Anda di halaman 1dari 11

PROSPEK PROFESI KONSTRUKSI

BAGI LULUSAN TEKNIK SIPIL POLMED

OLEH
NAMA

: PUTRI WAHDINI

KELAS

: SI-4F

NIM

: 1405022025

MATA KULIAH

: EP & MSDM

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah
yang berjudul " Prospek Profesi Kontruksi bagi Lulusan Teknik Sipil POLMED". Selama
pembuatan makalah pun kami juga mendapat banyak dukungan dan juga bantuan dari
berbagai pihak, maka dari itu kami haturkan banyak terima kasih kepada :
1. Edi Usman, S.T.,M.T. sebagai dosen pengampu yang telah mengajar banyak hal
mengenai etika profesi dan MSDM
2. Orang tua, yang telah memberi dukungan motivasi dan finansial
3. Teman-teman yang telah membantu untuk mengerjakan makalah ini
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang membangun dari para pembaca yang budiman sangat dibutuhkan untuk
penyempurnaan makalah ini kedepannya.

Medan, April 2016

Putri Wahdini Hrp

DAFTAR ISI

Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Ruang Lingkup Makalah
1.3 Tujuan dan Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
1.2 Menjadikan IMEP dan MEA Peluang dan Tantangan bagi Lulusan Polmed
1.3 Persiapan bagi Lulusan Teknik Sipil POLMED Menghadapi MEA
BAB III PENUTUP
1.1 Kesimpulan
1.2 Saran
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di

Indonesia,

pertumbuhan

perekonomian

sangat

tergantung

pada

peranan

infrakstruktur yang lengkap, dimana dalam pembangunan infrastruktur ini, industri jasa
kontruksi mengambil alih untuk proses pembangunan infrastruktur yang ada. Dapat dikatakan
bahwa dengan membaiknya perekonomian suatu negara maka infrastuktur juga akan
berkembang dan dapat memajukan kesejahteraan bagi industri jasa konstruksi, ini
menjadikan peluang bagi lulusan teknik sipil untuk mengambil bagian sebagai pegawai di
bidang konstruksi yang berkaitan. Sementara di Indonesia, pertumbuhan ekonomi dari tahun
ke tahun dapat dikatakan tidak stabil,ini dapat dilihat dari grafik pertumbuhan ekonomi
Indonesia beberapa tahun ini :

Pola pertumbuhan mengalami perubahan mendasar (structural change). Sebelum krisis,


ujung tombak pertumbuhan adalah sektor tradables (penghasil barang: pertanian,
pertambangan, dan industri manufaktur). Setelah krisis, sektor nontradables mengedepan
dengan laju pertumbuhan yang kian jauh lebih tinggi dari sektor tradables.
Ketika pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mengalami kemerosotan selama kurun
waktu 201-13, sektor nontradable mampu bertahan dengan laju pertumbuhan tinggi di aras
7,1-7,2 persen. Sebaliknya, pertumbuhan sektor tradables merosot tajam dari 5,1 persen
(2011) menjadi 4,7 persen (2012) dan 3,7 persen (2013). Bahkan, pada triwulan I-2015,
tatkala pertumbuhan PDB terus merosot, sektor nontradables menikmati peningkatan
pertumbuhan dan sebaliknya sektor tradables mengalami kemerosotan pertumbuhan.
Dengan merosotnya perekonomian Indonesia, berdampak pula terhadap industri jasa
kontruksi yang mengalami pelemahan dan kurang pembangunan untuk dibangun oleh indsutri
jasa konstruksi. Maka dapat dikatakan, ini menjadi kerugian terhadap lulusan teknik sipil
terutama teknik sipil POLMED untuk dapat lowongan pekerjaan dalam bidang konstruksi.
Untuk Pemerintah sendiri dalam kebijakannya di tahun 2016 ini melakukan inovasi dalam
pembangunan IMEP (Infrastruktur, Maritim, Energi dan Pangan), ini juga dilakukan sebagai
langkah antisipasi untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
1.2 Ruang lingkup Makalah
Makalah ini mencakup tentang prospek profesi konstruksi ke depan bagi lulusan Teknik
Sipil POLMED, terutama dalam menghadapi MEA, dan dampaknya terhadap lulusan sarjana
Teknik Sipil
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini :
1. Memahami tantangan bagi lulusan teknik sipil
2. Memahami MEA dan dampaknya terhadap dunia Teknik Sipil
Manfaat dari makalah ini :
1. Memberikan informasi mengenai dampak MEA
2. Memberikan informasi bagi lulusan teknik sipil terutama di POLMED
3.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian

Menurut Paul R. Krugman menyatakan bahwa Prospek adalah peluang yang terjadi
karena adanya usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk
mendapatkan

profit

atau

keuntungan.

