Anda di halaman 1dari 31

SEJARAH NABI MUHAMMAD S.A.

W MENJADI RASUL

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak manusia berada di permukaan buni ini, hasratnya ingin mengetahui segala
hukum dan kodrat alam yang terdapat di sekitarnya, besar sekali. Makin dalam ia
meneliti, makin tampak kepadanya kebesaran alamat itu, melebihi yang semula.
Kelemahan dirinya makin tampak pula pada keangkuhannya pun makin berkurang.
Demikianlah, Nabi saw yang membawa Islam itu pun sama pula dengan alam ini.
Sejak bumi ini menerima cahaya Nabi. Kenabian adalah anugerah Tuhan, tak dapat
dicapai dengan usaha. Tetapi ilmu dan kebujaksanaan Allah yang berlaku,
diberikan kepada orang yang bersedia menerimanya, yang sanggup memikul
segala bebannya. Allah lebih mengetahui di mana risalah-Nya itu akan
ditempatkan.
Muhammad saw sudah disiapkan membawa risalah (misi) itu ke seluruh dunia,
bagi si putih dan si hitam, bagi si lemah dan si kuat. Ia disipkan membawa risalah
agama yang sempurna, dan dengan itu menjadi penutup para nabi dan rasul, yang
hanya satu-satunya menjadi sinar petunjuk, sekalipun nanati langit akan terbelah,
bintang-bintang akan runruh dan bumi ini pun akan berganti dengan bumi dan alam
lain. Kesucian para nabi dalam membawa risalah dan meneruskan amanat wahyu
itu adalah masalah yang tak dapat dimasuki oleh kaum cendekiawan.
B. Rumusan Masalah
Dari tulisan diatas, penulis akan membahas tentang Nabi Muhammad saw
Menjadi Rasul Hingga Hijrah ke Madinah yaitu: Nabi Muhammad Saw. Uzlah,
Wahyu Pertama danKedua, Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi dan TerangTerangan, Sebab-Sebab Hijrah, Perintah Hijrah, dan Peristiwa Hijrah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Nabi Muhammad Saw. Uzlah
Sampai umur 40 tahun, Muhammad giat berdagang. Sungguhpun begitu ia tidak
hanya memikirkan kemajuan perdagangannya. Ia sangat prihatin melihat keadaan

masyarakat sehari-hari. Muhammad beruzlah mencari ketenangan dan petunjuk


Allah di Gua Hira dari waktu-waktu sebelumnya.
Pada bulan Ramadhan dipersiapkan bekal yang lebih dari biasanya, sebab beliau
akan lebih lama tinggal di sana. Beliau berkhalwat dengan khusuk dan iklas,
semata-mata beribadah kepada Allah. Pada malam ke-17 bulan Ramadhan, ketika
beliau sedang berkhalwat, datanglah malaikat Jibril membawa wahyu pertama.
Sejak menerima wahyu pertama itulah, Muhammad diangkat menjadi utusan Allah.
Sebagai nabi dan rasul, beliau mempunyai tugas untuk membimbing dan mengajak
umatnya beriman kepada Allah kejalan yang benar.
Walaupun pada masa itu masyarakat Makkah terkenal dengan kebodohan dan
kebejatan moralnya, namun Muhammad tidak terpengaruh oleh keadaan umatnya.
Muhammad sering menyepi dan menyendiri dari keramain untuk menenangkan
pikiran dan mencari hal-hal yang benar.
Muhammad melakukan uzlah karena keadaan masyarakat yang demikian rusak.
Beliau melakukan uzlah dengan tujuan seperti berikut ini:
1. Menenangkan fikiran dari keramaian.
2. Memohon petunjuk dari Allah.
3. Mencari kebenaran yang hakiki.
Sejak usia 36 tahun sampai menginjak 40 tahun, pikiran Muhammad menjadi
bertambah berat karena menyaksikan kehidupan masyarakat yang sangat
bertentangan dengan pribadinya. Agar lebih mendapatkan ketenangan hati,
muhammad menuju ke sebuah tempat yaitu Jabal Nur, sebuah tempat yang
letaknya sulit dan berbahaya bila ditempuh manusia.
B. Wahyu Pertama dan Kedua
Menjelang datangnya wahyu, Muhamad semakin sering pergi ke Gua Hira yang
tempatnya di Jabal Nur. Seolah ada kekuatan lain yang mendorong semangat
Muhammad untuk pergi ke tempat itu.
Pada hari Senin tanggal 17 Ramadhan tahun ke-4 dari kelahiran Muhammad,
bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi datanglah orang yang berpakian
serba putih. Orang itu ternyata Malaikat Jibril yang membawa wahyu pertama,
tentang kebenaran yang selama ini dicari-cari oleh Muhammad.
Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat
membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya iqra (bacalah) dengan
terkejut Muhammad menjawab saya tak dapat membaca ia merasa seolah
malaikat itu mencekiknya, kemudian melepaskan seraya katanya lagi iqra
(bacalah) masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawabab: saya
tak dapat membaca. Ia seolah malaikat itu mencekiknya sekali lagi, kemudian
melepaskannya kembali seraya berkata: iqra masih dalam ketakutan akan dicekik
lagi Muhamaad menjawab: apa yang saya baca? seterusnya malaikat itu berkata :

siarkanlah! (atau bacalah!) dengan nama Tuhanmu dan Penjagamu Yang


menciptakan. Menciptakan manusia dari segumapal darah beku. Siarkanlah! Dan
Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan kepada manusia (menggunakan)
pena. Mengajar manusia apa yang tak ia ketahui. (Quraan, 95:1-5).
Lalu ia mengucapkan bacaan itu. Malaikat pun pergi, setelah kata-kata itu terpatri
dalam kalbunya.
Tetapi ia kemudian terbangun ketakutan, sambil bertanya-tanya kepada dirinya:
Gerangan apakah yang dilihatnya?! Ataukah kesurupan yang ditakutinya itu telah
menimpanya?! Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tetapi tak melihat apa-apa. Ia diam
sebentar, gemetar ketakutan. Khawatir ia akan apa yang terjadi dalam gua itu. Ia
lari dari tempat itu. Semuanya membingungkan. Tak dapat ia menafsirkan apa
yang telah dilihatnya itu.
Cepat-cepat ia pergi dari celah-celah gunung sambil bertanya-tanya dalam hati:
siapa gerangan yang menyuruhnya membaca itu?!. Yang pernah dilihatnya sampai
saat itu sementara dia dalam tahanus, hanyalah mimpi hakiki yang memancar dari
sela-sela renungannya, memenuhi dadanya, membuat jalan yang di hadapannya
jadi terang-benderang, menunjukkan kepadanya, dimana kebenaran itu. Tirai gelap
yang selama ini menjerumuskan masyarakat kuraisy kedalam lembah paganisme
dan penyembahan berhala, jadi terbuka.
Sinar terang-benderang yang memancar di hadapannya dan kebenaran yang telah
menunjukkan jalan kepadanya itu, adalah Yang Tunggal Maha Esa. Tetapi sipakah
yang telah memberi peringatan tentang itu, dan bahwa Dia menciptakan manusia,
dan bahwa Dia Maha Pemurah, Yang Mengajarkan kepada manusia dengan pena,
mengajarkan apa yang belum diketahuinya?.
Ia memesuki pegunungan itu masih dalam ketakutan, masih bertanya-tanya. Tibatiba ia mendengar ada suara yang memanggilnya. Dahsyat sekali terasanya. Ia
melihat ke permukaan langit. Tiba-tiba yang terlihat adalah malaikat dalam bentuk
manusia. Dialah yang memanggilnya. Ia makin ketakutan sehingga tertegun ia
ditempatnya. Ia mamalingkan muka dari yang dilihatnya itu. Sebentar ia
melangkah maju, sebentar mundur, tetapi rupa malaikat yang indah itu tidak juga
lalu dari depannya. Seketika lamanya ia dalam keadaan demikian. Dalam pada itu
Khadijah telah mengutus orang mencarinya kedalam gua tetapi tidak
menjumpainya.
Setelah rupa malaikat itu menghilang Muhammad pulang sudah berisi wahyu yang
disampaikan kepadanya. Jantungnya berdenyut, hatinya berdebar-debar ketakutan.
Dijumpainya Khadijah sambil ia berkata: selimuti aku! ia segera diselimuti.
Tubuhnya menggigil seperti dalam deman. Setelah rasa ketakutan itu berangsur
reda dipandangnya istrinya dengan pandangan mata ingin mendapat kekuatan.
Dalam keadan beselimut itu dtanglah Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu
Allah swt yang kedua. Wahyu allah tersebut berbunyi sebagai berikut.

