Anda di halaman 1dari 5

1.

RINGKASAN KASUS
Kasus ini bercerita tentang Robin Hood yang melakukan pemberontakan melawan High Sheriff
dari Nottingham. Pemberontakannya terhadap Sheriff dipicu pertama kalinya oleh alasan pribadi.
Namun, Robin Hood tidak mungkin dapat melawan Sheriff sendirian. Oleh karena itu, Ia membentuk
sebuah organisasi yang akan diisi oleh siapapun yang memiliki rasa keadilan yang tinggi dan juga ingin
mengalahkan Sheriff.
Setelah organisasi yang dinamakan Merry Men terbentuk, para kandidat mulai bergabung dan
organisasi semakin lama semakin besar. Robin Hood sebagai pemimpin memberikan beberapa mandat
atau jabatan pada 4 orang dengan tugasnya masing-masing. Anggota organisasi yang semakin lama
semakin besar mulai memberikan beberapa permasalahan diantaranya persediaan perlengkapan, dana,
dan makanan yang mulai menipis, serta kedisiplinan yang mulai sulit untuk ditegakkan dan dikontrol.
Selain itu keuangan mulai menipis serta para traveler yang akan menjadi sasaran jarahan mereka mulai
menghindari hutan Sherwood, tempat mereka berada.
Robin Hood merasa aturan mereka harus berubah. Dari yang melakukan penyitaan dan
perampokan terhadap para traveler dengan harta banyak yang melewati hutan menjadi sistem pajak
tetap. namun para anggota Merry Men menolak karena dirasa tidak sesuai dengan motto mereka: Rob
the rich and give to the poor. Selain itu pajak akan membebani paa petani dan warga kota dan berujung
pada menghancurkan hubungan yang sangat berharga antara mereka dan mempersulit misi mereka untuk
melawan Sheriff.
Sheriff sendiri semakin lama semakin kuat posisinya dan semakin terorganisir. Ia juga semakin
lebih kuat dari sisi jumlah dan finansial sehingga celah kelemahan mereka mulai tertutupi. Posisi
kekuasaannya pun mulai menguat dengan koneksi politiknya dengan penguasa daerah yang baru yakni
Prince John. Prince John terkenal jahat dan tidak disukai oleh masyarakatnya yang lebih menginginkan
King Richard kembali dan dibebaskan dari penjara. Prince John takut pada baron yang meskipun
awalnya memberikan takhta padanya, saat ini berbalik kembali merebut takhta tersebut. Para Baron
mengundang Robin Hood untuk ikut bergabung untuk melakukan konspirasi guna mendapatkan tebusan
untuk King Richard. Namun Robin merasa ragu karena mata-mata Prince John mengintai dimana-mana.
Apabila mereka gagal maka Robin dan organisasinya akan dalam dan bahaya dan hukuman tanpa belas
kasihan yang akan mereka peroleh.
2. IDENTIFIKASI MASALAH
Motto dari Robin Hood dan Merry Men yakni merampok orang kaya dan memberikannya
kepada orang miskin, saat ini tidak lagi efektif. Dimana dana yang mereka peroleh dari hasil rampokan
tidak lagi cukup untuk menanggulangi meningkatnya jumlah orang-orang di band. Robin Hood juga
menyadari dengan semakin banyaknya anggota organisasi, maka struktur organisasi yang yang ada saat
ini tidak efektif lagi.
Robin Hood dihadapi dengan beberapa pilihan keputusan yakni tetap melaksanakan strategi lama
mereka yakni mencuri dari yang kaya untuk diberikan kepada yang miskin, ataukah Robin Hood
menerima tawaran para baron untuk membebaskan King Richard, atau menetapkan pajak pada traveler.
Dengan melihat kondisi yang tengah dihadapi Robin Hood, beberapa rumusan masalah yang
dapat diambil adalah:
1) Bagaimana Robin Hood menjalankan strateginya selama ini?
2) Apakah struktur organisasi Robin Hood dan Merry Man sudah sesuai?
3) Apa keputusan strategi yang harus dipilih Robin Hood dilihat dari pro dan kontranya?
3. PEMBAHASAN
A. Visi
Berdasarkan kasus dapat disimpulkan visi Robin Hood adalah: menciptakan kehidupan yang
adil bagi yang kaya maupun yang miskin dengan memenangkan perlawanan dengan Sheriff of
Notingham dan Prince John serta membebaskan serta mengembalikan tahta kekuasaan pada King
Richard.

