Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kawasan pertanian di kabupaten wajo merupakan kawasan yang
mempunyai peranan penting dalam struktur pembangunan ekonomi daerah
kabupaten wajo khususnya. kawasan pertanian di kabupaten wajo merupakan
kawasan yang masih belum mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah
dalam pembangunan ekonomi. Meski demikian kawasan pertanian ini merupakan
kawasan yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar
penduduk bergantung pada kawasan pertanian. Perjalanan pembangunan pertanian
di kabupaten wajo sampai saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang
maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada
PDRB.
Pembangunan kawasan pertanian di kabupaten wajo dianggap penting dari
keseluruhan pembangunan daerah tersebut. Ada beberapa hal yang mendasari
mengapa pembangunan kawasan pertanian di kabupaten wajo mempunyai
peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar dan
beragam terhadap PDRB yang cukup besar. Besarnya terhadap kebutuhan
didaerah hinterlannya dibandingkan besarnya penduduk dikabupaten wajo yang
menggantungkan hidupnya pada kawasan pertanian. Perannya dalam penyediaan
pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian
Di kabupaten wajo yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian
besar dari petani masih banyak yang termasuk golongan miskin dan tidak mampu.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang
memberdayakan petani tetapi juga terhadap kawasan pertanian keseluruhan.
Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni
hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta
pendekatannya yang sentralistik.
Kabupaten

wajo

memiliki

sumber

daya

potensial

yang

dapat

dikembangkan demi menunjang perekonomian yang berkelanjutan. Olehnya itu


sistem sektor pertanian di kabupaten wajo masih menghadapi berbagai macam
tantangan sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk
mensejahterakan masyarakat. Pada hal berdasarkan data statistik tahun 2014,
Kabupaten wajo merupakan salah satu daerah penghasil komoditi pertanian
terbesar kedua setelah kabupaten bone khususnya komoditas beras. Hasil
produktivitas pertanian kabupaten wajo tahun 2014 jumlah produksi per hektar
hanya mampu menghasilkan rata-rata 5 sampai 7 ton sedangkan jumlah yang
produktif berkisar 7 ton sampai 9 ton per hektar. sektor pertanian masih
merupakan primeover (penggerak) perekonomian oleh karena itu salah satu sub
sektor pertanian yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di kabupaten wajo
adalah sub sektor tanaman pangan. Salah satu kawasan pertanian di kabupaten
wajo yang mempunyai luas 223.92 km2 adalah kecamatan majauleng, luas sawah
tersebut 12.121 Ha yang menggunakan irigasi teknis 2.600 Ha dan yang
menggunakan tadah hujan 9.521 Ha, luas tanam, panen dan produsi padi di
kecamatan majauleng kabupaten wajo pada tahun 2012 adalah 13.648 Ha, laus
panen 19.025 Ha dan produksi 100.589 ton dan produktivitas 52.90 Ton/Ha
(kabupaten wajo dalam angka 2013)

Irigasi teknis dapat meningkatkatn hasil produktivitas pertanian apabila


pengawasan dan pengendalian dapat diperhatikan oleh pihak yang terkait Karena
Kabupaten Wajo merupakan salah satu sentra penghasil beras di Sulawesi Selatan.
Potensi areal persawahan dengan rincian sebagai berikut :

Tabel. Luas lahan pertanian berdasarkan jenis pengairan

Dari tabel di atas dapat kita lihat luas area persawahan yang meggunakan
tadah hujan 62.642 Ha, jika lahan tersebut dapat dioptimalkan maka hasil
peroduktivitas pertanian akan lebih maju dan dapat mensuply kebutuhan yang ada
didaerah hinterlandnya.
Saat ini Kabupaten Wajo merupakan salah satu daerah penghasil gabah
terbesar nomor 2 di kabupaten wajo. Untuk mendukung potensi produksi beras di
Kabupaten Wajo maka Pemerintah telah membangun Rice Processing Complex
(RFC) di Anabanua Kecamatan Maniangpajo dengan kapasitas produksi sebanyak
4 ton/jam dimana mesin dan konstruksinya menggunakan lisensi Korea Selatan.

Potensi yang ada ini juga memberikan peluang investasi dibidang pembangunan
Pabrik

Tepung

Beras.