Hai orang yang berselubung! Bangunlah dan berilah peringatan! Dan


agungkanlah Tuhanmu! Dan jagalah kebersihan pakaianmu! Dan tinggalkanlah
segala yang keji! Dalam memberi janganlah mengharapkan yang lebih banyak
(untuk dirimu)! Tetapi, demi Tuhanmu, sabar dan tabahlah! (Quran, 74: 1-7)
Khadijah, kenapa aku? katanya. Kemudian diceritakannya apa yang telah
dilihatnya, dan dinyatakannya rasa kekhawatiran akan teperdaya oleh kata hatinya
atau akan jadi juru nujum saja.
Seperti juga ketika dalam suasana tahanus dan dalam suasana ketakutannya akan
kesurupan, Khadijah yang penuh rasa kasih-sayang adalah tempat ia melimpahkan
rasa damai dan tentram ke dalam hati yang besar itu, hati yang sedang dalam
kekhawiran dan dalam gelisah. Ia tidak memperlihatkan rasa khawatir atau rasa
curiga. Bahkan dilihatnya ia dengan pandangan penuh hormat, seraya berkata:
O putra pamanku. Bergembiralah, dan tabahkan hatimu. Demi Dia Yang
memegang hidup Khadijah, saya berharap kiranya Anda akan menjadi nabi atas
umat ini. Allah samasekali tak akan mencemoohkan Anda; sebab Andalah yang
mempererat tali kekeluargaan, jujr dalam kata-kata, Anda yang mau memikul
beban orang lain dan menghormati tamu dan menolong mereka yang dalam
kesulitan atas jalan yang benar.
Muhammad sudah merasa tenang kembali. Dipandangnya Khadijah denganmata
penuh terimakasihdan dan rasa kasih. Sekujur badannya sekarang terasa sangat
letih dan perlu tidur. Ia pun tidur, tidur untuk kemudian bangun kembali membawa
suatu kehidupan rohani yang kuat, yang luar biasa kuatnya. Suatu kehidupan yang
sungguh dahsyat dan memesonakan. Tetapi kehidupan yang penuh pengorbanan,
yang tulus dan ikhlas semata untuk Alla, untuk kebenaran dan perikemanusiaan.
Itulah Risalah Tuhan yang akan diteruskan dan disampaikan kepada umat manusia
dengan cara yang lebih baik, sehingga sempurnalah cahaya Allah, sekalipun oleh
orang-orang kafir tidak disukai.
C. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi dan Terang-Terangan
Wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad, merupakan pengangkatan
sebagai nabi dan rasul utusan Allah. Setelah turun wahyu yang kedua Nabi
Muhammad saw baru mulai berdakwah. Permulaan seruan Nabi ini dilakukan
dengan cara sembunyi-sembunyi. Orang-orang yang mendapat ajakan pertam dari
Nabi dan mau beriman diataranya, sebagai berikut.
1. Khadijah, isteri Nabi Muhammad saw.
2. Ali bin Abi Thalib, putera Nabi Muhammad.
3. Zaid bin Haris, seorang budak dari rakyat jelata.
4. Abu Bakar, seorang pemimpin atau pembuka Quraisy dan kenalan baik Nabi
Muhammad saw.
Kemudian, melalui Abu Bakar masuk islam beberapa orang yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Usman bin Affan,


Zubair Ibnu Awwam,
Saad Ibnu Abi Waqash,
Abdurrahman bin Auf,
Thalhah bin Ubaidilah
Abu Ubaidah bin Jarrah, dan
Arqam bin Abil Arqam.
Meraka yang disebut di atas terkenal dengan sebutan Assabiqunal Aw-walun
Nabi berdakwah secara sembunyi-sembunyi kurang lebih dari tiga tahun. Dakwah
itu dilakukannya seorang demi seorang dan dari kerumah. Hal ini dilakukan karena
blum ada perintah Allah secara tegas menyiarkan Islam secara terbuka.
Nabi Muhammad saw memulai dakwah secara terang-terangan, mengajak kepada
ajaran tauhid, yaitu sesudah beliau menerima wahyu dari Allah. Wahyu tersebut
dalam Al Quran surah Al Hijr: 94
Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (Q.S. Al Hijr: 94)
Sejak itu Rasulullah mulai menyeru kepada semua orang dengan terang-terangan.
Mereka diajak untuk masuk agama Islam, dan disuruh meninggalkan agama nenek
moyangnya, yang menyembah berhala.
Dari setiap seruan Nabi, ada diataranya yang beriman dan banyak pula yang
membantahnya. Bahkan mereka memusihi Nabi Muhammad saw dan para
pengikutnya.
Namun, karena pertolongan Allah, akhirnya seorang tokoh pemberani dan sangat
menentang ajaran Nabi Muhammad saw masuk Islam. Ia membaca kalimat
syahadat di hadapan Nabi Muhammad saw. Tokoh pemberani itu bernama Umar
bin Khattab. Kemudian, tokoh yang lain, yaitu Hamzah bin Abdul Mutallib juga
masuk Islam.
Para pemimpin Quraisy banyak yang membenci dan menentang Nabi dan
pengikutnya. Mereka berusaha menghentikan dakwah beliau yang semakin lama
bertambah banyak pengikutnya. Sejak itulah, Nabi dan pengikutnya menghadapi
bermacam rintangan, kesulitan, dan hinaan.
Para pemimpin Quraisy menghalangi dakwah Nabi dengan berbagai cara, antara
lain sebagai berkut.
1. Menghina dan mengejek Nabi Muhammad saw.
2. Menganiaya dan mengejar-ngejar para pengikut Nabi.
3. Memutuskan hubungan dengan orang Islam. Misalnya, mengadakan boikot
perdagangan, pergaulan dan lainnya.
4. Membujuk Nabi dengan harta, kedudukan, dan wanita.
Walaupun tekanan dan rintangan sering dilakukan, iman Nabi dan pengikutnya
tidak goyah. Pada akhirnya orang Quraisy memutuskan untuk membunuh Nabi

dengan menganiaya orang-orang Islam. Untuk melindungi para pengikutnya, Nabi


memerintahkan sebagian orang Islam hijrah kenegeri lain. Hijrah pertama di negeri
Habsyi, kemudian hijrah ke Madinah.
D. Sebab-Sebab Hijrah
Hijrah adalah peristiwa pindahnya Nabi Muhammad s.a.w, beserta para
pengikutnya dari Mekkah menuju tempat lain. Tempat yang dituju adalah tempat
yang memungkinkan agama Islam berkembang dengan baik. Pengikut Rasul yang
ikut hijrah itu disebut muhajirin. Hijrah Rasul dilakukan berulang secara bertahap
disetiap tempat yang dituju.
Hijrah pertama dilakukan ke negeri Habsy (Ethiopia) pada 615 M, atau tahun ke-5
dari kenabian. Rasul menyuruh umatnya hijrah ke Habsy karena negeri itu ada
seorang raja yang beragama Nasrani. Raja itu melarang orang menganiaya orang
lain. Hijrah yang pertama ini diikuti oleh 15 orang, terdiri atas 10 orang laki-laki
dan 5 orang wanita. Kemudian, pada tahap kedua menyusul rombongan dengan
jumlah 101 orang, terdiri atas 83 orang laki-laki dan 18 orang wanita.
Hijrah yang kedua menuju kota Madinah pada tanggal 28 Juni 622 M atau 12
Rabiulawal tahun ke-1 Hijrah. Penduduk Madinah (Yatsrib) pada waktu itu telah
mendengar dan mengenal tentang Rasul, wahyu, surga, neraka, dan lainnya. Sebab
banyak orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di Madinah. Mereka juga
mengenalkan agama Allah sebelum datangnya ajaran Islam.
Nabi Muhammad s.a.w, memerintahkan hijrah ke Madinah karena agama Islam
dinilai akan lebih baik dan berkembang bila dibandingkan di Kota Mekkah. Sudah
menjadi adat kebiasaan bagi penduduk di Jazirah Arab, setiap tahun berziarah ke
Kakbah di Mekkah, termasuk penduduk kota Madinah. Lama kelamaan mereka
mengenal dan mengerti ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Dengan hijrahnya Nabi ke Madinah maka agama Islam dapat berkembang dengan
baik. Orang-orang madinah tidah sekeras suku Quraisy Mekkah dalam menerima
ajaran agama Islam.
Penduduk Madinah yang pertama kali masuk Islam ialah dari suku Khazraj dan
Aus. Pada tahun 621 M atau tahun ke-12 dari kenabian, mereka datang menghadap
Nabi Muhammad saw. Secara rahasia disuatu tempat yang bernama Aqabah.
Ditempat itu mereka mengadakan perjajian Aqabah atau bait yang pertama.
Perjanjian itu brisi sumpah untuk mematuhi dan menjalankan agama Islam dan
tidak akan melanggar apa yang dilarang agama Islam.
Selang beberapa lama diadakan perjanjian Aqabah kedua. Pada waktu itu Nabi
didatangi lagi rombongan lebih besar dari sebelumnya, yaitu 75 orang yang ingin
dibaiat. Pada perjanjian Aqabah kedua mereka maminta Nabi Muhammad s.a.w
agar segera hijrah ke Madinah. Mereka menjamin apabila Nabi dan para
pengukitnya tinggal di Madinah, akan ditanggung keselamatannya dan dibela

