Anda di halaman 1dari 3

SOP STRILISASI ALAT KESEHATAN

Nomor Dokumen:

Nomor Revisi:

Halaman :
1/2

PUSKESMAS
DUMBAYABULAN
Tim Penyusun :

Tanggal Terbit :

Felmy S Kude, SKM

12 Juni 2015

Tangggal Revisi :

Kepala Puskesmas Dumbayabulan

Dr. Rahayu Tulen

Revisi Ke :

Felmy S Kude, SKM

NIP. 19670825 198901 2 001


A. TUJUAN PROSEDUR

Untuk menjamin kualitas alat kesehatan, laboratorium dan linen dalam keadaan steril
B. PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROSEDUR

Suatu tindakan untuk membunuh kuman pathogen dan apathogen beserta sporanya pada
peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara merebus, stoom, panas tinggi atau
menggunakan bahan kimia
C. PERATURAN DAN KEBIJAKAN INTERN TERKAIT PROSEDUR INI

1. Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan


Nasional
2. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang
Perencanaan dan Penganggaran Bidang Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang
Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk
Teknis Bantuan Operasional Kesehatan
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2015 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat
D. PROSEDUR

1. Dekontaminasi
a. Memakai sarung tangan
b. Menyiapkan bak perendaman yang telah diisi dengan larutan clorin 0.5 %
c. Memasukkan alat-alat kesehatan atau alat laboratorium yang sudah terpakai dan bisa
digunakan lagi ke dalam bak perendaman
d. Biarkan kurang lebih 10 menit
2. Pencucian dan Pembilasan
a. Membuka kran air dengan cara memutar searah jarum jam (model kran bukan putaran)
dengan tangan kanan
b. Mengambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi ( hati-hati bila
memegang peralatan yang tajam, seperti gunting dan jarum jahit). Agar tidak merusak
benda-benda yang terbuat dari karet, jangan dicuci secara bersamaan dengan peralatan
dari logam atau kaca
c. Mencuci dengan hati-hati semua benda tajam atau yang terbuat dari kaca dengan cara:
Menggunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran
dengan cara menyikat dengan perlahan, searah dan berulang-ulang di bawah air

mengalir sampai sisa darah dan kotoran bersih disemua permukaan


Membuka engsel, gunting dan klem dengan cara memutar skrup secara prlahan ke kiri
sampai terlepas. Menyikat engan seksama terutama pada bagian sambungan dan sudut
peralatan dengan cara menyikat dengan pelahan , searah dan berulang-ulang di bawah
air mengalir sampai tidak tampak noda darah atau kotoran

Memastikan sudah tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada peralatan

dengan cara melihat dengan membolak balik di bawah penerangan yang cukup terang
Megurangi prosedur di atas setiap benda sedikitnya tiga kali (atau lebih bila perlu)

dengan air dan sabun atau detergen


Membilas benda-benda tersebut dengan air bersih dengan cara mengambil satu persatu

alkes dan peralatan laboratorium dan membilas satu persatu di bawah air mengalir
d. Mengulangi prosedur tersebut untuk benda-benda lain. Jika peralatan akan didesinfeksi
tingkat tinggi secara kimiawi (misalkan dalam larutan klorin 0.5 %), tempatkan
peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses (DTT)
e. Peralatan yang akan didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara dikukus atau direbus, atau
disterilisasi di dalam autoclave/ oven panas kering, tidak perl dikeringkan dulu sebelum
proses sterilisasi dimulai
f. Selagi masih menggunakan sarung tangan, cuci sarung tangan dengan air dan sabun,
kemudian bilas dengan seksama menggunakan air bersih
g. Melepas sarung tangan
h. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
3. Desinfeksi Tingkat tinggi / Sterilisasi
Metode sterilisasi yang dapat dipilih antara lain:
a. AUTOCLAVE
Menuangkan air suling secukupnya kedalam autoclave
Menuang air suling sampai batas tertentu ke dalam autoclave
Menata tabung reaksi atau peralatan gelas lain di dalam sedemikian rupa hinggan
tersedia ruangan untuk bergeraknya uap air secara bebas diantara alat-alat selama
sterilisasi, letakkan wadah ke dalam autoclave dengan cara tabung reaksi satu perstu
dengan korentang, kemudian disusun didalam wadah aluminium yang sudah terdapat

didalam autoclave dengan jarak minimal 0.5 cm dengan alat yang lain
Meletakkan tutup sterilisator pada tubuh sterilisator dan meletakkan baut-baut penahan
keatas tempat yang sesuai dengan tutup sterilisator, kemudian kencangkan masing-

