Anda di halaman 1dari 5

Lampiran percobaan uji kualitatif protein

Prosedur

Foto

1 mL sampel dimasukkan ke tabung


reaksi, ditambah 3 tetes HNO3 pekat

Sampel dipanaskan

Setelah dipanaskan, sampel berubah


Sampel dipanaskan di atas penangas air
sampai berubah warna menjadi kuning

warna menjadi kuning

Sampel didinginkan

Sampel ditambah 10 tetes NaOH 40%


(berubah menjadi orange)

Lampiran percobaan uji kualitatif protein


Prosedur
Foto
50 L sampel dan 150 L biuret ke
dalam microplate reader menggunakan
mikropipet
50 L aquades dan 150 L biuret ke
dalam microplate reader menggunakan
mikropipet

50

L kasein dengan berbagai

konsentrasi dan 150 L biuret ke dalam


microplate

reader

menggunakan

mikropipet

Membaca hasil absorbansi sampel dan


biuret pada microplate reader
Membaca hasil absorbansi blanko pada
microplate

reader

biuret

pada

absorbansi

kasein

microplate reader
Membaca

hasil

dengan berbagai konsentrasi dan biuret


pada microplate reader

Pembahasan uji kualitatif protein menggunakan xantoprotein


Pada uji kualitatif protein ini menggunakan pereaksi xanthoprotein.
Ekstrak sampel yang digunakan adalah buncis.
Buncis adalah bahan makanan nabati yang biasa dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia. Hasil penelitian kandungan gizi buncis veDaftar rsi
Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKGM) P3G '90 adalah sebagai berikut :

Banyaknya Buncis yang diteliti (Food Weight) = 100 gr


Bagian Buncis yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 90 %
Jumlah Kandungan Energi Buncis = 34 kkal
Jumlah Kandungan Protein Buncis = 2,4 gr
Jumlah Kandungan Lemak Buncis = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Buncis = 7,2 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Buncis = 101 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Buncis = 42 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Buncis = 0,7 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Buncis = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Buncis = 0,05 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Buncis = 11 mg
Uji xanthoprotein digunakan untuk menunjukkan adanya asam amino

tirosin, fenilalanin, dan triptofan dalam protein.


Fenilalanin bersama-sama dengan tirosin dan triptofan merupakan
senyawa

yang

berfungsi

sebagai

penghantar

atau

penyampaian

pesan

(neurotransmiter) pada sistem saraf otak. Asam amino ini bertugas mengontrol
berat badan, karena efeknya dalam mengatur tiroid dan menekan nafsu makan.
Prinsip dari pengujian xanthoprotein adalah nitrasi pada inti benzena yang
terdapat pada molekul protein. Awalnya larutan asam nitrat pekat yang
dicampurkan dengan asam amino yang memiliki cincin aromatik atau struktur
benzen yang dipanaskan akan membentuk suatu turunan nitro yang berwarna
kuning dan garam garam turunannya akan berwarna jingga bila ditambah
dengan NaOH.

Pada uji ini, yang pertama dilakukan adalah 1 mL sampel yang telah
diekstraksi ditambah dengan 3 tetes HNO 3 pekat. Larutan asam nitrat pekat ini
berfungsi untuk memecah protein menjadi gugus benzena. Asam amino yang
menunjukkan reaksi positif untuk uji ini yaitu tyrosin, phenilalanin dan tryptophan
karena ketiganya memiliki gugus benzen pada strukturnya. Peranan HNO 3 tidak
dapat digantikan oleh senyawa atau pereaksi lain karena proses nitrasi gugus
benzen hanya memerlukan bantuan HNO3.
Hal selanjutnya yang dilakukan yaitu sampel dipanaskan di atas penangas
air. Hal ini bertujuan untuk membantu proses nitrasi sampel. Setelah dipanaskan
dan didinginkan, maka sampel akan berubah warna menjadi kuning yang
merupakan efek dari proses nitrasi itu sendiri. Selanjutnya yang dilakukan adalah
sampel ditambah 10 tetes NaOH 40%. Penambahan NaOH ini bertujuan untuk
membasakan sampel karena dalam suasana basa senyawa nitro yang terbentuk
akan terionisasi sehingga menghasilkan perubahan warna menjadi lebih tua atau
jingga. Adanya perubahan warna menjadi lebih pekat ini menunjukkan bahwa
sampel yang diuji mengandung gugus benzen. NaOH ditambahkan setelah
pemanasan agar bereaksi sempurna, apabila penambahan dilakukan diawal maka
tidak akan terionisasi.
Dalam percobaan yang dilakkan, hasil pengamatan uji kualitatif protein
menggunakan pereaksi xanthoprotein menghasilkan warna orange yang berbedabeda untuk setiap sampel yang digunakan setelah penambahan NaOH. Semakin
pekat warna orange yang dihasilkan maka semakin baik hasil percobaannya.