Anda di halaman 1dari 2

Hasil indept interview dengan direktur utama BLU PPDPP

27 april 2016 di Kantor BLU PPDPP Kementerian PUPR


1. Skema pembiayaan dalam bentuk sewa beli pernah terjadi pada tahun
1980 an perumnas di Indonesia dan ini harus dikaji lebih mendalam
kenapa tidak dilanjutkan, apa kendala dan lainnya, karena proses
perumnas dulu ada yang melalui skema pembiayaan sewa beli
2. BLU PPDPP sedang membuat skema kredit kontruksi bagi produser
yang diperuntukkan pembiayaan infrastruktur perumahan dan ini akan
mendorong akses kepemilikan rumah bagi MBR, disamping juga ada
skama pembiayaan FLPP yang telah dan sedang berjalan
3. Rencana Kebijakan sewa beli sebagai alternatif skema pembiayaan
merupakan terobosan bagus, namun yang perlu diperhatikan adalah
norma kebijakan skema pembiayaan sewa beli nantinya, agar ada
peraturan menteri yang memberikan ruang kepada BLU PPDPP
mengatur hal-hal yang bersifat teknis operasional, hal teknis ini
berkaitan dengan tarif dan inovasi produk yang akan dikerjasamakan
dengan para pihak
4. Peraturan Menteri yang mengatur skema pembiayaan melalui FLPP
bukan hanya mengatur norma dan prinsip-prinsipnya, tapi juga
mengatur hal-hal teknis operasional dengan pembatasan sehingga BLU
PPDPP kesulitan melakukan inovasi dalam kebijakan teknis operasional
ketika mengajak kerjasama para pihak/perbankan dalam skema FLPP
tersebut, karena itu penting bagi BLU PPDPP untuk diberikan
kewenangan menerbitkan kebijakan teknis operasioanal sebagai
jabaran dari PerMen tersebut, sehingga dapat melakukan inovasi atas
skema pembiayaan bagi peningkatan akses kepemilikan rumah bagi
MBR
5. Perlu juga dikaji lebih mendalam kaitan dengan skema pembiyaan
melalui FLPP dan swadaya dengan skema pembiayaan sewa beli, jika
nanti ada skema pembiayaan perumahan melalui sewa beli apa
keuntungan dan resiko serta peluang akses kepemilikan rumah bagi
MBR
6. Kewenangan BLU PPDPP hanya mengelola dana bergulir melalu skema
pembiayaan FLPP dan swadaya bagi akses kepmilikan rumah bagi MBR
dengan para pihak, dan tidak diberikan kewenangan mengelola produk
tersebut, karena itu, terkait dengan skema pembiayaan melalui sewa
beli bagi MBR, norma kebijakan dalam peraturan menteri nantinya
cukup mengatur hal-hal berkenaan dengan prinsip-prinsip, operasional
proses yang tepat sasaran dan informaasi pelayanan serta batasan
waktu skema pembiayaan sewa beli , adapun hal teknis operasional

dan tariff serta inovasi pelaksanaan dengan para pihak dalam


pelaksanaan sewa beli diberikan kewenangan kepada BLU PPDPP untuk
mengatur sesuai dengan tren bisnis yang menguntungkan bagi
peningkatan akses kepemilikan rumah susun dan rumah tapak bagi
MBR
notulis