dengan sekuat tenaga. Penduduk Yatsrib (Madinah) mengharab Nabi segera hijrah
dengan beberapa pertimbangan, antara lain sebagai berikut.
1. Kaum kafir Quraisy tetap mengancam, memusuhi, dan menganiaya Nabi dan
para pengikutnya.
2. Agama islam yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. Telah diterima oleh
masyarakat Madinah.
3. Suku Khazraj, Aus, serta orang yang beriman kepada Nabi telah sepakat
menjamin keselamtan Nabi dan para pengikutnya.
Sebab-sebab itulah yang menyebabkan terjadinya perjanjian Aqabah kedua.
Mereka mengetahui penderitaan Nabi dan para pengikutnya yang tidak pernah
berhenti dari tekenan dan ancaman kaum kafir Quraisy, Mekkah. Akhirnya,
tawaran dari masyarakat Madinah diterima oleh Nabi. Karena kasihan melihat
penderitaan kaum muslimin di Mekkah.
Perjanjian Aqabah kedua ini diketahui oleh orang-orang kafir Quraisy. Kekejaman
mereka terhadap kaum muslimin semakin meningkat. Penyiksaan terhadap
pengikut Nabi lebih hebat lagi, misalnya dipukuli, dijemur diterik matahari, dan
dibunuh. Akan tetapi, tantangan yang demikian dihadapi kaum muslimin dengan
iman yang teguh. Mereka menggap ajaran Nabi Muhammad s.a.w itulah yang
paling benar.
Dengan mendapat pertolongan dari Allah s.w.t, pada saat memuncaknya kekejaman
kaum kafir Quraisy, maka tokoh penentang danmusuh Islam telah menyatakan diri
masuk agama Islam. Mereka itu adalah Hamzah dan Umar bin Khattab. Hal itu
membuat kuat agama Islam.
E. Perintah Hijrah
Rencana Quraisy akan membunuh Muhammad pada malam hari karena
dikhawatirkan akan hijrah ke Madinah dan memperkuat diri disana serta segala
bencana yang mungkin menimpa perdagangan mereka dengan Syam sebagai
akibatnya, beritanya sudah sampai kepada Muhammad. Memang tak ada orang
yang menyaksikan, bahwa Muhammad akan menggunakan kesempatan untuk
hijrah. Tetapi, karena begitu kuat ia dapat menyimpan rahasia, tiada seorang pun
mengetahui, juga Abu Bakar, orang yang pernah menyiapkan dua ekor unta
kendaraan tatkala ia meminta izin kepada Nabi akan Hijrah. Muhammad sendiri
memang masih tinggal di Makkah ketika ia sudah mengetahui keadaan Quraisy itu
dan ketika Muslimin sudah tak ada lagi yang tinggal selain sebagian kecil saja.
Dalam ia menantikan perintah Allah yang akan mewahyukan hijrah kepadanya,
ketika itu tiba-tiba datang wahyu supaya ia hijrah. Setelah itulah ia pergi kerumah
Abu Bakar dan memberitahukan, bahwa Allah telah mengizinkan ia hijrah. Abu

Bakar ingin sekali menemaninya dalam perjalanan hijrahnya itu; dan


permintaannya itu pun dikabulkan.
Disinilah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah
dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran,
keyakinan dan iman. Sebelum itu Abu Bakar memang sudah menyiapkan dua ekor
unta yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah bin Uraiqit sampai nanti
tiba waktunya diperlukan. Tatkala kedua orang itu sudah siap-siap akan
meninggalkan Makkah, mereka yakin sekali, bahwa Quraisy pasti akan
membuntuti mereka. Oleh karena itu Muhammad memutuskan akan menempuh
jalan lain dari yang biasa. Juga akan yang berangkat bukan pada waktu yang biasa.
Sebelum Nabi Muhammad saw keluar rumah, kemenakan Nabi, Ali bin Abi
talib, disuruh tidur ditempat pembarinagan beliau dengan memakai selimut.
Kemudian Nabi pergi kerumah Abu Bakar untuk mengajaknya hijrah ke Madinah.
Saat terbangun para pemuda masih yakin bahwa beliau masih tidur. Tetapi,
menjelang larut malam, dengan setidak tahuan mereka Muhammad sudah keluar
menuju rumah Abu Bakar. Kedua orang itu kemudian keluar dari pintu kecil di
belakang, dan terus bertolak ke arah selatan menuju gua Saur. Bahwa tujuan kedua
orang itu melalui jalan ke selatan arah ke Yaman samasekali di luar dugaan.
Semenatara Abu Bakar menyuruh anaknya, Abdullah, agar menemuinya
dimalam hari untuk memberitahukan reaksi masyarakat disiang hari perihal mereka
berdua. Begitu juga ia menyuruh Amir bin Fuhairah agar menggembalakan
kambing dising harinya untuk menghilangkan jejak kaki mereka berdua sedang
pada petang harinya supaya menemui mereka berdua di gua tersebut.
Sementara Asma binyi Abu Bakar disuruh agar mengantarkan makanan kepada
mereka berdua pada petang hari.
Nabi Muhammad s.a.w dan Abu Bakar merasa khawatir kalau-kalau kafir Quraisy
berhasil menyakiti mereka berdua, hanya saja perasaan tersebut dapat ditepis
dengan kesabaran.
Para pemuda pilihan yang diberi tugas membunuh Nabi itu, sampai juga ditempat
persembunyian beliau. Mereka membawa pedang dan tongkat sambil mundarmandir mencari segenap penjuru. Tidak jauh dari gua Saur itu mereka bertemu
sdengan seorang gembala, yang ketika ditanya ia menjawab.
mungkin saja mereka dalam gua itu, tetapi saya tidak melihat ada orang yang
menuju ke sana
Ketika mendengar jawaban gembala itu Abu Bakar berkeringat dingin. Khawatir
mereka akan menyerbu ke dalam gua. Dia menahan napas, tidak bergerak, dan
hanya menyerahkan nasibnya kepada Allah. Beberapa orang Quraisy datang
menaiki gua itu, tetapi salah seorang itu turun lagi.
Kenapa tidak menjenguk ke dalam gua ? tanya kawan-kawannya.

Ada sarang laba-laba ditempat itu, yang memang sudah ada sejak sebelum
Muhammad lahir, jawabannya, dan saya melihat ada dua ekor burung dari hutan
di lubang gua itu. Jadi saya tahu tak ada orang di sana.
Akan tetapi mereka tidak menyangka kalau di dalam gua itu ada orangnya. Setelah
3 hari 3 malam di Gua Sur dan telah merasa aman, keluarlah beliau untuk
melanjutkan perjalanannya menuju Madinah. Inilah peristiwa hijrah Nabi yang
paling besejarah. Atas usul Umar bin Khattab peristiwa tersebut dijadikan awal
tahun hijrah dalam Islam. Peristiwa ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabiulawal
tahun ke-1 Hijriah atau tanggal 28 Juni 622 Masehi.
F. Peristiwa Hijrah
Selama ini Nabi dengan segala kesungguhan terus berdakwa bagi tersebarnya
Islam. Para keluarganya, baik yang telah masuk Islam maupun yang masih tetap
kafir, selalu membela, sekalipun mereka harus berhadapan dengan beragam
tantangan yang sangat keras. Ketika tahun kesepuluh dari ayat pertama turun
kepadanya berlalu beliau harus menerima kenyataan walau pahit dirasakan, yakni
paman beliau yang selama ini melindungi, Abu Thalib, wafat. Dia wafat dalam
keadaan kafir sekalipun ia membenarkan kerasulan beliau dan selalu membelanya.
Hal ini ditempuhnya karena takut dipermalukan dan dicaci bila ia meninggalkan
jejak dan pusaka nenek monyangnya.
Kemudian sesudah Abu Thalib wafat Khadijah pun wafat pula. Keduanya wafat
kurang lebih tiga tahun sebelum beliau hijrah. Dengan demikian, Rasulullah s.a.w.
kehilangan dua orang yang selama ini besar sekali pertolongannya. Kini
keberadaan beliau di Mekkah menjadi penuh dengan bahaya.
Beliau telah 13 tahun menyiarkan agama Islam di Makkah. Semakin hari
bertambah banyak pengikutnya walaupun mendapat tantangan dan hambatan dari
kafir Quraisy.
Melihat kenyaatan itu, orang-orang Islam di Madinah meminta kepada Nabi
Muhammad dan pengikutnya segera hijrah ke Madinah. Pada mulanya Nabi belum
menerima usul tersebeut. Beliau khawatir di Madinah nanti mereka akan
mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami di Makkah. Tetapi karena
berulang kali desakan dan permintaan itu diajukan kepada beliau, akhirnya beliau
memutuskan untuk melakukan hijrah ke Madinah. Hal itu karena adanya jaminan
yang termuat dalam perjanjian Aqabah kesatu dan Aqabah kedua. Perjanjian itu
berisi jaminan kaum muslimin Madinah untuk menjamin keselamatan Nabi dan
para pengikutnya bila hijrah ke Madinah.
Menjelang beliau hijrah ke Madinah, orang-orang kafir Quraisy telah sepakat dan
memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad s.a.w. Untuk itu mereka memilih
pemuda-pemuda yang berani dan kuat. Akhirnya, terpilihlah 12 pemuda yang
mewakili setiap suku yang ada di Makkah. Para pemuda tersebut harus mengepung

