Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif.
Untuk memenuhi hasil penelitian ini memerlukan data yang diperoleh secara
langsung maupun tidak langsung. Penelitian kuantitatif digunakan untuk
memperoleh gambaran yang jelas mengenai pengembangan kawasan pertanian
dalam menunjang pendapatan masyarakat di kabupaten wajo. Sedangkan metode
survey digunakan untuk mengetahui pengruh produktivitas terhadapa pendapatan
masyarakat dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.
Data pokok dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner
yakni kuesioner yang diajukan kepada responden dengan mengidentifikasi fakta
yang terjadi dilapangan menurut pengakuan masyarakat.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di kabupaten wajo dengan Alasan dalam
memilih penelitian didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
1. Memiliki dataran tinggi atau daerah pegunungan yang sulit untuk
dijangakau pengairan.
2. Kabupaten wajo yang memiliki lahan pertanian yang luas.
3. Memiliki pontesi yang mendukung pertumbuhan ekonomi kabupaten wajo.
C. Variabel Penelitian
Variabel atau indikator yang digunakan dalam penelitian ini untuk
merumuskan masalah yang ada dilapangan. Dengan demikian rumusan masalah
yang dimaksud adalah untuk menganalisis produktivitas lahan tadah hujan dan

27

lahan irigasi terhadap peningkatan pendapatan masyarakatsyarakat di kabupaten


wajo yang meliputi.
D. Jenis Dan Sumber Data
1. Jenis Data
Dalam penelitian ini dibutuhkan berbagai macam data sehingga perlu
diklasifikasikan jenis datanya sebagai berikut :
1. Data primer
Data yang dikumpulkan berbentuk hasil dari survei dan wawancara yang
dilakukan terhadap narasumber yang berasal dari para pelaku yang terkait
dengan persoalan untuk mengetahui pengaruh variabel terikat yang
dipengaruhi oleh vriabel bebas. Responden yang diwawancarai dalam
penelitian ini adalah petani.
2. Data sekunder
Data sekunder merupakan data dan informasi yang didapat secara tidak
langsung di lapangan oleh peneliti melainkan dari jurnal dan buku sebagai
referensi studi pustaka yang sudah diterbitkan sebelumnya serta bahan dari
internet.
2. Sumber Data
Sumber data yang dibutuhkan adalah sumber data primer dan sumber data
sekunder. Adapun sumber data tersebut antara lain :
a. Data primer berasal dari hasil survei dan wawancara terhadap responden
dengan menggunakan kuesioner.
b. Data sekunder berasal dari hasil survey yang dilakukan pada instansi
yang terkait.
E. Teknik pengumpulan Data
Salah satu cara pengambilan sampel adalah dengan metode purposive
sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan berdasarkan pertimbangan-

28

pertimbangan atau syarat-syarat tertentu yang dipandang mempunyai hubungan


yang erat dengan ciri atau sifat situasi sosial.
Untuk menentukan yang akan digunakan dalam penelitian ini teknik
pengambilan sampel yang dipakai adalah probability sampling yaitu teknik
sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi
untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dan teknik probability sampling yang
digunakan simple random sampling. Teknik ini sederhana (simple) karena
pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada
dalam populasi.
2. Penentuan Sampel
a) Sampel (Petani)
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara undian (tanpa pengembalian).
Sebelum diundi anggota populasi telah didata dan dikelompokkan berdasarkan
tempat tinggal yang terbagi dalam wilayah penelitian (dusun), kemudian dari
setiap derah diambil beberapa sampel secara proporsional sesuai jumlah anggota
populasi pada masing-masing daerah.
Untuk menghitungnya digunakan rumus slovin (Sugiyono):

N
I +N (e )

Keterangan:

= jumlah sampel
N

= Jumlah Populasi
= error tollerance

29

F. Teknik Analisis Data


Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui produktivitas lahan sawah irigasi menggunakan rumus :
Poduktivitas Lahan=

Hasil produksi padi satu musimtanam ( Kw /MT )


Luas Lahan Garapan satuhektar ( Ha)

2. Untuk mengetahui pendapatan usahatani padi sawah irigasi menggunakan


rumus :
P d = TR TC
= Y x Py Bm
Keterangan :
Pd = pendapatan bersih usahatani padi sawah irigasi dan tadah hujan
(Rp/Ha/MT)
TR = penerimaan usahatani padi sawah irigasi dan tadah hujan
(RpHa/MT)
TC = Biaya usahatani padi sawah irigasi dan tadah hujan (Rp/Ha/MT)
Y

= Hasil Produksi

Py = Harga produk per Kw (Rp/Ha/MT)


3. Untuk mengetahui hubungan Variabel independent terhadap variable
dependent dengan menggunakan aplikasi SPSS, metode analisis Regresi
Berganda sebagai berikut :
1. Klik Analyze --> Regression --> Linear.
2. Klik variabel terikat --> Pindahkan ke kotak Dependent.

30

3. Klik variabel bebas --> Pindahkan ke kotak Independent(s).


4. Pada Method, pastikan dipilih Enter (untuk Regresi Berganda Standar).
5. Klik tombol Statistics, lalu lakukan :
6. Ceklis Estimates, Model fit, Descriptives, dan Collinearity diagnostics.
7. Pada bagian Residual, ceklis Casewise diagnostics dan Outliers outside 3
standard deviations.
8. Klik Continue.
9. Klik tombol Options. Pada bagian Missing Values ceklis Exclude cases
pairwise.
10. Klik tombol Plots, lakukan :
11. Klik *ZRESID dan tombol panah untuk memindahkannya ke kotak y-axis.
12. Klik *ZPRED dan tombol panah untuk memindahkannya ke kotak x-axis.
13. Klik Next
14. Klik *SRESID dan tombol panah untuk memindahkannya ke kotak y-axis
(untuk melihat homoskedastisitas)
15. Klik *ZPRED dan tombol panah untuk memindahkannya ke kotak x-axis
(untuk melihat homoskedastisitas)

31

16. Pada bagian Standardized Residual Plots, ceklis pilihan Normal probability
plot.
17. Klik Continue.
18. Klik tombol Save.
19. Pada bagian Predicted Values, ceklis Unstandardized, Standardized,
Adjusted
20. Pada bagian Residuals, ceklis Standardized, Deleted, dan Studentized
deleted.
21. Pada bagian Distances, ceklis Mahalanobis, Cooks, dan Leverage values.
22. Pada bagian Influence Statistics, ceklis Standardized dfBeta(s) dan
Standardized DiFit
23. Klik Continue.
24. Klik OK.
Asumsi Uji Regresi Berganda (Multiple Regression) punya sejumlah
asumsi yang tidak boleh dilanggar.