masing murnya secara bersama dalam tempat yang berlawanan


Membuka pengatur klep pengaman, dalam keadaan terbuka penahan tersebut letaknya
lurus. Pasang pemanasnya. Uap yang terbentuk pada dasar sterilisator akan mengalir
ke atas di seputar wadah bagian dalam dan kemudian ke bawah diantara labu-labu dan
tabung-tabung ke dasr wadah, memaksa keluarnya udara dari dasar ke atas melalui

tabung pengeluaran fleksibel dan klep pengaman


Bila uap air mulai keluar dengan deras (menimbulkan bunyi mendesis) tutplah klep
pengaman dengan cara mendorong pengaturnya ke bawah sehingga posisinya
mendatar. Tekanan dalam sterilisator akan naik dan dapat dibaca pada alat pengukur

tekanan
Mempertahankan tekanan pada suhu 121, dengan cara mengurangi pemanasan
seperlunya untuk mempertahankan tekanan tersebut dengan cara mengecek tekanan

dan suhu pada alat penunjuk suhu dan tekanan


Menyeterilkan media dan peralatan dengan cara mempertahankan tekanan 1 atm
selama 15-20 menit yaitu membiarkan alat bekerja selama 15-20 menit sambal terus

diawasi pada tekanan 1 atm


Mengawasi tekanan selama proses strerilisasi dengan cara mengawasi angka yang

tertera pada penunjuk tekanan


Mematikan pemanasan dan tunggulan sampai tekanan kembali nol dan suhu telah
turun sampai jauh di bawah 100C, bukalah pengatur klep pengaman dengan cara
meluruskannya untuk mengeluarkan sisa uap yang tertinggal di dalam. Kendurkan

mur, lepaskan baut-bautnya dan angkat tutupnya.


Membuang air yang tersisa di dalam sterilisator dan keringkan baik-baik semua
bagiannya dengan cra menunggu alatnya dingin kemudian membersihkan air yang

tersisa sebanyak kuang lebih 1 cm dengan lap yang bersih sampai kering
b. STERILISASI PANAS KERING (OVEN)
Membuka pintu oven dan meletakkan alat-alat yang akan disterilisasi dengan rapi. Bila
memungkinkan letakkan dalam nampan sesuai dengan klasifikasi penggunaannya
(missal: heacting set, partus set, THT set, dll)
Menutup pintu oven dengan cara memastikan semua peralatan sudah masuk dengan
benar, menutup pintu oven dengan rapat
Tunggu sampai suhu mencapai 170C dan biarkan selama 60 menit
Setelah selesai, tunggu sampai suhu turun, buka pintu oven, keluarkan alat-alat yang
sudah steril dengan menggunakan korentang steril.
c. METODE ALTERNATIF REBUS ATAU KUKUS
Mengambil panci dengan penutup yang rapat
Merendam peralatan didalam air dengan cara mengisi panci dengan alat yang akan
disteril, menambahkan air setinggi kurang lebih 2.5 cm diatas alat yang akan direbus,
pastikan semua alat yang akan direbus telah dipenuhi air dan menutup rapat panci.
Memulai memanaskan air
Menghitung waktu saat air mulai mendidih dengan timer selama 20 menit
Jangan tambahkan benda apapun kedalam air mendidih setelah perhitungan waktu
mulai, rebus selama 20 menit catat lama waktu perebusan didalam buku khusus,
biarkan peralatan kering dengan cara diangin-anginkan sebelum digunakan atau
disimpan, pada saat peralatan kering gunakan segera atau simpan didalam wadah
diinfeksi tingkat tinggi bertutup. Perlatan isa disimpan sampai satu minggu asalkan
penutup tidak dibuka
Mengganti air setiap kali disinfeksi peralatan
Catatan :
Memberi label pada peralatan yang sudah steril dengan mencantumkan nama, jenis peralatan,
tanggal dan jan disterilkan.
E. KETERLIBATAN PIHAK LAIN DALAM PELAKSANAAN PROSEDUR

1. Kepala Puskesmas
2. Petugas Poli Umum
3. Petugas KIA
4. Petugas PONED
5. Petugas Laboratorium
F. FORMULIR, DOKUMEN ATAU BLANGKO

G. LAPORAN YANG DIHASILKAN

H. KAITAN DENGAN PROSEDUR LAIN

SOP Asuhan Persalinan Normal, SOP ANC


I. LAMPIRAN
J. REFERENSI

Depkes RI, Modul Pelatihan Asuhan Persalinan Normal,2008