rumah Nabi pada malam hari. Pembunuhan itu harus dilakukan pada waktu subuh
ketika Nabi menuju ke masjid.
Akan tetapi rencana mereka tidak berhasil karena Allah s.w.t melindungi dan
menyelamatkan Nabi Muhammad s.a.w. Pada malam itu, turunlah wahyu Allah
agar Nabi hijrah ke Madinah. Perintah itu dilaksanakan pada malam hari itu juga.
Ketika Nabi akan hijrah ke Madinah tidak ada yang diberi tahu, kecuali sahabat
Abu Bakar dan beberapa keluarga terdekatnya. Berangkatlah Nabi dan Abu Bakar
pada malam hari menuju Madinah. Hijrahnya kaum muslimin itu dilakukan dengan
diam-diam dan secara rahasia. Umar bin Khattab yang berani berangkat dengan
terang-terangan, bahkan memberitahukan kepada kafir Quraisy. Orang yang berani
menghalangi keberangkatannya dan kaum muslimin, pasti akan berhadapan dengan
pedang Umar bin Khattab.
Ada cerita menarik dari peristiwa hijrah pada saat Nabi Muhammad keluar dari
rumahnya.
Sebelum Nabi Muhammad saw keluar rumah, kemenakan Nabi, Ali bin Abi talib,
disuyruh tidur ditempat pembarinagan beliau dengan memakai selimut. Kemudian
Nabi pergi kerumah Abu Bakar untuk mengajaknya hijrah ke Madinah.
Saat terbangun para pemuda masih yakin bahwa beliau masih tidur. Sebelum
menuju Madinah beliau dan Abu Bakar berhenti di Gua Sur.
Semenatara Abu Bakar menyuruh anaknya, Abdullah, agar menemuinya dimalam
hari untuk memberitahukan reaksi masyarakat disiang hari perihal mereka berdua.
Begitu juga ia menyuruh Amir bin Fuhairah agar menggembalakan kambing
dising harinya untuk menghilangkan jejak kaki mereka berdua sedang pada petang
harinya supaya menemui mereka berdua di gua tersebut. Sementara Asma binyi
Abu Bakar disuruh agar mengantarkan makanan kepada mereka berdua pada
petang hari.
Nabi Muhammad s.a.w dan Abu Bakar merasa khawatir kalau-kalau kafir Quraisy
berhasil menyakiti mereka berdua, hanya saja perasaan tersebut dapat ditepis
dengan kesabaran.
Pada waktu Nabi keluar dari Mekkah untuk hijrah Madinah (Yatsrib), orang-orang
kafir Quraisy mebuat seyembara dengan imbalan seratus unta bagi orang yang
dapat menunjukkan di mana Muhammad berada atau dapat membawa pulang
Muhammad ke Makkah.
Para ahli geografi Arab telah menggabarkan kondisi tanah anatara Makkah dan
Madinah. Kondisi tanahnya sukar dilalui berbahaya, karena tidak ditemukan mata
air dan tumbuh-tumbuhan yang dapat menolong para musafir saat melakukan
perjalanan. Jalan menuju Madinah dan Makkah atau sebaliknya hanya dapat
ditempuh melalui dua jalur :pertama, melalui arah timur yang bersebelahan dengan
negeri Nejed. Kedua, melalui arah barat yang bersebelahan dengan pantai laut
merah. Kemudian penunjuk jalan telah memilih jalur kedua. Hanya saja dia tidak

menyelusuri seperti pengguna jalan ini sepenuhnya, melainkan berbelok-belok ke


sana kemari karena menghindarkan diri (agar jejaknya tidak dapat ditelusuri) dari
kejaran orang-orang Quraisy dan orang yang berharap dapat memperoleh hadiah
yang telah dijanjikan kepada siapa yang berhasil membawa pulang Rasulullah ke
Makkah.
Para pemuda pilihan yang diberi tugas membunuh Nabi itu, sampai juga ditempat
persembunyian beliau. Akan tetapi mereka tidak menyangka kalau di dalam gua itu
ada orangnya. Setelah 3 hari 3 malam di Gua Sur dan telah merasa aman, keluarlah
beliau untuk melanjutkan perjalanannya menuju Madinah. Inilah peristiwa hijrah
Nabi yang paling besejarah. Atas usul Umar bin Khattab peristiwa tersebut
dijadikan awal tahun hijrah dalam Islam. Peristiwa ini bertepatan dengan tanggal
12 Rabiulawal tahun ke-1 Hijriah atau tanggal 28 Juni 622 Masehi.
Hijrah Nabi Muhammad s.a.w ke Madinah ini terjadi setelah 13 tahun beliau
menyiarkan Islam di Makkah. Disamaping itu, berhijrah dilakukan atas permintaan
dan harapan kaum muslimin Madinah yang ingin menolong dan melindungi Nabi
serta para pengikutnya dari musuh-musuhnya. Hal ini lebih dipertegas dengan
perintah Allah agar segera berhijrah malam itu juga ketika rumah Nabi dikepung
oleh pemuda-pemuda kaum Quraisy. Kedatangan Nabi dan para pengikutnya
sangat diharapkan oleh kaum Muslim di Madinah. Sejak mendengar Nabi akan
pindah ke Madinah, mereka khawatir bila beliau dan pengikutnya mendapat
gangguan dalam perjalanannya.
Sebelum memasuki kota madinah, Nabi Muhammad s.a.w beristirahat disebuah
desa bernama Quba. Maka didesa itulah beliau mendirikan masjid yang pertama
kali dan diberi nama Masjid Quba.
Setelah Nabi Muhammad s.a.w memasuki kota Madinah, kaum muslim Madinah
menyambutnya dengan gembira dan senang hati. Kaum muslim Madinah
mengharapkan agar beliau dapat singgah dan tinggal dirumah mereka. Akan tetapi
Nabi tetap berada diatas punggung unta, sebelum para pengikutnya mendapat
tempat tinggal. Beliau akan turun dan tinggal ditempat untanya berhenti.
Akhirnya unta itu berhenti di depan rumah seorang yang miskin bernama Abu
Ayub Al Ansari. Disitulah Nabi Muhammad saw tinggal untuk sementara.
Kemudian setelah beberapa lama tinggal di Madinah beliau mendirikan Masjid
Nabawi. Disekitar masjid itulah beliau bertempat tinggal sampai akhir hayatnya.
Dikota Madinah inilah Nabi Muhammad s.a.w dapat menyiarkan Islam dengan
leluasa. Hal ini karena tidak ada lagi yang menghalangi dan memusuhi beliau
seperti dikota Makkah. Sebab-sebab lain Islam dapat berkembang dengan baik di
Madinah adalah mendapat dukungan dan pertolongan dari muslim Madinah.
Orang-orang yang mnegikuti Nabi Muhammad s.a.w hijrah dari Mekkah ke
Madinah disebut Muhajirin. Muhajirin artinya orang-orang yang berhijrah,

sedangkan orang-orang yang menyambutnya dan menolong kaum muslimin dari


Mekkah ke Madinah disebut Ansar
Sebab-sebab yang mendorong Nabi Muhammad s.a.w melakukan hijrah anatara
lain sebagai berikut.
1. Nabi Muhammad s.a.w ingin mengembangkan ajara Islam.
2. Karena menghadapi tekanan dan kekejaman kafir Quraisy terhadap Nabi dan
para pengikutnya.
3. Nabi Muhammad s.a.w ingin mengetahui bahwa ditempat yang dituju, Islam
akan lebih mudah berkembang dan diterima oleh umatnya.
4. Adanya perjanjian Aqabah kesatu dan kedua yang berisi antara lain, suku
Khazraj dan Aus akan menjaga keselamatan Nabi dan para pengikutnya.