1 | Robin Hood

B. Misi
Membentuk dan mengembangkan organisasi Marry Man untuk mencuri dari yang kaya
untuk diberikan kepada yang miskin.
Memantau pergerakan Sheriff dan strateginya.
Menyusun rencana untuk mengalahkan Sheriff.
C. 10 Tugas Dasar dalam Melaksanakan Strategi
1 Staffing
Robin Hood memberikan tanggung jawab terkait perekrutan
pada anak dari Much The Miller. Menurutnya, jumlah yang
banyak untuk melawan Sheriff sangatlah penting. Selain itu,
Robin juga menugaskan pada Little John untuk menegakkan
kedisiplinan dan meatih para anggota. Namun tidak terdapat
keterangan kualifikasi anggota seperti apa yang Robin
butuhkan dan sebanyak apa.
2 Resources & Organizational Kemampuan para anggota tidak diketahui secara pasti dan
Capabilities
jumlah anggota yang terus bertambah menyulitkan para letnan
Robin Hood dalam mengatur sumber daya dan anggota.
3 Organizational Structure
Robin memiliki 4 letnan yang melakukan tugas masingmasing yang berbeda-beda. Masih tergolong dalam simple
structure organization.
4 Allocating Resources & Di tahun awal pembentukan organisasi, pengelolaan resources
Budget
dan anggota masih dapat dikendalikan. Namun, di tahun
selanjutnya peningkatan jumlah anggota tidak diikuti dengan
peningkata jumlah resource dan budget. Sehingga persediaan
uang dan makanan terus berkurang.
5 Policies & Procedures
Belum ada aturan jelas tentang bagaimana organisasi dapat
memenuhi kebutuhan mereka dan mencapai tujuan
bersamanya. Profit formula, strategi dan langkah taktis belum
ditentukan. Baru ada aturan rob the rich, give to the poor
tanpa mengetahui dengan jelas sampai kapan aturan tersebut
akan diberlakukan.
6 Best Practices & Execution Belum ada best practices dan langkah taktis terkait eksekusi
Activities
strategi.
7 Information & Operating Robin menugaskan Will Scarlet untuk urusan mata-mata dan
System
mencari informasi terbaru tentang Sheriff, para orang kaya,
dan penagih pajak.
8 Reward & Incentives
Belum ada sistem reward maupun hukuman dalam organisasi.
9 Corporate Culture
Menjunjung tinggi motto rob the rich, give to the poor.
10 Leadership
Keputusan keseluruhan diambil oleh Robin. Namun belum
ada strategi atau rencana bagaimana proses menentukan
pilihan dalam kepemimpinannya.
D. Struktur Organiasasi Merry Men

2 | Robin Hood

Robin Hood
(Leader)

Will Scarlet
(Intelligence)

Little John
(Discipline)

Scarlock
(Finance)

Much the
Miller's Son
(Recruiting)

Member

Berdasarkan gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa Struktur Organisasi Merry Men
tergolong dalam jenis struktur organisasi yang simple (simple structure). Struktur organisasi jenis
ini memiliki ciri-ciri seperti tugas spesialisai yang terbatas, aturan yang sedikit, hubungan yang
informal, kurangnya alat untuk pelatihan, serta support system yang belum memadai. Struktur
organisasi ini memberikan keuntungan dari sisi biaya administrasi yang rendah, mudah dalam
koordinasi, lebih fleksibel, lebih cepat dalam mengambil keputusan, mudah beradaptasi, dan
senantiasa cekatan dalam menghadapi perubahan. struktur organisasi ini sesuai seperti yang ada
dalam kasus Merry Men ini. Namun, struktur organisasi sumple ini lebih sesuai dengan organisasi
yang masih baru dan masih berukuran kecil (anggotanya sedikit). Di tahun pertama organisasi
terbentuk memang struktur ini akan sangat dapat dirasakan lebih efisien dan efektif, namun dengan
bertambahnya anggota dan ukuran organisasi yang terus berkembang, maka struktur organisasi ini
tidak dapat dipertahankan lagi.
E. 3 Pilihan Strategi Robin Hood
Tetap menjalankan aktivitas Rob the rich and give to the poor seperti biasanya
o Pro: sudah diterapkan sejak awal. Tidak perlu penyesuaian pada strategi baru.
o Kontra: tidak dapat dipertahankan untuk jangka waktu panjang. Karena kondisi terus
berubah seperti para traveler yang mulai menghindari jalur melalui hutan Sherwood
sehingga target jarahan juga berkurang.
Bergabung dengan Baron
o Pro: memperbesar kemungkinan kebebasan King Richard guna merebut kembali tahta
dari Prince John. Sheriff juga dapat dikelahkan jika tahta Prince John berhasil direbut
kembali King Richard. Selain itu, Robin Hood dan kawanannya dapt memperoleh
ampunan dari perbuatan mereka sebelumnya yang melanggar banyak aturan dan
hukum yang berlaku.
o Kontra: jika gagal membebaskan King Richard akan sangat membahayakan nyawa
Robin Hood dan Merry Men.
Menerapkan pajak
o Pro: Dana untuk mencukupi kebutuhan lebih stabil.
o Kontra: reaksi negatif dari Merry Men, petani, dan warga yang menyebabkan
kehilangan kepercayaan dan dukungan untuk mengalahkan Sheriff.
F. Analisis SWOT
Opportunities (O)
1. Mengalahkan Sheriff dari
segi jumlah orang.
2. Ikut bergabung dengan
Baron.
3. Kepopuleran band.

