Anda di halaman 1dari 3

Sumber Mineral Untuk Ternak

Thomas Saputro Sunday, October 19, 2014 Pakan

Sumber mineral adalah segala bahan yang mengandung cukup banyak mineral dan fosfor.
Mineral merupakan suatu zat organik yang terdapat dalam kehidupan alam maupun dalam
makhluk hidup. Di alam, mineral merupakan unsur penting dalam tanah, bebatuan, air dan udara.
Sekitar 50% mineral tubuh terdiri atas kalsium, 25% fosfor, dan 25% lainnya terdiri atas mineral
lain.
Logam atau mineral pada hewan ternak dibagi menjadi dua bagian yaitu esensial dan non
esensial. Logam esensial diperlukan dalam proses fisiologis hewan sehingga hewan dalam
kelompok ini merupakan unsur nutrisi yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan proses
fisiologis yang disebut defisiensi mineral. Sedangkan kelompok nonesensial adalah kelompok
logam yang tidak berguna atau belum diketahui kegunaanya dalam tubuh hewan sehingga
hadirnya unsur tersebut lebih dari normal menyebabkan keracunan. Logam yang bersifat esensial
dalam tubuh hewan ini dibagi menurut jumlah kandungan dalam tubuh hewan dibagi menjadi
dua kelompok yaitu:
1. Mineral makro: kalsium(Ca), Magnesium(Mg), Fosfor(P), Natrium(Na), Klor(Cl), Sulfur(S)
2. Mineral mikro: besi(Fe), Tembaga(Cu), Seng(Zn), Mangan(Mn), Kobal(Co).
Mineral mikro dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil daripada mineral makro. Untuk domba
yang sedang tumbuh dan untuk pembaharuan sel-sel yang berlangsung terus-menerus, serta
untuk keperluan berproduksi, dibutuhkan Ca, P, NaCl, dan Fe. Ternak domba yang ransumnya
kurang mineral, biasanya akan sering terlihat menjilat-jilat tanah (batu merah), dinding, atau
kayu.

1.
2.
3.
4.

5.
6.

Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan di dalam tubuh ternak, beberapa contoh diantaranya
adalah :
kalsium(Ca) disebut juga zat kapur, berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi serta memiliki
peran dalam vitalitas otot pada tubuh ternak sapi
Magnesium(Mg) berfungsi untuk membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan
hemoglobin.
Fosfor(P) berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi.
Natrium(Na) berfungsi sebagai pembentuk garam di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls
dalam serabut syaraf dan tekanan osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel
dengan cairan yang ada di sekitarnya.
Klor(Cl) digunakan untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung, untuk membunuh
bibit penyakit yang ada di dalam lambung.
Sulfur(S) sangat diperlukan oleh mikroba rumen untuk pembentukan asam amino (Ortolani,
2001).

7. besi(Fe) berfungsi untuk absorpsi dan transport O2 ke dalam sel sel, Fe juga merupakan
komponen yang aktif dari beberapa enzim yaitu sitokrom perioksidase dan katalase.Selain itu Fe
berfungsi sebagai mediator proses proses oksidasi ( Tillman et al., 1998 ). Fe lebih banyak
diabsorpsi oleh hewan yang defisien Fe dibanding hewan yang tercukupi kebutuhan Fe, karena
absorpsi dan metabolisme Fe diatur oleh status Fe pada mukosa usus. Tempat absorpsi Fe
pertama adalah duodenum ( Underwood dan Sutlle, 1999 ).
8. Tembaga(Cu) berguna sebagai pembentuk hemoglobin pada sel darah merah.
9. Seng(Zn) dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon-hormon penting, juga sebagai
pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap.
10. Mangan(Mn) berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh ternak sapi dan sistem reproduksi.
11. Kobal(Co) memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah.
Bahan pakan sumber mineral umumnya terdapat pada pakan berbutir dan hasil ikutannya
serta hijauan. Pakan berbutir kaya akan unsur P, sedangkan hijauan kaya Ca, tetapi unsur P-nya
kurang, kecuali hijauan jenis leguminosa. Beberapa contoh bahan-bahan yang mengandung
mineral antara lain adalah:
1. Tepung Kapur
Tepung kapur biasanya digunakan sebagai sumber Ca dalam pakan unggas. Kandungan Ca
sebesar 33-38 %, sedangkan P sebesar 0% (Yaman, 2010).

2. Garam
Garam digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya dalam pakan maksimal 0,25%. Jika
kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran feses meningkat (Yaman,
2010).
3. Tepung Kerang
Tepung kerang merupakan bahan pakan sumber mineral yaitu kalsium dan fosfor, termasuk
dalam kelas eman dalam klasifikasi bahan pakan secara internasional yang mengandung 1,2%
BETN, 43,4% protein kasar, dan 86% bahan kering.Tepung kerang terbuat dari kerang yang
digiling halus (Hartadi et all, 1991).
4. Tepung Kulit Telur
Sekitar 10% dari bobot telur adalah kulit atau kerabang. Pengolahan kulit telur untuk
dijadikantepung kulit telur sebagai bahan pakan sumber mineral dapat dilakukan secara

sederhana yaitu dengan cara dikeringkan lalu digiling. Komposisi kimia tepung kulit telur adalah
protein kasar 7.6% , abu 91.1% , kalsium 36.4% , fosfor 0.12% , Mg 0.4% , K 0.1% , Na 0.15% ,
Fe 0.002% dan S 0.090%.
Mineral merupakan unsur nutrisi yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis ternak
sehingga hewan dalam kelompok ini merupakan unsur nutrisi yang jika kekurangan dapat
menyebabkan kelainan proses fisiologis yang disebut defisiensi mineral. Defisiensi mineral yang
terjadi pada ternak antara lain: pertumbuhan menjadi terhambat, konsumsi ransum menjadi
menurun, laju metabolik basal tinggi, kepekaan dan aktivitas menjadi menurun, osteoporosis,
sikap dan cara berjalan abnormal, peka terhadap perdarahan di dalam, suatu kenaikan dalam
jumlah urine, daya hidup berkurang, kulit telur menipis dan produksi telur menurun, tetanus,
pika yaitu nafsu makan menurun, hewan mengunyah kayu,tulang,dan batu dan pertumbuhan bulu
kasar.