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Telah dijelaskan di muka, bahwa waktu Muhammad lahir keadaan Makkah
sudah tercemar oleh kebejatan moral penduduknya, dan Muhammad merasa
bertanggung jawab dengan keadaan umat yang yang terbelenggu nuraninya itu.
Menjelang, kerasulannya Muhammad sering melakukan uzlah, dengan tujuan
memeperoleh petunjuk dari Allah untuk kebaik Muhammad melakukan uzlah
karena keadaan masyarakat yang demikian rusak.
Beliau melakukan uzlah dengan tujuan seperti berikut ini:
1. Menenangkan fikiran dari keramaian.
2. Memohon petunjuk dari Allah.
3. Mencari kebenaran yang hakiki.
Menjelang datangnya wahyu, Muhamad semakin sering pergi ke Gua Hira yang
tempatnya di Jabal Nur. Seolah ada kekuatan lain yang mendorong semangat
Muhammad untuk pergi ke tempat itu.
Pada hari Senin tanggal 17 Ramadhan tahun ke-4 dari kelahiran Muhammad,
bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi datanglah orang yang berpakian
serba putih. Orang itu ternyata Malaikat Jibril yang membawa wahyu pertama,
tentang kebenaran yang selama ini dicari-cari oleh Muhammad.
Menjelang datangnya wahyu, Muhamad semakin sering pergi ke Gua Hira yang
tempatnya di Jabal Nur. Seolah ada kekuatan lain yang mendorong semangat
Muhammad untuk pergi ke tempat itu.

Pada hari Senin tanggal 17 Ramadhan tahun ke-4 dari kelahiran Muhammad,
bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi datanglah orang yang berpakian
serba putih. Orang itu ternyata Malaikat Jibril yang membawa wahyu pertama,
tentang kebenaran yang selama ini dicari-cari oleh Muhammad.
Hijrah pertama dilakukan ke negeri Habsy (Ethiopia) pada 615 M, atau tahun ke-5
dari kenabian. Rasul menyuruh umatnya hijrah ke Habsy karena negeri itu ada
seorang raja yang beragama Nasrani.
Rencana Quraisy akan membunuh Muhammad pada malam hari karena
dikhawatirkan akan hijrah ke Madinah dan memperkuat diri disana serta segala
bencana yang mungkin menimpa perdagangan mereka dengan Syam sebagai
akibatnya, beritanya sudah sampai kepada Muhammad.
Nabi Muhammad saw adalah rasulullah, semua perilakunya berdasarkan pada
wahyu. Apapun yang terjadi, diterima sebagai resiko penegak kebenaran, sekalipun
siksaan terhadap para sahabat, boikot yang bertahun-tahun dan sulitnya
perkembangan Islam.
B. Saran
Semoga makalah ini berguna bagi pembaca terkhusus untuk penulis sendiri.
Untuk itu kritik dan saran dari pembaca sanagat penulis harapan guna paerbaikan
makalah dimana yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Bahreisy, Salim. 1982 Sejarah Nabi-Nabi, (Qisasul Anbiya). Surabaya: PT Binu
Ilmu.
Departemen Agama RI. 2005. Al-Quran dan Terjemahannya. Bandung: CP
Penerbit di Ponegoro

Funun , (Lebisk dan London) tahun 1835-1858


Haekal, Husain Muhammad. 2005 Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: P.T.
Tintamas Indonesia
Haekal, Husain Muhammad. 2011 Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: P.T.
Tintamas Indonesia.
Hasan, Ibrahim. 2002 Sejarah dan Kebudayaan Isalm. Jakarta: Kalam Mulia.
Hasim, 1975 Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Kasyf Azh Zhunun, An Asami Al Kutub Wa Wa.
Sjalabi, A. 1960 Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jogjakarta
Wahid, Achmadi. Dk 2008 Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: P.T.Pustaka
Insani Madani.
http://superiandriyan.blogspot.com/2013/02/bab-i-pendahuluan-a.html

Kisah diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul


Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan
berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan
memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau
menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat AlAlaq ayat 1-5.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata
"Bacalah". Jawab Nabi "Aku tidak dapat membaca" Lantas Malaikat memegangi dan merangkul
Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi "Bacalah". Jawab Nabi"Aku tidak
bisa membaca". Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya
sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat AlAlaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah
(isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir
akan keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi.
Waraqah menanggapi "Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah
kepadanya, agar dia
berteguh hati.
1. Dakwah Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir
tiba-tiba terdengan suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau
menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya. Dalam keadaan
berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir (QS 74
ayat 1-7).
Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam
dan
mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.
Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi
Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau dakwah secara sembunyisembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau seorang demi seorang
masuk Islam.
Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah:
a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)
Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:
a). Utsman Bin Affan
b). Zubair Bin Awwam

c). Saad Bin Abi Waqqash


d). Abdurahman Bin Auf
e). Thalhah Bin "Ubaidillah
f). Abu Ubaidillah Bin Jarrah
g). Arqam Bin Abil Arqam
h). Fatimah Binti Khathab
Mereka itu diberi gelar "As-Saabiqunal Awwaluun" Artinya orang-orang yang terdahulu dan
yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah
SAW di
rumah Arqam Bin Abil Arqam.
Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan
Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu rumah ke
rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94). Artinya"Maka sampaikanlah
secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari
orang-orang musyrik (QS Al Hijr : 15). Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan
dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam
menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin
meluas dan pengikutnya
semakin bertambah.
Tanggapan orang-orang QuraisyOrang-orang quraisy marah dan melarang penyiaran islam
bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan
hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan
tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan al-Qur'an dan memberikan tawaran bergantian dalam
penyembahan.
Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan
untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga
Islam meluas dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat "Amul Khuzni"artinya tahun
duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga wafat) serta umat
Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril
untuk Isra' Mi'raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan dari
Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT untuk menerima
perintah shalat lima
waktu.
2. Peristiwa besar sebelum diangkat menjadi rasul
A.Pembelahan Dada
Terjadi ketika Muhammad berusia 4 atau 5 tahun. Dua malaikat mendatangi Muhammad dan
melakukan pembelahan dada untuk membersihkannya dari penyakit hati.
B.Perjalanan bisnis ke manca negara
Abu thalib akan mengadakan perjalanan ke Syam untuk berdagang, saat itu nabi 12 tahun.
Mengingat sulitnya
medan yaitu padang pasir, tak pernah terpikirkan untuk mengajak Muhammmad. Tapi
Muhammad dengan ikhlas ingin menemani pamannya. Dalam buku-buku riwayat diceritakan
bahwa perjalanan ke Syam inilah , Muhammad bertemu rahib Bahira. Rahib Bahira melihat

tanda -tanda kenabian sesuai petunjuk cerita-cerita Kristen


C. Perang Fijar
Rasulullah mendapat pengalaman kemiliteran pertama usia 15 tahun. Perang Fijar terjadi antara
Bani Quraisy, Bani Kinanah dan Bani Qais Ailan. Perang terjadi karena pelanggaran terhadap
kesucian tanah haram dan bulan-bulan suci. Perang Fijar ada empat. Perang Fijar yang diikuti
Rasulullah adalah perang fijar keempat, Perang fijar antara Bani Quraisy bersama Bani Kinanah
berhadapan dengan Bani Qais Ailan
D.Hilf'l Fudzul
beliau sudah mengikuti rapat politik pada usia belia . Perjanjian ini merupakan momentum
penguat persaudaraan di antara kabilah. salah satu bentuk nota kesepahaman adalah tak
seorangpun dari penduduk Mekkah dan lainnya.yang dibiarkan teraniaya. Siapa yang teraniaya
mereka sepakat untuk berdiri di sampingnya. Barangsiapa yang zalim, kezaliman akan berbalik
kearahnya.
E.Penengah sengketa kabah
Peristiwa ini terjadi saat kabilah Arab bersama-sama merenovasi ka'bah. Sengketa terjadi saat
penentuan peletakan Hajar Aswad. Akhirnya Muhammad datang membawa solusi yang
memuaskan semua kabilah
F.Menikah dengan Siti Khadijah
Sebelum menikah , Muhammad menjalankan perdagangan Khadijah. Muhammad mahir
berdagang. Kejujuran
dan budinya membuat Khadijah, wanita pedagang kaya raya dan dihormati di Makkah jatuh hati
Menikah dengan Khadijah adalah karunia luar biasa. Di saat orang-orang mengingkarinya,
Khadijah
mengimani, menjunjung dan memberi support . Begitu pula Khadijah, dia memperoleh anugrah
terbesar dalam hidupnya. Saat pernikahan Muhammad berusia 25 tahun, Khadijah 40 tahun. Mas
kawin Muhammad untuk menikahi Khadijah adalah 20 ekor unta. Satu harga yang sangat
prestisius bagi seorang pemuda.

Pilihan Allah :
Pada awal tahun menginjak usia 40 tahun, Rasulullah sering menyendiri di gua Hira untuk
beribadah, bertahanuts {menyendiri} dan memikirkan kondisi kejahiliyahan masyarakat kala itu.
Lalu Jibril datang dengan membawa wahyu yang dibebankan pada beliau untuk disampaikan
pada umatnya, Ia telah diangkat Allah menjadi Rasul.
Babak baru dakwah dimulai. Dengan keimanan dan keikhlasan yang tinggi Rasulullah memulai
dakwahnya sembunyi-sembunyi. Orang pertama mengimani beliau adalah istrinya. lalu ali bin
Abi thalib, Abu bakar, Usman Bin Affan, Abdurrahman Bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa'ad bin
Abi waqash dan Zubair bin Awam. Lalu Abu Ubaidah bin Al Jarah. Karena permusuhan yang
sangat keras dari kafir Quraiys, dakwah kaum muslim dilakukan dengan sembunyi. Jika ingin
shalat mereka pergi ke celah-celah gunung di Makkah. Keadaan ini berjalan selama 3 tahun.
Sementara itu Islam semakin meluas di kalangan penduduk Mekkah.
Dakwah berkembang , dari sembunyi-sembunyi menjadi terang--terangan QS Al Hijr : 94.
3.Ujian untuk Rasulullah :

1. Ejekan , penghinaan dan pelecehan terhadap ajaran Rasulullah


2. Propaganda, Black campaign terhadap Islam dan pengikutnya
3. Melawan Al Qur'an dengan dongeng-dongeng palsu
4. tawaran -tawaran keduniawian
5. Tekanan psikologis sampai dengan tribulasi. Puncaknya kaum Muslimin terpaksa hijrah ke
Madinah
6. Pemboikotan oleh seluruh kabilah arab terhadap kaum Muslim, bani Hasyim dan bani Tamim
7. Meninggalnya dua mutiara , pamannya Abu Thalib dan Khadijah istrinya
8. Dipukuli dan dilempari batu hingga berdarah saat berdakwah di Thaif.
Setelah beberapa ujian ini berlalu, lalu Allah menghiburnya dengan perintah Isra' Mi,raj sampai
ke Sidratul Muntaha.
Nabi wafat di usia 63 tahun. Sebagian besar menyebutkan beliau meninggal pada tgl 12 Robiul
awal 11 Hijriyah atau 9 juni 632 M.

Diangkat Menjadi Rasul

Hira, tempat diturunkannya kalimat Tuhan Yang Maha Sakti, kalimat


yang membuat iblis berputus asa untuk menyesatkan manusia, kalimat yang dengannya alam semesta
berguncang. Al-Quran, susunan kalimatnya yang mengandung makna yang banyak telah membuat
tercengang manusia-manusia manapun di jagat raya, yang mengakui kebenarannya, akan mengikutinya,
sedangkan yang tidak mengakuinya harus tunduk atas kebenarannya, dan bagi mereka yang menolak,
dengan cara apapun akan sia-sia, dan celaka. Jibril (Ruh Al-Qudus) diutus Tuhan semesta Alam, Sang
Pemilik Konsep, untuk menyampaikan kalimat-Nya secara berangsur-angsur kepada Al-amin yang
berada di Gunung Hira. Al-Amin telah mempersiapkan dirinya selama empat puluh tahun untuk
memikul tugas yang maha berat ini, Jibril datang kepadanya dengan membawa beberapa kalimat dari
Tuhannya. Ialah kalimat pertama yang dikemukakan dalam Al-quran sebagai berikut
Bacalah dengan [ menyebut] nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Paling Pemurah. Yang mengajari
[manusia]

dengan

perantaraan

kalam. Dia

mengajarkan

kepada

manusia

apa

yang

tidak

diketahuinya.
Ayat ini dengan tegas menyatakan tentang program Nabi, dan menyatakan dalam istilah-istilah
jelas bahwa fondasi agamanya diberikan dengan pengkajian, pengetahuan, kebijaksanaan, dan
penggunaan pena.

Muhammad, pembawa berita bahagia, ancaman, dan perintah merupakan manusia teladan
sepanjang masa, ia adalah manusia dalam wujud Ilahiah, utusan Tuhan yang kepadanya ummat
manusia memohonkan syafaat. Tidak satupun mahkluq yang mencapai kesempurnaan yang
dicapai Muhammad, sejak kecil ia telah memperlihatkan ketulusan, kejujuran, manusia yang
seumur hidupnya tidak pernah berbohong, yang tidak pernah menghianati janji, dan sayang
kepada yang miskin.
Malaikat Jibril menyelesaikan tugasnya menyampaikan wahyu itu, dan Muhammad pun turun
dari Gua Hira menuju rumah Khodijah. Jiwa agung Nabi disinari cahaya wahyu. Beliau
merekam di hatinya apa yang didengarnya dari malaikat Jibril. Setelah kejadian ini, Jibril
menyapanya,Wahai Muhammad! Engkau Rosul Allah dan aku Jibril. Muhammad
menerima kalimat Tuhannya secara bertahap, secara berangsur-angsur, fakta sejarah mengakui
bahwa di antara wanita, Khodijah adalah wanita yang pertama memeluk Islam, dan pria pertama
yang memeluk Islam adalah Ali.
Muhammad mengadakan perjamuan makan dengan kerabatnya, selesai makan, beliau berpaling
kepada para sesepuh keluarganya dan memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan
memaklumkan keesaan-Nya. Lalu beliau berkata, Sesungguhnya, pemandu suatu kaum tak

pernah berdusta kepada kaumnya. Saya bersumpah demi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya
bahwa saya diutus oleh Dia sebagai Rosul-Nya, khususnya kepada Anda sekalian dan umumnya
kepada seluruh penghuni dunia. Wahai kerabat saya! Anda sekalian akan mati. Sesudah itu,
seperti Anda tidur, Anda akan dihidupkan kembali dan akan menerima pahala menurut amal
Anda. Imbalannya adalah surga Allah yang abadi (bagi orang lurus) dan neraka-Nya yang
kekal(bagi orang yang berbuat jahat). Lalu beliau menambahkan, Tak ada manusia yang
pernah membawa kebaikan untuk kaumnya ketimbang apa yang saya bawakan untuk Anda. Saya
membawakan kepada Anda rahmat dunia maupun Akhirat. Tuhan saya memerintahkan kepada
saya untuk mengajak Anda kepada-Nya. Siapakah diantara Anda sekalian yang akan menjadi
pendukung saya sehingga ia akan menjadi saudara, washi (penerima wasiat), dan khalifah
(pengganti) saya?.
Ketika pidato Nabi mencapai poin ini, kebisuan total melanda pertemuan itu. Ali, remaja
berusia lima belas tahun, memecahkan kebisuan itu. Ia bangkit seraya berkata dengan
mantap, Wahai Nabi Allah, saya siap mendukung Anda. Nabi menyuruhnya duduk. Nabi
mengulang tiga kali ucapannya, tapi tak ada yang menyambut kecuali Ali yang terus
melontarkan jawaban yang sama. Beliau lalu berpaling kepada kerabatnya seraya berkata,
Pemuda ini adalah saudara, washi, dan khalifah saya diantara kalian. Dengarkanlah kata-katanya
dan ikuti dia".
Pemakluman khilafah (imamah) Ali di hari-hari awal kenabian Muhammad memperlihatkan
bahwa dua kedudukan ini berkaitan satu sama lain. Ketika Rosulullah diperkenalkan kepada masyarakat,
khalifahnya juga ditunjuk dan diperkenalkan pada hari itu juga. Ini dengan sendirinya menunjukkan
bahwa kenabian dan imamah merupakan dua hal yang tak terpisahkan.
Peristiwa diatas membuktikan heroisme spiritual dan kebenaran Ali. Karena, dalam
pertemuan di mana orang-orang tua dan berpengalaman tenggelam dalam keraguan dan keheranan, ia
menyatakan

dukungan

dan

pengabdian

dengan

keberanian

sempurna

dan

mengungkapkan

permusuhannya terhadap musuh Nabi tanpa menempuh jalan politisi yang mengangkat diri sendiri.
Kendati waktu itu ia yang termuda diantara yang hadir, pergaulannya yang lama dengan Nabi telah
menyiapkan pikirannya untuk menerima kenyataan, sementara para sesepuh bangsa ragu-ragu untuk
menerimanya.
Setelah berdakwah kepada kaum kerabatnya, Nabi berdakwah terang-terangan kepada kaum
Quraisy. Muhammad, berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan, dan keuletan dalam berdakwah terusmenerus dan tidak menghiraukan orang-orang musrik yang terus menghardik dan mengejeknya. Banyak
yang cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan Muhammad, suatu saat Abu Tholib sedang
duduk bersama keponakannya. Juru bicara rombongan yang mendatangi rumah Abu Tholib membuka
pembicaraan dengan berkata, Wahai Abu Tholib! Muhammad mencerai-beraikan barisan kita dan
menciptakan perselisihan diantara kita. Ia merendahkan kita dan mencemooh kita dan berhala kita. Jika
ia melakukan itu karena kemiskinan dan kepapaannya, kami siap menyerahkan harta berlimpah
kepadanya. Jika ia menginginkan kedudukan, kami siap menerimanya sebagai penguasa kami dan kami
akan mengikuti perintahnya. Bila ia sakit dan membutuhkan pengobatan, kami akan membawakan tabib
ahli untuk merawatnya.
Abu Tholib berpaling kepada Nabi seraya berkata, Para sesepuh anda datang untuk
meminta Anda berhenti mengkritik berhala supaya mereka pun tidak mengganggu Anda. Nabi

menjawab, Saya tidak menginginkan apa pun dari mereka. Bertentangan dengan empat tawaran itu,
mereka harus menerima satu kata dari saya, yang dengan itu mereka dapat memerintah bangsa Arab
dan menjadikan bangsa Ajam sebagai pengikut mereka. Abu Jahal bangkit sambil berkata, Kami
siap sepuluh kali untuk mendengarnya. Nabi menjawab, Kalian harus mengakui keesaan
Tuhan. Kata-kata tak terduga dari Nabi ini laksana air dingin ditumpahkan ke ceret panas. Mereka
demikian heran, kecewa, dan putus asa sehingga serentak mereka berkata, Haruskah kita
mengabaikan 360 Tuhan dan menyembah kepada satu Allah saja?
Orang Quraisy meninggalkan rumah Abu Tholib dengan wajah dan mata terbakar kemarahan.
Mereka terus memikirkan cara untuk mencapai tujuan mereka. Dalam ayat berikut, kejadian itu dikatakan,
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan
mereka; dan orang-orang kafir berkata,Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa
ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang
sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka [seraya berkata], Pergilah
kamu dan tetaplah [menyembah] tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang
dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir ini; ini(mengesakan Allah)
tidak lain kecuali dusta yang diada-adakan.
Banyak sekali contoh penganiayaan dan penyiksaan kaum Quraisy, Tiap hari nabi menghadapi
penganiayaan baru. Misalnya, suatu hari Uqbah bin Abi Muith melihat Nabi bertawaf, lalu
menyiksanya. Ia menjerat leher Nabi dengan serbannya dan menyeret beliau ke luar masjid. Beberapa
orang datang membebaskan Nabi karena takut kepada Bani Hasyim. Dan masih banyak lagi. Nabi
menyadari dan prihatin terhadap kondisi kaum Muslim. Kendati beliau mendapat dukungan dan lindungan
Bani Hasyim, kebanyakan pengikutnya budak wanita dan pria serta beberapa orang tak terlindung.
Para pemimpin Quraisy menganiaya orang-orang ini terus-menerus , para pemimpin terkemuka berbagai
suku menyiksa anggota suku mereka sendiri yang memeluk Islam. Maka ketika para sahabatnya
meminta nasihatnya menyangkut hijrah, Nabi menjawab, Ke Etiopia akan lebih mantap.
Penguasanya kuat dan adil, dan tak ada orang yang ditindas di sana. Tanah negeri itu baik dan bersih,
dan Anda boleh tinggal di sana sampai Allah menolong Anda.
Pasukan Syirik Quraisy kehabisan akal untuk menghancurkan Muhammad, maka mereka
melakukan propaganda anti Muhammad, diantaranya mereka memfitnah Nabi, Bersikeras menjuluki Nabi
Gila, larangan mendengarkan Al-Quran, menghalangi orang masuk Islam, sehingga Allah
mengabadikan perkataan orang-orang keji ini dan menunjukkan sesatnya perkataan mereka, dalam AlQuran Allah berfirman
Demikianlah, tiada seorang rosul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum
mereka selain mengatakan, Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka
saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu ? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui
batas.
Kaum Quraisy pun gagal melakukan berbagai macam cara untuk menghalangi usaha
Muhammad, dan menghalangi orang-orang untuk mengikuti agama Tuhan Yang Esa. Mereka pun
melakukan Blokade ekonomi yang membuat banyak kaum muslim, terutama kaum wanita dan anak-anak

kelaparan. Nabi dan para pengikutnya masuk ke Syiib Abu Tholib, yang diikuti pendamping
hidupnya, Khodijah, dengan membawa serta Fatimah AS. Orang-orang Quraisy mengepung mereka di
Syiib itu selama tiga tahun. Dan akhirnya tahun-tahun blokade itu pun berakhir. Dan keluarlah sang
bintang bersama keluarga dan sahabatnya dari pengepungan. Allah telah menetapkan kemenangan bagi
mereka, dan Khodijah pun berhasil pula keluar dari pengepungan dalam keadaan amat berat dan
menderita, Beliau telah hidup dengan kehidupan yang menjadi teladan Istimewa bagi kalangan kaum
wanita. Ajal Khodijah sudah dekat. Allah telah memilihnya untuk mendampingi Rosulullah Saww., dan dia
telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. Khodijah akhirnya meninggal pada tahun itu juga. Yakni,
pada saat kaum Muslim keluar dari blokade orang-orang Quraisy, tahun kesepuluh sesudah Kenabian.
Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung
dakwa Muhammad. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah,
dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan
Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rosul yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum
kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya.
Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya,
berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada
ayahandanya, Ayah, kemana Ibu? Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh,
dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya.
Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu Muhammad, akhirnya
Muhammad berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Nabi ke Yastrib, merupakan momen awal dari
lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi. Di
bulan Robiul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang
tertinggal di Mekah kecuali Nabi, Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau
karena sakit,dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh
Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak
dapat menuntut balas atas kematian Muhammad. Orang-orang ini memang bodoh, mereka mengira
Muhammad dapat dihancurkan hanya dengan cara seperti ini, seperti urusan duniawi mereka. Jibril
datang memberitahu Nabi tentang rencana kejam kaum kafir itu. Al-Quran merujuk pada kejadian itu
dengan kata-kata,
Dan [ingatlah] ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu
untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu
daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
Ali berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Nabi,
sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani
mengorbankan nyawanya untuk sang Nabi, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama
beriman kepada Nabi, dialah orang yang rela berkorban untuk Nabi, Ali, sekali lagi Ali. Kepadanya
Nabi berkata,Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang
biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya. Saya harus berhijrah ke

Yastrib. Ali menempati ranjang Nabi sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang
mengepung rumah nabi dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti
biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Nabi.

- See more at: http://belajarbarengimam.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-diangkatnya-nabimuhammad.html#sthash.Ml0DP9ym.dpuf

SEJARAH SINGKAT NABI MUHAMMAD SAW

Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, Nabi Muhammad SAW
lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April
571 M, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63
tahun. Muhammad lahir sudah yatim karena saat nabi Muhammad SAW masih
dalam kandungan ayahnya sudah meninggal dunia. Nabi terlahir dari keluarga
bangsawan Bani Quraisy. dengan nama lengkap Muhammad bin Abdullh ia
merupakan seorang pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim
sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir. Kedua kota tersebut terletak di daerah
Hijazh, Arab Saudi. Nabi Muhammad haram digambarkan dalam bentuk patung,
kartun ataupun gambar ilustrasi.
Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling
berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satusatunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual
maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola
bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh
sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan
dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu
merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.

Berikut kami sampaikan sejarah Nabi kita Nabi Muhammad SAW secara singkatnya
diambil dari
berbagai sumber.
Masa Kelahiran Nabi Muhammad
Di Zaman sebelum kelahiran Nabi Muhammad, ada hal-hal yang terlihat berbeda
bila dibandingkan dengan setelah kelahirannya. kemudian ditandai pula dengan
perisitiwa yang luar biasa terjadi pada

saat waktu-waktu kelahiran dari Muhammad. Itulah salah satu point dari
keistimewanya beliau.
1. Kebiasaan Masa Jahiliyah
Pada zaman kelahiran nabi Muhammad SAW masyarakat Makkah mempunyai
kebiasaan jahiliyah yaitu kebiasaan menyembah patung atau berhala. Jahiliyah
artinya zaman kebodohan. Yang disembah bukan Allah tetapi patung atau berhala
dan kebiasaannya sangat buruk yaitu mabuk, berjudi, maksiat dan merendahkan
derajat wanita. Mereka hidup berpindah-pindah dan terpecah dalam suku-suku yang
disebut kabilah. Hidup serba bebas tidak ada aturan dalam bermasyarakat.
Sehingga kehidupan
sangat kacau balau.
2. Peristiwa 'Tahun Gajah'
Pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW terdapat kejadian yang luar biasa yaitu
ada serombongan pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah (Gubernur kerajaan
Habsyi di Yaman) hendak menghancurkan Kakbah karena negeri Makkah semakin
ramai dan bangsa Quraisy semakin terhormat dan setiap tahunnya selalu padat
umat manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah iri dan Abrahah berusaha
membelokkan umat manusia agar tidak lagi ke Makkah. Abrahah mendirikan gereja
besar di Shan'a yang bernama Al-Qulles. Namun tak seorang pun mau datang ke
gereja Al Qulles itu. Abrahah marah besar dan akhirnya mengerahkan tentara
bergajah untuk menyerang Kakbah. Didekat Makkah pasukan bergajah merampas
harta benda penduduk termasuk 100 ekor Unta Abdul Muthalib
Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan utusan Abrahah supaya
menghadap ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya
untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama penduduk dan Abdul
Munthalib berdo'a kepada Allah supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan leluasa masuk Makkah dan siap
untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung Ababil untuk membawa
kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masingmasing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa
ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan
bergajah hancur lebur mendapat adzab dari Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama Muhammad dari pasangan Abdullah dan
Aminah. Peristiwa ini yang menandai tahun kelahiran Muhammad yang pada
akhirnya disebut dengan Tahun
Gajah.
3. Alasan dan Arti Nama "Muhammad" diberikan.
Nama ini diberikan oleh kakeknya Abdul Muthalib yang saat itu nama ini terdengar
asing di kalangan Bani Quraisy. arti dari Muhammad adalah Orang yang terpuji.
Alasan kakeknya memberikan nama ini tentu dengan harapan kelak orang - orang