3 | Robin Hood

Threaths (T)
1. Kapabilitas Sheriff
meningkat dan lebih
terorganisir.
2. Traveler yang beralih jalur.
3. Keinginan Prince John untuk
menyingkirkan siapapun
yang ingin merebut

Strengths (S)
1. Anggota yang banyak
2. Dukungan dari petani dan
warga
3. Robin sebagai pemimpin
yang kuat dan tangguh.
4. Motivasi melawan
ketidakadilan Sheriff
tinggi.
5. Keahlian memanah tinggi.
Weakness (W)
1. Kemampuan anggota baru
tidak diketahui dengan
jelas.
2. Robin Hood tidak
mengenal lagi satu per satu
anggotanya.
3. Kedisiplinan sulit
ditegakkan.
4. Kekurangan resource
seperti makanan dan dana
5. Kewaspadaan dan
keamanan dalam
organisasi berkurang.
6. Pelanggaran hukum.

S-O
1. Menerima tawaran baron
untuk bergabung
menyelamatkan King
Richard.
2. Melakukan pelatihan dan
merekrut orang-orang
berbakat.

kekuasaannya.
4. Sherif memiliki koneksi
politik dengan Prince John.
S-T
1. Membunuh Sheriff.
2. Pindah lokasi jarahan ke jalur
yang diambil traveler.
3. Memanfaatkan dukungan
dari masyarakat untuk
memperoleh cara baru dalam
mendapatkan dana.

W-O
W-T
1. Melakukan seleksi anggota 1. Membagi setiap anggota
dengan aturan dan standar
berdasarkan divisi yang jelas.
yang ketat.
2. Pindah lokasi organisasi.
2. Mendelegasikan tugas baru 3. Menerapkan pajak bagi
bagi anggota seperti
traveler.
memperoleh dan
menghasilkan makanan.
3. Meningkatkan kedisiplinan
dan kewaspadaan dalam
organisasi.

4. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, strategi Robin Hood dan Merry Men-nya belum baik karena
dengan jumlah organisasi yang terus meningkat tersebut tidak diiringin dengan peningkatan resource
seperti makanan maupun dana uang untuk menunjuang organisasi dan memberikan keadilan bagi rakyat
miskin. Banyak aspek diantara 10 tugas dasar dalam menjalankan strategi yang belum dijalankan
ataupun belum memberikan value bagi organisasi. Salah satu penyebab nya yakni struktur organisasinya
yang belum disesuaikan dengan perkembangan organisasi. Dengan jumlah anggota yang semakin
banyak, semestinya struktur organisasi juga turut menyesuaikan. Struktur organisasi simple yang
digunakan saat ini sudah tidak dapat memberikan efektivitas dan efinsiensi bagi terwujudnya tujuan
organisasi. Robin Hood sebagai pemimpin organisasi perlu memperbaiki situasi yang mulai kacau di
dalam organisasi Merry Men dan mengambil keputusan diantara 3 alternatif strategi yang dihadapinya.
5. REKOMENDASI
a. Merubah struktur organisasi dari yang sebelumnya menggunakan simple structure ke functional
structure dengan memilah-milah lagi setiap anggota ke berbagai fungsi di organisasi sesuai
kualifikasinya.
b. Menyeleksi kembali anggota. Bagi anggota yang tidak memenuhi kualifikasi ataupun yang tidak
mampu memberikan value bagi organisasi sesuai fungsi dalam struktur organisasi harus
dikeluarkan.
c. Mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan pokok organisasi seperti makanan. Tidak harus
berpatokan hanya pada menjarah harta traveler yang melintas, tapi dapat bekerjasama dengan
petani dan masyarakat miskin untuk dapat menghasilkan makanan bagi organisasi.
d. Dengan bertambahnya jumlah anggota organisasi, kemampuan bertembur seperti memanah yang
baik, serta kepopuleran bank mengharuskan Robin dan kawan-kawan merubah strategi mereka.
4 | Robin Hood

Dimana mereka seharunya fokus untuk meruntuhkan kekuasaan Pangeran John dan
membebaskan Raja Richard dari penjara di Austria. Dengan demikian kekuasaan akan kembali
di pegang oleh Raja Richard, sehingga tidak perlu lagi adanya perampokan dengan dasar
kebaikan untuk membantu para orang miskin. Sehingga pilihan ke dua yaitu bergabung dengan
baron adalah strategi yang terbaik. Dengan begitu kekuatan mereka semakin bertambah dan
peluang untuk menang melawan Sheriff menjadi tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Thompson, A.A., Peteraf, M.A., Gamble, J.E., & Strickland III, A.J. (2016). Crafting and Executing
Strategy: The Quest for Competitive Adventage, Concepts and Cases 12 th Ed. Singapore: Mc Graw
Hill Education.

5 | Robin Hood