan mampu memberi kepuasan yang maksimal
kepada para penggunanya. Pemikiran ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Jay Heizer
dan Barry Render 10) yaitu Quality is ability of a productor servie to meet customer needs.
Menurut Buchari Alma.11) Untuk pencapaian mutu SNI 9000 ada 3 unsur pokok yang
akan melibatkan seluruhh bagian dalam manajemen,yaitu:
1. Kepemimpinan manajemen dalam hal mutu perusahaan.
Dalam hal ini termasuk komitmen pimpinan perusahaan dalam kebijakan mutu dan
konsisten, tertulis dalam kalimat tidak lebih dari 13 kata, disahkan, didokumentasikan,
dimengerti, dan dipahami oleh seluruh karyawan perusahaan, dituangkan dalam slogan-slogan,
ditempatkan di ruang rapat, kantin, diruang kerja, dan sebagainya. Kemudian disediakan dana
untuk pelaksanaan dan pengawasan secara rutin.
2. Dukungan terhadap proses produksi.
Perusahaan harus dapat memberikan jaminan kepada pelanggan terhadap mutu produk,
waktu dan jumlah yang akan diserahkan serta pelayanan purna jual. Lebuh jauh Buchari Alma
mengatakan prses yang menunjang terhadap produksi ialah:

Faktor pembelian bahan baku dan penolong


Pengawasan/pemeriksaan terhadap alat produksi

Pengawasan terhadap penyimpanan, pembungkusan, pengepakan


Pengendalian proses
6
3. Dokumentasi, Audit mutu, Tindakan koreksi dan pencegahan
Perusahaan harus memiliki dokumentasi sistem terpadu, terjamin keakuratanya Kemudian
mengambil tindakan koreksi terhadap kesalahan dalam pelaksanaan dan mengantisipasi
tindakan pencegahan.
Mengenai keuntungan dan tujuan memiliki sertifikat SNI Buchari Alma mengatakan
sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Terdapat jaminan dan mutu antara kosumen dan produsen.


Adanya komitmen daan tanggung jawab untuk menjaga produknya.
Menjaga keestarian SDA yang sudah langka.
Miningktkan citra perusahaan.
Timbul perhatian terhadap SDM yang berkualitas dalam perusahaan.
Pengaruh dari penjagaan mutu oleh sebuah perusahaan akan mempengaruhi pula
perusahaan lainnya, terutama perusahaan pemasok bahan baku, yang juga harus menjaga
mutu bahan baku yang dijual.

C. Perencanaan keuangan dan produksi yang dilakukan manajer produksi


Bagi seorang manajer produksi memahami perencanaan keuangan sangat penting,
terutama jika dilihat dari segi dampak perencanaan yang akan teradi terhadap perusahaan
nantinya. Dalam membuat perencanaan keuangan harus dipikirka kondisi yang mungkin
terjadi. Secara umum ada 3 kondisi yang harus di antisipasi alam pembuatan perencanaan
keuangan yaitu:
1. Kondisi buruk
Kondisi buruk dipengaruhi oleh berbagai sebab, seperti resesi ekonomi, krisis moneter,
peperangan dan lain-lain. Dalam kondisi buruk ini suatu rencana bisnis harus dibuatkan
asumsi dalam rangka mengantisipasi jika kondisi seperti itu akan terjadi dikemudian hari.
2. Kondisi normal atau biasa
Dalam kondisi normal suatu perusahaan diminta membuat suatu rencana dengan
menempatkan asumsi yang akan terjadi dalam keadaan normal. Namun tetap
menempatkan analisa kehati-hatian yang mendalam jika suatu saat terjadi kondisi yang
buruk.
7
3. Kondisi baik atau bertumbuh

Pada kondisi ini dunia bisnis berkembang dengan baik, karena setiap perencanaan bisnis
dapat dijalankan dengan baik. Pada konteks ini Stephen A.Ross, dkk.,8) mengatakan
Masing-masing divisi akan diminta untnuk membuat kasus berdasarkan asumsi yang
optimistis. Kasus ini dapat melibatkan produk-produk dan ekspansi baru dan kemudia akan
merinci pendanaan yang dibutuhkan untuk mendanai ekspansi tersebut.
Disisi lain Donald J. Bowersox9) mengatakan Manajer logistik biasanya menghadapi 3 tipe
situasi perencanaan:
a. Strategi
b. Operasional
c. Taktis
Bahwa model dibuat untuk membantu para manajer dalam memetakan masalah secara
terstruktur dan bersifat sistematis. Model adalah sebuah usaha yang dibagun dngan
berlandaskan berbagai asumsi yang ada, dan asumsi tersebut dibuat serta diIlhami dengan
berdasarkan apa yang terjadi diwaktu-waktu sebelumnya. Satu model memiliki keeratan
hubungan yang kuat dengan peramalan, karena suatu model dianggap mampu memberikan
peramalan.10)

III. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Produksi adalah Penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas
faktor sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
2. Ada 3 unsur pokok yang digunakan untuk mencpai mutu dalam SNI:
a. Kepemimpinan manajemen dalam hal mutu perusahaan.
b. Dukungan terhadap proses produksi.
c. Dokumentasi, Audit mutu, Tindakan koreksi dan pencegahan
8
3. Hal-hal yang dilakukan manajer dalam perencanaan keuangan dan produksi:
a. Kondisi buruk
b. Kondisi normal atau biasa
c. Kondisi baik atau bertumbuh

B. Saran
Dalam hal produksi, seharusnya perusahaan bertindak sangat hati-hati dan diperlakukan
pertimbangan yang angat matang karena pengaruhnya cukup besar bagi perusahaan .

9
DAFTAR PUSTAKA

Irham Fahmi, S.E., M.Si. 2012 . Manajemen Produksi Dan Operasi. Alfabeta. Bandung.

Buchari Alma. 2009 . Pengantar Bisnis. Alfabeta. Bandung.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_produksi
http://mbegedut.blogspot.com/2012/06/pengertian-manajemen-produksi-dan.html

10