Menurut

SCHEIN,

E.H

(1962)

Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang
sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat . Sedangkan pengertian
konstruksi adalah suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana
Maka dapat diartikan secara keseluruhan bahwa prospek profesi konstruksi bagi lulusan
Teknik Sipil Polmed adalah peluang mengenai pekerjaan yang terlatih tentang kegiatan
membangun sarana maupun prasarana bagi lulusan Teknik Sipil Polmed.
1.2 Menjadikan IMEP dan MEA Peluang dan Tantangan bagi Lulusan Polmed
Salah yang menjadikan program yang dikembangkan oleh Presiden ketujuh Indonesia yaitu
Jokowi Widodo adalah mengembangkan sektor IMEP (Infrastruktur, Maritim, Energi dan
Pangan). Hal ini dilakukan mengingat lemah perkembangan IMEP di Indonesia yang
disebabkan beberapa faktor. Jokowi menyampaikan pada 2016 pemerintah akan fokus pada
pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintah mengalokasikan 20% anggaran APBN
2016 untuk pendidikan, infrastruktur sebesar 8%, dan 5% anggaran untuk kesehatan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 313,5 triliun atau 8%.
Anggaran tersebut lebih besar dari alokasi anggaran infrastruktur dalam APBNP tahun 2015.
Dengan adanya program pemerintah yang baru ini, maka industri jasa konstruksi akan
meningkat dalam upaya pembangunan sarana dan prasaran di Indonesia. Tentunya para
industri konstruksi sendiri akan membutuhkan banyak tenaga kerja dalam upaya mewujudkan
keinginan pemerintah tersebut, untuk itu lulusan teknik sipil akan banyak menerima
lowongan pekerjaan sehingga dapat dikatakan lulusan teknik sipil memiliki masa depan yang
cerah di Indonesia jika Indonesia sendiri dapat berkompeten dalam program yang dilakukan.
Sedangkan yang menjadi peluang besar lainnya bagi lulusan teknik sipil adalah MEA
(Masyarakat Ekonomi ASEAN). Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO
menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar. Selain dapat
menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan
600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara. Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa
permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara
permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga
kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta. Namun laporan ini memprediksi bahwa
banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah

penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi. Untuk dengan adanya
pasar bebas ASEAN ini, bukan tidak mungkin bagi lulusan teknik sipil untuk dapat bekerja
dengan lowongan pekerjaan yang banyak. Namun bukan tidak mungkin juga akan banyak
lulusan teknik sipil yang tidak bekerja karena kurang profesionalnya atau kurang pengalaman
dalam bidang konstruksi, sementara di Indonesia sendiri program pembangunan IMEP baru
berjalan di Tahun 2016, sedangkan MEA juga telah berjalan di tahun 2016 , ini menjadikan
Indonesia belum siap dalam menghadapi MEA dengan pembangunan yang lambat dari
negara Indonesia sendiri dan menjadikan Indonesia dapat tersaingi oleh negara ASEAN
lainnya.

1.3 Persiapan bagi Lulusan Teknik Sipil POLMED Menghadapi MEA


Untuk menghadapi MEA, Lulusan Teknik Sipil harus dapat bersaing baik secara
pemikiran maupun kreatifitas. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan bagi Lulusan
Teknik Sipil untuk menghadapi MEA agar dapat bekerja pada bidang konstruksi :
1. Mentalitas
Hal pertama yang perlu disiapkan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015
adalah mentalias. Pasar bebas ASEAN memang akan membuat banyak perubahan
dan yang pasti persaingan bisnis yang semakin sengit. Dari sini mental yang kuat
dan tangguh sangat dibutuhkan para pebisnis untuk mampu menghadapi persaingan
tersebut. Jika mental yang dimiliki pebisnis setengah-setengah, maka mereka akan
mengalami banyak kesulitan untuk bisa mengatasi tantangan yang ada dan tak lama
kemudian bisnisnya bisa goncang dan akhirnya jatuh.
2. Kompetensi
Setelah mental sudah beres, hal berikutnya yang perlu Anda siapkan untuk
menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 adalah kompetensi. Kompetensi yang
dimaksud di sini adalah kemampuan dan keahlian. Pasar ASEAN yang sangat luas,
kompetitif dan berkonsep multi-bahasa, tentu harus membuat pebisnis jauh lebih
ahli dalam kecakapan berbisnis dan berkomunikasi. Terlebih dari sisi komunikasi,
Anda akan dituntut untuk bisa berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.
Kompetensi lain yang perlu pebisnis lebih kuasai dalam pasar bebas Asia Tenggara

