Anda di halaman 1dari 18

Mineral

APRIONO MALLISA
G701 10 067

Pengertian Umum
merupakan senyawa anorganik di alam, yang berperan
penting dalam metabolisme dan proses-proses yang
terjadi dalam tubuh.
berbentuk ion.
Juga dapat dalam bentuk tergabung dengan senyawa
organik
Komposisi:
Terdapat dalam cairan tubuh atau sebagai penyusun
bagian organ yang penting.
Mineral menyusun 4-5% berat badan

Pengelompokan
Makromineral : jika kebutuhannya 100 mg/hari
atau lebih.
Meliputi Ca, P, Mg, S, Na, Cl dan K.
Mikromineral/ trace dan ultratrace element, yang
hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat
sedikit.
Termasuk golongan ini adalah : Fe, Zn, Cobalt,
Iod, Mn, F, Mb, Copper, Se, Cromium, Tin,
Nikel, Vanadium, dan Silikon.

Keseimbangan mineral :
Fungsi mineral berlangsung berdasarkan
keseimbangan
Keseimbangan ion-ion mineral dalam cairan
tubuh akan mengatur : aktivitas enzim,
keseimbangan asam basa, tekanan osmotik
jaringan, pertukaran zat-zat penting pada
membran sel, kepekaan saraf dan otot,
sebagai komponen struktural dari jaringan
tubuh serta berfungsi secara langsung
dalam proses pertumbuhan

CALSIUM (Ca)
Paling banyak, yaitu 1,5-2% berat badan atau
39% total mineral tubuh.
terdapat dalam komponen tulang (Ca skeletal)
dan dalam serum (Ca serum).
Ca skeletal:
terdistribusi dalam 2 bentuk: exchangeable dan

nonexchangeable pool.
berbentuk hydroxyapatite (struktur kristal dalam
tulang berisi Ca fosfat dan Ca carbonat)
Juga mengandung F, Mg, Zn dan Na.
Sintesis dan resorbsi Ca konstan, tergantung umur dan
kondisi fisiologis.

Ca serum:
terdiri atas 3 bentuk :
Ca bebas/ ion Ca sebanyak 50%
Anion-complexed Ca sebanyak 5% (ikatan

dengan phosphat, bicarbonat, citrat)


Protein-bound Ca sebanyak 45% (terikat
dengan albumin dan globulin).

Kadar diatur oleh parathormon dan


thyrocalcitonin.
Distribusi dipengaruhi oleh pH dan kadar
protein plasma

Fungsi Ca :

membentuk tulang dan gigi,


membantu mekanisme pembekuan darah,
proses kontraksi otot
fungsi syaraf,
fungsi enzim.

Sumber :

susu dan produk susu


ikan kecil
sardine
tahu
kacang-kacangan.

PHOSPHOR (P)
80 % berupa Ca phosphat
Kadar phosphor di dalam tubuh sekitar 8% berat

badan.

Fungsi :
memberi sifat keras pada tulang dan gigi.
merupakan bagian dari setiap sel
untuk keseimbangan asam-basa
bagian dari metabolit penting tubuh (DNA, RNA,

ATP).

Sumber:
semua jaringan hewan
kacang-kacangan

SULFUR (Zat belerang, S)


merupakan komponen protein atau komponen

phospholipids
merupakan bagian dari molekul organic
terdapat dalam kondisi tereduksi (SH atau S),
dan tidak terdapat dalam bentuk teroksidasi
sebagai sulfat.

Fungsi:
membentuk asam amino tertentu
bagian dari biotin, tiamin dan insulin

ZINC (Zn)
Kadar 2-3 gr
Banyak pada hati, pankreas, ginjal, tulang, otot

sadar.
Juga terdapat pada mata, kelenjar prostat,
sperma, kulit, rambut dan kuku.
Dalam bentuk metallothionein (protein yang
mengandung Zn)

Sumber :
bahan makanan mengandung protein
(tiram, kerang, daging, ikan, hati, susu unggas,

biji-bijian).

Fungsi :
merupakan bagian dari banyak enzim
terdapat pada insulin
berperan dalam menyusun materi genetic
sistem imun
transpor vitamin A
indra perasa
proses penyembuhan luka
produksi sperma
perkembangan fetus yg normal

IODINE (I)
bagian dari tiroksin yang mengatur metabolisme, 75%

pada glandula thyroid


Tubuh mengandung 20-30 mg I,

Fungsi :
membentuk hormon tiroksin
Bentuk aktif adalah T3 (triiodotyronin) dan T4

(tetraiodotyronin/ tiroksin), terkonjugasi dengan


protein (globulin), disebut thyroglobulin.
Dalam aliran darah, T4 dikonjugasikan dengan alpha
globulin membentuk Tyroxin Binding Globulin
(TBG); dengan prealbumin menjadi Tyroxin Binding
Prealbumin (TPBA) dan sebagian kecil dengan
albumin. T3 hanya membentuk TBG.

ZAT BESI (Fe)


Dalam tubuh 3-5 gram Fe, 30-40%-nya dalam bentuk

cadangan besi.
Distribusi Fe 70% terdapat dalam Hb, 26% sebagai
cadangan besi dalam liver, limpa dan tulang.
Dalam makanan: sebagai ikatan organik; garam Fe
(Ferro dan Ferri sulfat).
Bentuk Ferro lebih mudah diserap
Di dalam tubuh, berikatan dengan protein (bentuk
ferro maupun ferri)
Bentuk aktif umumnya berupa bentuk ferro.

Fungsi:

transport oksigen dan karbon dioksida


bagian enzim yang mempengaruhi respirasi sel
berperan dalam sistem imun
untuk pembentukan Hb
bagian dari myoglobin.

Zat besi dalam makanan


Besi nonheme:
terutama bersumber dari tumbuh-tumbuhan
penyerapan hanya 5%.

Besi heme:
banyak berasal dari hemoglobin dan

myoglobin dalam daging, unggas dan ikan


Sumber:
Hati, daging, ikan, unggas, kerang, kuning telur,
kacang-kacangan, sayuran hijau, udang.

FLUORIDE (F)
Fungsi:
sebagai komponen dari jaringan keras tulang

dan gigi.
mencegah caries dentis
mencegah hilangnya mineral tulang.
Sumber :
air minum dan teh
ayam
ikan dan seafood

SELENIUM (Se)
terdapat 2 macam : selenomethionine dan

selenocysteine
50% dapat diabsorbsi
Kandungan Se dalam makanan sangat
bervariasi -- Se di dalam tanah.

Selenomethionine :
bentuk yang berikatan dengan metionin pada

protein
harus diperoleh dari makanan karena tak dapat
disintesa di dalam tubuh.
Absorbsi: mekanisme yang sama dengan
methionine

Selenocysteine:
bentuk Se yang mempunyai aktivitas biologic
terdapat pada selenoprotein seperti glutathione

peroksidase, iodotironin deioinase dan


selenoprotein P
mekanisme absorbsi belum jelas.

Fungsi :
sebagai antioksidan -- interelasi erat dengan

vit E.