banyak akan memuliakan dan memuji Muhammad dan selalu berada didalam
kemuliaan.
Kata Muhammad apabila kita renungkan lebih dalam lagi dapat diartikan secara
lahiriah maupun secara batiniah, yaitu :
Pertama, Muhammad secara lahiriah adalah menunjuk kepada satu sosok seorang
manusia biasa yang mempunyai sifat terpuji dan diutus oleh Allah untuk
menyampaikan seruan atau ajaran Tauhid kepada seluruh umat manusia.
Katakanlah : sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia biasa seperti kamu,
yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan
yang Maha Esa. (QS Al Kahfi 18 : 110).
Kedua, Muhammad secara batiniah adalah suatu anasir Yang Bersifat Terpuji, yang
telah dimiliki oleh setiap manusia tanpa kecuali. Tetapi yang sangat disayangkan
adalah bahwa tidak semua umat manusia yang menyadari keberadaan anasir
tersebut, apalagi menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga
tidaklah mengherankan apabila banyak orang yang mengaku umat Muhammad
atau umat yang sangat terpuji, justru banyak melakukan perbuatan tercela. Hal ini
diakibatkan karena mereka belum dapat meneyerap Muhammad dalam arti nilainilai keterpujian, di setiap aktivitas hidupnya dalam bermasyarakat. Padahal setiap
harinya mereka selalu mengatakan : Aku telah menyaksikan bahwa tiada Tuhan
kecuali Allah dan aku telah menyaksikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.
Kalimat Syahadat tersebut mempunyai makna yang sangat dalam sekali, yaitu
saksinya seorang pesaksi yang menyaksikan kepada siapa dia bersaksi. Secara
hakikat, makna simbolis dari wa asyhadu an la Muhammad Rasulullah adalah
sebuah pengakuan bahwa setiap diri telah ditempati oleh anasir Terpuji yaitu Nur
Muhammad, yang harus diimani dan diikuti sesuai dengan firman Allah dalam Al
Quran dan juga sabda Nabi Muhammad SAW :
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam dirimu ada Rasulullah (QS Al
Hujurot 49 : 7).
Masa Kanak-kanak Nabi Muhammad SAW
Meski Muhammad adalah Makhluk Allah yang dimuliakan, bahkan sejak dari Ia kecil.
Allah SWT dengan Ar-Rahman Ar-Rahim-Nya memberikan kehidupan kepadanya
layaknya manusia lainnya pada masa itu. Membuat kita sebagai umat dapat
mengikuti panutan kita tanpa ada alasan sulit bahkan tidak mungkin, mengingat
kehidupan yang dijalani oleh Nabi Muhammad adalah jalan kehidupan yang juga
kita alami. Subhanallah.
1. Ibu Susu bagi Muhammad
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila mempunyai bayi, maka bayi
yang baru lahir itu dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat
menghirup udara segar dan bersih serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar
tetap sehat.

Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa
hari saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan
kepada Halimah Sa'diyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.
Semenjak kecil Muhammad memiliki keistimewaan yaitu badannya cepat besar,
umur 5 bulan sudah dapat berjalan dan umur 9 bulan sudah lancar berbicara serta
umur 2 tahun sudah menggembalakan
kambing dan wajahnya memancarkan cahaya.
2. Dibelahnya Dada Muhammad
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh
malaikat Jibril dan menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati
serta segumpal darah dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya
kemudian menata kembali ke tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan
bugar.
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan
mengembalikan Muhammad
ke ibundanya.
3. Sepeninggal Ibunda Muhammad dan Menjadi Yatim - Piatu
Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib
dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan
akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.Nabi
Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat
kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya
ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan
pada usia 8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh
pamannya yang bernama Abu Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th
nabi diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan
pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke
Makkah.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th
nabi diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan
pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke
Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama
Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan
mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan
kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada
usia 25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad
SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang

nabi SAW jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.


Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah.
Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi
agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada
pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad
SAW dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam
perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab,
Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih
kecil dan anak perempuannya yang masih hidup
sampai nabi wafat adalah Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Banyak hikmah yang didapat dan dirasa dari Rasullulah SAW bahkan untuk di
segala aspek kehidupan. Hal ini bukan hanya pada masa dimana ia diangkat
sebagai Rasulullah yang terakhir. Namun sebelum itu, hikmah yang dicurahkan Nabi
Muhammad dalam hal kepemimpinan, budi luhur, jujur yang seharusnya membuat
kita terus berdecak kagum adalah hal patut dan sudah selayaknya
untuk dicontoh dan diamalkan.
1. Peletakkan Hajar Aswad
Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah
dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan
Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki
Kakbah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih
tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini
sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi pertumpahan darah.
Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk
lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua
pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali
masuk pintu masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah
meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujungujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya
Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya
legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki "Al-Amin" yang artinya dapat
dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa,
beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk,
perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya,

terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga
mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi
kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak
menegakkan
kebenaran.
2. Kisah diangkatnya Muhammad SAW sebagai Rasulullah
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan
diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira
beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat
menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan
perantaraan Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil
berkata "Bacalah". Jawab Nabi "Aku tidak dapat membaca" Lantas Malaikat
memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan
berkata lagi "Bacalah". Jawab Nabi"Aku tidak bisa membaca". Lantas Malaikat
memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa
sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq
ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan
menemui Khadijah (isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga
tidak lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami
oleh Nabi. Waraqah menanggapi "Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat
ini, katakanlah kepadanya, agar dia
berteguh hati.
3. Dakwah Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan
khawatir tiba-tiba terdengan suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat
jibril. Beliau menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk
menyelimutinya. Dalam keadaan berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu
yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir (QS 74 ayat 1-7).
Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan
agama Islam dan
mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.
Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi
Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau dakwah secara
sembunyi-sembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau
seorang demi seorang masuk Islam.
Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah:

a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)


b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)
Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:
a). Utsman Bin Affan
b). Zubair Bin Awwam
c). Saad Bin Abi Waqqash
d). Abdurahman Bin Auf
e). Thalhah Bin "Ubaidillah
f). Abu Ubaidillah Bin Jarrah
g). Arqam Bin Abil Arqam
h). Fatimah Binti Khathab
Mereka itu diberi gelar "As-Saabiqunal Awwaluun" Artinya orang-orang yang
terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang
Islam langsung dari Rasulullah SAW di
rumah Arqam Bin Abil Arqam.
Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan
Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu
rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94).
Artinya"Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah
diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (QS Al Hijr :
15). Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terangterangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi
perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam
semakin meluas dan pengikutnya
semakin bertambah.
Tanggapan orang-orang QuraisyOrang-orang quraisy marah dan melarang
penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin
kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar
walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan
al-Qur'an dan memberikan tawaran bergantian dalam penyembahan.
Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk
Agama Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan
Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam meluas dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat "Amul
Khuzni"artinya tahun duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah
(istri nabi juga wafat) serta umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi
Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril untuk Isra' Mi'raj yaitu sebuah perjalanan
dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul

Muntaha untuk menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima
waktu.
4. Haji Wada' Rasulullah SAW
Pada tahun 10 H, nabi Muhammad SAW melaksanakan haji yang terakhir yautu haji
wada'. Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam ibadah haji bersama beliau.
Pada saat wukuf di arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan
umatnya yaitu yang berisi pelarangan melaksanakan penumpahan darah kecuali
dengan cara yang benar, melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang
tidak benar, melarang makan makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya
harus diperlakukan dengan baik, dan umatnya supaya berpegang teguh dengan Al
Qur'an dan sunah Nabi SAW. Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah diungkapkan
bahwa:
" Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku
cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (Q.S. Al
Maidah (5) : 3).
Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi Muhammad SAW telah sempurna. Nabi
Muhammad SAW dakwah selama 23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa kurang
enak badan, badan beliau semakin tambah melemah, beliau menunjuk Abu Bakar
sebagai imam pengganti beliau dalam shalat. Pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun
11 Hijriyah beliu wafat dalam usia 63 tahun.