ini adalah profesionalitas. Karena ini adalah pasar mancanegara, maka Anda akan
dituntut lebih untuk lebih profesional dari sebelumnya.
3. Kolaborasi
Dalam menghadapi pasar yang sangat kompetitif ini, Anda tak bisa bekerja dengan
tim yang kecil Anda. Anda harus meluaskan hubungan dan kerjasama Anda lebih
luas dan lebih intens lagi. Dengan relasi dan kolaborasi yang makin kuat dan
profesional ini bisnis Anda akan jauh lebih kokoh dan handal. Kekuatan relasi
dalam kolaborasi ini memang sangat penting dalam dunia bisnis. Semakin kuat dan
luas jaringan relasi Anda, maka semakin besar pula sebuah bisnis akan mencapai
kesuksesan. Dalam kasus pasar bebas ASEAN ini, Anda tak bisa lagi mengandalkan
jaringan yang Anda miliki sekarang. Anda harus meluaskan lagi relasi dan
kolaborasi bisnis Anda hingga mencapai jaringan mancanegara.
4. Kapasitas
Dengan pasar yang semakin luas, Anda sebagai pebisnis tentu tak bisa hanya
berkutat pada pasar yang sekarang Anda miliki. Anda harus mau tak mau harus
memperluas pasar Anda sebelum orang lain yang akan meluaskan pasarnya.
Persaingan memang semakin sengit dan saling mengancam, namun sebagai pebisnis
Anda tak bisa hanya duduk diam saja, Anda harus bergerak cepat untuk merebut
pasar sebelum kompetitor merebutnya. Jika Anda hanya diam dan hanya
mengandalkan pasar yang ada saja, maka Anda bisa saja terimpit dan semakin
tersisih dari persaingan pasar.
5. Evaluasi
erakhir, hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015
adalah evaluasi. Cepatlah untuk melakukan evaluasi yang rutin dari bisnis yang
selama ini Anda jalankan. Memang sebelum melangkah ke pasar yang lebih
menantang ini, Anda tak bisa terlalu lain pada manajemen bisnis yang Anda
jalankan sekarang. Meskipun Anda sudah membuktikan kesuksesan dengan
manajemen bisnis itu, namun pasar bebas Asia Tenggara ini akan membuat banyak
perubahan yang menuntut psbisnis untuk beradaptasi menyesuaikan diri.

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Indonesia menjadi negara yang dapat meningkatkan perekonomiannya terutama dalam
bidang Infrastuktur, hal demikian bukan tidak mungkin karena banyak lulusan teknik

sipil di indonesia terutama di POLMED yang berkompeten dan siap untuk bersaing
dalam dunia konstruksi. Ini dapat terjadi dengan adanya program pemerintah untuk
meningkatah IMEP di Indonesia dengan anggaran yang besar untuk di belanjakan.
1.2 Saran
1. Indonesia

harus

mampu

meningkatkan

Infrastruktur

di

Indonesia

untuk

mengimbangi negara ASEAN lain dalam menghadapi MEA


2. Lulusan Teknik Sipil harus lebih siap baik secara mental maupun kemampuan
dalam menghadapi MEA
3. Lulusan Teknik Sipil harus dapat berkompoten dalam bidang pekerjaan yang akan
di tekuninya

DAFTAR PUSTAKA
https://faisalbasri01.wordpress.com/2015/07/10/membangkitkan-kembali-perekonomianindonesia/
http://herlinraharja.blogspot.co.id/2012_06_01_archive.html
https://ademuklis.wordpress.com/2014/01/29/profesi-menurut-para-ahli/
http://finance.detik.com/read/2015/08/14/142300/2992197/4/anggaran-infrastruktur-2016capai-rp-313-t

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec
https://www.maxmanroe.com/persiapkan-5-hal-ini-untuk-sukses-bersaing-di-pasar-bebasasean-2015.html