Penambahan

fasilitas

pompanisasi,

Penambahan

Pembangunan Irigasi Teknis. Sedangkan untuk lebih meningkatkan nilai jual hasil
panen

dapat

dibuat

areal

Pertanian

Padi

Organik

(http://www.dutainformatika.net/wajogov/main/halstatis/15)
Dari program pemerintah yang sudah direncanakan untuk pompanisasi
irigasi bulu cepo mealui danau tempe menuju di tiga kecamatan tersebut sampai
saat ini belum terealisasi akibat danau tempe terjadi pendangkalan atau
sedimentasi. Hasil dari patauan Kabarwajo.com (23/04/2014) luas lahan sawah
tadah hujan di tiga kecamatan yaitu

kecamatan tanasitolo, kecamatan

sabbangparu dan kecamatan sajowangi sebanyak

25.000 hektar dari 93.000

hektar yang ada dikabupaten wajo apabila lahan tersebut bisa digunakan untuk
tanaman padi secara optimal maka otomatis masyarakat yang ada diaerah tersebut
dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Untuk itu kawasan pertanian di
kabupaten wajo memerlukan dukungan dari peerintah maupun stakeholder atau
pemangku kepentingan dapat enjaga dan melestarikan kawasannya demi menjaga
pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan
Sampai saat ini kabupaten wajo mempunyai sumber daya alam yang
potensial yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat, artinya pertanian masih
memegang peranan penting dalam pembangunan di kabupaten wajo dan tidak
perlu diragukan lagi karena wajo merupakan penghasil komoditas pertanian
sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan
kerja dan mendorong pemerataan kesempatan berusaha.

Berdasarkan uraian diatas, maka dirasa perlu untuk melakukan kajian


dengan judul Analisis Pengaruh Produktivitas Sawah Lahan Tadah Hujan
Dan Sawah Lahan Irigasi Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Kabupaten
Wajo.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan, masalah tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana

pengaruh

produktivitas

lahan

tadah

hujan

terhadap

peningkatan pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?


2. Bagaimana pengaruh produktivitas lahan irigasi terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?
3. Bagaimana pengaruh produktivitas lahan tadah hujan dan lahan irigasi
secara simultan terhadap pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Menganalisis pengaruh produktivitas lahan tadah hujan terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?
2. Menganalisis pengaruh produktivitas lahan irigasi terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?
3. Menganalisis pengaruh produktivitas lahan tadah hujan dan lahan irigasi secara
simultan terhadap pendapatan masyarakat di kabupaten wajo ?
D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah :


1. Dengan adanya penelitian ini diperlukan kajian untuk membantu
pemerintah daerah dalam rangka kebijakan pengembangan kawasan
pertanian yang menjadi potensial di kabupaten wajo.
2. Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan arahan/rekomendasi bagi
pemerintah daerah dalam meningkatkan kawasan pertanian di kabupaten
wajo.
3. Diharapkan dapat menjadi referensi baik pemerintah dan pihak yang
berkepentingan (stakeholder)dalam pengembangan wilayah kabupaten
wajo guna menunjang pertumbuhan ekonomian yang berkelanjutan
(sustainable).
E. Batasan Masalah
Agar penelitian ini dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran, maka
penulis membatasi permasalahan sebagai berikut :
1. Perkembangan kawasan pertanian di kabupaten wajo 5 (lima) tahun
terakhir
2. Lahan irigasi dan lahan tadah hujan dapat mempengaruhi pendapatan
masyarakat di kabupaten wajo.
3. Pengembangan kawasan pertanian di kabupaten wajo
4. Pendapatan masyarakat kabupaten wajo 5 (lima) tahun terakhir
5. Objek penelitian dilakukan di kabupaten wajo.
6. Survei Persepsi masyarakat.
F. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah tujuan dan
sasaran penelitian, ruang lingkup penelitian baik ruang lingkup wilayah penelitian

maupun ruang lingkup materi penelitian, dan yang terakhir adalah sistematika
pembahasan.
BAB II KAJIAN TEORI
Bab ini menjelaskan kajian literatur dan teori yang terkait dengan kajian
pembangnan ekonomi dan pengembangan wilayah
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini akan membahas mengenai pendekatan penelitian kuantitaif, data
penelitian dan analisis data yang digunakan untuk meneliti perkembangan
produktivitas pertanian serta pengaruh pengembangan kawasan pertanian terhadap
peningkatan pendapatan masyarakat dikabupaten wajo.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan gambaran umum Kawasan Pertanian Kabupaten Wajo,
pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, keterkaitan antar kawasan basis ekonomi,
hasil produktivitas pertanian kabupaten wajo yang dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat setempat dan hinterlandnya.
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran.